• Tidak ada hasil yang ditemukan

LINGUISTIC THEORI

Dalam dokumen Arsitektur Postmodern (Halaman 62-73)

- Pada teori ini dibahas akan adanya budaya yang semakin krisis pada era modernisasi, yang dapat mempolakan suatu pemikiran, pada pergerakan postmodern mulai diperhatikan akan masalah budaya sampai pada rekonstrukturisasi pemaknaan bahasa arsitektural.

- Dalam teorinya Mies Van de Rohe menjelaskan akan suatu kesatuan yang utuh antara arsitektur dan teknologi yang ada, tetapi lama kelamaan salah satu akan mendominasi yang lainnya. Dari hal ini budaya arsitektur dapat terkikis oleh perkembangan teknologi yang ada.

Strukturalisme ;

- Struktural lebih menfokuskan pada kode, konvensi, dan proses pertanggung jawaban dari pekerjaan dimana menciptakan arti sosial. Struktur merupakan sebuah proses yang liguistik, psycoanalitic, metaphisical, logical, sosiological. Dalam desain struktur merupakan sesuatu kejelasan yang dapat mempertegas arti dari desain yang akan diwujudkan.

Post strukturalism ;

- Dalam hal ini untuk membedakan strukturalism dan poststrukturalism sangatlah sulit, karena keduanya hampir sama, Dan untuk memisahkannya dilihat dari aspek bahasa arsitektural yang ditimbulkan dalam desain yang ada,

poststrukturalisme lebih mengarah pada pemaknaan dari karya desain arsitekturalnya.

Menurut kelompok kami terhadap konteks teori bahasa :

Bahasa dalam arsitektur mempunyai suatu keterkaitan dengan penanda dan

pertanda, hal inilah yang kemudian disampaikan oleh perancang untuk memberikan suatu makna terhadap bangunan. Dalam konteks derrida dibahas bahwa tidak ada suatu konteks yang jelas untuk memisahkan antara petanda dengan penanda. Dalam bahasa arsitektural suatu tanda akan membawa kita ketanda seterusnya tanpa suatu batasan yang jelas. Perlu diketahui dalam hal ini tanda sangat tidak indentik dengan makna, kalau makna dapat berubah menurut ruang lingkup dari tanda yang mengikutinya. Pada dasarnya bahasa arsitektural tidak stabil seperti yang telah dijelaskan oleh kaum strukturalisme, jadi elemen bahasa tidak bisa didefinisikan dengan jelas bila tanpa menelusuri tanda yang saling terkait. Poststrukturalisme adalah suatu reaksi yang ditimbulkan oleh strukturalime,

poststrukturalisme memiliki kaitan erat dengan konstruksi massa, bidang, material yang membentuk suatu elemen struktural yang tidak terikat dengan standart teori yang ada, tetapi merupakan suatu pengembangan dari teori tersebut.

Contoh dari teori bahasa ialah:

1. Parochial Complex

Vienna, Austria, 1981

Architect : Werner Appelt.

Bangunan ini merupakan bangunan ketiga dari Katholik centre yang ada di Vienna. Pada bangunan ini kita dapat melihat bangunan ini memang dengan sengaja

didesain dari awal dengan konsep klasik dimana tujuan arsitek yang berusaha menciptakan kesan formal dan religius. Dimana hal tersebut dapat dicapai dengan pengolahan ruang dan tampilan bangunan yang bergaya klasik dan kuno. Dari tampilan depan bangunan yang menggunakan efek dan pengolahan lengkung dalam desain tampilan depan bangunan memperjelas unsur postmodern dalam bangunan ditambah pengolahan masa yang tampak kokoh dengan beton–beton tebal, dimana bukaan hanya mengandalkan jendela yang penempatannya disusun sedemikian rupa sehingga memberikan penerangan yang baik dan cukup terhadap ruangan. Pada bagian interior dari bangunan kita dapat melihat kesan ruang yang tinggi dan besar yang berusaha mencapai kesan monumental yang memang sangat cocok ditimbulkan oleh bangunan – bangunan yang digunakan untuk acara – acara religius. Dari berbagai segi bangunan ini mempunyai suatu pertanda tersendiri, muali dari tampak luar yang terkesan formil dan religius yang dapat dirasakan dan dibaca dengan pola pemikiran kita. Lalu setelah kita memasuki ruangan akan terkesan berbeda dengan pola pafon yang lengkung dan tinggi akan memberikan suatu kesan akan kebesaran yang kuasa. Bila dibahas lebih dalam lagi konteks bahasa arsitektur akan semakin banyak dan tidak mempunyai batasan yang begitu jelas.

