Lingkup kegiatan kesehatan dalam penanggulangan gangguan kamtibmas meliputi : a) Pelatihan b) Penyuluhan c) Pengamatan penyakit d) Penanganan gizi e) Kesamaptaan jasmani
f) Tindakan medik dan perawatan g) Evakuasi dan rujukan
h) Identifikasi korban dan penyelidikan 2) Pelaksanaan Kegiatan
a) Mengantisipasi Timbulnya Gangguan Kamtibmas
Upaya tersebut hanya dilakukan pada situasi yang dapat diperkirakan akan menimbulkan gangguan kamtibmas. Setiap menghadapi kondisi demikian, petugas kesehatan bersama pihak lain terkait sudah harus mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terjadinya gangguan kamtibmas yang akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Untuk hal tersebut, maka :
(1) Pengamatan yang cermat tentang situasi yang berlangsung.
(2) Pembinaan pelayanan kesehatan secara memadai termasuk upaya pencegahan yang dapat diberikan selama berlangsungnya kegiatan.
(3) Koordinasi yang baik dengan berbagai pihak terkait khususnya penanggung jawab keamanan setempat, untuk mengantisipasi terjadinya perubahan-perubahan sehingga dapat bertindak secepatnya bilamana sewaktu-waktu terjadi kondisi kedaruratan.
(4) Penyiapan protap penanggulangan masalah, yang cukup jelas sehingga memudahkan untuk bertindak.
b) Memberikan Pelayanan
(1) Mengumpulkan dan analisa data/informasi
Pelaksana pelayanan kesehatan yang ditunjuk untuk bertanggung jawab, mencari atau menerima informasi tentang gangguan kamtibmas yang dihadapi atau potensial akan terjadi, yang perlu mendapatkan dukungan pelayanan kesehatan serta kesiapan sumberdaya kesehatan yang tersedia. (2) Menyiapkan dan menggerakkan sumberdaya pendukung pelayanan
Pada kegiatan penanggulangan gangguan kamtibmas yang sifatnya statis pada satu tempat. Misalnya yang terjadi akibat kerusuhan massal baik terencana ataupun spontan dan dampak lanjutnya dari suatu kegiatan dalam situasi khusus tertentu, karena sifatnya ataupun karena telah berhasil dikendalikan, maka kejadiannya dapat dilokalisir pada suatu tempat terbatas. Segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan pelayanan
c) Melaksanakan Pelayanan Kesehatan (1) Sasaran Pelayanan.
(a)Masyarakat terpajan yaitu yang terkena akibat langsung atau masyarakat lainnya yang terkena dampak.
(b)Petugas yang bertugas dalam penanggulangan gangguan kamtibmas. (c)Petugas kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan.
(2) Pelaksana Pelayanan.
(a) Tim kesehatan yang ditunjuk bertanggung jawab atas pelaksanaan pelayanan kesehatan.
(b) Anggota tim terdiri dari : dokter, tenaga keperawatan, sanitarian, tenaga kesehatan lainnya, tenaga pendukung pelayanan dan pengemudi kendaraan.
(c) Tim dibentuk secara terpadu terdiri atas berbagai komponen baik pemerintah maupun non pemerintah yang diperbantukan oleh instansi kesehatan setempat atas dasar permintaan, termasuk organisasi profesi LSM.
(d) Dalam kegiatan pelayanan, secara operasional tim bertanggung jawab kepada koordintaor, sedangkan secara teknis medis tim bertanggung jawab kepada Kepala Dinkes Kabupaten/Kota.
(3)Pelayanan Kesehatan.
Sasaran pelayanan kesehatan yang dipersiapkan tergantung dari macam gangguan kamtibmas. Pelayanan kesehatan kepada masyarakat terpajan, antara lain berupa :
(a) Pendataan korban, baik korban cedera, korban mati maupun korban lainnya akibat kerusuhan yang terjadi dengan dukungan peran serta masyarakat.
(b) Pelayanan kuratif pada korban hidup mulai dari pelayanan dasar, pelayanan kuratif lanjutan, pelayanan emergensi dan rujukan pada sarana yang lebih lengkap, serta evakuasi korban pada kejadian berat, termasuk dampak psikologis.
(c) Penanganan jenazah pada korban mati bekerjasama dengan LSM, PMI, pemuka agama bersangkutan.
(d) Pengamatan sanitasi lingkungan dan pengamanannya, serta pengamatan penyakit, dilaksanakan apabila terjadi kerusakan lingkungan.
