• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

1.2 Lingkup Unit Kerja

PT. Daya Lelaku Taksaka mengembangkan bisnis produk HVAC (Heating Ventilation dan Air-Conditioning). Berikut produk yang di pasarkan ke industri, hotel, gedung, yaitu:

Description Real Modular (XACY VM)

1. Split Ducted Air Conditioning system with Air Cooled Condensing Unit 2. An Evaporator unit can be pairs with up to 4 Condensing Unit

Gambar 1.3 Real Modular (XACY VM) Description Real Modular (XACY VM), Capacity

1. Cooling : 60,000 Btu/h up to 600,000 Btu/h, (5 TR up to 50 TR) 2. Indoor Airflow : 2,000 CFM up to 20,000 CFM

Gambar 1.4 Real Modular (XACY VM), Capacity

5 Description Modular (YICA)

1. Split Ducted Air Conditioning system with Air Cooled Condensing Unit 2. An Evaporator unit can be pairs with up to 4 Condensing Unit

Gambar 1.5 Modular (YICA) Description Modular (YICA), Capacity

1. Cooling : 75,000 Btu/h up to 600,000 Btu/h, (6 TR up to 50 TR) 2. Indoor Airflow : 2,500 CFM up to 20,000 CFM

Gambar 1.6 Modular (YICA), Capacity Description Air Handling Unit (AHU)

1. Evaporator Unit for chilled water or direct expansion air conditioning system

2. Airflow : 1,200 CFM up to 64,800 CFM

6 Gambar 1.7 Air Handling Unit (AHU)

Description Fan Coil Unit (FCU)

1. Indoor (Evaporator) Unit for chilled water air conditioning system 2. Cooling : 5,900 Btu/h up to 52,000 Btu/h, (0.5 TR up to 4.5 TR) 3. Airflow : 200 CFM up to1,400 CFM

Gambar 1.8 Fan Coil Unit

7

BAB II

KAJIAN TEORITIS

2.1 Manajemen Proyek

Manajemen Proyek merupakan upaya untuk merencanakan pekerjaan dengan suatu target pencapaian tertentu yang diselesaikan dalam rentang waktu tertentu dengan mengatur sumber daya seminimal mungkin (efisien). Dan dikombinasikan metode-metode untuk mengelola biaya, waktu, atau bahkan kualitasnya.

Suatu aturan umum dalam dunia usaha mengatakan: “Bila suatu masalah telah menjadi kompleks, dan berdampak besar, maka manajemen yang baik harus ditetapkan”. Demikian halnya dengan suatu sistem manajemen usaha yang baik akan mendatangkan kebaikan pada usaha tersebut. Adapun hal-hal yang dilakukan PT. Daya Lelaku Taksaka:

1. Menyelesaikan tepat waktu 2. Menjaga anggaran

3. Menjaga Kualitas 4. Melancarkan proyek

Sasaran Manajemen Proyek yaitu:

1. Menyelesaikan, dan mengembangkan proyek sesuai dengan anggaran biaya, dan tenggat waktu yang telah ditentukan sekaligus dalam kualitas/spesifikasi sesuai dengan yang telah disepakati di awal.

2. Meningkatkan nama baik pelaksana proyek berdasarkan kualitas hasi proyek.

3. Menciptakan suasana kerja kondusif untuk mendukung kelancaran aktivitas proyek. Hal ini meliputi ketersediaan keadaan, sarana-prasarana, dan keselamatan kerja.

8 4. Menjaga keharmonisan antar pihak dalam proyek sehingga seluruh pihak terlibat akan memberikan yang terbaik untuk proyek yang sedang dijalankan.

2.2 Sistem Tata Udara (HVAC) di Gedung Bertingkat 2.2.1 Refrigerasi

Proses penurunan temperature (pendingina), dari suatu ruang/suatu subtansi menjadi lebuh rendah dari temperatur lingkungan sekitar melalui perpindahan panas (Heat Transfer). Dan referigerasi dapat dianggap sebagai proses pembuangan kalor. Fluida yang bisa memindahkan atau membawa kalor tersebut : zat pendingin/refrigerant.

