• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAGNET

Bab 1

Listrik dan Magnet

A. Pengantar

Listrik sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari karena berbagai peralatan dalam kehidupan modern dioperasikan menggunakan listrik. Oleh karena itu, dalam mempelajari konsep kelistrikan siswa harus dibawa pada konteks kehidupan nyata. Pada bab ini, siswa mula-mula diberikan pengalaman mengenal konsep muatan listrik yang bersifat abstrak dan melakukan aktivitas bagaimana membuat suatu benda menjadi bermuatan listrik. Siswa juga mengamati interaksi benda-benda yang bermuatan berbeda.

Selanjutnya, siswa mengenal konsep arus listrik dan membuat rangkaian listrik dengan susunan hambatan seri-paralel. Siswa membandingkan secara kualitatif besar kuat arus listrik dengan mengamati nyala lampu pada rangkaian yang berbeda. Pada bagian akhir siswa mempelajari konsep daya dan energi listrik, dua besaran listrik yang sangat penting dalam pemanfaatan listrik di kehidupan nyata. Bahkan siswa dibawa pada kehidupan nyata di rumahnya masing-masing untuk mendata dan menghitung energi listrik yang digunakan, termasuk memberikan saran agar penggunaan listrik di rumah menjadi lebih hemat.

Materi kemagnetan meliputi gejala kemagnetan, kutub magnet, medan magnet, cara pembuatan magnet, serta elektromagnet dan pemanfaatannya. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan materi kemagnetan untuk tuna rungu, materi ini digunakan sebagai sarana mempelajari alam, namun lebih dari itu digunakan sebagai sarana untuk mengenal dan memaknai kosakata baru yang nanti berguna dalam kehidupannya. Kosakata itu antara lain: magnet, kutub, medan magnet, kompas, elektromagnet, dan bel listrik.

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

Tabel 1.1. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar

3.Memahami pengetahuan

C. Pembelajaran pada Topik Listrik dan Magnet 1. Alokasi Waktu dan Subtopik

Pembelajaran dan penilaian topik Listrik dan Magnet memerlukan waktu 24 jam pelajaran atau 12 Tatap Muka (TM) termasuk tugas proyek dan ulangan harian. Pengorganisasian 12 TM tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 1.2. Alokasi Waktu dan Subtopik

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar

prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait fenomena dan kejadian nyata dalam kehidupan.

serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

4.Mencoba, mengolah dan menyajikan dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,

memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,

menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

4.1 Membuat elektromagnetik sederhana dan

menggunakannya untuk mendeteksi benda-benda yang ditarik oleh magnet.

Tatap Muka Materi

1 Muatan Listrik (2 JP)

2 Rangkaian Listrik: Hukum Ohm (2 JP) 3 Rangkaian Seri dan Paralel (2 JP) 4 Energi dan Daya Listrik (2 JP) 5 Kemagnetan (2 JP)

6-7 Medan Magnet dan Pembuatan Magnet (4 JP) 8 Elektromagnet (2 JP) 9 Tugas Proyek (6 JP) 10 11 12 Ulangan Harian (2 JP)

2. Pertemuan I: Muatan Listrik (2 JP)

a. Materi untuk Guru

Pertemuan ini dimaksudkan untuk mengajarkan tentang muatan listrik dan cara membuat suatu benda menjadi bermuatan listrik. Benda menjadi bermuatan listrik negatif jika mendapat tambahan elektron dan menjadi bermuatan positif jika kehilangan elektron. Pengalaman empiris membuat benda menjadi bermuatan listrik dilakukan siswa dengan cara menggosokkan kain sutera pada batang kaca dan kain wol pada batang plastik, juga interaksi batang kaca dan batang plastik setelah digosok.

b. Pembelajaran

1) Tujuan Pembelajaran

a) Siswa dapat menjelaskan penyebab suatu benda menjadi bermuatan listrik positif atau negatif.

b) Siswa melakukan percobaan sederhana untuk membuat suatu benda menjadi bermuatan listrik positif atau negatif.

