• Tidak ada hasil yang ditemukan

“PERBANDINGAN NILAI SpO 2 DAN EtCO 2 PADA ANESTESI UMUM INTUBASI DENGAN TEKNIK LOW FLOW ANESTHESIA

DAN HIGH FLOW ANESTHESIA”

Penelitian ini menyangkut pelayanan tindakan anestesi pada pasien yang

menjalani pembedahan yang terencana dengan anestesi umum. Seperti yang kita

ketahui bahwa pada anestesi umum pasien mendapatkan obat-obatan yang dapat

membuat pasien tidak sadar dan tidak merasakan sakit. Pada saat pasien sudah tidak

sadar dan tidak merasakan sakit lagi, kemudian kemampuan bernafas pasien dibantu

dengan alat yang disebut dengan mesin anestesi.

Melalui mesin anestesi pasien mendapatkan oksigen dan obat-obatan yang

berfungsi untuk mempertahankan pasien tetap tidak sadar dan tidak merasakan sakit

selama tindakan pembedahan. Selain itu pasien juga mendapatkan obat-obatan

melalui pembuluh darah sesuai dengan kebutuhan selama tindakan pembedahan,

dilakukan pengawasan secara berkesinambungan, sehingga dengan tindakan anestesi

umum ini pasien dapat menjalani tindakan pembedahan dalam keadaan yang normal.

Sehubungan dengan mesin anestesi yang berfungsi untuk membantu

kemampuan bernafas pasien, memberikan oksigen dan obat-obatan untuk

pembedahan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan dengan tujuan agar

kemampuan bernafas pasien dapat lebih baik, oksigen dan obat-obatan yang

diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien dan tidak berlebih baik ke tubuh pasien

maupun terbuang sia-sia ke lingkungan sekitar. Sehingga diperoleh hasil yang lebih

baik bagi pasien, biaya yang lebih hemat dan mencegah terjadinya polusi lingkungan

akibat obat-obatan yang dilepaskan dari mesin anestesi.

Salah satu caranya yaitu dengan menggunakan teknik anestesi umum yang

disebut dengan low flow anesthesia atau anestesi aliran gas rendah. Teknik ini

disebut anestesi aliran gas rendah karena gas anestesi yaitu oksigen dan N20 (nitrous

oxide) yang diberikan dari mesin anestesi ke pasien diturunkan jumlah kecepatan

alirannya menjadi lebih rendah dari biasanya sehingga oksigen dan obat-obatan dari

mesin anestesi dapat sesuai dengan kebutuhan pasien saja dan tidak terbuang sia-sia.

Sedangkan teknik anestesi umum yang biasanya digunakan selama ini yaitu

teknik anestesi high flow anesthesia atau anestesi aliran gas tinggi. Teknik anestesi

ini sudah lama digunakan dan terbukti efektif sebagai sebuah teknik anestesi umum.

Hanya saja kekurangannya, aliran gas tinggi yang digunakan pada teknik ini

membuat jumlah obat-obatan dari mesin anestesi yang terpakai menjadi lebih

banyak sehingga lebih boros. Obat-obatan yang terbuang dari mesin anestesi pada

teknik ini dapat menyebabkan polusi lingkungan sekitar. Keuntungan pada saluran

pernafasan pasien juga lebih baik pada teknik anestesi aliran gas rendah atau low

flow anesthesia.

Pada penelitian ini , saya hendak membandingkan kedua jenis teknik anestesi

umum yang tersebut di atas yaitu teknik anestesi low flow anesthesia (aliran gas

anestesi umum tersebut relatif aman dan selama ini telah dibuktikan dalam praktek

anestesi umum. Efek samping kedua teknik tersebut relatif sedikit, tetapi jika timbul

juga, kami akan langsung melakukan antisipasi dan penanganan sesuai dengan

teknik, alat dan obat standar seperti yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Bapak/Ibu/Saudara/i sekalian akan diambil sebagai sukarelawan penelitian ini,

berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya. Seluruh biaya yang

berhubungan dengan penelitian ini akan ditanggung oleh peneliti. Bila anda setuju

untuk diikutsertakan dalam penelitian ini, maka saya sangat mengharapkan kerja

sama yang baik dan menandatangani surat persetujuan ini. Namun apabila anda tidak

bersedia kami akan tetap memberikan pelayanan sebagaimana mestinya.

Untuk lebih jelasnya, pada saat turut serta sebagai sukarelawan pada penelitian

ini, Bapak/Ibu/Saudara/i akan menjalani prosedur penelitian sebagai berikut:

1. Satu hari sebelum pembedahan dilakukan, saat mulai puasa sukarelawan akan dipasang infus dikamar sukarelawan dirawat.

2. Pagi harinya sukarelawan dibawa kekamar operasi. Sukarelawan akan dibagi menjadi 2 kelompok secara acak.

3. Kelompok I akan mendapatkan teknik anestesi low flow anesthesia (aliran gas segar rendah), sedangkan kelompok II akan mendapatkan teknik anestesi high flow anesthesia (aliran gas segar tinggi).

4. Semua sukarelawan dicatat saturasi oksigen (kadar oksigen di tubuh), end tidal CO2 (kadar karbondioksida di saluran pernafasan), tekanan darah dan laju jantung sebelum pembiusan dan pada saat pembiusan.

5. Selanjutnya sukarelawan akan dipertahankan tetap tidur sampai pembedahan selesai.Jumlah obat-obatan yang terpakai dari mesin anestesi akan dihitung setelah pembiusan selesai.

6. Setelah pembedahan selesai sukarelawan akan dibangunkan dan selanjutnya akan dirawat di ruangan atau ICU sesuai dengan kondisi sukarelawan.

Pada lazimnya, penelitian ini tidak akan menimbulkan hal – hal yang

berbahaya bagi Bapak/Ibu/Saudara/i sekalian, namun apabila terjadi hal-hal yang

tidak diinginkan selama penelitian berlangsung, yang disebabkan oleh perlakuan

yang dilakukan selama penelitian ini, maka Bapak/Ibu/Saudara/i dapat

menghubungi dr. Mufti Andri (085260478798) untuk mendapatkan pertolongan.

Selain dari itu, penelitian ini juga diawasi konsultan – konsultan di bagian

Anestesiologi dan Terapi Intensif, sehingga bila terjadi hal – hal yang tidak

diinginkan peneliti dapat berkonsultasi dalam hal penanganan kejadian tersebut.

Kerja sama Bapak dan Ibu sangat diharapkan dalam penelitian ini (± 1 hari).

Bila masih ada hal-hal yang belum jelas menyangkut penelitian ini, setiap saat

dapat ditanyakan pada peneliti dr.Mufti Andri.

Setelah memahami berbagai hal yang menyangkut penelitian ini, diharapkan

Bapak/Ibu/Saudara/i yang telah terpilih sebagai sukarelawan pada penelitian ini,

dapat mengisi lembaran persetujuan turut serta dalam penelitian yang telah

disiapkan.

Medan ………..………….2015

Peneliti

Lampiran 4

LEMBAR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN (‘INFORMED CONSENT’)

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama :

Umur :

No RM :

Setelah memperoleh penjelasan sepenuhnya dan menyadari serta memahami tentang tujuan , manfaat, dan resiko yang mungkin timbul dalam penelitian berjudul:

“PERBANDINGAN NILAI SpO

2

DAN EtCO

2

PADA ANESTESI