• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Program Inti

Program Inti, yang wajib diikuti semua siswa, terutama dimaksudkan untuk memenuhi tujuan/fungsi SMA yang pertama, yakni mendidik siswa menjadi manusia pembangunan sebagai warga negara Indonesia yang berpedoman pada Pancasila, dan sekaligus merupakan perwujudan upaya untuk menempatkan siswa dalam suasana kebersamaan.

Program Inti merupakan progam pendidikan yang wajib bagi semua siswa dengan mengacu pada kepentingan pencapaian tujuan Pendidikan Nasional, perubahan masyarakat dalam rangka perkembangan ilmu dan teknologi, serta penguasaan pengetahuan minimal bagi semua siswa. Progam Inti untuk SMA mencakup kurang dari program keseluruhan di SMA.

Program Inti dalam kurikulum SMA mencakup mata-mata pelajaran. l. Pendidikan Agama

2. Pendidikan Pancasila

3. Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa 4. Bahasa dan Sastra Indonesia

5. Ekonomi 6. Geografi

7. Pendidikan Jasmani dan Olahraga/Kesehatan 8. Pendidikan Seni 9. Pendidikan Keterampilan 10. Matematika 11. Biologi 12. Fisika 13. Kimia 14. Sejarah 15. Bahasa Inggris

Mata pelajaran Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, dan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa diwajibkan selama 6 semester dengan jumlah waktu seluruhnya untuk masing-masing mata pelajaran l2 jam pelajaran.

- 115 -

Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia juga diwajibkan selama 6 semester dengan jumlah waktu seluruhnya 18 jam pelajaran.

Mata pelajaran Ekonomi yang berisi bahan pelajaran tentang ekonomi dengan titik berat pada koperasi, di wajibkan minimal selama dua semester dengan jumlah waktu seluruhnya 6 jam pelajaran.

Mata pelajaran Geografi, yang bahan pelajarannya dimulai dari Geografi Indonesia dan dilanjutkan Geografi umum yang mencakup Geografi manusia dan alam, diwajibkan minimal selama 4 semester dengan jumlah waktu seluruhnya sepuluh jam pelajaran.

Pendidikan Jasmani dan Olahraga/Kesehatan, Pendidikan Seni dan Pendidikan Keterampilan diwajibkan minimal selama 4 semester dengan jumlah waktu seluruhnya untuk masing-masing mata pelajaran 12 jam pelajaran dengan catatan:

1. Didalam pendidikan Jasmani dan olahraga / Kesehatan, sesuai dengan namanya, tercakup pula unsure pendidikan kesehatan.

2. Untuk Pendidikan Seni, setiap sekolah diwajibkan memberikan seni rupa yang mencakup pelajaran menggambar mistar serta 1 cabang seni yang lain atau lebih.

3. Pendidikan keterampilan lebih diarahkan pada usaha menumbuhkan minat dan apresiasi terhadap pekerjaan yang menggunakan tangan, disamping pembinaan keterampilan itu sendiri, melalui pelajaran Kerajinan dan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga.

Mata Pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris masing-masing diwajibkan selama 1 atau 2 semester dengan jumlah waktu seluruhnya untuk masing-masing mata pelajaran 6 jam pelajaran.

Mata Pelajaran Biologi, Fisika, Kimia dan Sejarah diwajibkan selama 1 atau 2 semester dengan jumlah waktu seluruhnya untuk masing-masing mata pelajaran 4 jam pelajaran, dengan catatan mata pelajaran Sejarah mencakup baik Sejarah Dunia maupun sebagian Sejarah Indonesia yang materinya tidak mencakup dalam Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa.

Unsur-unsur baru seperti pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup, wawasan nusantara, wirawasta, gizi, lalu lintas, pembangunan desa, pendidikan politik, pendidikan bela negara, dan sebagainya, dimasukan kedalam mata pelajaran yang sesuai.

- 116 -

B. Program Khusus (Pilihan)

Program Khusus merupakan Program yang terutama dimaksudkan untuk memenuhi tujuan / SMA yang kedua dan ketiga yaitu menyiapkan siswa yang akan melanjutkan Pendidikan di Perguruan Tinggi dan yang akan terjun ke dunia kerja.

