31 Maret 2017 31 Desember 2016
Setoran jaminan 124.099 67.307
Pendapatan yang ditangguhkan 31.523 -Premi Penjaminan Pemerintah
(Catatan 41g) 13.729
-Pendapatan diterima dimuka 10.033 8.052
Liabilitas derivatif 915 37
Lain-lain 52.540 8.700 Jumlah 232.839 84.096 24. Modal Saham dan Tambahan Modal Disetor
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 sebagai berikut:
Persentase Jumlah
Jumlah Lembar Kepemilikan Modal Disetor
Pemegang Saham Saham % Rp
PT Sinar Mas Multiartha Tbk 8.550.092.040 56,05 855.009 PT Shinta Utama 391.069.939 2,56 39.107 Freenyan Liwang, Direktur Utama 4.331.250 0,03 433 Tjendrawati Widjaja, Komisaris Utama 458.300 0,00 46
Halim, Direktur 473.846 0,00 47
Masyarakat 6.306.919.709 41,36 630.692
Jumlah 15.253.345.084 100,00 1.525.334
Persentase Jumlah Jumlah Lembar Kepemilikan Modal Disetor
Pemegang Saham Saham % Rp
PT Sinar Mas Multiartha Tbk 8.550.092.040 56,06 855.009 PT Shinta Utama 391.069.939 2,56 39.107 Freenyan Liwang, Direktur Utama 4.331.250 0,03 433 Tjendrawati Widjaja, Komisaris Utama 458.300 0,00 46
Halim, Direktur 473.846 0,00 47
Masyarakat 6.305.278.961 41,35 630.528
Jumlah 15.251.704.336 100,00 1.525.170
31 Desember 2016
PT Shinta Utama dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk telah menandatangani dan menyampaikan surat pernyataan kesanggupan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam keikutsertaan Perusahaan dalam program penjaminan Pemerintah.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Sinarmas Tbk yang didokumentasikan dalam Akta No. 50 tanggal 29 Februari 2016 dari Aryanti Artisari, S.H., M.Kn, notaris di Jakarta, telah disetujui peningkatan modal dasar dari Rp 2.000.000 (20.000.000.000 saham) menjadi Rp 6.000.000 (60.000.000.000 saham). Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-0003943.AH.01.02 Tahun 2016 tanggal 11 Agustus 2016.
Berdasarkan Akta No. 51 tanggal 29 Februari 2016, Perusahaan menyetujui untuk melakukan PUT II Perusahaan dengan menerbitkan 1.089.274.037 lembar saham dengan nilai nominal Rp 100 (dalam Rupiah penuh) per saham dan penerbitan waran secara cuma-cuma sebanyak 4.357.096.148.
Perusahaan telah mendapat Surat Persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK Pengawas) dengan surat No. S-161/PB.33/2016 tertanggal 16 September 2016 untuk mencatatkan hasil penerimaan dana dari Penawaran Umum Terbatas II sebagai modal disetor.
Berdasarkan Akta No. 45 tanggal 13 Juni 2014 dari Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, tentang Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dimana pemegang saham Perusahaan menyetujui untuk menerbitkan 1.312.411.310 lembar saham pada harga yang akan ditentukan oleh Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Pada tanggal 31 Oktober 2014 dan 24 November 2014, Perusahaan melaksanakan PMTHMETD tahap 1 dan 2 masing-masing sebanyak 888.888.888 dan 7.646.526 lembar saham dengan harga pelaksanaan masing-masing sebesar Rp 270 (dalam Rupiah penuh). Jumlah dana yang diperoleh dari pemegang saham dalam pelaksanaan PMTHMETD adalah sebesar Rp 242.064 dengan biaya emisi saham Rp 227 (Catatan 1b).
Jumlah penerimaan dari Penawaran Umum Terbatas II adalah sebesar Rp 435.710 dengan biaya emisi saham Rp 5.285. Pada tanggal 27 April 2016, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan melalui surat No. S-202/D.04/2016 untuk Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) kepada Pemegang Saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Pada PUT II tersebut, Perusahaan menerbitkan 1.089.274.037 lembar saham dengan nilai nominal Rp 100 (dalam Rupiah penuh) per saham dan penerbitan waran secara cuma-cuma sebanyak 4.357.096.148.
