• Tidak ada hasil yang ditemukan

LOAD LINES (GARIS MUAT)

Dalam dokumen Surveyor Handbook (Halaman 56-60)

XI WIRE ROPE

LOAD LINES (GARIS MUAT)

Di Indonesia Berlaku 2 macam Peraturan Garis Muat :

ILLC 1966 (International Load Line Convention 1966)

diberlakukan di indonesia sejak pemerintah R.I Meratifikasi konfensi ini pada tahun 1976

PGMI 1986 (peraturan garis muat kapal indonesia 1986)

Diberlakukan berdasarkan. Keputusan Mentri Perhubungan no. Km.37/al.407/phb-86 tanggal 14 maret 1986

Perbedaan Antara Kedua Peraturan Tersebut Menurut: 1. Daerah pelayaran

- ILLC '66 : tidak dibatasi.

- PGMI '86 : wilayah perairan Indonesia dengan

batas-batas: pantai barat Malaysia, bagian selatan Muangthai, bagian selatan pulau Mindanao (Philipina), Papua New Guinea, bagian utara Australia

2. Konstruksi kapal:

- ILLC ‘66 : ada persyaratan tinggi haluan

minimum

- PGMI '86 : tidak ada persyaratan tinggi haluan

3. Jenis kapal

- ILLC '66 untuk tongkang tak berawak disebabkan dari persyaratan perlindungan awak kapal dan tinggi haluan serta mendapat keringanan lambung timbul sebesar 25 %

- PGMI ’86 : tidak ada keringanan untuk tongkang tak berawak.

4. Masa berlaku sertifikat

- ILLC '66 sertifikat berlaku selama 5 tahun, tidak dapat diperpanjang.

- PGMI.'86: sertif1kat berlaku selama 4 tahun, dapat diperpanjang selama 3 bulan

Istilah-Istilah Pada Peraturan Garis Muat

• garis geladak : garis horisontal panjang 3000 mm.

Lebar 25 mm. Yang ditempatkan di sisi pada pertengahan panjang kapal tepat pada sisi atas geladak lambung timbul.

• marka garis muat terdiri dari lingkaran dengan diameter 300 mm. Tebal 25 mm. Dipotong garis

• Horizontal sepanjang 450 mm. Tebal 25 mm. Marka ini ditempatkan tepat dibawah garis geladak pada jarak sebesar lambung timbul kapal...garis-garis horizontal panjang 230 mm. Tebal 25 mm. yang menyatakan garis muat kapal serta garis vertikal t ebal25 mm dipasang 540 mm. Dari titik pusat lingkaran

• Geladak lambung timbul geladak teratas yang menyeluruh terbuka thd cuaca dan air laut, mempunyai penutupan yang permanen serta kedap air baik pada bukaan-bukaan diatas maupun pada sisi kapal, geladak yang lebih rendah dapat dianggap sebagai geladak lambung timbul jika geladak tersebut menyeluruh dan permanen dengan panjang sekurang-kurangnya antara sekat kamar mesin s/d sekat tubrukan.

• Bangunan atas bangunan tertutup di atas geladak. lambung timbul dengan lebar sekurang-kurangnya 96% lebar kapal.

Bangunan tertutup

Bangunan yang memenuhi syarat-syarat : - Konstruksi sekat-sekat penutup efisien

- Mempunyai pintu masuk yang sesuai peraturan

lambung timbul

- Kedap air : sistem konstruksi dimana air tidak dapat merembes dari kedua sisinya

- Kedap cuaca: sistem konstruksi dimana air tidak dapat merembes kedalam kapal.

- Posisi 1: posisi diatas geladak lambung

timbul/geladak penggal yang. Tidak terlindung atau diatas geladak bangunan atas pada jarak panjang kapal dari garis tegak haluan (fp).

- Posisi 2: posisi diatas geladak bangunan atau

yang tidak terlindung pada jarak dibelakang panjang kapal dari garis tegak haluan.

