BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Lingkungan Perusahaan
3. Lingkungan Eksternal Perusahaan
Lingkungan eksternal perusahaan yaitu faktor di luar perusahaan yang dapat menyebabkan peluang dan ancaman, biasanya berasal dari adanya perubahan lingkungan. Peluang dan ancaman lingkungan meliputi
sektor ekonomis, sektor teknologis, sektor pemasok, sektor pesaing, dan sektor pemerintah. ( Napa J. Awat, 1989: 43 ).
a. Sektor Sosio-ekonomis 1. Ekonomi
Keadaan ekonomi di waktu sekarang dan akan datang dapat mempengaruhi strategi perusahaan. Faktor-faktor ekonomi harus dianalisa dan didiagnosa.
Analisa dan diagnosa faktor ekonomi meliputi : - Tahapan siklus bisnis
Misalnya : resesi sering menyebabkan pengangguran, dan bila perusahaan memproduksi barang terlalu banyak dapat mengakibatkan penjualan rendah.
- Gejala inflasi dan deflasi dalam harga barang dan jasa
Misalnya : inflasi terlalu tinggi, maka diadakan pengendalian upah dan harga.
- Kebijakan fiskal
Kebijakan fiskal dapat mengurangi daya tarik investasi dalam suatu industri atau mengurangi pendapatan setelah dipotong pajak dari para konsumen yang akhirnya mengurangi pengeluarannya. Setiap segi ekonomi diatas dapat membantu atau menghambat pencapaian tujuan perusahaan dan keberhasilan atau kegagalan strategi usaha.
- Kebijakan keuangan
Kebijaksanaan keuangan diantaranya meliputi tingkat bunga dan devaluasi / revaluasi uang dalam hubungannya dengan uang asing.
- Neraca pembayaran
Neraca pembayaran diantaranya meliputi surplus atau defisit dalam hubungannya dengan perdagangan luar negeri.
2. Demografi
Faktor demografi disini mengamati lingkungan perusahaan dari segi perubahan penduduk, pergeseran umur penduduk dan distribusi pendapatan dalam hubungannya dengan prospek perusahaan di masa datang.
3. Geografis
Faktor geografis di sini mencoba menentukan apakah kondisi lebih baik di tempat lain untuk mencapai tujuan perusahaan. Perubahan ini dapat terjadi karena pergeseran penduduk secara umum, kondisi perusahaan menghendaki penduduk dengan penghasilan yang memadai untuk membeli jasa atau karena biaya atau kualitas kehidupan dilokasi yang baru itu lebih baik.
4. Sosial Budaya
Perubahan sosial yang terjadi terus menerus merupakan hasil usaha manusia untuk mengendalikan dan menyesuaikan diri
dengan faktor-faktor lainnya agar dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan masyarakat.
b. Sektor Teknologis
Di samping menyimak faktor sosioekonomis dan dampaknya terhadap produk, pasar, atau cara berusaha. Perusahaan perlu meneliti lingkungan untuk mencari perubahan teknologi yang dapat mempengaruhi bahan baku, operasi serta produk dan jasa perusahaan. Perubahan teknologi dapat memberi peluang untuk meningkatkan hasil, tujuan, bahkan dapat mengancam kedudukan perusahaan. Perusahaan yang berada dalam industri yang dipengaruhi oleh perubahan teknologi yang labil harus lebih waspada terhadap perubahan-perubahan daripada perusahaan yang berada dalam industri yang lebih stabil teknologinya. Namun demikian, terdapat petunjuk- petunjuk awal mengenai sifat perubahan dalam teknologi, dan biasanya tersedia cukup waktu bagi perusahaan untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan teknologi.
c. Sektor Pemasok
Para pemasok memberikan modal, tenaga kerja, bahan baku dan sebagainya kepada suatu perusahaan. Perusahaan berkepentingan dengan perubahan pemasok dalam lingkungannya serta harus meneliti biaya dan tersediannya semua faktor produksi yang digunakan oleh perusahaan. Biaya dan tersedianya bahan baku, sub perakitan, uang,
tenaga, dan sampai pada batas yang lebih kecil. Karyawan juga terpengaruh oleh hubungan kekuatan antara perusahaan dan pemasok. d. Sektor Pesaing
Pengusaha perlu melihat keadaan persaingan yang harus dihadapi perusahaan. Pemeriksaan terhadap lingkungan persaingan sangat menentukan apakah perusahaan akan tetap dalam bisnisnya yang sekarang dan strategi apa yang harus diterapkan dalam melaksanakan bisnisnya. Tanpa adanya pesaing maka tidak diperlukan strategi, karena tujuan perencanaan strategi adalah agar memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan seefisien mungkin, suatu keunggulan terhadap pesaingnya.
