VI ANALISIS LINGKUNGAN PERUSAHAAN
6.2.1. Lingkungan Jauh
Lingkungan jauh tersusun dari serangkaian kekuatan yang timbul dan berada di luar jangkauan serta biasanya terlepas dari situasi operasional
faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi. Berikut merupakan penjelasan dari masing-masing faktor lingkungan jauh, yaitu :
1) Politik
Stabilitas politik dan keamanan suatu negara merupakan salah satu aspek penting yang akan mempengaruhi iklim usaha di negara tersebut. Kondisi politik dan keamanan yang stabil akan memberikan pengaruh positif terhadap keberlangsungan suatu usaha. Hal ini dikarenakan perusahaan merasa nyaman dan tidak terganggu dalam menjalankan usahanya. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat dengan bijaksana dalam menjalankan pemerintahan dan lebih berhati-hati dalam menetapkan suatu kebijakan karena baik secara langsung maupun tidak langsung kebijakan tersebut akan mempengaruhi usaha yang ada di negara tersebut. Berikut ini merupakan beberapa kebijakan pemerintah yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan perusahaan yaitu kebijakan pemerintah tentang skim kredit bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
a) Undang-Undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang otonomi daerah maka setiap daerah diberi kewenangan untuk ikut serta dalam mengatur rumah tangga daerahnya sendiri, termasuk dalam pengembangan usaha. Hal ini karena dengan adanya otonomi daerah maka peluang untuk mengembangan usaha bagi setiap daerah akan semakin terbuka. Oleh karena itu, pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) berupaya untuk menumbuhkan iklim usaha yang baik bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 yang di dalamnya memuat pasal-pasal tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah maka Dinas KUKM memiliki tanggung jawab terhadap penumbuhan iklim usaha yang kondusif. Untuk meningkatkan akses Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah terhadap sumber pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 maka
Pemerintah Daerah bersama Dinas KUKM akan memberikan kemudahan dan fasilitasi dalam memenuhi persyaratan untuk memperoleh pembiayaan, serta menumbuhkan, mengembangkan, dan memperluas jangkauan lembaga penjamin kredit.
b) Inpres Nomor 6 Tahun 2007 tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan UMKM serta Nota Kesepahaman Bersama antara Pemerintah, Perbankan dan Perusahaan Penjamin
Sesuai dengan kebijakan tersebut, maka pemerintah telah meluncurkan program KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan fasilitas penjaminan kredit dari pemerintah melalui PT Asuransi Kredit Indonesia (PT. Askrindo) dan Perum Sarana Pengembangan Usaha. Adapun Bank pelaksana yang menyalurkan KUR ini adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Syariah Mandiri, dan Bank Bukopin.
Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan fasilitas pembiayaan yang dapat diakses oleh UMKM dan Koperasi terutama yang memiliki usaha yang layak namun mempunyai kendala agunan. Program KUR tersebut dapat menjadi peluang bagi para pelaku UMKM untuk mendapatkan tambahan modal dengan persyaratan yang cukup mudah guna mengembangkan usahanya.
2) Ekonomi
Pada umumnya kondisi ekonomi tidak mempengaruhi secara langsung perkembangan usaha pada suatu daerah tertentu. Jika kondisi ekonomi cenderung stabil atau bahkan menunjukkan pertumbuhan ke arah positif maka kondisi tersebut dapat mendukung kelancaran usaha yang berkembang di suatu daerah tertentu dan dapat pula mendorong tumbuhnya kelompok-kelompok usaha yang baru. Akan tetapi, jika perekonomian cenderung menunjukkan pertumbuhan ke arah negatif maka dapat terjadi sebaliknya, kondisi ini dapat menghambat kelancaran suatu usaha bahkan dapat mematikan kelompok usaha tertentu. Adapun aspek ekonomi yang mempengaruhi perusahaan secara tidak langsung, yaitu laju inflasi.
Laju inflasi adalah meningkatnya tingkat harga barang atau jasa kebutuhan masyarakat secara rata-rata. Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menggambarkan laju inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Indeks Harga Konsumen ialah suatu angka yang dapat menggambarkan perbandingan harga yang terjadi pada dua periode waktu yang berbeda. Adapun perkembangan laju inflasi Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 12. Tabel 12. Perkembangan Laju Inflasi Kota Bogor Pada Tahun 2002-2008
Tahun Tingkat Inflasi (Persen)
2002 4,23 2003 7,46 2004 7,87 2005 18,47 2006 6,62 2007 4,50 2008 14,20
Sumber : BPS Kota Bogor, 2009
Perkembangan inflasi Kota Bogor cukup fluktuatif. Pada tahun 2005 angka inflasi lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelum dan sesudahnya. Hal ini terjadi karena pada tahun tersebut BBM mengalami dua kali kenaikan harga. Pada tahun 2008, BPS melakukan penghitungan laju inflasi berdasarkan IHK tahun 2007. Sedangkan tahun-tahun sebelumnya penghitungan laju inflasi didasarkan pada IHK tahun 2002. Berdasarkan hasil penghitungan tersebut, laju inflasi pada tahun 2008 sebesar 14,20 persen tetapi angka ini masih jauh di bawah angka inflasi pada tahun 2005 yaitu 18,47 persen (Tabel 12).