Program ini diadakan dengan bertitik tolak pada perbedaan bakat dan minat perorangan serta kebutuhan lingkungan. Program khusus untuk SMA mencakup kurang lebih 40 persen dari program keseluruhan .

Program Khusus dari Kurikulum 1984 SMA terdiri dari 2 (dua) Jenis, yaitu Program A dan Program B.

1. Program A

Program A adalah program yang terutama dimaksudkan untuk memenuhi tujuan / SMA yang kedua yakni memberikan bekal kemampuan yang diperlukan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, khususnya Universitas / Institut. Program A ini disajikan dalam bentukProgram-program yang disesuaikan dengan persyaratan kelompok-kelompok bentukProgram-program studi pada pendidikan tinggi. Ada 4 kelompok program studi pada pendidikan tinggi yang berlaku dewasa ini, yaitu kelompok Ilmu-ilmu Fisik, Ilmu-ilmu Biologi, Ilmu-ilmu Psikososial, dan Pengetahuan Budaya.

Sesuai dengan lingkup program pendidikan di SMA dimana Psikologi tidak diajarkan, program – program yang tercakup dalam program A di SMA terdiri dari:

a. Program Ilmu-Ilmu Fisik b. Program Ilmu – Ilmu Biologi c. Program Ilmu- Ilmu Sosial d. Program Pengetahuan Budaya

Masing-masing program berisi mata pelajaran yang diperlukan untuk dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dengan bobot sebagai berikut:

- 117 - Tabel 6.8

Program A Kurikulum 1984 SMA

Mata Pelajaran Program Fisika Kim ia Bi ol ogi Eko nomi Sosiol ogi dan Antrop ol ogi Tatanegara Sejarah Bu day a Sas tra Matematik a Bahas a In gg ri s Bahas a Dae rah/B aha sa Asi ng lai n Ilmu-ilmu Fisik 4 4 2 - - - - - 4 2 -Ilmu-ilmu Biologi 3 4 4 - - - - - 4 2 -Ilmu-ilmu Sosial - - - 4 3 3 - - 2 4 -Pengetahuan Budaya - - - - 3 - 3 3 1 4 2

Program pengetahuan khusus mengenai program pengetahuan budaya, di dalamnya tercakup pengetahuan agama.

Adapun kegunaan masing–masing program adalah sebagai berikut:

a. Program ilmu–ilmu fisik menyiapkan siswa yang akan melanjutkan pendidikannya ke program studi pendidikan tinggi yang mengkaji baik gejala-gejala alamiah yang menyangkut benda/ bahan tak hidup, seperti fisika, kimia, elektronika, astronomi, geologi, dan sebagainya, maupun bidang matematika.

b. Program ilmu–ilmu biologi menyiapkan siswa yang akan melanjutkan pendidikannya ke program studi pendidikan tinggi yang mengkaji gejala-gejala alamiah yang hidup, seperti pertanian, kedokteran, biologi, dan sebagainya.

c. Program ilmu-ilmu sosial menyiapkan siswa yang akan melanjutkan pendidikannya ke program studi pendidikan tinggi yang mengkaji kehidupan sosial manusia seperti ilmu administrasi, ilmu ekonomi, ilmu politik, sosiologi, psikologi, dan sebagainya.

d. Program pengetahuan budaya menyiapkan siswa yang akan melanjutkan pendidikannya ke program studi pendidikan tinggi yang mengkaji aspek–aspek budaya, seperti hukum, pengetahuan agama (teologi), filsafat, bahasa, sastra, sejarah, dan sebagainya.

Siswa- siswa yang telah memilih suatu program tertentu dapat mengambil juga mata pelajaran yang lain, asal hal tersebut tidak mengganggu kelancaran penyelesaian program pokoknya.