2.2.2 Air Conditioner (AC)

Alat untuk mengontrol temperatur, kebersihan, kelembaban, dan pasokan udara (dingin) ke suatu tempat ke tempat yang akan dikondisikan. Cara kerjanya adalah dengan memindahkan panas ke udara luar menggunakan siklus refrigerasi

2.2.3 Perpindahan Panas (Heat Transfer)

Kalor (panas) selalu berpindah dari substansi yang lebih hangat ke substansi yang lebih dingin. Dalam kenyataan, molekul yang getarannya lebih cepat memindahkan sebagian dari energi mereka ke molekul yang getarannya lebih lambat. Maka molekul yang getarannya cepat sedikit melambat dan molekul yang lebih lambat menjadi lebih cepat. Secara sederhana, ini berarti jika diluar panas, maka panas dari luar cenderung untuk memasuki ruangan yang lebih sejuk didalam bangunan. Adapun metode perpindahan panas, yaitu:

9 Gambar 2.1 Perpindahan Panas Secara Radiasi (Atas), Konduksi (Tengah),

dan Konveksi (Bawah)

1. Radiasi : melalui gerakan gelombang, dimana energi dipindahkan dari suatu benda ke benda lain tanpa ada persentuhan.

2. Konduksi : melalui aliran panas diantara bagian dari suatu benda atau dari suatu benda ke benda lain melalui sentuhan secara langsung.

3. Konveksi : melalui perpindahan fluida atau udara 2.2.4 Vapour Compression Refrigeration Process

Gambar 2.2 Typical Single Stage Vapor Compression Refrigeration

10 Gambar 2.3 Entropy-Temperatur Vapour Compression Refrigeration

Process

Gambar 2.4 Siklus Vapour Compression Refrigeration Process 2.2.5 Prinsip Dasar Siklus Refrigerasi

Siklus Refrigerasi memiliki prinsip dasar yaitu:

1. Kompresor sebagai alat yang akan memompa zat pendingin dalam sistem, dan sebagai jantung dari sistem AC. Sebelum masuk ke kompresor, zat pendingin adalah gas bertekanan rendah. Oleh kompresor gas tersebut ditekan menjadi gas bertekanan tinggi, menjadi panas, dan mengalir menuju ke kondenser.

2. Di dalam kondenser, gas bertemperatur, dan bertekanan tinggi tersebut meleppaskan panasnya ke udara luar, dan menjadi cairan “subcool”

bertekanan tinggi.

3. Cairan bertekanan tinggi itu melalui expansion valve, yang menurunkan tekanan, dan sekaligus temperaturnya dibawah temperatur dari ruangan atau materi yang didinginkan. Proses ini menghasilkan cairan zat pendingin yang dingin, dan bertekanan rendah.

11 4. Zat pendingin cair bertekanan rendah mengalir ke evaporator dimana zat itu menyerap panas dari udara ruangan melalui proses penguapan, dan menjadi gas bertekanan rendah. Gas tersebut mengalir kembali ke kompresor dimana siklusnya akan berulang kembali seperti awalnya.

5. Untuk pompa kalor, siklusnya berputar terbalik.

2.2.6 Sistem & Komponen Water Cooled Chiller

Sistem pendinginan ruangan yang dikontrol dari satu titik atau tempat, dan di distribusikan secara terpusat ke seluruh isi gedung dengan kapasitas yang sesuai dengan ukuran ruangan, dan didistribusikan dengan menggunakan saluran udara (ducting).

Gambar 2.5 Sistem Water Cooled Chiller Komponen-komponen pada sistem Water Cooled Chiller yaitu:

1. AHU (Air Handling Unit)

2. Chilled Water & Condenser Water Piping 3. Chilled Water Pumps (ChWP)

4. Condenser Water Pumps (CWP)

12 5. Water Cooled Chiller (WCC)

6. Cooling Tower (CT)

2.2.7 Sistem & Komponen Air Cooled Chiller

Air Cooled Chiller ialah sistem alat pendingin yang lainnya seperti AC dimana terdiri dari beberapa komponen utama yaitu evaporator, kondensor, kompresor serta alat ekspansi, dan sebagainya. Air ini akan mengalami perubahan suhu bila menyerap kalor, dan membebaskannya di evaporator.