Perubahan lembar saham untuk periode yang berakhir 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham
Jumlah Saham pada tanggal 1 Januari 2014 13.116.881.498
Penambahan modal disetor melalui
konversi Waran Seri I (Catatan 24) 19.075.400
Penambahan modal disetor melalui
konversi Waran Seri II (Catatan 24) 7.676.037
Penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu (HMETD) 896.535.414
Jumlah Saham pada tanggal 31 Desember 2014 14.040.168.349 Penambahan modal disetor melalui
konversi Waran Seri I (Catatan 24) 89.744.803
Penambahan modal disetor melalui
konversi Waran Seri II (Catatan 24) 22.086.577
Jumlah Saham pada tanggal 31 Desember 2015 14.151.999.729 Penambahan modal disetor melalui
konversi Waran Seri II (Catatan 24) 10.400.570
Penambahan modal disetor melalui
Penawaran Umum Terbatas II 2016 1.089.274.037
Penambahan modal disetor melalui
konversi Waran Seri III (Catatan 24) 30.000 Jumlah Saham pada tanggal 31 Desember 2016 15.251.704.336 Penambahan modal disetor melalui
konversi Waran Seri II (Catatan 24) 1.640.748
Perubahan tambahan modal disetor sampai dengan tanggal 31 Maret 2017:
Jumlah Rp Penawaran Umum Perdana tahun 2010 (Catatan 1b) 80.000 Biaya emisi saham tahun 2010 (4.678) Konversi Waran Seri I tahun 2011 (Catatan 25) 89.918 Konversi Waran Seri I tahun 2012 (Catatan 25) 90 Penawaran Umum Terbatas I tahun 2012 (Catatan 1b) 180.478 Biaya emisi saham tahun 2012 (3.776) Jumlah tambahan modal disetor
pada tanggal 31 Desember 2012 342.032 Konversi Waran Seri I tahun 2013 (Catatan 25) 371 Konversi Waran Seri II tahun 2013 (Catatan 25) 423.821 Jumlah tambahan modal disetor
pada tanggal 31 Desember 2013 766.224 Konversi Waran Seri I tahun 2014 (Catatan 25) 935 Konversi Waran Seri II tahun 2014 (Catatan 25) 1.151 Peningkatan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu (HMETD) 152.411
Biaya emisi saham tahun 2014 (227) Jumlah tambahan modal disetor
pada tanggal 31 Desember 2014 920.494 Konversi Waran Seri I (Catatan 25) 4.397 Konversi Waran Seri II (Catatan 25) 3.313 Jumlah tambahan modal disetor
pada tanggal 31 Desember 2015 928.204 Konversi Waran Seri II (Catatan 25) 1.576 Penawaran Umum Terbatas II tahun 2016 (Catatan 1b) 326.782 Selisih antara aset dan liabiltas pengampunan pajak 5.234 Biaya emisi saham tahun 2016 (5.285) Jumlah tambahan modal disetor
pada tanggal 31 Desember 2016 1.256.511 Konversi Waran Seri II (Catatan 25) 247 Jumlah tambahan modal disetor
pada tanggal 31 Maret 2017 1.256.758
Manajemen Permodalan
Tujuan utama dari pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa Perusahaan mempertahankan rasio modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Perusahaan wajib untuk memenuhi rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebagaimana ditetapkan oleh Bank Indonesia.
Manajemen menggunakan peraturan rasio permodalan untuk memantau kecukupan modal, sesuai dengan standar industri. Pendekatan Bank Indonesia untuk pengukuran modal tersebut terutama didasarkan kepada pemantauan kebutuhan modal yang diwajibkan (diukur sebagai 8% pada periode 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 dari aset tertimbang menurut risiko) terhadap modal yang tersedia.
Perusahaan wajib memperhitungkan Risiko Pasar karena telah memenuhi kriteria sebagaimana diatur oleh Peraturan Bank Indonesia yang berlaku, yaitu jumlah aset sebesar Rp 10.000.000 atau lebih. Perhitungan dilakukan menggunakan metode standar sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia.