- 118 - 2. Program B

Program B disediakan sebagai sarana untuk menampung minat dan bakat siswa untuk mendalami berbagai bidang kehidupan yang ada di masyarakat.Program ini lebih diarahkan untuk mempersiapkan siswa- siswa yang akan langsung bekerja sesudah tamat SMA maupun yang akan memasuki akademi, politeknik, program diloma, dan sebagainya, sebelum bekerja.

Program B disajikan dalam bentuk program- program yang disesuaikan dengan bidang-bidang kehidupan yang ada di masyarakat.Bidang- bidang kehidupan yang dimaksud terdiri, antara lain, atas teknologi industri, pertanian dan kehutanan, jasa, kesejahteraan keluarga, maritim, budaya, dan sebagainya.

Sehubungan dengan itu, program B di SMA mencakup program–program di bidang teknologi industri computer pertanian dan kehutanan, jasa, kesejateraan keluarga, maritim, budaya.Adapun kegunaan masing-masing program di atas adalah sebagai berikut:

a. Program di bidang teknologi industri menyiapkan siswa yang memilih bidang teknologi industri sebagai lapangan kerja setelah tamat SMA ataupun yang akan melanjutkan pendidikannya ke politeknik, akademi teknik, dan sebagainya.

b. Program dibidang kegiatan menyiapkan siswa yang memilih bidang computer, sebagai lapangan kerja setelah tamat SMA ataupun yang melanjutkan pendidikan ke akademi computer, program diploma bidang computer, dan sebagainya.

c. Program di bidang pertanian dan kehutanan menyiapkan siswa yang memilih bidang pertanian dan kehutanan, sebagai lapangan kerja setelah tamat SMA ataupun yang melanjutkan pendidikannya ke Akademi Pertanian, Kehutanan, dan sebagainya.

d. Program dibidang Jasa menyiapkan siswa yang memilih bidang pelayan sebagai lapangan kerja setelah tamat SMA ataupun yang akan melanjutkan pendidikannya ke Akademi Perdagangan, Akademi Pariwisata, Akademi Sekretaris, dan sebagainya.

e. Program dibidang Kesejahteraan Keluarga menyiapkan siswa yang memilih bidang kesejahteraan keluarga sebagai lapangan kerja setelah tamat SMA ataupun yang akan melanjutkan pendidikannya ke Akademi Gizi, Akademi Kesejahteraan Keluarga, Dan sebagainya.

f. Program di bidang maritim menyiapkan siswa yang memilih bidang kelautan sebagai lapangan kerja setelah tamat SMA ataupun yang akanmelanjutkan pendidikannya ke Akademi Pelayaran, Perikanan Laut, dan sebagainya

g. Program di bidang Budaya menyiapkan siswa yang memilih bidang budaya sebagai lapangan kerja setelah tamat SMA ataupun yang akan melanjutkan

- 119 -

pendidikannya ke Akademi Bahasa, Akademi Teater, Akademi Seni Rupa, dan sebagainya.

h. Program di bidang Pengetahuan Agama menyiapkan siswa yang memilih bidang Agama sebagai lapangan kerja setelah tamat SMA ataupun yang akan melanjutkan pendidikannya ke program-program pendidikan agama yang sederajat dengan akademi atau program diploma.

Contoh program-program yang tercakup dalam masing-masing bidang adalah sebagai berikut:

Tabel 6.9

Program B Kurikulum 1984 SMA

Bidang Contoh Program yang Dapat Dipilih Siswa

Teknologi Industri - Kerajinan Keramik - Kerajinan Kulit - Otomotif - Instalasi Listrik - Elektronika - Pertukangan Kayu - dan sebagainya Komputer - Perangkat lunak

- Perangkat keras dan sebagainya Pertanian dan Kehutanan - Pertanian

- Perikanan Darat - Peternakan - Kehutanan - dan sebagainya Jasa - Tataniaga - Koperasi - Pembukuan - Pariwisata - dan sebagainya Kesejahteraan Keluarga - Tataboga

- Tatabusana - dan sebagainya

- 120 - Maritim - Pelayaran

- Penangkapan Ikan Laut - dan sebaginya

Budaya - Bahasa Daerah (yang bersangkutan) - Sastra Daerah (yang bersangkutan) - Seni Daerah (yang bersangkutan)