2) Kegiatan Pembelajaran a) Pendahuluan

Guru bertanya kepada siswa, “Pernahkah melihat petir? Mengapa petir bisa terjadi?”. Siswa diminta menjawab tetapi jawabannya ditampung saja. Guru memotivasi siswa dengan cara menggosok-gosokkan mistar plastik pada rambut kering lalu mendekatkan penggaris tersebut pada potongan kertas kecil-kecil. Siswa diminta mengamati apa yang terjadi dan mengajukan pertanyaan berdasarkan hasil pengamatan tersebut. Guru mengarahkan satu pertanyaan, misalnya: “mengapa setelah digosok rambut kering, penggaris dapat menarik kertas kertas kecil?”. Jawaban pertanyaan akan ditemukan melalui kegiatan inti. Guru menyampaikan secara garis besar tujuan pembelajaran pada pertemuan ini.

b) Inti

Guru menyajikan Gambar 1.1 tanpa keterangan, kemudian meminta salah satu siswa untuk menjelaskan gambar tersebut. Siswa lain diminta menanggapi penjelasan tersebut, lalu guru memberikan penguatan konsep yang benar tentang atom dan bagian-bagiannya

dan dikaitkan dengan bagaimana suatu benda dapat bermuatan positif atau negatif. Siswa secara berkelompok diminta melakukan kegiatan penyelidikan 1 pada Buku Siswa. Setelah selesai, salah satu kelompok diminta mempresentasikan hasilnya dan kelompok lain menanggapi.

Guru memberikan penguatan tentang penyebab suatu benda dapat menjadi bermuatan positif atau negatif dan interaksinya menggunakan Gambar 1.2.

c) Penutup

Siswa dibimbing menemukan jawaban dari beberapa pertanyaan apersepsi dan motivasi pada kegiatan pendahuluan, misalnya: “bagaimana petir dapat terjadi dan mengapa mistar plastik yang telah digosok rambut kering dapat menarik kertas-kertas kecil?”.

3) Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran

Bahan yang digunakan adalah batang kaca, batang plastik, kain sutera, kain wol, mistar plastik, dan potongan kertas kecil-kecil. Sedangkan media yang digunakan ialah Gambar 1.1 dan 1.2 pada Buku Siswa yang diperbesar. 4) Sumber Belajar

Buku siswa

3. Pertemuan II: Rangkaian Listrik: Hukum Ohm (2 JP)

a. Materi untuk Guru

Pada pertemuan sebelumnya, siswa memahami bahwa bagian atom yang dapat bergerak bebas adalah elektron. Jumlah elektron yang mengalir per satuan waktu disebut kuat arus listrik. Meskipun yang bergerak adalah elektron, tetapi definisi arus listrik konvensional adalah dari kutub positif ke kutub negatif, sehingga arah arus listrik konvensional berlawanan dengan arah elektron.

Pada pertemuan ini siswa diajak melakukan pengukuran besarnya kuat arus dan tegangan, serta bagaimana hubungan kedua besaran tersebut yang memenuhi hukum Ohm.

b. Pembelajaran

1) Tujuan Pembelajaran

a) Siswa dapat menjelaskan pengertian kuat arus listrik dan membandingkan arahnya dengan arah elektron.

b) Siswa dapat menentukan hubungan kuat arus dan sumber tegangan melalui hukum Ohm.