Gambar 2.6 Sistem Air Cooled Chiller Komponen-komponen pada sistem Air Cooled Chiller yaitu:

1. AHU (Air Handling Unit) 2. Condenser Water Piping

3. Condenser Water Pumps (CWP) 4. Air Cooled Chiller (ACC)

2.3 Pengertian Sistem HVAC (Heating Ventilation Air Conditioning) HVAC ialah salah satu sistem pemanas, sirkulasi udara, dan pendingin yang pada umumnya dirancang dalam satu sistem. Sistem ini bertujuan membuat suasana yang nyaman bagi pengguna dengan mengkondisikan variable dalam udara ruangan

13 yang meliputi suhu, udara bersih, dan kelembapan. Dalam pengkondisian udara hal yang penting dalam suatu bangunan. Sistem pengkondisian udara yang baik akan mengeluarkan udara segar sehingga akan diperoleh kenyamanan yang baik bagi manusia, mesin maupun lingkungan yang berada dilingkungan sekitar. Dengan kenyamanan yang baik akan menaikkan kinerja dari manusia maupun mesin yang digunakan.

2.3.1 Prinsip Kerja Sistem HVAC (Heating, Ventilating, and Air Conditioning)

Prinsip kerja sistem HVAC sebagai pergantian udara ruangan dengan udara segar dari lingkungan. Kolaborasi udara masuk menuju AHU (Air Handling Unit) melewati beberapa bagian seperti: filter, fan (blower), koil evaporator (cooling), dan pemanas (heating). Kemudian terjadi penurunan suhu yang langsung disalurkan oleh saluran udara (ducting) ke ruangan hingga merata.

2.4 Air Conditioner (AC)

Air Conditioner komponen yang dapat membuat udara menjadi sejuk atau dingin, dan dapat mengatur temperatur, dan kebersihan udara seperti dalam sebuah ruangan. Pada Air Conditioner terdapat komponen-komponen utama yaitu:

1. Kompresor

Gambar 2.7 Kompresor

Kompresor ialah alat untuk menghisap uap refrigeran yang berasal dari evaporator, dan menekan uap refrigeran ke kondensor sehingga tekanan,

14 dan temperaturnya meningkat. Kompresor yang biasa digunakan umumnya bersatu dengan kondensor menjadi satu uunit, dan biasa disebut kondensing unit.

2. Kondensor

Gambar 2.8 Kondensor

Kondensor ialah alat perpindahan panas yang dilepaskan dari uap refrigeran ke udara luar (media pengembun) sehingga uap refrigeran akan mengembun, dan berubah fasa dari up ke cair. Sebelum masuk ke kondensor refrigeran berfasa uap yang bertemperatur, dan bertekanan tinggi, sedangkan setelah ke luar dari kondensor, refrigeran berfasa cair jenuh yang bertemperatur, dan bertekanan tinggi.

3. Katup Ekspansi

Gambar 2.9 Katup Ekspansi

Katup ekspansi pada sistem refrigerasi mempunya dua tujuan, pertama adalah fungsi termodinamik dengan ekspansi (menurunkan tekanan) cairan

15 refrigeran dari tekanan kondensor ke tekanan evaporator. Kedua adalah fungsi kontrol terhadap aliran cairan yang masuk evaporator. Pada saaat masuk katup ekspansi refrigeran berfasa cair dengan tekanan, dan temperatur tinggi. Setelah keluar, katup ekspansi berfasa campuran (cair dengan uap) memiliki tekanan, dan temperatur rendah.