- Sejarah Budaya Daerah (yang bersangkutan) - dan sebagainya

Pengetahuan Agama - Agama Islam

- Agama Kristen Protestan - Agama Katolik

- Agama Hindu - Agama Budha

Masing-masing program terdiri dari baik mata pelajaran umum/ akademik sebagai dasar untuk bidang-bidang kejuruan yang bersangkutan, maupun mata pelajaran kejuruan yang berhubungan dengan masing-masing program. Berbeda dengan Pendidikan Keteramiplan pada program inti, bidang-bidang kejuruan pada program B lebih diarahkan pada tujuan pembinaan keterampilan yang diperlukan sebagai bekal persiapan bagi para lulusan untuk bekerja/ memasuki bidang-bidang kehidupan di masyarakat.Perbedaannya dengan lulusan sekolah menengah kejuruan adalah bahwa lulusan SMA yang memilih program B memilih kemampuan dasar yang lebih luas sedangkan kemampuan kejuruannya lebih terbatas/ tidak selengkap lulusan sekolah menengah kejuruan.

Dalam pengembangan program B, perlu ditetapkan patokan mengenai segi kesesuaiannya untuk berbagai bidang kehidupan.

Masing-masing Program pada program A maupun program B pada dasarnya dapat diambil mulai semester manapun, tergantung waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan program yang bersangkutan.Siswa-siswa yang akan melanjutkan ke Universitas/ Institut dapat mengambil sebagian pelajaran pada program B, dan demikian pula sebaliknya, asal hal tersebut tidak mengganggu kelancaran penyelesaian program pokok yang dipilih.Disamping itu, bagi lulusan yang bekerja setelah menamatkan SMA, bila nantinya berhasil mengembangkan kemampuannya selama di lapangan masih terbuka kesmpatan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi asal telah memenuhi persyaratan yang dituntut oleh perguruan tinggi yang bersangkutan.

Penentuan jenis-jenis program yang akan diadakan di sekolah diserahkan kepada masing-masing sekolah dengan mempertimbangkan bakat/ minat

- 121 -

siswa, kemampuan sekolah yang bersangkutan, dan keadaan/ kebutuhan lingkungan setempat.

- 122 -

C. Struktur Program

Struktur program untuk Program A serta contoh struktur program untuk program B dapat dilihat pada bagan struktur program kurikulum masing-masing berikut ini.

Struktur Program Kurikulum 1984 Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas untuk Program Pilihan A

Program A adalah dalam rangka menyiapkan siswa yang memenuhi persyaratan untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Tabel 6.10

Struktur Kurikulum 1984 Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas Program Pilihan A

Program Studi: Ilmu-Ilmu Fisik

Program Beban Belajar Mata Pelajaran Kelas / Semester I II III 1 2 3 4 5 6 Program

Inti 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Moral Pancasila 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 12 12 3. Pendidikan Sejarah Perjuangan

Bangsa 2 - 2 - 2 - 6

4. Bahasa & Sastra Indonesia 4 4 3 3 2 2 18 5. Sejarah Nasional Indonesia & Dunia 3 3 2 2 2 2 14

6. Ekonomi 3 3 - - - - 6

7. Geografi - - 2 2 3 3 10

8. Pendidikan Olah Raga & Kesehatan 2 2 2 2 - - 8 9. Pendidikan Seni 3 3 2 2 - - 10 10. Pendidikan Keterampilan 2 4 2 2 - - 10 11. Matematika 4 4 - - - - 8 12. Biologi 3 3 - - - - 6 13. Fisika 2 2 - - - - 4 14. Kimia 2 2 - - - - 4 15. Bahasa Inggris 3 3 - - - - 6 Jumlah 37 3 7 19 17 13 11 134 Program Pilihan 16. Matematika - - 6 6 8 6 25 17. Biologi - - 2 2 3 3 10 18. Fisika - - 4 6 6 6 22 19. Kimia - - 4 4 5 5 18 20. Bahasa Inggris - - 3 3 3 3 12 Jumlah - - 1 9 21 25 23 88