2) Kegiatan Pembelajaran a) Pendahuluan

Guru menyalakan lampu ruangan dan menjelaskan bagaimana mekanisme secara kelistrikan sehingga lampu dapat menyala. Penjelasan akan lebih konkret jika menggunakan visualisasi PhET, sehingga siswa menangkap visualisasi gerak elektron. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan ini.

b) Inti

Guru menjelaskan cara membaca skala alat ukur listrik voltmeter dan amperemeter, serta cara merangkainya. Melalui demonstrasi, guru merangkai baterai dan lampu hingga menyala. Guru memasang voltmeter untuk mengukur beda potensial pada lampu dan memasang amperemeter untuk mengukur kuat arus yang melewatinya. Siswa diminta bergantian membaca dan mencatat penunjukan skala sesuai arahan guru. Guru meminta siswa menambah jumlah baterai pada rangkaian tersebut dan mengulangi langkah pengukuran beda potensial dan kuat arus serta mencatat hasilnya seperti langkah sebelumnya. Siswa menambah lagi satu baterai dan mengulangi langkah tersebut. Siswa mencatat hasil pembacaan voltmeter dan amperemeter pada tabel seperti di bawah ini.

Tabel 1.3. Hasil Pembacaan Voltmeter dan Amperemeter

Selanjutnya, siswa diminta menyimpulkan berdasarkan kecenderungan data dalam tabel serta merumuskan hubungan antara beda potensial dan kuat arus pada suatu rangkaian.

c) Penutup

Siswa diminta memantapkan pemahamannya tentang pengertian arus listrik, kuat arus listrik, arah arus listrik,

Jumlah

Baterai PenunjukanVoltmeter AmperematerPenunjukan

1 2 3

dan arah gerak elektron dalam suatu rangkaian listrik. Siswa juga diminta memantapkan hubungan beda potensial dan kuat arus sesuai hukum Ohm.

3) Alat, Bahan dan Media Pembelajaran

• Alat: bola lampu dengan spesifikasi yang diberi tegangan hingga 4,5 volt beserta pegangannya, 3 baterai beserta pegangannya, 2 potong kabel beserta penjepit buaya, voltmeter, dan amperemeter.

• Media: PhET listrik dinamis 4) Sumber Belajar

Buku siswa dan internet

4. Pertemuan III: Rangkaian Seri dan Paralel (2 JP)

a. Materi untuk Guru

Pembelajaran pada pertemuan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman praktek kepada siswa tentang rangkaian seri dan paralel. Pada rangkaian seri, setiap komponen dalam rangkaian tersebut akan dilewati arus listrik dengan kuat arus sama, tidak dipengaruhi posisi komponen dekat atau jauh dari sumber listrik. Pada rangkaian paralel, setiap komponen yang dirangkai paralel memiliki beda potensial (tegangan) yang sama. Pada rangkaian seri, arus listrik mengalir dalam satu jalur rangkaian, maka jika salah satu komponen putus atau ada bagian yang terbuka, maka komponen atau bagian lain tidak akan dilalui arus listrik.

Rangkaian paralel memiliki banyak jalur, maka jika salah satu jalur terbuka, arus listrik masih dapat melalui jalur lain yang tertutup.

Rangkaian seri dan paralel digunakan dalam kehidupan sehari-hari sesuai kebutuhan. Sekring di rumah-rumah dipasang seri terhadap semua beban (peralatan listrik) sehingga jika terjadi konsleting listrik, sekring akan putus atau terbuka, semua aliran arus listrik dari PLN berhenti dan tidak menimbulkan kerusakan atau kebakaran.

Rangkaian lampu antar kamar atau antar ruangan di rumah-rumah dirangkai secara paralel sehingga ketika satu lampu dimatikan tidak menyebabkan matinya lampu di ruangan yang lain. Siswa perlu mengenali pemasangan rangkaian seri dan paralel yang lain dalam kehidupan sehari-hari.

b. Pembelajaran

1) Tujuan Pembelajaran

a) Siswa dapat membuat rangkaian seri dan paralel.