2. Spirit and soul unfold in a Spanish chapel

Kemungkinan besar perancang ingin menghadirkan suatu kestabilan yang dinamis melalui bentuk yang dihadirkan. Maksud dari kestabilan yang dinamis disini ialah perancang ingin menggugah psikologis dari manusianya. Pada bangunan kapel dibuat miring pada sisi-sisinya, dimaksudkan agar pemakai terguncang dan sadar akan dirinya yang tidak berdaya, dan mengakui akan kebesaran penciptanya. Jadi bahasa dalam arsitektur tidak selalu didasarkan akan ornamentasi pada bangunan, tetapi juga dari bentukan yang ditimbulkan yang dapat merangsang pola pemikiran kata dalam merasakan suatu esensi dari ruang yang ditimbulkan.

Dekonstruksi

Dekonstruksi menganalisis poin dan konsep yang sebenarnya dapat dimengerti diri kita sendiri secara alami,dengan tujuan memasukkan unsur filosofi dalam

menghadirkan bentukan baru yang bertolak belakang satu sama lain.

Dekonstruksi merupakan bentuk kritik postmodern terhadap arsitektur modern yang ingin mengakhiri dominasi arsitektur modern,ingin melepaskan diri dari form follow function

Artinya disini bahwa Dekonstruksi adalah merupakan suatu gerakan yang ingin melepaskan diri dari ketergantungan pada arsitektur modern, melepaskan diri dari kungkungan doktrin form follow function, menitikberatkan bentukan daripada fungsi, mengubah slogan menjadi function follow form atau ada juga yang menggantinya dengan form follow fun, bentukan bisa semaunya berdasarkan konsep sang arsitek,fungsi ruang mengikuti belakangan tanpa mengurangi nilai

fungsi dan estetis. Dalam mencapai bentukan yang diiginkan terkadang

menghadirkan dua hal yang saling bersebrangan dan berlawanan, antara ada dan tidak ada, ide kebanyakan berangkat dari elemen –elemen ruang yang telah dipisah –pisah dan diuraikan menjadi bagian – bagian yang kemudian dikomposisi ulang

Teori Dekonstruksi

Menurut Nietzche dan Derrida, Dekonstruksi adalah terdiri dari komponen de dan dis yang bila diartikan

“Dekonstruksi itu tidak tersentral, tidak terkomposisi dan memisah struktur ke dalam bagian menolak kepalsuan, mencemooh, mengutuk, mencela semua nilai dan tujuan yang dicapai oleh pemikiran tunggal dan menunjukkan sejauh mana keterkaitannya. Merendahkan sistem unity, menon-manusiawikan kemanusiaan, menon-sakralkan agama, menurunkan monarkhi, menon-sentralkan kota,

menghancurkan dan menurunkan kualitas atau hanya dengan memindahkan saja.

Akhirnya untuk mereka yang menginginkan keharmonisan sosial dan setidaknya gedung berdiri saja harus ada pengrusakan, pembongkaran dan penghancuran.

Asas Dekonstruksi harus humor, ironis, skeptical, penuh dengan peran atau tidak tersikap, kesalahpahaman terhadap agendanya sendiri dan pengkhianatan

terhadap ketidakjujuran”.

Teori oleh derrida dan Nietzche sangat cocok dan tepat sekali dalam menjelaskan definisi dari dekonstruksi untuk lebih jelasnya akan diambilkan sebuah contoh bangunan di Budapest milik Laslo Rajk