Jumlah Beban Belajar 37 3

- 123 - Tabel 6.11

Struktur Kurikulum 1984 Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas Program Pilihan A

Program Studi: Ilmu-Ilmu Biologi

Program Beban Belajar Mata Pelajaran Kelas / Semester I II III 1 2 3 4 5 6 Program Inti 1. Pendidikan Agama 2 2 2 2 2 2 12 2. Pendidikan Moral Pancasila 2 2 2 2 2 2 12 3. Pendidikan Sejarah Perjuangan

Bangsa 2 - 2 - 2 - 6

4. Bahasa & Sastra Indonesia 4 4 3 3 2 2 18 5. Sejarah Nasional Indonesia & Dunia 3 3 2 2 2 2 14

6. Ekonomi 3 3 - - - - 6

7. Geografi - - 2 2 3 3 10

8. Pendidikan Olah Raga & Kesehatan 2 2 2 2 - - 8 9. Pendidikan Seni 3 3 2 2 - - 10 10. Pendidikan Keterampilan 2 4 2 2 - - 10 11. Matematika 4 4 - - - - 8 12. Biologi 3 3 - - - - 6 13. Fisika 2 2 - - - - 4 14. Kimia 2 2 - - - - 4 15. Bahasa Inggris 3 3 - - - - 6 Jumlah 37 37 19 17 13 1 1 134 Program

Pilihan 16. Matematika 17. Biologi - - - - 4 4 4 6 6 7 5 6 20 22

18. Fisika - - 4 4 4 4 16

19. Kimia - - 4 4 5 5 18

20. Bahasa Inggris - - 3 3 3 3 12 Jumlah - - 19 21 25 2

3 88

Jumlah Beban Belajar 37 37 38 38 38 3

4 222

Tabel 6.12

Struktur Kurikulum 1984 Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas Program Pilihan A

Program Studi: Ilmu-Ilmu Sosial

Program Beban Belajar Mata Pelajaran Kelas / Semester I II III 1 2 3 4 5 6 Program Inti 1. Pendidikan Agama 2 2 2 2 2 2 12 2. Pendidikan Moral Pancasila 2 2 2 2 2 2 12 3. Pendidikan Sejarah Perjuangan

Bangsa 2 - 2 - 2 - 6

4. Bahasa & Sastra Indonesia 4 4 3 3 2 2 18 5. Sejarah Nasional Indonesia & Dunia 3 3 2 2 2 2 14

- 124 -

7. Geografi - - 2 2 3 3 10

8. Pendidikan Olah Raga & Kesehatan 2 2 2 2 - - 8 9. Pendidikan Seni 3 3 2 2 - - 10 10. Pendidikan Keterampilan 2 4 2 2 - - 10 11. Matematika 4 4 - - - - 8 12. Biologi 3 3 - - - - 6 13. Fisika 2 2 - - - - 4 14. Kimia 2 2 - - - - 4 15. Bahasa Inggris 3 3 - - - - 6 Jumlah 37 37 1 9 17 13 11 134 Program

Pilihan 16. Ekonomi 17. Sosiologi & Antropologi - - - - 5 3 5 3 5 3 3 5 20 12 18. Tata Negara - - 2 2 3 3 10 19. Matematika - - 3 4 4 3 14 20. Bahasa Inggris - - 3 5 5 6 20 21. Bahasa Asing Lainnya - - 3 2 4 3 12

Jumlah - - 1

9 21 25 23 88

Jumlah Beban Belajar 37 37 3

8 38 38 34 222 Tabel 6.13

Struktur Kurikulum 1984 Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas Program Pilihan A

Program Studi: Pengetahuan Budaya

Program Beban Belajar Mata Pelajaran Kelas / Semester I II III 1 2 3 4 5 6 Program Inti 1. Pendidikan Agama 2 2 2 2 2 2 12 2. Pendidikan Moral Pancasila 2 2 2 2 2 2 12 3. Pendidikan Sejarah Perjuangan