e. Sektor Pemerintah
Tindakan pemerintah yang mempengaruhi pilihan strategi usaha. Tindakan ini dapat memperbesar peluang atau hambatan usaha atau adakalanya keduanya. Sebagai contoh beberapa kesempatan yang ditimbulkan oleh pemerintah adalah sbb :
a. Pemerintah merupakan pembeli besar untuk barang dan jasa b. Pemerintah memberikan subsidi pada perusahaan dan industri,
yang berarti membantu kelangsungan hidup mereka dan dapat terus berkembang.
c. Pemerintah melindungi produsen dalam negeri terhadap pesaing luar negeri yang “ tidak adil “.
d. Perubahan kebijakan dan peraturan pemerintah dapat memperbesar peluang dan munculnya bisnis baru bagi perusahaan.
C. Pengertian SWOT
SWOT adalah singkatan dari lingkungan internal strengths dan weakness
serta lingkungan eksternal opportunitties dan threats yang dihadapi dunia bisnis. Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal; peluang (opportunities) dan ancaman (threats) dengan faktor internal;kekuatan (strengths) dan kelemahan (weakness), (Rangkuti, 2001:19). Masing-masing faktor tersebut akan diuraikan di bawah ini :
1. Strengths(Kekuatan-kekuatan)
Strengths adalah faktor perusahaan yang menguntungkan untuk mencapai sasaran.Yang termasuk dalam unsur-unsur ini adalah :
a. Dikenalnya produk oleh konsumen b. Mutu produk yang terjamin
c. Bakat dan kemampuan karyawan yang memadai
d. Koordinasi dan kerjasama yang baik antara karyawan dan pimpinan e. Semangat kerja karyawan yang tinggi
f. Tersedianya sumber daya yang mencukupi 2. Weakness(Kelemahan-kelemahan)
Weakness adalah faktor yang membatasi atau menghambat organisasi dalam mencapai sasaran. Yang termasuk dalam pengertian ini adalah :
a. Kurangnya dana sebagai sumber daya bagi perusahaan b. Kurangnya keahlian dan bakat yang dimiliki karyawan c. Mutu produk yang tidak memenuhi standar
d. Sistem penarikan tenaga kerja yang tidak efisien e. Manajemen yang tidak kreatif
3. Opportunities(Kesempatan-kesempatan)
Opportunities adalah keadaan ekstern perusahaan yang memberi kesempatan berkembang perusahaan dalam mencapai sasaran. Yang termasuk pengertian ini adalah :
a. Belum banyaknya pesaing
b. Sudah dikenalnya produk oleh pesaing
c. Kesempatan untuk bergabung dengan perusahaan kecil, sehingga mudah menghadapi pesaing yang lebih besar
d. Adanya situasi politik yang stabil
e. Harga dukungan pemerintah yang mendukung
f. Banyaknya instansi/badan yang memberi atau meminjamkan modal 4. Threats(Ancaman-ancaman)
Threats adalah faktor eksternal yang mengancam atau menghambat perusahaan dalam mencapai sasaran. Yang termasuk dalam pengertian ini adalah :
b. Selera konsumen yang cepat berubah c. Sulitnya memperoleh bahan baku d. Terlalu banyak pesaing dalam industri
e. Adanya produk impor yang harganya lebih murah namun kualitasnya lebih baik
f. Situasi politik yang kacau.
Setelah faktor-faktor eksternal (opportunitiesdanthreats) dan internal (strengths dan weakness) diketahui, maka manajer dapat membentuk dan mengembangkan strategi. Adapun strategi yang dibentuk merupakan strategi intent dan strategi yang dikembangkan adalah strategimission. Pengertian kedua strategi tersebut ( Hitt, Ireland, Hos Kission, 1997 : 20 ) adalah :
1) Strategi intent adalah pendayagunaan sumber daya, kemampuan kompetensi inti perusahaan untuk melakukan apa yang semula dianggap sabagai tujuan yang tidak dapat dicapai dalam lingkungan yang bersaing
2) Strategi mission adalah pernyataan tujuan unik perusahaan dan lingkup operasinya dalam hal produk yang ditawarkan dan pasar yang akan dilayani.
D. Konsep ETOP dan SAP