Syarat-Syarat Penentuan Lambung Timbul

1. Stabilitas kapal

Stabilitas kapal harus terjamin ⇒ di kapal tersedia panduan pemuatan kapal serta perhitungan stabilitas kapal yang telah disetujui

2. Kekuatan kapal

Kekuatan badan kapal cukup untuk sarat sesual lambung timbul yang ditetapkan. ⇒ Kapal yang dibangun dan dirawat sesuai peraturan badan klasifikasi yang diakui pemerintah / dianggap mempunyai kekuatan yang cukup

3. Pintu-pintu

Pintu-pintu pada sekat bangunan atas tertutup harus mempunyai kekuatan yang sama seperti sekat yang tidak berlubang harus kedap cuaca jika ditutup dan dapat dilayani dua sisi sekat

Ambang pintu pada posisi 1 600= mm, pada posisi 2 = 380 mm.

4. Ambang palka

Lubang palka harus mempunyai ambang sebesar 600 mm. Untuk Posisi 1 dan 450 mm. Untuk posisi 2.

Lubang palka dengan penutup kayu harus memenuhi Persyaratan sbb:

- Lebar dudukan tutup palka > 65 mm.

- Tutup kayu tebal > 60 mm. B entangan < 1500 mm. - Kekedapan cuaca dijamin oleh 2 lembar -,r terpal

yang jepit ke ambang palka dengan menggunakan baji-baji

Lubang palka dengan tutup kedap cuaca dari baja tutup palka harus mempunyai kekuatan yang cukup serta dalam bentuk -yang disetujui kekedapan cuaca harus dapat dipertahankan dalam tiap kondisi cuaca - harus diuji kekedapannya pada periode tertentu

5. Lubang lubang ruang mesin

Lubang ruang mesin harus dilindungi dengan selubung baja dengan kekuatan yang cukup, pintu pada selubung harus memenuhi persyaratan ambang dari tiap corong angin, cerobong atau ventilator ditempatkan setinggi mungkin sejauh dapat diterima / dilaksanakan. Lubang

corong angin / ventilator harus dapat ditutup kedap

cuaca

6. lubang-lubang pada geladak lambung timbul dan geladak bangunan atas lubang pada geladak yang tidak terlindung harus dilengkapi dengan tutup kedap air yang kuat atau dengan cara melindungi lubang dengan rumah geladak dengan pintu yang memenuhi persyaratan kedap cuaca.

7. Ventilator

Ventilator harus mempunyai ambang yang kuat sekurang- kurangnya 900 mm, untuk posisi 1 dan 760 mm, untuk posisi 2 disambungkan dengan baik ke geladak, untuk tinggi ambang > 900 mm. harus diberi penyangga khusus.

8. Pipa udara

Pipa udara untuk tangki-tangki balas atau tangki lainnya dibuat setinggi 760 mm. Diatas geladak lambung timbul atau 450 mm. Diatas geladak bangunan atas, disediakan penutup pipa udara yang permanen. 9. Pintu muat atau sejenisnya

Lubang-lubang pada lambung kapal dibawah geladak lambung timbul harus dilengkapi penutup yang menjamin kekedapan air serta keutuhan bangunan sepatu dengan pelat kulit yang mengelilinginya. Tepi bawah dari lubang-lubang ini tidak boleh berada lebih rendah dari batas garis muat tertinggi.

10. Saluran.buang dan pemasukan umumnya tiap. Saluran buang harus mempunyai satu katup anti balik otomatis yang dilengkapi dengan cara penutupan langsung dari atas geladak lambung timbul, bila jarak antara ujung.dalam pipa lebih dari 0,01 l maka saluran buang dapat menggunakan dua buah katup anti balik otomatis tanpa alat penutup langsung dimanan katup bagian dalam dapat dicapai untuk pemeriksaan bila jaraknya lebih dari 0,02 l dapat menggunakan satu katup anti balik otomatis

11. Tingkap sisi (Side scuttle)

- tingkap sisi harus terbuat dari konstruksi yang baik dan disetujui

- tidak boleh dipasang lebih rendah dari jarak 500 mm. Atau 2,5 % B di atas garis muat

- Tingkap sisi pada ruangan dibawah geladak lambung timbul harus dilengkapi dengan penutup kedap air

12. Lubang pembebasan

Pada kubu-kubu dibuatkan lubang-lubang pembebasan air / sehingga air yang masuk ke kapal tidak akan tergenang.