Bangsa 2 - 2 - 2 - 6

4. Bahasa & Sastra Indonesia 4 4 3 3 2 2 18 5. Sejarah Nasional Indonesia & Dunia 3 3 2 2 2 2 14

6. Ekonomi 3 3 - - - - 6

7. Geografi - - 2 2 3 3 10

8. Pendidikan Olah Raga & Kesehatan 2 2 2 2 - - 8 9. Pendidikan Seni 3 3 2 2 - - 10 10. Pendidikan Keterampilan 2 4 2 2 - - 10 11. Matematika 4 4 - - - - 8 12. Biologi 3 3 - - - - 6 13. Fisika 2 2 - - - - 4 14. Kimia 2 2 - - - - 4 15. Bahasa Inggris 3 3 - - - - 6 Jumlah 37 37 19 17 13 11 134 Program Pilihan 16. Sejarah Budaya - - 4 4 4 4 16 17. Sastra - - 3 3 6 4 16

18. Sosiologi & Antropologi - - 2 4 4 4 14 19. Bahasa Inggris - - 5 5 7 7 24 20. Bahasa Daerah / Bahasa Asing

Lainnya - - 3 3 4 4 14

- 125 -

Jumlah - - 19 21 25 23 88

Jumlah Beban Belajar 37 37 38 38 38 34 222

Struktur Program Kurikulum 1984 Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas untuk Program Pilihan B

Program B adalah dalam rangka menyiapkan siswa yang mempunyai bakat dan minat untuk langsung memasuki lapangan kerja atau melalui latihan tambahan guna memasuki lapangan kerja.

KESETARAAN PROGRAM A DAN PROGRAM B. Yang dimaksud dengan kesetaraan dalam hal ini adalah penyamaan program yang dimuat dalam Program A dengan bidang-bidang pilihan yang dimuat dalam Program B. PELAKSANAAN PROGRAM B. Siswa memilih Program B dimulai di Kelas 2 dan 3, sedangkan siswa di Kelas 1 mempelajari Program Inti yang sama dengan Program A sebagaimana dalam tabel berikut ini.

Tabel 6.14

Ikhtisar Kesetaraan Program Pilihan A dan Program Pilihan B Kurikulum 1984 Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas

Program A Program Inti Program B Kelas III

Program Inti Program Pilihan (A, B) Kelas II

Program Inti

Tabel 6.15

Kesetaraan Program Pilihan A dan Program Pilihan B Kurikulum 1984 Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas

Program A Bidang Program B Pilihan

Ilmu-ilmu Fisik Teknologi Industri Kerajinan Tangan

Kerajinan Kulit Otomotif Instalasi Listrik Elektronika Pertukangan Kayu

Komputer Perangkat Lunak

Perangkat Keras

Maritim Pelayaran

Penangkapan Ikan Laut Ilmu-ilmu Biologi Pertanian dan Kehutanan Pertanian

Perikanan Darat Peternakan Kehutanan

- 126 -

Ilmu-ilmu Sosial Jasa Tataniaga

Koperasi Pembukuan Pariwisata Kesejahteraan Keluarga Tataboga

Tatabusana Tatagraha

Pengetahuan Budaya Budaya Bahasa Daerah

Sastra Daerah Seni Daerah Sejarah Budaya Bahasa Asing

Ilmu-ilmu Agama Pengetahuan Agama Agama Islam

Agama Kristen Agama Katolik Agama Hindu Agama Budha

BAB III: POKOK-POKOK PELAKSANAAN KURIKULUM

Ada beberapa segi pelaksanaan kurikulum yang perlu mendapat perhatian dan erat hubungannya dengan ciri-ciri Kurikulum 1984 SMA. Segi-segi yang dimaksud mencakup kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, administrasi kurikulum, pendekatan belajar mengajar dan penilaian, serta bimbingan karir.

A. Kegiatan Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler

Kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler merupakan hal-hal yang tidak dapat dipisahkan dari tujuan pendidikan secara keseluruhan dari sekolah yang bersangkutan.