3) Sosial
Beberapa faktor sosial yang dapat mempengaruhi suatu perusahaan antara lain kepercayaan, nilai, sikap, opini, dan gaya hidup di lingkungan eksternal perusahaan yang berkembang dari pengaruh budaya, ekologi, demografi, agama, pendidikan, dan etnik. Kekuatan faktor eksternal bersifat dinamik dan selalu berubah sebagai akibat upaya orang memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui pengendalian penyesuaian diri terhadap faktor-faktor lingkungan.
Peningkatan jumlah penduduk merupakan salah satu faktor sosial yang berpotensi terhadap penciptaan pangsa pasar bagi setiap bidang usaha di suatu wilayah. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia. Hal ini sering menjadi pusat perhatian negara lain di dunia untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara tujuan pemasaran atas produk yang dihasilkan. Peningkatan jumlah penduduk Indonesia selama periode 2000-2008 dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13. Jumlah Penduduk Indonesia Tahun 2005-2008
Tahun Jumlah Penduduk (ribu jiwa) Pertumbuhan (Persen)
2005 219.852,0
-2006 222.550,7 1,21
2007 225.642,0 1,37
2008* 228.523,3 1,26
Rata-Rata 1,28
Sumber : Badan Pusat Statistik, 2008 Keterangan : *) angka sementara
Berdasarkan Tabel 13 dapat diketahui bahwa laju pertumbuhan penduduk Indonesia rata-rata setiap tahunnya selama periode 2005-2008 adalah sebesar 1,28 persen. Peningkatan jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan mengindikasikan bahwa peningkatan jumlah penduduk terjadi di seluruh daerah di Indonesia termasuk Kota Bogor. Jumlah penduduk Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 14.
Tabel 14. Jumlah Penduduk Kota Bogor Tahun 2003-2007
Tahun Jumlah Penduduk (Jiwa) Pertumbuhan (Persen)
2003 820.707 -2004 831.571 1,31 2005 855.085 2,75 2006 879.138 2,74 2007 905.132 2,87 Rata-rata 2,42
Jumlah penduduk Kota Bogor dari tahun 2003-2007 cenderung mengalami kenaikan, pertumbuhan rata-rata jumlah penduduk Kota Bogor adalah sebesar 2,42 persen (Tabel 14). Kenaikan jumlah penduduk Kota Bogor ini merupakan pangsa pasar yang potensial dan peluang bagi para pelaku usaha untuk memasarkan produk mereka.
Selain peningkatan jumlah penduduk, perubahan gaya hidup yang terjadi di masyarakat juga akan mempengaruhi perkembangan suatu usaha. Beberapa faktor sosial lainnya yang dapat mempengaruhi perkembangan suatu usaha antara lain gaya hidup modern yang praktis, tren back to nature, dan pandangan masyarakat tentang kualitas suatu produk akan mempengaruhi permintaan konsumen terhadap produk yang dapat memenuhi tren tersebut. Tren back to nature ini secara tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan CV Agrifamili Renanthera sebagai salah satu produsen minuman kopi herbal instan. Herbal yang digunakan untuk menghasilkan produk oriental coffee ini merupakan salah satu upaya perusahaan untuk menawarkan produk yang menyehatkan kepada masyarakat. Perusahaan bukan hanya menawarkan produk kopi tetapi juga memikirkan cara agar produk yang ditawarkan tersebut tetap menyehatkan orang yang mengkonsumsinya. Oleh karena itu, perusahaan menambahkan herbal seperti jahe merah, kencur, pegagan, lada hitam, dan lain sebagainya ke dalam ekstrak kopi.
Minuman kopi herbal instan ini juga merupakan salah satu upaya yang dilakukan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konsumen yang saat ini menginginkan sesuatu yang praktis. Minuman kopi herbal ini ditawarkan kepada konsumen dalam bentuk sachet dimana di dalamnya telah berisi campuran ekstrak kopi, gula, krim, cokelat, dan bahan-bahan herbal untuk ukuran satu cangkir kopi. Sehingga konsumen hanya tinggal menambahkan air panas untuk mendapatkan satu cangkir kopi. Hal ini tentu akan memudahkan konsumen karena produk yang ditawarkan cukup praktis.