4. Evaporator

Gambar 2.10 Evaporator

Evaporator iala komponen sistem refrigerasi yang berfungsi untuk memindahkan panas dari air, udara, atau objek lainnya dengan cara mengambil kalor untuk proses penguapan pada refrigeran.

5. Refrigerant

Gambar 2.11 Refrigerant

Refrigerant ialah suaatu subtansi kerja dalam suatu sistem refrigerasi, yang bertindak sebagai media penyerap, dan pembuang kalor di evaporator.

Refrigerant menyerap kalor dari benda atau produk yang di inginkan sehingga bentuk refrigeran berubah dari cair menjadi gas, sedangkan pada

16 kondensor refrigerant membuang panas ke lingkungan atau bahan lain sehingga bentuknya berubah dari gas menjadi cair. Zat yang dapat digunakan sebagai refrigeran memiliki struktur kimia, sifat-sifat fisis, dan termodinamis tertentu sehingga dapat dipakai dengan aman, dan ekonomis.

2.5 AC Sentral

AC Sentral ialah sistem pendingin yang di kontrol dalam satu tempat, dan mendistribusikan melalui jalur terpusat dengan saluran udara (ducting) menuju ruangan.

2.6 AHU (Air Handling Unit)

Air Handling Unit ialah alat yang digunakan untuk pengkondisian, dan sirkulasi udara sebagai bagian dari sistem HVAC. Air Handling Unit biasanya berupa kotak besar yang terbuat dari logam yang berisi blower, elemen pemanas atau pendingin, filter, dan peredam suara. Adapun komponen dalam AHU yang memiliki fungsi yaitu:

2.6.1 Filter

Gambar 2.12 Filter

Filter ialah alat yang berfungsi penyaring udara, partikel-partikel asing, dan debu. Pada sistem AHU, filter terdapat beberapa tipe tergantung tingkat ke-efisienannya sebagai berikut:

1. Pre filter, memiliki efisiensi sebesar 35%

2. Medium Filter memiliki efisiensi sebesar 95%

17 3. HEPA (High Efficiency Particulate Air) memiliki efisiensi sebesar 99%

Dari beberapa jenis filter harus ada pergantian secara berkala agar kualitas udara yang dihasilkan bersih.

2.6.2 Fan Centrifugal

Gambar 2.13 Fan Centrifugal

Fan centrifugal ialah mesin untuk penggerak udara. Fan ini memanfaatkan energi kinetik dari kipasnya untuk menaikan tekanan udara.

Fan centrifugal mempercepat aliran udara secara linier pada sistem AHU, fan ini menaikan kecepatan dari aliran udara dengan bagian berputar dengan memanfaatkan energi kinetik dari kipasnya untuk menaikan tekanan udara pada sistem AHU (Air Handling Unit)

2.6.3 Evaporator

Gambar 2.14 Evaporator

18 Evaporator ialah alat berfungsi menurunkan temperatur udara yang disalurkan melalui ducting.

2.6.4 Ducting

Gambar 2.15 Ducting

Ducting adalah alat berfungsi menyalurkan udara tertutup tempat mengalirnya udara bersih menuju ruangan. Pada ruangan terdapat dua saluran udara yaitu ducting supply, dan ducting return.

2.6.5 Damper

Gambar 2.16 Damper

Damper ialah alat yang berfungsi mengatur udara yang masuk ke ruangan, udara yang masuk dapat disesuaikan dengan kapasitas ruangan.

19

BAB III

AKTIVITAS PENUGASAN MAGANG INDUSTRI

3.1 Realisasi Kegiatan Magang Industri

Mekanisme atau proses kerja yang diamati ketika Magang Industri ditampilkan dalam bentuk tabel berikut ini:

Tabel 3.1 Tabel Aktivitas Magang Industri Hari

Ke Tanggal

Jenis Aktivitas Magang

Industri

Tugas yang

Diberikan Pencapaian Tugas

1 17 Juli ranah kerja PT.

Daya Lelaku Taksaka dilapangan, dan dikantor Debu Mesin

 Memantau, dan mengarahkan pekerjaan tukang di PT.

