• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

IV. C Hasil Tambahan

4. Lingkungan fisik dan sosial

Tabel 4.18 Deskripsi Lingkungan Fisik dan Sosial Aspek4 N Mean Std. Deviation Std. Error 95% Confidence Interval for Mean

Minim um Maxi mum Lower Bound Upper Bound Introvert 30 18.07 2.716 .496 17.05 19.08 12 23 ekstrovert 34 20.00 2.486 .426 19.13 20.87 16 24 Total 64 19.09 2.753 .344 18.41 19.78 12 24 Tabel 4.19 Hasil Analisa Perbedaan Penggunaan Lingkungan Fisik dan

Sosial antara Dimensi Kepribadian Ekstrovert dan Introvert

Aspek 1 Kepribadian Jumlah Mean

Penggunaan Lingkungan Fisik dan Sosial Ekstrovert 34 20.00 Penggunaan Lingkungan Fisik dan Sosial Introvert 30 18.07

Dari tabel dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan penggunaan lingkungan fisik dan sosial antara dimensi kepribadian ekstrovert dan introvert. Dimana, dimensi kepribadian ekstrovertlebih peka dengan penggunaa lingkungan fisik dan sosialnya daripada kepribadian introvert. Hal ini di tunjukkan dari mean yang diperoleh, yaitu untuk dimensi kepribadian ektrovert = 20.00 dan untuk introvert =18.07.

5. Performansi

Tabel 4.20 Deskripsi Performansi Aspek5 N Mean Std. Deviation Std. Error 95% Confidence Interval for Mean

Minim um Maxim um Lower Bound Upper Bound Introvert 30 24.90 3.407 .622 23.63 26.17 18 31 ekstrovert 34 27.85 3.963 .680 26.47 29.24 20 36 Total 64 26.47 3.972 .497 25.48 27.46 18 36

Tabel 4.21 Hasil Analisa Perbedaan Performansi antara Dimensi Kepribadian Ekstrovert dan Introvert

Aspek 1 Kepribadian Jumlah Mean

Performansi Ekstrovert 34 27.85

Performansi Introvert 30 24.90

Dari tabel dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan performansi antara dimensi kepribadian ekstrovert dan introvert. Dimana, dimensi kepribadian ekstrovert dapat memiliki performansi yang lebih baik daripada dimensi kepribadian introvert. Hal ini ditunjukkan dari mean yang diperoleh, yaitu mean dari performansi ekstrovert = 27.85 dan untuk introvert =24.90. Dari

mean terlihat ada perbedaan yang signifikan antara performansi dari dimensi kepribadian ekstrovert dan introvert.

IV.D. Pembahasan

Penelitian ini dilakukan terhadap 100 sampel yang diberikan pada pelajar kelas XII SMA Sutomo 1 Medan. Dari tujuan penelitian ini, akan dibagi menjadi dua kategori yaitu dari dimensi kepribadian ekstrovert dan dimensi kepribadian introvert. Dari 100 sampel diperolehlah sampel yang memiliki dimensi kepribadian ekstrovert adalah 34 orang dan sampel yang memiliki dimensi kepribadian introvert berjumlah 30 orang. Sedangkan yang tidak tergolongkan berjumlah 36 sampel.

Pengujian hipotesis dari kedua variabel tersebut diperoleh suatu kesimpulan bahwa terdapat perbedaan academic self management ditinjau dari dimensi kepribadian ekstrovert dan introvert. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari

mean yang dihasilkan, dimensi kepribadian ekstrovert memiliki mean sebesar

144.82, hal ini diartikan bahwa dimensi kepribadian ekstrovert memiiki academic

self management yang baik. Sedangkan untuk introvert memiliki mean sebesar

124.50, hal ini diartikan bahwa dimensi kepribadian introvert memiliki academic self managemen yang buruk.

Pelajar yang memiliki dimensi kepribadian ekstrovert adalah pelajar yang memiliki keaktifan dalam setiap kegiatan yang dilakukan, mau mengambil bagian dalam kegiatan sekolah, memiliki sikap sosial yang baik, suka mencoba hal-hal yang baru, peka terhadap perasaan yang ditunjukkan orang lain, yang tidak menyukai pekerjaan atau aktifitas yang monoton, dapat memulai percakapan,

lebih dominan dan mampu mengutarakan apa yang ada di hatinya (Eysenck, 1999). Kesuksesan cenderung akan dimiliki oleh pelajar dengan dimensi keprbadian ekstrovert, hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Ghani, dkk (2008) yang menyatakan pencapaian akademik yang baik akan cenderung dimiliki oleh pelajar dengan dimensi kepribadian ekstrovert. Ekstrovert seperti hasil yang sudah dipaparkan diatas cenderung lebih baik dalam academic self managementnya.