(e) Pengamatan sanitasi makanan pada lokasi penampungan, baik makanan yang disediakan oleh penanggung jawab ataupun makanan yang dijajakan disekitar lokasi.
(f) Pemberian pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif antara lain melalui penyuluhan dan pengamatan penyakit.
(g) Pemantauan pelaksanaan kegiatan dalam rangka memberikan pembinaan dan bimbingan pencegahan sebelum terjadinya hal-hal yang mungkin membahayakan kesehatan.
(h) Pada kejadian gangguan kamtibmas tertentu dimana keamanan para petugas penolong belum dapat dijamin, maka kerjasama dengan pihak lain yang dianggap netral oleh kedua belah pihak dapat dilakukan. Masyarakat sebagai sasaran dapat dilibatkan pada upaya pertolongan pertama untuk mengatasi masalah/korban, maupun pada upaya-upaya preventif dalam rangka menghindarkan dampak akibat gangguan kamtibmas.
(i) Apabila sampai terjadi KLB atau wabah, maka tindakan cepat, tepat dan terkoordinasi harus dilakukan, sesuai dengan prosedur penanganan KLB. (4)Pasca Kegiatan Berakhir
Setelah kegiatan berakhir, maka segala sesuatu yang menimbulkan kerusakan pada lingkungan khususnya keadaan yang dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat perlu segera dikembalikan pada kondisi semula secepatnya. Agar proses pemulihan kondisi lingkungan dapat dilakukan sebaik-baiknya, perlu dilakukan pengamatan lingkungan oleh petugas sanitarian setempat baik selama kejadian maupun segera sesudahnya, bekerjasama dengan petugas lain terkait serta masyarakat dan pihak keamanan yang bertanggung jawab dalam penanggulangan gangguan kamtibmas. Untuk hal itu diperlukan adanya koordinasi yang baik dengan semua pihak terkait.
e. Pencatatan dan pelaporan 1) Pencatatan
Segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan kesehatan dalam penanggulangan gangguan kamtibmas, perlu dicatat oleh para pelaksana pelayanan, sebagai hasil pengamatan untuk bahan pemantauan dan penyusunan laporan.
2) Pelaporan
Penanggung jawab pelayanan kesehatan wajib membuat laporan kejadian, korban, kegiatan pelayanan, hasil pemantauan dan pengamatan kesehatan, kejadian luar
biasa (KLB) atau wabah ditempat penampungan, sesuai dengan ketentuan dan sistem pelaporan yang berlaku dan disampaikan.
f. Pembinaan dan pengawasan
Pembinaan dan pengawasan terhadap semua kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan, dilaksanakan oleh Kapolri, Panglima Tinggi Menteri Kesehatan dan Kesos, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Gubernur, Bupati/Walikota sesuai dengan kewenangan masing-masing.
1) Kegiatan pembinaan dan pengawasan dilaksanakan melalui :
a) Rapat evaluasi tim kesehatan untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian teknis dan operasional bagi para pelaksana kesehatan.
b) Terpenuhinya kebutuhan dan meminimalkan kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat para petugas yang memberikan pelayanan umum dan kesehatan.
c) Mekanisme dan tata laksana kerja dapat terselenggara secara efektif dan efisien, sehingga operasionalnya berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
d) Tercapainya koordinasi serta keterpaduan dalam pelaksanaan seluruh kegiatan pada jajaran kerja terkait.
e) Meningkatkan kemampuan dan kemandirian teknis dan operasional bagi para pelaksana kesehatan.
f) Meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan.
g. Pemantauan dan evaluasi
Terhadap kegiatan yang berlangsung, perlu diamati secara cermat oleh penyelenggara dan petugas kesehatan yang diberi tanggung jawab. Pemantauan kejadian penyakit, kondisi sanitasi dasar, sanitasi makanan yang dilakukan dengan baik dan cermat akan dapat menghindarkan timbulnya kejadian atau akibat buruk dari pelaksanaan kegiatan, termasuk KLB dan wabah. Hasil pemantauan perlu diumpan balikkan kepada penyelenggara dan pihak lain terkait, bila perlu dibahas bersama untuk langkah-langkah pemecahan dan tindak lanjut.
Hasil analisis data dapat digunakan sebagai bahan pertanggung jawaban pelaksana kesehatan kepada pihak penanggung jawab kegiatan, dan digunakan sebagai bahan laporan penyelenggara kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota. Sistem pemantauan oleh Dinas Kabupaten/Kota mengikuti sistem pemantauan yang ditetapkan pejabat yang berwenang.