Wings Group

 Mengetahui proses

pekerjaan yang seharusnya dilakukan

20 N6C & N6D

Powder 2

 Berkomunikasi dengan PIC yang bertugas

 Mengawasi, evaluasi hasil pekerjaan

 Memahami tentang

kebersihan dan

K3 dalam

bekerja 3 20 Juli

2020 Meninjau Investaris Wings, &

Pengerjaan Format Job Safety Analysis

 Melakukan pendataan inventaris PT.

Daya Lelaku Taksaka

 Mengerjakan format job safety analysis

 Memahami pentingnya pendataan inventaris PT.

Daya Lelaku Taksaka

 Memahami format job safety analysis 4 21 Juli

2020

Visit Proyek Kolam

 Memantau tukang, dan

berkomunikasi dengan PIC yang bertugas

 Mengevaluasi kinerja tukang, dan

berkomunikasi kepada PIC terkait rencana dengan proses pengerjaan

21 5 22 Juli

2020

Pengerjaan Berita Acara, dan Invoice

 Pembuatan Berita Acara untuk Proyek Fabrikasi Akrilik serta invoice

 Memahami kegunaan berita acara, invoice, dan alur pengajuan ke perusahaan 6 23 Juli

2020

Visit Proyek Grille,

Pemesanan &

Pemasangan Grille

 Melakukan pengukuran ruang untuk Grille yang sesuai

 Melakukan pemesanan Grille kepada pihak produksi, dan

pemasangan

 Memahami carai pengukuran grille sesuai yang

2020 Visit Progess Proyek Wiremesh Kolam Ikan

 Melakukan pengecekan proyek

 Mengawasi pekerjaan dari tukang

 Mengetahui progess pengerjaan

8 27 Juli

2020 Visit Finishing Proyek

Wiremesh Kolam Ikan

 Melakukan penyelesaian proyek dengan tukang

 Melakukan komunikasi

 Menyelesaikan proyek

 Mengetahui kondisi proyek dengan PIC yang bertugas

22 dengan PIC

yang bertugas 9 28 Juli

2020

Rapat Proyek

& Pembuatan Invoice

 Melakukan rapat proyek

 Membuat invoice kepada PT. Wings Group untuk proyek wiremesh

 Melakukan penagihan

 Memahami proses rapat proyek sebelum, dan akan

dilaksanakan

 Menyelesaikan invoice, dan memberikan kepada bagian keuangan PT.

Wings Group 10 29 Juli

2020

Visit PT.

Hutama Karya

 Meninjau proyek di PT.

Hutama Karya

 Memahami proyek di PT.

Hutama Karya 11 30 Juli

2020

Visit PT.

Hutama Karya

 Meninjau proyek di PT.

Hutama Karya

 Memahami tenaga kerja lapangan (Las

& Helper)

 Merekrut tenaga kerja lapangan (Las

& Helper)

 Mendapatkan tenaga kerja sesuai kualifikasi untuk proyek 13 04 Agustus

2020

Visit Proyek Gudang Waste PT. Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan komunikasi dengan PIC

 Melakukan pengawasan tenaga kerja

 Konfirmasi terkait progess pekerjaan kepada PIC yang bertugas

23 dalam

pekerjaan

 Merencanakan kegiatan rencana untuk proyek tersebut

 Memahami progess proyek yang dikerjakan 14 05 Agustus

2020

Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group) kepada PIC yang bertugas

 Mengetahui progess pekerjaan

 Mengetahui evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek 15 06 Agustus

2020

Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan komunikasi dengan PIC

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Mengetahui progess pekerjaan

 Mengetahui evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek 16 07 Agustus

2020 Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Mengetahui progess pekerjaan

 Mengetahui evaluasi dari

24 Utama (Wings

Group)

 Melakukan komunikasi kepada PIC untuk memantau kegiatan

PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek

17 10 Agustus 2020

Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Membuat berita acara , dan invoice

 Melakukan pengawasan terhadapa pekerja pada proyek ini

 Mengetahui progess pekerjaan

 Mengetahui evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek 18 11 Agustus