Aplikasi Bentukan

Bangunan ini memakai teknik montage yang mengambil elemen arsitektural dari bangunan dilingkungan sekitarnya, struktur dasarnya dengan merakit semua elemen – elemen façade tersebut.Tampaknya yang kelihatan kacau hasil

karakteristik individual terlihat statis, dekoratif namun tetap dinamis. Detail façade berubah secara konstan ketika ditemukan elemen - elemen baru oleh para

penyewa stan didalamnya

Leher ter ini merupakan salah satu contoh obyek yang hampir mendekati dengan asas dekonstruksi, cocok dengan dan swesuai baik dengan sub paradigma

dekonstruksi maupun klop dengan teori milik Derrida dan Nietzsche

PARADIGMA 4 : MARXISME

Aliran kelompok Marxisme lebih menitikberatkan perubahan besar-besaran dalam bidang arsitektur yang dapat memenuhi kebutuhan sosial, perubahan berupa bentuk kerjasama grup berkala seperti revolusi mahasiswa yang diharapkan membawa perubahan besar. Institusi memegang peranan penting dalam melakukan kontrol dan fungsi sosial.

Teori Marxism

Subtitle Experience of Modernity

“Revolusi dari produksi yang konstan, gangguan yang tidak terinterupsi dari semua hubungan sosial ketidakpastian abadi dan yang mendorong, membedakan jaman borjuis dengan jaman sebelumnya. Semua kepastian, hubungan kaku yang cepat, dengan kereta penuh ide-ide dan pendapat mulia, semua bentukan baru menjadi kuno sebelum mereka menjadi hancur. Semua terkikis, semua melebur di udara. Semua hal yang suci menjadi tidak senonoh dan manusia ditantang menghadapi kondisi sebenarnya dengan akalnya”.

Teori berhubungan dengan paradigma Marxisme, karena adanya hal yang

menceritakan tentang revolusi besar-besaran secara konstan yang menghendaki terjadinya bentukan baru dalam lingkungan sosial, manusia seperti ditantang untuk bepikir dalam menghadapi realita

Aplikasi Bentukan

Samitaur Building oleh Eric Owen Moss merupakan salah satu contoh yang diambil untuk membuktikan teori dari Marshall Berman. Beberapa poin penting dari

Marxism secara garis besar yaitu adanya perubahan besar di bidang sosial yang berhubungan dengan gaya arsitektur borjuis, kemudian hasil karya merupakan bentuk kerjasama kelompok, menyatukan philosophy sejarah psychology dan politik ke dalam suatu aliran.

Pada Samitaur Building ini terlihat adanya beberapa faktor di atas yaitu hasil karya ini merupakan bentuk kerjasama kelompok terdiri dari grup arsitek, lebih dari satu arsitek (Smith dan Moss) menggabungkan dua pola pikir yang membawa ke

perubahan besar.

Gaya bangunannya yang masif seolah mengambil bentukan arsitektur klasik yang kemudian dimodifikasi, cenderung dominan di lingkungannya dan mempengaruhi bentukan bangunan tetangga. Hal ini dianggap merupakan perubahan di bidang sosial yang berhubungan dengan gaya borjuis.

Yang paling penting adanya penyatuan philosophy, sejarah, pstychology dan politik ke dalam suatu aliran.

Philosophy menggunakan apa yang disebutnya sebagai Gnostic architecture yaitu rumit, individual dan open ended.

Sejarah terlihat dari bentuknya yang masif diberi lubang kecil di sana-sini dan permainan bayangan yang diciptakan dari bentukannya, tanpa permainan material.

Politik yang diterapkan adalah memaksimalkan pemanfaatan site yang kecil, sehingga bangunan diangkat dan menghubungkan 3 buah gudang, secara tidak langsung menyatukan geografi dan membentuk topografi yang unik.

Bila dikaitkan dengan teori Berman yang menyatakan semua hal suci menjadi tidak senonoh dan melebur menjadi satu di udara, membuat manusia ditantang untuk mencari akal menghadapi realita. Kiranya Samitaur Building bisa dikategorikan

dalam ke paradigma Marxism dan sesuai atau cocok dengan teori Berman yang diambil dari Communist Manifesto, Karl Marx.

PARADIGMA 5 : FEMINISME

Sistem arsitektur didefinisikan dari apa yang ikut serta dan yang tidak

diikutsertakan, menekankan pada psychoanalisis yang memiliki arti ruang sebagai penekanan pada interior didefinisikan oleh wanita dan tubuhnya serta sistem yang terkandung dalam penekanan tersebut.