b) Siswa dapat membandingkan rangkaian seri dan paralel. c) Siswa dapat menemukan penerapan rangkaian seri dan

paralel dalam kehidupan sehari-hari. 2) Kegiatan Pembelajaran

a) Pendahuluan

Guru memulai pembelajaran dengan menyalakan atau mematikan lampu dalam kelas yang dirangkai seri (biasanya dalam satu kelas, terdapat lebih dari satu lampu yang dirangkai seri). Siswa diminta mengamati. Kemudian guru menyalakan atau mematikan lampu di luar ruangan. Siswa diminta mengamati apakah ketika lampu di luar ruangan dimatikan, lampu dalam kelas juga ikut mati?. Siswa diminta membandingkan peristiwa pertama dan kedua, dan menyampaikan pertanyaan terkait keadaan tersebut. Guru menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini untuk menjawab pertanyaan tentang rangkaian seri dan paralel. b) Inti

Secara berkelompok, siswa diminta menyiapkan peralatan pratikum yang sudah dibawa dari rumah (atau disiapkan sekolah), yaitu 2 baterai beserta tempatnya, 4 bola lampu kecil beserta tempatnya, dan 7 potong kabel yang sudah dilengkapi penjepit buaya. Siswa diminta melaksanakan kegiatan praktek sesuai Kegiatan Penyelidikan 2, dan mencatat hasilnya secara cermat dan jujur. Setelah selesai, salah satu kelompok presentasi, kelompok lain menanggapi. Guru mengarahkan diskusi hingga diperoleh pemahaman tentang karakteristik rangkaian seri dan paralel. Siswa dibimbing untuk memahami persamaan hambatan pengganti pada rangkaian seri dan paralel dan mengerjakan soal penggunaan matematika pada buku siswa.

c) Penutup

Siswa dibimbing untuk menemukan jawaban pertanyaan pada kegiatan motivasi. Siswa diminta mengidentifikasi rangkaian seri dan paralel yang lain dalam kehidupan sehari-hari.

3) Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran

Alat dan bahan yang digunakan berupa 2 baterai beserta tempatnya, 4 bola lampu kecil beserta tempatnya, dan 7 potong kabel yang sudah dilengkapi penjepit buaya.

4) Sumber Belajar Buku siswa

5. Pertemuan IV: Energi dan Daya Listrik (2 JP)

a. Materi untuk Guru

Pembelajaran ini untuk memahamkan siswa tentang energi listrik dan daya listrik. Daya merupakan energi per satuan waktu. Besarnya energi listrik yang diperlukan dipengaruhi oleh besarnya daya alat listrik yang digunakan dan waktu penggunaan alat tersebut. Siswa perlu dipahamkan bagaimana menghemat energi listrik dengan memperhatikan dua variabel diatas.

Perlu disadarkan bahwa energi listrik diproduksi dengan biaya besar dan setiap penggunaannya juga memerlukan biaya besar, sehingga perilaku hemat energi sangat dianjurkan.

b. Pembelajaran

1) Tujuan Pembelajaran

a) Siswa dapat mengenali besaran daya setiap alat listrik yang digunakan.

b) Siswa dapat menghitung besarnya energi listrik yang diperlukan suatu alat listrik tertentu.

c) Siswa mampu mengusulkan perilaku hemat energi listrik. 2) Kegiatan Pembelajaran

a) Pendahuluan

Guru menyalakan lampu yang dayanya berbeda. Siswa diminta menyampaikan hasil pengamatannya dan menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi. Guru menunjukkan spesifikasi lampu-lampu tersebut, misalnya 15W-220V dan menanyakan kira-kira apa maknanya?. Siswa diminta menjawab tetapi jawabannya ditampung saja dan akan dikuatkan setelah kegiatan inti.

b) Inti

Guru menyampaikan bahwa setiap peralatan listrik selalu dilengkapi spesifikasi daya dan tegangan listrik yang diperlukan, misalnya menayangkan Gambar 3.8,

dan menjelaskan informasi yang ada terutama berkaitan dengan besaran-besaran listriknya. Guru memberikan penekanan bahwa jika sumber tegangannya lebih kecil dari spesifikasi, maka dayanya tidak maksimal. Jika sumber tegangannya lebih tinggi dari spesifikasi, maka peralatannya akan rusak. Guru mendeskripsikan persamaan E = P x t beserta satuannya dan membahas contoh perhitungan energi listrik dari beberapa alat listrik, sebagaimana disajikan contoh dalam buku siswa.