Selain itu, kemajuan ilmu pengetahuan juga membuat perubahan cara pandang masyarakat terhadap kualitas dari suatu produk. Saat ini, masyarakat telah memperhitungkan kualitas dari produk yang akan dibeli, tidak hanya
melihat dari segi ukuran atau kuantitas yang didapat dari produk tersebut. Hal ini membuat para produsen khususnya produsen makanan dan minuman dalam hal ini, harus berupaya untuk menghasilkan produk yang memiliki kualitas baik. Produsen juga harus memenuhi kelengkapan label kemasan yang didapat dari Dinas Kesehatan, BP-POM, LP-POM, MUI, dan lain sebagainya untuk memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk yang ditawarkan kepada konsumen memiliki kualitas yang baik.
4) Teknologi
Adanya perkembangan teknologi yang terjadi saat ini dapat memberikan kemudahan bagi para penggunanya. Oleh karena itu, para pelaku usaha dapat memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini untuk mendukung perkembangan usahanya. Beberapa aspek dalam perusahaan yang dapat memanfaatkan perkembangan teknologi yaitu aspek produksi dan aspek pemasaran.
a) Perkembangan Teknologi dalam Aspek Produksi
Perkembangan teknologi saat ini dapat dilihat pada berbagai jenis industri, termasuk industri pengolahan makanan dan minuman. Dalam industri pengolahan kopi, perkembangan teknologi pada aspek produksi dapat dilihat pada mesin-mesin yang digunakan untuk mengolah atau mengekstrak kopi. Mesin bertenaga listrik ini akan secara otomatis mengolah biji kopi menjadi ekstrak atau bubuk yang akan digunakan untuk membuat minuman kopi instan.
Teknologi yang digunakan dalam proses produksi pada CV Agrifamili Renanthera masih sangat sederhana dan manual. Dalam proses produksinya, perusahaan akan menghancurkan biji kopi yang telah disangrai dengan cara ditumbuk. Hal ini membuat waktu yang diperlukan untuk mengolah biji kopi menjadi estrak menjadi lebih lama. Dengan penggunaan teknologi yang lebih modern, perusahaan dapat menghemat waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan ekstrak kopi. Selain itu, terdapat mesin pengepres untuk mengemas bubuk kopi instan herbal yang telah dihasilkan.
Dalam industri minuman kopi instan, terdapat mesin pengemas yang sudah cukup modern, waktu yang diperlukan untuk mengemas menjadi lebih efisien. Hal ini dikarenakan, kapasitas kemasan yang bisa digunakan dalam sekali proses pengemasan lebih banyak. Saat ini, perusahaan belum memiliki mesin tersebut, perusahaan masih menggunakan mesin pengepres yang semi modern. Namun, untuk mengembangkan usahanya, pemilik telah memikirkan hal ini. Pengajuan modal pinjaman yang akan dilakukan oleh perusahaan juga dimaksudkan untuk membeli mesin pengemas yang lebih modern untuk meningkatkan kapasitas produksi perusahaan.
b) Perkembangan Teknologi dalam Aspek Pemasaran
Selain perkembangan teknologi dalam aspek produksi, perkembangan teknologi juga terjadi dalam aspek pemasaran, yaitu perkembangan teknologi dalam komunikasi dan transportasi. Perkembangan teknologi komunikasi dapat dilihat dari berkembangnya telepon atau telepon selular (handphone) dan telah meluasnya jaringan internet. Telepon atau handphone memudahkan para pelaku usaha untuk melakukan komunikasi.
Pihak perusahaan menggunakan telepon atau handphone untuk melakukan komunikasi dengan pihak pemasok, distributor, konsumen, dan pihak lainnya yang terkait dengan kegiatan usaha. Meluasnya jaringan internet juga mendukung kegiatan pemasaran perusahaan. Perusahaan telah memiliki web atau situs yang digunakan sebagai salah satu media promosi dan penjualan produk. Melalui web atau situs ini, pengguna internet dapat mengetahui keberadaan perusahaan dan dari situs ini konsumen juga dapat memesan produk kepada perusahaan. Selain sebagai media pemasaran, jaringan internet juga digunakan perusahaan sebagai salah satu sumber informasi yang berguna bagi perusahaan. Selain di bidang pemasaran, perkembangan teknologi juga terjadi pada bidang distribusi. Saat ini telah berkembang usaha jasa pengiriman barang, hal ini dimanfaatkan perusahaan untuk mengirim
pesanan yang datang dari luar Kota Bogor. Untuk mengantarkan pesanan dari dalam Kota Bogor, perusahaan menggunakan mobil.