BAB II LANDASAN TEORI
B. Locus of Control
1. Pengertian Locus of Control
Locus of controladalah suatu konsep yang memberikan gambaran
tentang keyakinan seseorang mengenai sumber penentu pribadinya (Rotter
dalam Pujiwati, 2004:30). Locus of control dibedakan menjadi dua yaitu
locus of control internal danlocus of control eksternal.Individu dikatakan
memiliki locus of control internal jika memiliki keyakinan bahwa apa
yang terjadi pada dirinya karena pengaruh dari dirinya sendiri dan
keberhasilan atau kegagalan dipandang sebagai akibat dari perilakunya.
Individu yang mempunyai locus of control eksternal cenderung memiliki
keyakinan bahwa faktor-faktor di luar dirinya mempengaruhi perilakunya.
Keberhasilan dan kegagalan dalam hidupnya dipandang sebagai nasib,
faktor keberuntungan, kesempatan karena kekuasaan orang lain atau
karena kondisi-kondisi yang tidak dapat dikuasainya (Rotter dalam
Pujiwati, 2004:32). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa locus of
control merupakan keyakinan individu tentang faktor-faktor yang
mengatur kejadian-kejadian dalam hidupnya, yang dapat dikontrol (locus
of control internal) dan yang di luar kontrol dirinya (locus of control
eksternal), serta sejauh mana orang tersebut merasakan adanya hubungan
antara usaha-usaha yang telah dilakukannya dengan akibat-akibatnya.
2. Dimensi Locus of ControlRotter
Menurut Rotter (1964:58-59), dimensi locus of control terdiri atas 6 hal,
independence (ketidaktergantungan); protection-dependency
(perlindungan ketergantungan); love and affection (cinta dan kasih
sayang); danphysical comfort(kenyamanan fisik).
a. Dimensi status-recognition (pengakuan status), indikator locus of
control mencakup kebutuhan untuk dihargai; ingin dianggap
kompeten; dan kesuksesan dalam berkarya.
b. Dimensi dominance (dominasi), indikator locus of control mencakup
kebutuhan untuk mengontrol aktivitas orang lain dan kebutuhan untuk
berkuasa.
c. Dimensi independence (ketidaktergantungan), indikator locus of
control mencakup keyakinan diri dan menggantungkan pada diri
sendiri/usaha sendiri.
d. Dimensi protection-dependency (perlindungan-ketergantungan),
indikator locus of control mencakup menghindari frustasi dengan
mencari perlindungan dan keamanan serta menggantungkan diri pada
orang lain.
e. Dimensilove and affection(cinta dan kasih sayang), indikatorlocus of
control mencakup kebutuhan untuk dicintai serta kehangatan;
perhatian; cinta dan kasih sayang.
f. Dimensi physical comfort (kenyamanan fisik), indikator locus of
control ialah kebutuhan akan kepuasan fisik (menghindari sakit,
3. Faktor-Faktor yang Berperan dalam PerkembanganLocus of Control
Ada 2 faktor yang mempengaruhi individu dalam mengembangkan
kecenderungan terhadaplocus of control tertentu.
a. Keluarga
Orang tua yang memberikan dukungan yang hangat, protektif, positif
dan membimbing, akan menghasilkan anak-anak yang
mengembangkan locus of control internal. Hal-hal tersebut akan
membangun kepercayaan diri, penghargaan diri, serta kemandirian
yang berterkaitan erat dengan locus of control internal.Hal-hal yang
juga terkait dengan pengembangan locus of control internal adalah
konsistensi dalam penerapan disiplin dan standar-standar oleh orang
tua. Seorang anak belajar mengembangkan locus of control internal,
dengan cara mengasosiasikan perilaku mereka dengan akibat-akibat
yang dapat mereka prediksikan.
b. Faktor-faktor sosial
Semakin rendah status sosial ekonomi individu, semakin eksternal
pula locus of control individu tersebut. Secara umum telah diketahui
bahwa individu dengan status sosial ekonomi tinggi mempunyai
kendali yang relatif tinggi dalam dinamika sosial ekonomi
masyarakat. Sebaliknya, individu dengan status sosial ekonomi rendah
relatif kurang memiliki kekuasaan untuk melakukan hal serupa.
Mereka sering tidak punya banyak pilihan selain menerima apa yang
oleh kelompok etnis dan minoritas dengan sedikit akses pada
pengerakan sosial ekonomi. Pengalaman demikian jika berlangsung
secara terus-menerus akan mendorong berkembangnya kepercayaan
individu bahwa faktor-faktor eksternal lebih berkuasa untuk
mengendalikan hidupnya daripada dirinya sendiri.
