• Tidak ada hasil yang ditemukan

Limbah mengandung Gas

Dalam dokumen KA Andal PPGM Pertamina (Halaman 84-88)

MIN.6MMIN 5

BADAN JALAN RAYA

C. Tahap Operasi

1) Limbah mengandung Gas

a) Emisi limbah dari penggerak turbin gas – Penggerak utama untuk kompresor pendingin pada Unit Pendingin/Pencair dan pembangkit tenaga utama kilang adalah turbin gas. Limbah dari turbin akan dilepas ke udara terbuka.

b) Emisi limbah dari penggerak diesel – Pompa air-pemadam-kebakaran darurat cadangan dan pembangkit tenaga darurat akan digerakkan oleh diesel. Penggerak-diesel darurat cadangan hanya akan dipakai jika motor atau penggerak-turbin gas utama tidak bekerja (seperti, selama tidak ada tenaga listrik). Kapal-tunda, kapal-kapal lain, mobil, bus, truk, crane dan peralatan perawatan lain juga akan digerakkan dengandiesel.Bahan bakar diesel dengan kiandungan sulfur rendah akan dipakai, dengan pengawasan emisinya sesuai dengan standar yang berlaku. Limbah dari penggerak diesel tersebut akan dilepas ke udara terbuka.

c) Gas cerobong dari pendidih uap – Uap bertekanan rendah berfungsi sebagai sumber medium kilang selain sebagai daya gerak untuk penggerak turbin uap pembantu starter dari turbin pendingin. Uap bertekanan rendah dihasilkan dalam pendidih semburan-gas. Gas cerobong dari pendidih tersebut akan dilepas ke udara terbuka.

d) Emisi suar api (flare stack)– Suar api didisain untuk menangani dua proses, yaitu untuk mengatur dan membuang gas ringan tekanan tinggi dalam kondisi tidak normal atau darurat, dan untuk Penglepasan dan mengaburkan gas buang yang di dalamnya masih mengandung partikel gas masam yang mengandung CO2 rendah. Emisi dapat meningkat secara signifikan selama operasi tidak normal, namun jangka waktunya pendek.

Perkiraan dari emisi yang mengandung gas dari operasi Kilang LNG adalah seperti diringkaskan dalam Tabel 2.13. Perkiraan emisi ini harus dianggap sebagai permulaan, tergantung pada verifikasi dan perbaikan yang mungkin ada sejalan

dengan perbaikan disain fasilitas. Emisi pada masa datang akan meningkat secara proporsional sejalan dengan meningkatnya jumlahtrain.

Tabel 2.13. Emisi Udara Kilang LNG

Sumber Emisi yang Diperkirakan (metrik ton per tahun) SO (sebagai

SOx) NO (sebagaiNOx) CO

Total Sulfur (sebagai

H2S)

1. Gas Limbah AGRU -- -- 3.23 x 4 40

2. Penggerak Turbin Gas untuk

Kompresor Pendingin 50 600 0.83 x 4

--3. Penggerak Turbin Gas untuk

Pembangkitan Tenaga Listrik 20 600 0.30 x 4 --Sumber: PT. PERTAMINA-EP PPGM, 2005

2) Limbah cair

a) Air limbah kontak langsung adalah air yang berasal dari operasi atau peralatan dimana air berhubungan langsung dengan cairan pengolahan (seperti air formasi, air pengolahan). Air limbah kontak langsung akan dialirkan di IPAL untuk diolah sampai sesuai dengan standar mutu aliran yang berlaku sebelum dialirkan ke sungai.

b) Limbah kimia basah – Limbah asam dan alkalin basah dari sistem utility akan dialirkan melalui sistem pengumpul terpisah ke kolam netralisasi untuk penyesuaian pH-nya sebelum diteruskan ke Effluent Treatment Unit sebelum dibuang.

c) Limbah pengeringan permukaan dari daerah unit pengolahan dan penyimpanan (air hujan, air pencucian, dan sebagainya) - Limbah pengeringan permukaan dari daerah unit pengolahan dan penyimpanan yang terancam pencemaran potensial akan dikumpulkan dan diteruskan keEffluent Treatment Unit sebelum dibuang. Limbah pengeringan dari daerah yang bersih dan tidak mengadung polutan akan langsung dialirkan ke saluran dan diteruskan ke sungai.

d) Limbah Domestik Cair – Limbah dari Kakus akan diproses dalam septic tank. Sementara limbah dari kamar mandi, air dari dapur langsung dialirkan ke sungai.