Kemudian siswa diminta mengerjakan soal Penggunaan Matematika nomor 9. Siswa juga diminta mengerjakan soal-soal Uji Kompetensi yang lain dan dibahas poin-poin yang penting sesuai kondisi waktu yang tersedia.

c). Penutup

Salah satu siswa diminta menyampaikan penjelasan hubungan antara daya dan energi listrik serta menjelaskan kembali tulisan spesifikasi pada lampu: 15W-220V yang sebelumnya dibahas pada kegiatan awal. Siswa diminta mengerjakan tugas proyek pada Buku Siswa dan hasilnya dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

3) Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran Media: perbesaran gambar 3.8

4) Sumber Belajar Buku siswa

6. Pertemuan V: Kemagnetan (2 JP)

a. Materi Untuk Guru

Dari segi materi, pertemuan ini meliputi: 1) Gejala kemagnetan

2) Kutub magnet

3) Medan magnet dan garis gaya magnet 4) Kemagnetan bumi dan kompas.

Untuk diketahui guru: magnet selalu memiliki dua kutub. Penamaan kutub utara dan selatan itu hanya label, namun nama itulah yang disepakati. Jika digantung bebas, kutub utara selalu menunjuk arah utara, dan sebaliknya.

b. Pembelajaran

1) Tujuan Pembelajaran

b) Siswa dapat menentukan kutub magnet berdasarkan interaksi dengan magnet yang kutubnya telah diketahui. c) Siswa dapat menggambarkan garis-gaya magnet.

d) Siswa dapat menggunakan kompas. 2) Kegiatan Pembelajaran

a) Pendahuluan

Untuk memperoleh perhatian dan memotivasi siswa tunjukkanlah magnet. Mintalah mereka untuk “bermain-main” dengan magnet, kemudian latih kosakata magnet. Sampaikan tujuan pembelajarannya.

b) Inti

Mintalah siswa menyelidiki gaya terkuat pada magnet (Kegiatan BS) dan mendiskusikan hasilnya, untuk ke konsep kutub magnet. Latih siswa dalam memaknai kosakata “kutub magnet” dengan menunjukkan letaknya. Lanjutkan dengan kegiatan menyelidiki interaksi antar kutub magnet dan mendiskusikan hasilnya. Perkuat makna “kutub senama tolak menolak” dan “kutub tak senama tarik-menarik”.

c) Penutup

Lakukan refleksi serta penugasan mandiri: Soal-soal uji kompetensi yang bersesuaian.

3) Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran

a) Alat dan Bahan: magnet dan penjepit kertas

b) Media: tayangan kosa kata (magnet, kutub, tarik menarik, tolak menolak) dan gambar bendanya

4) Sumber Belajar

a) Buku pegangan bagi siswa

b) Sumber lain yang relevan (misalnya internet)

7. Pertemuan VI-VII: Medan Magnet dan Pembuatan Magnet (4 JP)

a. Materi Untuk Guru

Pertemuan V dimaksudkan terutama untuk melatihkan kepada siswa tentang kegunaan kompas dan cara membuat magnet. Untuk diketahui guru: Kutub Utara Magnet Bumi tidak persis terletak di kutub selatan. Demikian juga, Kutub Selatan Magnet Bumi tidak persis terletak di kutub utara. Inilah yang membuat jarum kompas tidak tepat menunjuk arah utara selatan. Anda bisa mendiskusikan hal ini dengan siswa Anda.

b. Pembelajaran

1) Tujuan Pembelajaran

a) Siswa dapat menggambar garis gaya magnet.

b) Siswa dapat menentukan interaksi magnet yang digantung bebas dengan kutub magnet bumi.

c) Siswa dapat memanfaatkan kompas sebagai penunjuk arah. d) Siswa dapat membuat magnet.