2020

Penagihan biaya Proyek

 Melakukan follow up dengan bagian keuangan terkait invoice

 Mendapatkan informasi batas tanggal tagihan di terima perusahaan 19 12 Agustus

2020

Visit Pabrik PT. ITU komponen dari AC Sentral

 Mendampingi direktur untuk rapat

 Memahami proses pembuatan salah satu dari beberapa komponen dari AC Sentral

 Rapat selesai

25 20 13 Agustus

2020

Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC untuk evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek

21 14 Agustus 2020

Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC untuk evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek

22 18 Agustus

2020 Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC

 Mengetahui progess pekerjaan

 Mengetahui evaluasi dari PIC yang bertugas untuk

26 Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC untuk evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek

24 24 Agustus 2020

Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC untuk evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan proyek

25 25-27 Agustus

2020

Forum Group Discussion (Work From Home)

 Melakukan diskusi dengan pekerja di PT.

Daya Lelaku Taksaka

 Mengetahui proyek yang ada di PT. Daya Lelaku Taksaka

27 26 28 Agustus

2020 Pembuatan Berita Acara

 Membuat Berita Acara terkait Proyek Lainnya

 Berita acara siap untuk penagihan 27 31 Agustus

2020

Pengerjaan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC untuk evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan Proyek Gudang Waste PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)`

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC untuk evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan Berita Acara Proyek Gudang Waste PT.

 Melakukan pengawasan terhadap

 Berita acara selesai siap untuk di berikan ke PIC, dan

28 Sayap Mas

Utama (Wings Group)

pekerjaan dari tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC untuk memantau kegiatan

digabungkan dengan invoice

 PIC mengetahui progess proyek

30 03

September 2020

Pengerjaan Proyek Gudang Waster PT.

Sayap Mas Utama (Wings Group)

 Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan dari tukang

 Melakukan komunikasi kepada PIC untuk evaluasi dari PIC yang bertugas untuk ketepatan

 Mengevaluasi administrasi perusahaan untuk diperbaiki

 Administrasi perusahaan sudah tertata dengan baik

32 07

September 2020

Visit Pabrik PT. ITU AIRCONCO

 Mendampingi Direktur PT.

Daya Lelaku Taksaka untuk rapat

 Rapat selesai

29 33 08-11

September 2020

Forum Group Discussion (Work From Home)

 Melakukan diskusi dengan pekerja di PT.

Daya Lelaku Taksaka

 Mengetahui proyek yang ada di PT. Daya Lelaku Taksaka

34 14

September 2020

Visit PT. Tirta Alam Bekasi

 Mengunjungi PT. Tirta Alam Bekasi

 Mendampingi Direktur PT.

Daya Lelaku Taksaka dalam rapat

 Pembahasan proyek, dan pemberian invoice kepada proyek PT.

Tirta Alam Bekasi 35 15-22

September 2020

Forum Group Discussion (Work From Home)

 Melakukan diskusi dengan pekerja di PT.

Daya Lelaku Taksaka

 Mengetahui proyek yang ada di PT. Daya Lelaku Taksaka

36 23

September 2020

Visit Pabrik PT. ITU AIRCONCO

 Mendampingi Direktur PT.

Daya Lelaku Taksaka untuk rapat

 Rapat selesai

37 24

September-22 Oktober

2020

Forum Group Discussion (Work From Home)

 Melakukan diskusi dengan pekerja di PT.

Daya Lelaku Taksaka

 Mengetahui proyek yang ada di PT. Daya Lelaku Taksaka

30 38 23-28

Oktober 2020

Rekap Data PT. Daya

Daya Lelaku Taksaka 39 29-31

Oktober 2020

Forum Group Discussion (Work From Home)

 Melakukan diskusi dengan pekerja di PT.

