• Tidak ada hasil yang ditemukan

Terdapat 2 jenis system komunikasi:

B. Limbah Cair dan Padat

IV.3.7. Analisa Sistem Pencahayaan

Pencahayaan merupakan salah satu aspek yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dan kenyamanan spatial dan estetika. Terdapat dua sistem penerangan yakni: penerangan alami dan buatan.

1. Pencahayaan buatan

Pada bangunan sumber daya untuk pencahayaan buatan ini berasal dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), genset atau diesel yang dipergunakan apabila listrik dari PLN padam.

2. Pencahayaan alami

Dalam penerapan konsep hemat energi pencahayaan alami merupakan peranan penting karena sumber daya berasal dari matahari. Untuk mendapatkan cahaya matahari maka bangunan perlu diberi bukaan, sehingga pencahayaan buatan hanya dipakai pada saat malam hari.

IV.3.8. S istem Pembuangan Limbah A. Limbah S ampah

Pembuangan sampah berupa sistem pengumpulan dari bangunan ke bak penampungan yang disediakan dan kemudian akan diangkut dengan truk sampah ke lokasi pembuangan akhir.

B. Limbah Cair dan Padat

Limbah cair berupa air hujan, air kotor pada kamar mandi semuanya diteruskan melalui talang vertikal yang tertanam di dinding disalurkan ke

Binus University-Architecture Major 2010 Apartment And Mall in Central Jakarta | 97

riol saluran bawah dan di lanjutkan ke riol kota, tiap jarak tertentu mempunyai bak control, Sedangkan limbah padat di salurkan melalui proses penetralan di STP dan diurai oleh bakteri.

IV.3.9. S istem Penyediaan Air Bersih

Sumber air bersih yang berasal dari Perusahaan Air M inum (PAM ) ditampung di reservoir atas berupa tanki penyimpanan air, kemudian didistribusikan ke ruang-ruang yang memerlukan.

Kebutuhan air dingin/ hari = 135/225Lt/ orang

Bangunan Jumlah

= 132.840 Lt/hari untuk bangunan apartemen Kebutuhan air panas/ hari = 45Lt/ orang

Volume = 45 x 738= 33.210 Lt/hari untuk bangunan apartemen

Tabel 22. Total penghuni apartemen

Binus University-Architecture Major 2010 Apartment And Mall in Central Jakarta | 98

IV.3.10. S istem Penghawaan

1. Pengudaraan buatan

• Pengudaraan buatan pada bangunan mal menggunakan AC Central, karena ruangan pada pusat perbelanjaan besar sehingga penggunaan AC Central lebih efektif daripada AC Split.

Gbr 54. AC Central Gbr 53. Jaringan air bersih

Binus University-Architecture Major 2010 Apartment And Mall in Central Jakarta | 99

• Pengudaraan buatan pada unit-unit apartemen menggunakan AC Split, karena ruangan yang kecil pada unit-unit apartemen sehingga penggunaan AC Split sangat efektif dan sistem ini dapat mengatur temperatur udara yang diinginkan.

2. Pengudaraan alami

Koridor apartemen diberi bukaan sehingga pengudaraannya hanya mengandalkan ventilasi alami. Pada ruang-ruang unit dirancang terdapat bukaan untuk ventilasi alami, tetapi untuk daerah pusat perbelanjaan tidak memakai ventilasi alami tapi AC Central.

IV.3.11. S istem Penangkal Petir

Penangkal petir merupakan salah satu sistem yang berfungsi untuk menangkal petir yang menyambar dengan menyalurkannya ke dalam tanah.

Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih sistem penangkal petir yaitu faktor ekonomis, memperhatikan keserasian arsitekturnya dengan tetap menjaga keamanan teknis, serta ketahanan

Gbr 55. AC Split

Binus University-Architecture Major 2010 Apartment And Mall in Central Jakarta | 100

terhadap mekanis dan terhadap korosi. Salah satu sistem yang digunakan adalah sistem faraday dengan menghubungkan kawat tembaga ke saluran arde didalam tanah, sistem ini efisien namun memerlukan biaya yang cukup mahal.