Kegiatan Intrakurikuler dilakukan di sekolah yang penjatahan waktunya telah ditentukan dalam struktur program.Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan minimal yang perlu dicapai dalam masing-masing mata pelajaran.

Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan diluar jam pelajaran biasa, yang bertujuan agar siswa lebih memperdalam dan lebih menghayati apa yang dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler.Kegiatan kokurikuler dilaksanakan dalam berbagai bentuk, seperti mempelajari buku-buku tertentu, melakukan penelitian, membuat karangan, dan kegiatan-kegiatan lain yang sejenis,dengan tujuan untuk lebih menghayati/ memperdalam apa yang telah dipelajari.Hasil kegiatan ini ikut menentukan dalam pemberian nilai bagi para siswa.

Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan diluar jam pelajaran biasa ( termasuk pada waktu libur ), yang dilakukan di sekolah ataupun diluar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenal

- 127 -

hubungan antara berbagai mata pelajaran, menyalurkan bakat dan minat, serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya.

Kegiatan mengunjungi obyek-obyek tertentu (gunung, candi, museum, dan sebagainya), drama, palang merah remaja, pramuka, dan kegiatan-kegiatan lain yang sejenis, dapat digolongkan kedalam kegiatan ekstrakurikuler.Kegiatan ini dilakukan secara berkala atau hanya dalam waktu-waktu tertentu dan ikut menilai.

B. Administrasi Kurikulum

Dalam rangka meningkatkan tepat guna dan daya guna pendidikan, dalam kurikulum 1984 SMA diterapkan system kredit yang sekaligus pula dikaitkan dengan system penilaian siswa.

Dengan kredit disini dimaksudkan ukuran satuan beban belajar siswa yang ditentukan oleh jumlah jam pelajaran tatap muka dan pekerjaan rumah per minggu, per semester, dengan cara perhitungan sebagai berikut:

1 kredit = 1 jam pelajaran tatap muka + ½ jam pelajaran pekerjaan rumah per minggu per semester (1 jam pelajaran = 45 menit).

Hal ini mengandung arti bahwa untuk setiap 1 jam pelajaran tatap muka, para siswa diberi pekerjaan rumah yang diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih ½ jam pelajaran.

Setiap siswa yang berhasil menamatkan SMA telah menyelesaikan minimal 222 kredit, dengan perincian:

a. Program Inti = 134 kredit b. Program Khusus = 88 kredit

Jumlah = 222 kredit

Untuk melaksanakan system kredit dengan baik, perlu disusun formulir-formulir yang dapat digunakan sekolah dalam mengatur dan mengelola program pendidikannya yang sekaligus dapat menunjukan kepada ketuntasan belajar siswa sesuai dengan patokan yang ditetapkan.

Ketuntasan belajar ini menunjukan kepada hasil belajar, sedangkan pelaksanaannya diarahkan pada penguasaan keterampilan mengelola perolehannya.

C. Pendekatan Belajar Mengajar dan Penilaian

Proses belajar mengajar dilaksanakan dengan lebih banyak mengacu kepada bagaimana seseorang belajar, selain kepada apa yang ia pelajari. Keterampilan untuk mampu mengelola perolehannya biasa disebut “pendekatan keterampilan proses”.

- 128 -

Kegiatan penilaian terutama diarahkan pada upaya untuk menentukan seberapa jauh tujuan-tujuan maupun proses belajar mengajar yang diinginkan telah terwujud.Penilaian dilakukan secara berkesinambungan dan menyeluruh untuk keperluan peningkatan proses maupun hasil belajar serta pengelolaan program.

D. Bimbingan Karier

Peranan bimbingan dan penyuluhan, terutama bimbingan karier, penting artinya untuk menyesuaikan pendidikan dengan perbedaan perseorangan dan kebutuhan lingkungan.