4. Perbedaan OrientasiLocus of Control Internal dan Eksternal
Adanya perbedaanlocus of control pada individu-individu ternyata
menimbulkan perbedaan sikap, sifat, dan lainnya. Lefcourt (Rosita,
2005:31) mengatakan bahwa orang yang mempunyai kecenderunganlocus
of control internal kurang konformis karena rasa percaya diri yang
dimilikinya dan dapat melakukan kontrol dengan kemampuannya sendiri,
mengandalkan kemampuan dan keterampilan diri serta usaha-usaha yang
dilakukan. Individu dengan kecenderungan locus of control internal
cenderung lebih giat, rajin, ulet, mandiri, dan mempunyai daya tahan yang
baik terhadap pengaruh sosial, dan bertanggung jawab atas kegagalannya.
Individu dengan kecenderungan locus of control eksternal cenderung
conform terhadap pengaruh-pengaruh dari luar, memiliki anggapan bahwa
kegagalan disebabkan oleh faktor luar dirinya. Individu juga cenderung
menunjukkan sikap menyerah, merasa tidak berdaya, dan memiliki
kecemasan yang tinggi daripada individu yang mempunyai kecenderungan
locus of control internal. Individu yang memiliki kecenderungan locus of
control internal mempunyai keyakinan yang besar untuk memperoleh
menggunakan keterampilan sosial untuk mempengaruhi lingkungan,
sedangkan individu dengan kecenderungan locus of control eksternal
memiliki sifat pasif, tidak suka bersaing, lingkungan mempengaruhi
kehidupannya dan memiliki motivasi yang rendah untuk berhasil (Findley
dan Cooper dalam Rosita, 2005:31). Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa orang yang mempunyai kecenderungan locus of control internal
mempunyai rasa percaya diri akan kemampuannya untuk dapat
mengendalikan kehidupannya, mampu menghadapi kegagalan, mandiri,
bertanggung jawab. Orang yang memiliki kecenderungan locus of control
eksternal cenderung mudah menyerah, mempunyai kecemasan yang
tinggi, merasa tidak berdaya, rasa percaya diri yang rendah, dan
mempunyai penyesuaian yang kurang baik.
5. Aspek-Aspek Kehidupan yang Dipengaruhi olehLocus of Control
Perbedaan kecenderungan arah locus of control akan membawa
akibat dalam berbagai aspek kehidupan, perbedaan tersebut mencakup
hal-hal sebagai berikut (Lefcourt dalam Pujiwati, 2004:36):
a. Sikap terhadap lingkungan
Individu dengan locus of control internal menganalisa situasi dengan
sikap yang lebih terarah dan waspada daripada individu denganlocus
of control eksternal. Individu dengan locus of control internal lebih
aktif dalam mencari, memperoleh, menggunakan, dan mengolah
informasi yang relevan dalam rangka memanipulasi dan
berorientasi pada posisi dengan kekuasaan besar dan sebaliknya,
individu yang memiliki locus of control eksternal lebih cenderung
menyukai posisi dengan kekuasaan kecil.
b. Pengaruh konformitas dan perubahan sikap
Beberapa penelitian Crowne (Pujiwati, 2004:37) menunjukkan bahwa
individu dengan kecenderungan internal lebih mampu bertahan
terhadap pengaruh dan tekanan lingkungan. Sebaliknya, individu
dengan kecenderungan eksternal lebih siap untuk menerima pengaruh,
mengikuti lingkungan sosial dan menerima informasi dari orang lain.
c. Perilaku menolong dan atribusi tanggung jawab
Individu dengan kecenderungan internal lebih sering menunjukkan
perilaku menolong daripada individu dengan kecenderungan
eksternal.
d. Pencapaian prestasi
Menurut Shaver (Pujiwati, 2004:38) tingginya prestasi yang dicapai
oleh individu dengan locus of control internal merupakan hasil dari
kemampuannya untuk menunda menikmati penghargaan atas hasil
usahanya, serta mengurangi reaksi-reaksi negatif yang cenderung
muncul pada saat individu mengalami kegagalan.
e. Penyesuaian diri, kecemasan dan psikopatologi
Individu dengan kecenderungan internal lebih mampu untuk
menyesuaikan diri daripada individu dengan kecenderungan eksternal.
sendiri, aktif, dan memiliki kecenderungan tinggi untuk berjuang.
Kesederhanaan kepercayaan kendali yang ada dalam diri sendiri juga
mendorong individu dengan locus of control internal pada
penyesuaian diri dengan kecemasan. Sedangkan individu dengan
kecenderungan eksternal cenderung mengalami lebih kecemasan
daripada individu dengan kecemasan internal. Individu dengan locus
of control eksternal sering menerima secara pasrah ancaman-ancaman
dan informasi negatif tentang diri mereka.