No. Kriteria Nilai indeks

1. M acam/jenis bangunan apartemen dan mal dimana merupakan bangunan yang berisi sangat banyak orang.

2

2. Bahan konstruksi adalah beton bertulang, kerangka besi dan atap bukan logam.

2

3. Tinggi bangunan (35-50 meter) 6

4. Situasi bangunan di tanah datar pada semua ketinggian

0 5. Jumlah hari guruh (75-100/tahun) 6

Total 16

Nilai Perkiraan bahaya Pengamanan

<11 Diabaikan Tidak perlu

11 Kecil Tidak perlu

12 Sedang Agak perlu

>12 Agak besar perlu

Gbr 56. Skematik Sistem Penangkal Petir Sangkar Faraday Tabel 23. Perkiraan Bahaya Petir Pada bangunan Tinggi

Binus University-Architecture Major 2010 Apartment And Mall in Central Jakarta | 101

14 Besar Sangat perlu

>14 Sangat besar diharuskan

Dari analisa diatas maka bangunan apartemen dan pusat perbelanjaan ini sangat memerlukan penangkal petir dengan perkiraan bahaya sangat besar.

IV.3.12. Analisa Hemat Energi

Penghematan energi melalui rancangan bangunan mengarah pada penghematan penggunaan listrik, baik bagi pendinginan udara, penerangan buatan, maupun peralatan listrik lain. Dengan strategi perancangan tertentu, bangunan dapat memodifikasi iklim luar yang tidak nyaman menjadi iklim ruang yang nyaman tanpa banyak mengonsumsi energi listrik. Kebutuhan energi dapat ditekan jika secara nasional bangunan dirancang dengan konsep hemat energi. M elalui perancangan pasif bangunan dapat dijadikan bangunan yang dapat menghemat energi. Ada beberapa cara untuk menciptakan bangunan hemat energi, yaitu :

Binus University-Architecture Major 2010 Apartment And Mall in Central Jakarta | 102

• Orientasi bangunan di mengarah pada sisi utara dan selatan, tidak searah orientasi matahari dari timur ke barat sehingga bangunan tidak secara langsung menerima panas matahari yang mengakibatkan naiknya suhu di dalam bangunan secara signifikan. Dengan naiknya suhu bangunan secara signifikan maka dibutuhkan penghawaan buatan yang besar untuk menormalkan suhu di dalam bangunan agar para pemakai gedung dapat beraktifitas dengan nyaman.

• Penggunaan skylight pada bangunan Mal untuk penghematan energi listrik, sehingga mengurangi pemakaian energi listrik(penerangan buatan) untuk kenyamanan secara visual.

• Gedung ini menggunakan sirip-sirip di setiap bukaan(jendela) untuk mengurangi panas matahari yang masuk ke dalam ruangan, Sehingga dapat menghemat penggunaan energi listrik untuk penghawaan buatan.

Foto 63. Puri Mal

Foto 64. Gedung S. Widjojo Gbr 57. Orientasi Bangunan

Binus University-Architecture Major 2010 Apartment And Mall in Central Jakarta | 103

• Dapat juga dengan menggunakan selubung pada bangunan agar panas matahari tidak masuk secara langsung ke dalam bangunan.

Kesimpulan :

Dengan memanfaatkan kelebihan dari iklim tropis lembab di Indonesia kita dapat menekan pemakaian energi untuk kenyamanan dan keamanan aktifitas di dalam bangunan.Terdapat berbagai cara untuk merancang bangunan dengan konsep hemat energi, kemudian kita dapat menerapkan cara-cara diatas untuk melakukan penghematan terhadap energi.

Tabel 24. Jenis selubung bangunan sumber: Ir. Daryanto, MSA – FTSP Universitas Trisakti

Dokumen terkait