Bimbingan Karier bukan hanya berarti bimbingan jabatan atau bimbingan tugas, tetapi memiliki arti yang lebih luas yaitu bimbingan agar seseorang dapat memasuki kehidupan, tata hidup dan kejadian di dalam kehidupan, serta mempersiapkan peralihan dari kehidupan sekolah ke dunia kerja.Secara lebih khusus, program bimbingan karier terutama berperan membantu siswa dalam: (1) memahami dirinya; (2) memahami lingkungan/ dunia kerja dalam tata hidup tertentu; dan (3) mengembangkan rencana dan kemampuan untuk mengambil keputusan tentang masa depannya.

Dalam pelaksanaanya, program bimbingan karier ini dapat dilakukan 1 atau 2 kali dalam sebulan, dapat dalam bentuk tatap muka, system belajar sendiri, atau gabungan antara keduanya.Nara sumber yang ada di masyarakat perlu dimanfaatkan dalam melaksanakan program ini.Program bimbingan karier inipun perlu sekaligus dikaitkan dengan masalah patokan tentang segi kesesuaian program pendidikan untuk berbagai bidang kehidupan.

BAB IV:

PENGEMBANGAN DAN PENTAHAPAN PELAKSANAAN KURIKULUM

A. Azas-Azas Pengembangan

Pengembangan Kurikulum 1984 SMA berpedoman pada azas-azas sebagai berikut :

1. Berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan GBHN

Kurikulum dikembangkan dengan berlandaskan Pancasila, UNdang-undang Dasar 1945, serta Garis-Garis Besar Haluan Negara yang berlaku, dalam kerangka mewujudkan cita-cita pembangunan nasional pada umumnya, dan tujuan pendidikan nasional pada khususnya. 2. Keluwesan

Kurikulum dikembangkan dengan mempertimbangkan baik tuntutan kenutuhan siswa pada umumnya maupun kebutuhan pada siswa secara perorangan sesuai dengan minat dan bakatnya, serta kebutuhan lingkungan. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan program inti dan program khusus (Pilihan), serta penggunaan system kredit.

- 129 -

Pengembangan Kurikulum dilakukan secara baertahap dan terus-menerus, yaitu dengan jalan mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan dan hasil-hasil yang telah dicapai untuk mengadakan perbaikan/pemantapan dan pengembangan lebih lanjut.

4. Peran Serta Daerah

Dalam pengembangan kurikulum ada pembagian kewenangan antara Pusat dan Daerah. Wewenang Pusat adalah mengembangkan konsep Program Inti dan Program Khusus (A dan B), sedangkan Daerah berwenang menjabarkan lebih lanjut pelaksanaan konsep tersebut, sesuai dengan cirri dan kondisi daerah, terutama Program B.

Materi Kurikulum 1984 pada dasarnya tidak banyak berbeda dengan materi Kurikulum 1975; yang berbeda adalah organisasi pelaksanaanya, sehingga dengan demikian Kurikulum 1984 dapat dilaksanakan dengan menggunakan bahan/buku-buku serta sarana yang ada.

Perubahan yang diadakan lebih mengarah pada penyederhanaan materi setiap mata pelajaran sehingga mencakup hanya materi-materi yang penting saja. Dengan berkurangnya kepadatan materi kurikulum, hal itu memungkinkanterlaksananya kegiatan belajar mengajar yang lebih baik.

- 130 -

B. Pentahapan Pelaksanaan

Kurikulum 1984 SMA dilaksanakan secara bertahap mulai dengan I pada tahun ajaran 1984/1985, kelas I dan kelas II pada tahun ajaran 1985/1986; dan kelas I, kelas II, kelas III pada tahun ajaran 1986/1987; dan seterusnya. Pentahapan pelaksanaan kurikulum tersebut digambarkan dalam bagan berikut:

Tabel 6.16

Tahapan Pelaksanaan Kurikulum 1984 Sekolah Menengah Atas Tahun Pelajaran Kelas 1984/1985 1985/1986 1986/1987 dan seterusnya I II - III - -

√ = Kelas yang menerapkan Kurikulum 1984

Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun1989

Sebagai perwujudan dari kebutuhan dan tuntutan perkembangan pendidikan nasional sebagai suatu sistem telah diberlakukan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada tanggal 27 Maret 1989. Undang-undang ini memuat aspek antara lain sebagai berikut: