DAFTAR PUSTAKA
PT. ANUGERAH LANGKAT MAKMUR DI DESA HARAPAN MAKMUR
2.1 Letak Geografi dan Keadaan Alam Desa Harapan Makmur
Sei Lepan merupakan salah satu kecamatan yang berada dalam wilayah administratif Kabupaten Langkat. Kecamatan Sei Lepan terletak diantara 030 – 110 sampai dengan 590 – 780 bujur timur. Jarak tempuh dari ibukota kabupaten adalah 54 km dan dari ibukota provinsi adalah 80 km. Akses menuju Sei Lepan dapat ditempuh melalui transportasi darat dengan menggunakan kendaraan bermotor. Jarak tempuh melalui ibukota kabupaten yaitu Stabat, dapat ditempuh perjalanan menuju Sei Lepan sekitar 2 jam perjalanan 14 . Luas wilayah Kecamatan Sei Lepan ini secara keseluruhannya sekitar 654, 04 Km2.
Adapun batas-batas geografis Kecamatan Sei Lepan antara lain adalah15:
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Berandan Barat, 2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Padang Tualang, 3. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Besitang, dan
14
Profil Kecamatan Sei Lepan
15 Kecamatan Sei Lepan Dalam Angka 1998, Kerjasama Bappeda Kabupaten Langkat dengan BPS Kabupaten Langkat, hal. 4.
4. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Babalan.
Harapan Makmur merupakan salah satu desa yang berada dalam wilayah kecamatan Sei Lepan. Secara geografis, Desa Harapan Makmur berada di ketinggian 100 meter dari permukaan laut. Jarak tempuh dari ibukota kabupaten adalah 76 km dan dari ibukota provinsi adalah 108 km. Akses menuju Harapan Makmur dapat ditempuh melalui transportasi darat dengan menggunakan kendaraan bermotor. Desa ini terbentuk karena adanya sebuah perusahaan perkebunan menanam sahamnya di wilayah tersebut. Oleh sebab itu desa ini mulai berangsur-angsur menjadi baik dengan adanya perusahaan perkebunan. Desa ini juga memiliki luas wilayah secara keseluruhannya sekitar 109,56 Km2.
Adapun batas-batas geografis Desa Harapan Makmur antara lain adalah16:
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa, Harapan Maju 2. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Tangkahan Durian, 3. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa PIR ADB Besitang, dan 4. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Harapan Jaya.
Tidak bisa dipungkiri, bahwa evolusi pembangunan sebuah wilayah, kota maupun Negara sebagian besar bermula dari perkembangan entitas sebuah desa. Desa dalam pengertian umum adalah desa sebagai suatu gejala yang bersifat universal, terdapat di manapun di dunia ini. Sebagai suatu komunitas kecil, yang terikat pada
16
lokalitas tertentu baik sebagai tempat tinggal (secara menetap) maupun bagi pemenuhan kebutuhannya, dan terutama yang tergantung pada kegiatan pertanian. Pengertian desa secara umum lebih sering dikaitkan dengan pertanian. Menurut Egon E. Bergel mendefenisikan desa sebagai “setiap pemukiman para petani (peasants)”.17 Padahal sebenarnya faktor pertanian bukanlah suatu hal yang selalu harus terlekat pada setiap desa, begitu juga sebaliknya, desa tidak harus dikaitkan dengan kegiatan pertanian, hanya saja kebanyakan desa di Indonesia khususnya yang menitikberatkan kegiatan perekonomiannya pada kegiatan pertanian, namun tidak semua, ada juga desa yang menitikberatkan kegiatan perekonomiannya pada bidang lain seperti bidang perikanan, industri rumahan (home industry) atau kegiatan pekerjaan tangan dan lain sebagainya. Yang menjadi ciri utama dari suatu desa adalah fungsinya sebagai tempat tinggal yang menetap dari suatu kelompok masyarakat yang relatif kecil. Atau dengan kata lain, sebuah desa ditandai dengan keterikatan warganya terhadap suatu wilayah tertentu. Keterikatan terhadap wilayah ini di samping sebagai tempat tinggal, juga sebagai penyangga kehidupan mereka.
Terbentuknya suatu desa tidak terlepas dari insting manusia, yang secara naluriah ingin hidup bersama keluarga suami/istri dan anak serta sanak familinya, yang kemudian lazimnya memilih suatu tempat kediaman bersama. Tempat kediaman tersebut dapat berupa suatu wilayah dengan berpindah-pindah terutama terjadi pada
17
Raharjo, Pengantar Sosiologi Pedesaan dan Pertanian, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1999, hlm.29-30.
kawasan tertentu hutan atau areal lahan yang masih memungkinkan keluarga tersebut berpindah-pindah. Hal ini masih dapat ditemukan pada beberapa suku asli di Sumatera, seperti kubu, suku anak dalam, beberapa warga melayu asli, juga di pulau- pulau lainnya di Nusa Tenggara, Kalimantan dan Papua. 18 Sama halnya dengan pembentukan Desa Harapan Makmur, yang tidak berbeda dengan pembentukan sebuah desa pada umumnya, yang secara naluriah ingin hidup bersama dengan keluarga bahkan sanak famili mereka dan yang terpenting adalah untuk mempertahankan serta mencapai kemajuan dalam hidupnya.