Daya Lelaku Taksaka

 Mengetahui proyek yang ada di PT. Daya Lelaku Taksaka

40 1-30

November

Pembuatan Laporan Magang serta Membaca laporan proyek yang sudah diselesaikan oleh PT. Daya Lelaku

Taksaka

 Mendapatkan sebagian dari isi laporan magang indusri

 Mendapatkan sudut pandang baru

 Mendapatkan informasi tentang proyek yang dikerjakan di PT. Daya Lelaku Taksaka

41 1 Forum Group Discussion (Work From Office) serta

 Menyelesaikan, dan

mengumpulkan data untuk dimasukkan di laporan

 Mempersiapkan bahan untuk Laporan Magang Industri

 Mendapatkan informasi yang

31 proyek yang sedang berlangsung dan proses proyek dari awal sampai akhir

belum jelas pada proyek di PT. Daya Lelaku Taksaka

3.2 Relevansi Teori dan Praktek

Menurut Soeharto (1997), kegiatan proyek adalah suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu, dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya telah digariskan dengan jelas. Suatu proyek merupakan upaya yang mngerahkan sumber daya yang tersedia, yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran, dan harapan penting tertentu serta harus diselesaikan dalam jangka waktu terbatas sesuai dengan kesepakatan, (Dipohusodo, 1995). Beberapa tujuan yang sudah disepakati memiliki skema pekerjaan yang sudah di analisa, berikut skema dalam menjalankan proyek pada PT. Daya Lelaku Taksaka .

Pada prakteknya di PT. Daya Lelaku Taksaka, pertama-tama pihak dari perusahaan ini melakukan komunikasi dengan beberapa relasi maupun perusahaan.

Yang kemudian menawarkan beberapa produk HVAC, untuk mendapatkan peluang perusahaan melakukan observasi harga produk perusahaan lain. Selanjutnya dengan pengajuan yang telah diberikan ke perusahaan lain, maka perusahaan ini harus menunggu jawaban dari perusahaan lain untuk mendapatkan informasi di approve, Surat Perintah Kerja, dan pemberian Purchasing Order. Di sisi lain ketika

32 perusahaan lagi sudah memberikan hal itu, maka perusahaan menyiapkan tenaga kerja untuk proyek yang akan dilaksanakan, dan menyiapkan bahan kebutuhan yang sesuai dengan proyek, serta adanya penggalangan modal untuk proyek ketika skala nya besar. Manajemen ini dilakukan agar semua berjalan dengan baik, dan sesuai waktu yang telah ditentukan, dan agar tidak mengalami kerugian. Setelah itu dilakukannya proses pengerjaan meliputi : pengiriman bahan, pengarahan kepada mandor serta tukang, pemberian uang operasional, pengiriman alat-alat operasional, dan berkomunikasi dengan PIC yang bertugas. Setelah proses pekerjaan telah selesai makan dibuatlah invoice, dan berita acara, yang mana merupakan manajemen administrasi agar sesuai dengan waktu yang telah direncanakan, dan meminimalisir kerugian terjadi, dan agar dapat diajukan ke bagian finance, perlunya tanda tangan dari PIC serta jajarannya untuk pengarsipan dokumen, dan bukti telah terselesaikan proyek, lalu berkas penagihan dapat diajukan kepada bagian finance. Untuk mendapatkan tagihan sesuai waktu yang tertera pada perusahaan lain, maka perlunya manajemen waktu, kapan saja perusahaan harus menfollow up bagian finance, dan PIC perusahaana lain.

3.3 Permasalahan

Permasalahan yang terdapat pada PT. Daya Lelaku Taksaka adalah kesalahan dalam instalasi (pengelasan) pada pipa ke unit. Dalam keterbatasan pengetahuan Sumber Daya Manusia pada saat di proyek tentang HVAC, sebuah hal yang harus

Permasalahan yang terdapat pada PT. Daya Lelaku Taksaka adalah kesalahan dalam instalasi (pengelasan) pada pipa ke unit. Dalam keterbatasan pengetahuan Sumber Daya Manusia pada saat di proyek tentang HVAC, sebuah hal yang harus

Dokumen terkait