Aliran feminisme lahir karena didasari rasa ingin mendapatkan persamaan kedudukan dengan kaum pria dalam aspek social politik, hukum, pendidikan

dimana wanita diharapkan lebih berperan dalam arsitektur (include) daripada hanya dieksploitasi keindahan tubuhnya, dijadikan patokan dalam represi makna rung interior (exclude).

Dalam arsitektur postmodern kebanyakan pria lebih memegang peranan penting dalam perubahan dunia arsitektur, melihat hal ini para arsitek – arsitek wanita menuntut persamaan kedudukan melalaui gerakan feminisme. Mereka menyadari bahwa selama ini tubuh dan kemolekan mereka dijadikan objek dalam arsitektur (diikutsertakan ) terutama dalam penataan interior ruang tanpa adanya

kesempatan ikut serta sendiri dalam berarsitektur.Selain itu juga memperjuangkan persamaan kedudukan dalam hal upah kerja,persamaan hukum dan pendidikan

Menurut Dolores Hayden dalam “What Would a Non Sexist City Be Like ?”

“Saya mempercayai titik serang feminist yang menunjukkan adanya pembagian ruang publik dengan ruang privat”

Para feminist menuntut adanya pembagian ruang dalam arsitektur yang memperhatikan kebutuhan ruang seorang wanita, seperti adanya dapur khusus dan taman pribadi. Mereka menginginkan pembagian ruang yang jelas antara ruang privat dan publik dengan tambahan ruang yang lebih baik. Kaitannya dengan paradigma, adalah dari teori ini kita dapat melihat adanya jalan pemikiran yang sama antara Hayden dengan feminist yang lain yang menolak adanya

pengeksploitasian tubuh wanita sebagai acuan estetis interior , sehingga mereka menuntut lebih ke pembagian ruang yang jelas

Aplikasi Bentukan

Salah satu contoh arsitek wanita yang sejalan dengan pemikiran ini mungkin adalah Zaha Hadid dengan bangunannya Science Centre Wolfsburg di Jerman. Bangunan ini merupakan galery dimana bentukan bangunan geometri penuh sudut saling berpotongan dan kadang hanya berupa bidang yang membentuk rongga . Dibuat berdasar sistem visual axis,berkesan masif tapi ringan dengan konsep ruang yang menciptakan hubungan organis antara public square dengan gallery dan foyer

Dilihat dari konsep ruang terlihat adanya pembagian ,namun kurang begitu jelas mana yang publik dan yang privat .Bila dikaitkan antara teori Dolores dengan

bangunan Zaha terlihat adanya hubungan walaupun tidak langsung,tapi ada

kecocokan antara keduanya sama-sama membatasi area publik dan privat dengan caranya sendiri. Dikaitkan dengan paradigma feminism yaitu adanya penataan interior yang yang terdiri dari bidang yang menampilkan kesederhanaan sekaligus kerumitan yang tingi tanpa pemakaian tubuh wanita sebagai acuan estetis interior

Contoh ini dapat masuk dalam teori Hayden walaupun lemah , dan cocok dengan paradigma feminism

Tema arsitektural postmodern

Pada postmodern teori titik beratnya ada pada pelestarian aset – aset perkotaan yang menjadi artifak budaya , dimana seni memainkan peranan penting dalam teori arsitektur postmodern daripada teknologi

.Segi positif dari arsitektur modern adalah didasarkan pada prinsip kenikmatan salah satu contohnya adalah kualitas ruang yang terbentuk mesti nyaman,standard dan sebagainya

Salah satu hal yang menantang dalam arsitektur postmodern adalah adanya pengulangan secara original, meminjam hasil karya orang lain untuk ditampilkan kembali pada kebanyakan karya arsitektur modern seperti menghasilkan karya maskulin untuk artis yang feminim,salah satu cara menarik perhatian penikmat seni

Kebanyakan hasil arsitektur modern sudah terstandard ,harus umum ,kalau tidak berarti salah.Padahal arsitektur adalah campuran seni , sejarah dan teknologi yang sifatnya subyektif.Karena selalu dicekoki yang umum ,maka ketika mengenal aliran baru yang sama sekali lain kemudian merasa aneh kemudian dikatakan tidak

serius,tidak terstruktur dsb

Dalam dokumen Arsitektur Postmodern (Halaman 62-73)

Dokumen terkait