2) Kegiatan Pembelajaran a) Pendahuluan

Untuk memperoleh perhatian dan memotivasi siswa, tayangkan/tunjukkan kompas, geser-geser kompas, dan mintalah siswa untuk mengamati bahwa jarum kompas tetap menunjuk arah tertentu. Beri kesempatan siswa untuk mengakuisisi kosakata “kompas” dan perkuat maknanya.

b) Inti

Mintalah siswa melakukan kegiatan menggambar garis gaya magnet secara kooperatif. Beri bantuan secukupnya. Mintalah siswa bertanya jika ada yang tidak dipahami. Selanjutnya, mintalah siswa untuk menganalisis data yang dikumpulkan, kemudian menarik simpulan. Doronglah mereka untuk mengomunikasikan hasilnya kepada teman yang lain. Lanjutkan dengan kegiatan membuat magnet. c) Penutup

Lakukan refleksi dan tanya jawab dengan kosakata yang baru didapat.

3) Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran

a) Alat dan bahan: magnet, kompas, serbuk besi, kertas, dan benang

b) Media: power point yang berisi kata-kata dan gambar untuk kosakata baru

4) Sumber Belajar a) Buku siswa

b) Sumber lain yang relevan (misalnya BSE IPA CTL dan internet)

8. Pertemuan VIII: Elektromagnet (2 JP)

a. Materi Untuk Guru

tentang gejala kemagnetan di sekitar kawat berarus, atau elektromagnetik, serta contoh pemanfaatannya. Untuk diketahui oleh guru bahwa kekuatan magnet yang berasal dari arus listrik bergantung pada kuat arus dan jumlah lilitan, serta jarak dari kawat. Jika melakukan percobaan ini, yang perlu diingat:

1) kawat penghantar jangan dikupas. 2) perbanyak lilitan, agar arusnya kecil.

3) jika diperlukan, beri hambat geser agar arus tidak terlalu besar.

b. Pembelajaran

1) Tujuan Pembelajaran

a) Siswa dapat menunjukkan gejala elektromagnetik.

b) Siswa dapat menjelaskan pemanfaatan gejala elektromagnetik.

2) Kegiatan Pembelajaran a) Pendahuluan

Tunjukkanlah bel listrik untuk mendapatkan perhatian siswa. Mintalah mereka untuk menekan tombol dan meraba bel, sehingga mereka mengidentifikasi keterkaitan adanya listrik dengan pukulan pada bel. Menyampaikan inti tujuan pembelajaran.

b) Inti

Mintalah siswa untuk melakukan kegiatan membuat elektromagnet dan menguji kekuatannya dalam kelompok kooperatif. Kemudian doronglah siswa untuk mendiskusikan pemanfaatan gejala ini. Gunakan media

power point yang menunjukkan kegunaan elektromagnet

(memindahkan benda-benda logam dan bel listrik). c) Penutup

Mintalah mereka membuat tugas proyek: membuat motor listrik sederhana pada pertemuan berikutnya (tunjukkan dengan media power point).

3) Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran

a) Alat: baterai, kawat berisolasi tipis, paku besar, penjepit kertas, dan penjepit buaya

b) Media: power point tentang skema kegunaan elektromagnet 4) Sumber Belajar

a) Buku siswa

9. Pertemuan IX-XI: Tugas Proyek (6 JP)

a. Materi Untuk Guru

Pertemuan VIII dimaksudkan untuk melatihkan kepada siswa keterampilan dan pemahaman tentang motor listrik.

b. Pembelajaran

1) Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat membuat motor listrik sederhana. 2) Kegiatan Pembelajaran

a) Pendahuluan

Fokuskan pada tugas proyek dengan menunjukkan kipas, dan media power point tentang motor listrik, serta alat yang digunakan. Menyampaikan inti tujuan pembelajaran.

b) Inti

Mintalah mereka melakukan kegiatan proyek “membuat motor listrik sederhana”. Mintalah mereka untuk membuat laporan dalam bentuk gambar skema hasil kerja mereka.

c) Penutup

Lakukan refleksi bersama. Sampaikan pertemuan berikutnya diadakan ulangan harian.

3) Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran

a) Alat: baterai, kawat berisolasi tipis, magnet, stirofoam, dan gunting

b) Media: power point tentang skema motor listrik 4) Sumber Belajar

a) Buku siswa

b) Sumber lain yang relevan (misalnya BSE IPA CTL dan internet)

10. Pertemuan XII: Ulangan Harian (2 JP)

Tabel 1.4. Penilaian oleh Guru

KD Indikator Esensial Teknik

KD pada KI 3

Mengidentifikasi benda yang bersifat magnet.

Tes tulis Menentukan kutub magnet

berdasarkan interaksi dengan magnet yang kutubnya telah diketahui.

KD Indikator Esensial Teknik

Menggambar garis gaya magnet.

KD pada KI 3

Menentukan interaksi magnet yang digantung bebas dengan kutub magnet bumi.

Tes tulis Menunjukkan gejala elektromagnetik.

Menjelaskan pemanfaatan gejala elektromagnetik.

Memanfaatkan kompas sebagai penunjuk arah.

Membuat magnet.

Membuat motor listrik sederhana.

Bentuk Komunikasi dengan Orangtua

Bentuk komunikasi dengan orang tua/wali:

a. Deskripsi. Mintalah orang tua/wali membaca dan menandatangani hasil tugas siswa.

b. Berikan informasi secepatnya bilamana anaknya bermasalah dalam belajar IPA di kelas.

Catatan: Instrumen penilaian lihat Petunjuk Umum Pembelajaran IPA.

KUNCI JAWABAN UJI KOMPETENSI

Pilihan Ganda 1. B 2. B 3. B 4. C 5. C

1. Benda bersifat netral jika jumlah proton dan elektron yang dimiliki sama; benda bermuatan negatif jika benda tersebut mendapatkan tambahan elektron; dan benda disebut bermuatan positif jika benda tersebut kehilangan elektron.

2. Benda-benda yang bermuatan sejenis akan tolak-menolak jika didekatkan, sedangkan jika muatannya berlawanan akan tarik-menarik jika didekatkan.

3. Terdapat sumber tegangan dan membentuk rangkaian tertutup.

4. Rangkaian lampu teras dengan lampu kamar dirangkai paralel, rangkaian sekring seri terhadap semua rangkaian di rumah.

5. Tiga faktor yang memengaruhi besarnya energi listrik: 1) daya alat, 2) lamanya penggunaan alat, dan 3) jumlah alat yang digunakan.

1. Karena memiliki jarak terdekat dengan awan dibandingkan benda-benda lain di sekitarnya, sehingga berpeluang besar terkena petir.

2. Karena balon setelah digosok menjadi bermuatan listrik dan menyebabkan rambut kucing terinduksi sehingga menjadi berdiri.

Esai

3. Penangkal petir terbuat dari bahan konduktor listrik yang baik, biasanya ujungnya platina atau tembaga, termasuk kabelnya yang disambung ke tanah (ground), maka rumah yang memiliki penangkal petir akan menyediakan jalan petir untuk mengalir ke tanah tanpa merusak peralatan yang digunakan.

4. B: S, C: S, D: U, E: S, F: U 5.

6. Jarum kompas tarik menarik/tolak menolak dengan kutub bumi, yang ada di utara dan selatan.

7.

Membuat magnet dengan cara menggosok

8.

Membuat magnet dari arus listrik 9.

Membuat motor listrik

Diketahui: P n

1 = 20 W; P2 = 50 W; t 1 = 8 jam; t 2= 4 jam; 1 = 5; n2 = 1; 1 bln = 30 hari

Ditanya: Jumlah energi listrik dan harga listrik Jawab:

E = P x t

= [(5 x 20 x 8) + (1 x 50 x 4)] x 30 = 30 kWh

Harga listrik = 30 kWh x Rp. 1000/kWh = Rp. 30.000,-

Dokumen terkait