Pengulangan pelajaran yang dilakukan pelajar ekstrovert membuat ektrovert akan cepat menyelesaikan tugas dan tidak akan menundanya. Seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh Catrunada (2008) yang menyatakan bahwa, dimensi kepribadian ekstrovert akan lebih cepat dapat mengerjakan tugas akhir dalam perkuliahan, dan tidak menunda-nunda mengerjakan tugas akhir dalam perkuliahan. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang mengatakan pelajar yang memiliki dimensi kepribadian ektrovert akan langsung mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan kepadanya. Pelajar yang memiliki dimensi kepribadian ekstrovert mampu untuk memotivasi dirinya walaupun banyak gangguan dan mampu menggunakan strategi belajar yang bervariasi. Strategi tersebut dapat berupa menggarisbawahi dan mewarnai bagian yang penting yang ada dibuku pelajaran sehingga akan lebih memudahkan pelajar dalam pencarian informasi dan lebih mengingatkan pelajar dalam pelajaran tersebut(Dembo, 2004). Sehingga dapat dilihat bahwa, pelajar dengan academic self management yang baik memiliki tujuan belajar yang baik dan cenderung akan mencapai tujuan belajarnya tersebut.

Dalam academic self managementnya pelajar yang ekstovert lebih efektif dalam menggunakan waktu, mereka akan melakukan kegiatan-kegiatan yang berguna ketika memiliki waktu luang. Hal ini sesuai dengan peneltian yang diungkapkan Erton (2010) yaitu orang dengan dimensi kepribadian ekstrovert akan lebih cerdas dalam menggunakan waktu dan melakukan hal yang berguna dengan waktunya. Selain itu, dari academic self managemennya, pelajar yang ekstrovert memiliki kemampuan manajemen waktu yang lebih baik, lebih banyak melakukan restrukturisasi lingkungan yang mengacu pada tempat belajar yang nyaman dan tidak mengganggu, mampu menentukan kapan ia harus bekerja sendiri atau dengan orang lain, serta mampu membuat perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tujuan belajarnya (Dembo, 2004).

Sebaliknya dimensi kepribadian introvert adalah pelajar yang tidak aktif dalam setiap kegiatan, memiliki sikap pemalu, kurang mampu dalam memulai pembicaraan dengan orang lain, tidak dapat mendomonasi orang lain dan menjadi orang yang mudah untuk dipengaruhi, tidak menyukai tantangan dan menyukai pekerjaan dan aktifitas yang monoton (Eysenck, 1999). Dari aktivitas yang disukai introvert inilah menyebabkan mereka cenderung suka untuk menunda- nunda pekerjaan yang diberikannya. Pernyataan ini diperkuat dari penelitian Catrunada (2008) yang menyatakan bahwa mahapelajar dengan dimensi kepribadian introvert memiliki kecenderungan prokrastinasi yang lebih tinggi dibandingkan mahapelajar dengan dimensi kepribadian ekstrovert.

Dari hasi penelitian diperlihatkan bahwa introvert cenderung memiliki academic self management yang buruk. Introvert tersebut tidak mampu memotivasi diri sendiri, tidak memiliki strategi belajar yang kuat dalam mencapai tujuannya, kurang mampu mengatur waktunya. Sehingga pelajar dengan dimensi kepribadian introvert cenderung memiliki pencapaian akademik yang rendah. Hal ini diperkuat oleh penelitian Overbaugh (2007) yang mengatakan bahwa individu dengan dimensi kepribadian introvert memiliki pencapaian academik yang lebih rendah sehingga menyebabkan performansinya tidak dapat ditingkatkan. Cenderung kurang mampu untuk mencari bantuan dari instruktur, tutor, teman sebaya, atau sumber daya nonsosial, seperti buku referensi (Dembo, 2004). Hal ini disebabkan karena performansi individu ekstrovert pada aktifitas motorik akan terlihat lebih bertenaga, dan lebih cepat berinisiatif dalam bergerak. Sebaliknya individu dengan tipe kepribadian introvert cenderung memperlambat gerak mereka pada aktifitas motorik. Individu dengan dimensi kepribadian introvert memiliki prestasi akademis yang rendah dibandingkan dengan individu dengan dimensi kepribadian ekstrovert (Barrett dan Connot ,1986 dalam Lee, 2005).

Individu introvert dalam hal academic self managemennya cenderung tidak professional dalam hal masalah yang sedang dihadapinya. Mereka akan sangat terpengaruh dengan masalah yang sedang dihadapainya dengan proses belajarnya. Mereka tidak mampu untuk membagi pikiran terhadap masalah yang dihadapainya dengan proses belajar yang dilakukannya. Selain itu mereka juga tidak maksimal dalam melakukan kegiatan yang memiliki peraturan yang diubah- ubah. Mereka yang cenderung memiliki aktivitas yang monoton akan lebih suka

melakukan aktivitas yang tidak berkembang dan cenderung kurang mengeluarkan kemampuannya ketika aktivitas tersebut diubah dari sebagaimana mestinya. Cenderung tidak mengubah perilakuknya ketikapun perilaku yang mereka tunjukkan tersebut tidak sesuai dengan aktivitas yang dilakukannya. Mereka juga cenderung gampang putus asa terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan dirinya. Hal ini menyebabkan prestasi introvert tidak pernah berkembang. Pernyataan ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Yean (2007) yaitu mereka dengan dimensi kepribadian introvert cendrung tidak baik dalam hal prestasinya dan tidak mengubah perilakunya sehingga prestos belajarnya meningkat karena memiliki sikap yang mudah menyerah

BAB V

Dokumen terkait