Seperti halnya dengan pembentukan Desa Harapan Makmur yang tidak jauh berbeda dengan pembentukan desa pada umumnya, yang secara sederhana ingin menetap dan tinggal bersama dengan keluarga sebagai cara untuk mempertahankan serta meningkatkan taraf kehidupan kelompok tersebut. Harapan Makmur awalnya hanya dihuni oleh beberapa kelompok masyarakat saja yang mayoritas merupakan suku Jawa Tengah yang bermata pencaharian sebagai petani. Suku Jawa Tengah tersebut berdatangan pada tahun 1984. Awalnya secara tidak langsung, pemerintah telah menerapkan pola transmigrasi dengan membawa banyak orang (terutama suku Jawa) untuk melakukan ekspansi ke pulau-pulau yang memiliki potensi sumber daya alam yang besar seperti Sumatera. Pada awalnya wilayah Harapan Makmur hanya hutan belantara, suku Karo membuka lahan atau wilayah tersebut. Tak lama kemudian barulah suku-suku yang lain ikut serta membuka wilayah ini. Sebelum dibukanya perkebunan PT Anugerah Langkat Makmur, awal dimulainya tahun 1974
18
wilayah Harapan Makmur ini adalah hutan dan hanya beberapa orang saja yg betempat tinggal diwilayah ini. Kehidupan masyarakat di Harapan Makmur sampai tahun 1982 sebelum dibukanya perkebunan kelapa sawit masih bersifat sangat sederhana dan tradisional.
Dalam upaya meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat secara berdaya guna, pemerintah telah mengadakan penataan kembali struktur organisasi pemerintahan desa. Desa Harapan Makmur pada awalnya merupakan sebuah dusun yang bernama Dusun Harapan Makmur yang sampai tahun 1997 masih menjadi bagian dari Desa Harapan Jaya19. Seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan aspek-aspek kehidupan masyarakat yang semakin membaik, semakin meningkatnya jumlah penduduk yang bermukim di Desa Harapan Makmur, dan kegiatan pemerintahan serta pembangunan pada wilayah Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, dipertimbangkan guna memperlancar tugas-tugas pemerintahan dan rencana pembangunan daerah serta untuk meningkatkan pelayanan kesejahteraan kepada masyarakat, maka dipandang perlu membentuk sebuah desa baru, pada 1998 Desa Harapan Makmur resmi dibentuk menjadi sebuah desa baru, yaitu Desa Harapan Makmur.20
19 Hasil Wawancara, Wahono, Harapan Makmur, 18 Oktober 2014
Tabel I: Perkembangan Jumlah Penduduk Harapan Makmur Tahun 1982- 1998 No Tahun Jumlah Penduduk/Jiwa 1. 1982 242 2. 1983 375 3. 1984 537 4. 1985 609 5. 1986 715 6. 1987 858 7. 1988 913 8. 1989 984 9. 1990 1008 10. 1991 1104 11. 1992 1258 12. 1993 1290 13. 1994 1356 14. 1995 1487 15. 1996 1526 16. 1997 1598 17. 1998 1659
Sumber: Kantor Desa Harapan Makmur, BPS Langkat dan wawancara dengan Bapak Wahono (data diolah penulis)
Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwasanya jumlah penduduk Desa Harapan Makmur dari awal mulanya tahun 1982-1998. Awalnya di Tahun 1982
wilayah ini hanya di huni 242 jiwa, namun setelah berangsur-angsur dan perkembangan perkebunan PT. Anugerah langkat Makmur penduduk yang mendiamin wilayah Harapan Makmur ini pun semakin bertambah jumlah penduduknya. Ini dapat di lihat dari tabel diatas bahwasanya perkemabangan perusahaan ini membawa dampak positif bagi jumlah penduduknya yang bertambah. Data tentang perkembangan jumlah penduduk di atas dibuat berdasarkan data yang didapat dari Kantor Desa Harapan Makmur, BPS Langkat dan hasil wawancara dengan Bapak Wahono selaku kepala desa serta hasil olahan penulis. Oleh karena sulitnya mendapatkan data yang lengkap mengenai jumlah perkembangan penduduk di Desa Harapan Makmur, maka data di atas belum bisa dikatakan benar atau tepat namun sudah mendekati perkiraan.