13 Perlindungan awak kapal

- Rumah geladak yang digunakan untuk tempat tinggal awak kapal harus mempunyai kekuatan yang cukup.

- Bagian geladak yang tidak terlindung dipasang pagar / kubu-kubu dengan tinggi tidak kurang dari 1000 mm.

- jarak batang terendah dari pagar adalah 230 mm. Dari geladak, batang-batang lain berjarak tidak lebih dari 380 mm.

- Cara-cara lain yang disetujui harus disediakan untuk menjamin keselamatan awak kapal untuk melaksanakan pekerjaan di kapal

14. Persyaratan khusus untuk Kapal tangki - Mempunyai integritas geladak yang tinggi - Selubung kamar mesin dilindungi dengan bangunan

atas /rumah geladak

- Lubang Palka, dilengkapi dengan tutup kedap cuaca yang efisien

-

Ada jembatan yang menghubungkan bagian depan

PENGUJIAN & PEMERIKSAAN CARGO GEAR

1

.

Setiap alat angkat harus diuji dengan suatu beban uji

yang melebihi beban kerja aman (SWL) sbb :

SWL Beban Uji

S/d 20 ton 25% diatas beban kerja aman 20 s/d 50 ton 5 ton diatas beban kerja aman di atas 50 ton 10% diatas beban kerja aman

2. Untuk sistem derek beban uji harus diangkat dengan derek normal kapal dengan posisi batang derek pada

sudut minimum sesuai perencanaan (umumnya 150), atau

pada sudut yang besarnya disetujui. Sudut derek pada saat pengujian harus dicantumkan pada sertifikat uji. Setelah beban uji dilepas batang derek harus diayun sejauh mungkin pada dua arah yang berbeda.

2.1. SWL yang ditunjukkan hanya berlaku bagi derek dengan sistem ayunan. Untuk jenis derek ganda (union purchase) SWL ditentukan sebagaimana tercantum pada formulir L A 2 (U)

2.2 Untuk derek kapasitas besar harus diperhatikan apakah stay telah terpasang dengan benar.

3. Untuk kran, beban uji harus digantungkan, diayun dan ditegakkan secara perlahan. Kran (Gantry Crane) dan kran berjalan (Traveling Crane) harus digerakkan bersama dengan keretanya (bila mungkin) secara melintang dan memanjang pada seluruh panjang lintasannya.

3.1. Untuk kran yang memiliki beban radius kerja yang bervariasi pengujian umumnya dilaksankan dengan beban uji yang sesuai pada radius maximum, minimum dan pertengahan.

3.2. Untuk kran hydrolik dimana keterbatasan tekanan menyebabkan ketidak mungkinan pengangkatan beban 25 % di atas SWL, cukup dilakukan pengangkatan seberapa mungkin dengan syarat tidak boleh kurang dari 1,1 SWL.

4. Sebagai suatu ketentuan umum, pengujian harus dilakukan dengan beban uji dan untuk pengujian pertama tidak boleh ada kekecualian. Untuk perbaikan, penggantian atau bila pengujian periodik mensyaratkan pengujian ulang, maka penggunaan pegas atau penyeimbangan hidrolis dapat dipertimbangkan. jika menggunakan per atau penyeimbangan hidrolis maka peralatan tersebut harus dikalibrasi dan ketelitiannya harus dalam batas kurang lebih 2 % dan indikatornya harus tetap konstan selama 5 menit.

4.1. Jika tidak menggunakan beban uji maka hal tersebut harus disebutkan pada kolom (3).

5. Pengertian 1 ton adalah 1000 kg.

6. Pengertian “Compotent Person”, Pemeriksaan seksama” dan “alat angkat” ditentukan pada formulir L A 1. CATATAN

Untuk rekomendasi mengenai prosedur uji dalam dokumen ILO “ Safety and Health Dock Work” dapat dijadikan acuan.

PENGUJIAN & PEMERIKSAAN DEREK YANG BEROPERASI SEBAGAI

Dalam dokumen Surveyor Handbook (Halaman 56-60)

Dokumen terkait