Perhitungan rasio KPMM pada tanggal 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2017 31 Desember 2016 I. Komponen Modal
A. Modal Inti 4.226.017 4.047.521
B. Modal Pelengkap 215.575 205.516
II. Jumlah modal 4.441.592 4.253.037
III.Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Risiko kredit setelah memperhitungkan
risiko spesifik 22.336.409 21.378.451
Risko pasar 631.538 486.269
Risiko operasional 3.597.401 3.597.401
Jumlah ATMR untuk risiko kredit, pasar
dan operasional 26.565.348 25.462.121
IV.Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) yang tersedia
KPMM dengan memperhitungkan
risiko kredit 19,88% 19,89%
KPMM dengan memperhitungkan
risiko kredit dan pasar 19,34% 19,45%
KPMM dengan memperhitungkan
risiko kredit dan operasional 17,13% 17,03% KPMM dengan memperhitungkan risiko
kredit dan operasional dan pasar 16,72% 16,70% V. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal
Minimum yang diwajibkan berdasarkan
profil risiko 9% 9%
Catatan:
Perhitungan rasio KPMM tidak termasuk pajak tangguhan
25. Waran
Pada tanggal 13 Desember 2010, Perusahaan menerbitkan waran Seri I secara cuma-cuma sejumlah 1.920.000.000 waran yang melekat pada saham yang diterbitkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana. Setiap pemegang lima (5) saham baru Perusahaan berhak memperoleh enam (6) waran dimana setiap satu (1) waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu (1) saham baru Perusahaan dengan harga Pelaksanaannya sebesar Rp 150 (dalam Rupiah penuh) dan dapat dikonversi menjadi saham mulai tanggal 13 Juni 2011 sampai dengan 11 Desember 2015.
Sehubungan dengan Pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas I pada tanggal 15 Juni 2012 (Catatan 1 dan 24), jumlah dan harga pelaksanaan Waran Seri I yang belum dikonversi disesuaikan menjadi 120.646.622 waran dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 149 (dalam Rupiah penuh) per lembar saham.
Pada tanggal 15 Juni 2012, Perusahaan menerbitkan Waran Seri II secara cuma-cuma sejumlah 2.996.614.532 waran yang melekat pada saham yang diterbitkan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I. Setiap pemegang lima puluh tiga (53) saham baru Perusahaan berhak memperoleh seratus tiga puluh dua (132) waran dimana setiap satu (1) waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu (1) saham baru Perusahaan dengan harga pelaksanaannya sebesar Rp 250 (dalam Rupiah penuh) dan dapat dikonversi menjadi saham mulai tanggal 11 Januari 2013 sampai dengan 29 Juni 2017.
Selama periode 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 sebanyak 10.640.748 dan 10.400.570 Waran Seri II telah dikonversi menjadi 10.640.748 dan 10.400.570 saham dengan jumlah penerimaan masing-masing sebesar Rp 410 dan Rp 2.600.
Jumlah Waran Seri II yang belum dikonversikan menjadi saham sebanyak 129.334.739 dan 130.975.487 pada tanggal 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016.
Pada tanggal 27 April 2016, Perusahaan menerbitkan Waran Seri III secara cuma-cuma sejumlah 4.397.961.780 waran yang melekat pada saham yang diterbitkan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas II. Setiap pemegang satu (1) saham baru Perusahaan berhak memperoleh empat (4) waran dimana setiap satu (1) waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu (1) saham baru Perusahaan dengan harga pelaksanaannya sebesar Rp 625 (dalam Rupiah penuh) dan dapat dikonversi menjadi saham mulai tanggal 28 November 2016 sampai dengan 12 Mei 2021. Jumlah Waran Seri III yang terealisasi diterbitkan setelah Penawaran Umum Terbatas II sejumlah 4.357.096.148 lembar.
Selama periode 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016, sebanyak nihil dan 30.000 Waran Seri III telah dikonversi menjadi nihil dan 30.000 saham dengan jumlah penerimaan sebesar nihil dan Rp 19.
Jumlah Waran Seri III yang belum dikonversikan menjadi saham sebanyak 4.357.066.148 pada tanggal 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016.