3) Limbah padat

a) Limbah Padat Industri - Saringan molekul bekas, filter karbon dan damar pengganti ion dan limbah padat lainnya akan dikumpulkan sementara sebelum ditangani lebih lanjut. Karbon aktif tercemar merkuri dari MRU akan dikumpulkan dan dibuang ke luar ke fasilitas pembuangan limbah berbahaya yang telah disetujui atau dikembalikan ke pabrikan katalis untuk diproses ulang. Bahan kimia yang berasal dari bahan-bahan yang digunakan untuk proses atau sisa proses seperti filter-filter bekas, potongan waste baskets, besi, kawat, lampu, aki, drum plastik bekas kemasan bahan kimia, oli bekas, dan bermacam-macam limbah padat lain dari kegiatan pembersihan tanki, exchanger dsb dikumpulkan dan ditampung sementara pada lokasi yang telah disiapkan khusus, dan kemudian akan ditangani lebih lanjut oleh pihak ketiga yang mempunyai ijin pengelolaan limbah B3.

b) Limbah Domestik Padat – Limbah padat organik yang mudah dibakar dikumpulkan di tempat pembuangan sementara (TPS) dan selanjutnya dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA) yang telah ditentukan kemudian dibakar. Bahan sampah padat umum yang tidak mudah seperti gelas, plastik,fiber akan dikumpulkan dalam tong yang memadai dan ditampung di tempat penimbunan untuk sementara, kemudian akan ditangani lebih lanjut dengan mendaur ulang limbah tersebut dalam bentuk lain pemanfaatan.

Kegiatan operasi Kilang LNG dan fasilitas yang ada di kompleks dalamnya menghasilkan limbah yang berpotensi menimbulkan dampak negatif pada lingkungan berikut ini.

a) Limbah gas

Emisi limbah dari penggerak turbin gas untuk kompresor pendingin pada Unit Pendingin/Pencair dan pembangkit tenaga utama kilang akan dilepas ke udara terbuka; emisi limbah dari penggerak diesel untuk pompa air-pemadam-kebakaran darurat cadangan dan pembangkit tenaga darurat, mobil, bus, truk, cranedan peralatan perawatan berbahan bakardiesel dengan konsentrasi sulfur rendah akan akan dilepas ke udara terbuka; gas cerobong dari pendidih uap sumber medium kilang dan untuk penggerak turbin uap pembantu starter dari

turbin pendingin akan dilepas ke udara terbuka; emisi suar api pengolahan gas dan pembakar cairan kering juga akan dilepas ke udara terbuka. Perkiraan dari emisi yang mengandung gas dari operasi Kilang LNG dua train adalah seperti diringkaskan dalam Tabel 2.13 di atas.

b) Limbah cair

Limbah cair berasal dari air formasi setelah diolah di Effluent Treatment Unit (IPAL) kemudian dialirkan ke laut; air hydrotest yang dipergunakan untuk pengujian tekanan bejana dan perpipaan yang mungkin mangandung kuantitas residu dari biosida, oxygen scavangers dan sebagainya. akan diolah di IPAL dan selanjutnya dialirkan ke laut; limbah pengeringan permukaan dari daerah unit pengolahan dan penyimpanan (air hujan, air pencucian, dan sebagainya) -Limbah pengeringan akan dikumpulkan dan diteruskan ke IPAL sebelum dialirkan ke laut; sedangkan limbah asam dan alkalin basah dari sistem utility akan dialirkan melalui sistem pengumpul terpisah ke kolam netralisasi untuk penyesuaian pH-nya sebelum diteruskan ke IPAL sebelum dialirkan ke laut; limbah sanitasi baik dari Kilang LNG maupun dari masyarakat sekitar akan diolah pada unit pengolahan biologis tertutup sebelum dialirkan ke laut. Limbah cair dari kegiatan-kegiatan di atas yang telah diolah di IPAL dan telah memenuhi persyaratan baku mutu lingkungan air yang disyaratkan, kemudian air dialirkan ke laut.

c) Limbah padat

Limbah saringan molekul bekas, filter karbon dan damar pengganti ion dan barang-barang bekas akan dikumpulkan untuk dibuang ke luar ke tempat penimbunan sampah, atau jika berbahaya, ke tempat pembakaran sampah. Berbagai macam limbah padat dari kegiatan seperti pembersihan tanki, exchangeratau jaringan pipa akan dikumpulkan dan di buang ke luar ke tempat penimbunan sampah, atau jika berbahaya, ke tempat pembakaran sampah. Sampah umum baik dari Kilang LNG maupun dari masyarakat sekitar akan dibuang ke tempat penimbunan atau pembakaran sampah. Sementara itu limbah padat karbon aktif tercemar merkuri dari MRU akan dikumpulkan dan dikirim ke luar lokasi sesuai prosedur dan persyaratan tentang penanganan limbah B-3.

Dalam dokumen KA Andal PPGM Pertamina (Halaman 84-88)