BAB III METODE PENELITIAN
G. Uji Keabsahan Data
tetapi mungkin juga tidak, karena rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan terus berkembang setelah penelitian dilakukan di lapangan.
Gambar III.1
Model Analisis Data Model Miles dan Huberman
sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Berikut ini jenis dari triangulasi, yaitu:91
1. Triangulasi sumber, pengecekkan data yang telah diperoleh melalui berbagai sumber.
2. Triangulasi Teknik, pengecekkan data yang dilakukan kepada data yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya data yang diperoleh dari wawancara dicek dengan observasi, dokumentasi atau kuisioner.
3. Triangulasi waktu, pengecekkan data dengan wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda.
Penelitian ini pengecekkan data dilakukan dengan cara triangulasi sumber, mengecek data yang diperoleh dari beberapa sumber seperti wawancara dan observasi.
91 M. Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Prenada Media Group, 2007), h. 257.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan temuan penelitian mengenai kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di Sekolah Dasar Islam Terpadu Humairoh dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Bentuk peran yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas kinerja guru di SDIT Humairoh, khususnya dalam peningkatan kinerja tenaga pendidik, kepala sekolah sudah memberikan pembinaan terhadap guru. Bentuk kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru dengan memberikan pembinaan yang dilakukan dalam sekolah maupun luar sekolah.
2. Adapun bentuk peran sebagai manajer dengan memberikan kesempatan kepada para pendidik untuk meningkatkan profesionalitasnya dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta menghimbau kepada guru di masing-masing kelas agar saling bekerjasama dan saling komunikatif untuk meminimalisir kesulitan-kesulitan dalam menjalankan tugas yang menjadi tanggung jawab para guru. Dengan cara saling komunikatif ini diharapkan para guru akan saling melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada. Pembinaan yang dilakukan kepala sekolah di dalam sekolah sendiri yaitu dengan mengadakan rapat rutinan, diskusi secara individu, penilaian, serta kunjungan kelas. Adapun kegiatan yang dilakukan di luar sekolah yaitu dengan mengikut sertakan para guru dalam
123
kegiatan pelatihan atau workshop, kelompok kerja guru, dengan tujuan untuk menambah wawasan guru, memberikan kesempatan kepada guru-guru untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru.
3. Faktor penghambat yaitu, terdapatnya beberapa orang guru dalam melakukan proses pembelajaran kurang memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi kepada peserta didik.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan, maka dalam kesempatan ini penulis menyampaikan beberapa saran, sebagai berikut:
1. Kepala sekolah lebih meningkatkan peran dan upaya pembinaan dalam meningkatkan kualitas kinerja guru, serta hendaknya guru lebih aktif lagi mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah maupun sekolah seperti penataran, workshop, KKG, dan lain-lain. Hal tersebut disebbakan agar semua guru mengerti dan memahami secara mendalam bagaimana perkembangan dunia Pendidikan saat ini dan lebih mengasah kemampuannya lagi, serta berusaha untuk menjalankan apa yang telah diperintahkan oleh kepala sekolah.
2. Peneliti yang masih mempunyai banyak kekurangan dalam menggali dan mengeksplor tentang peran kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas kinerja guru, oleh karena itu tentu peneliti berharap bagi peneliti yang akan datang lebih mengembangkan lagi dalam menggali fakta tentang peran serta pembinaan kepala sekolah dan kinerja guru itu sendiri.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Aan Komariah dan Cepi Triatna, 2004 Visionary Leadership Menuju Sekolah Efektif, Jakarta: Bumi Aksara.
Abdul Majid, 2013. Perencanaan Pembelajaran (Mengembangkan Standar Kompetensi Guru), Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Abdul Rahman Shaleh, 2006. Psikologi dan Industri, Jakarta: Lembaga penelitian UIN.
Ahmad Susanto, Manajemen Peningkatan Kinerja Guru, Konsep, Strategi, dan Implementasinya.
Ali Mudlofir, 2012. Pendidik Profesional; Konsep, Strategi, dan Aplikasinya dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia, Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Aritonang, 2005. Pengaruh Disiplin Kerja Dan Kopentensi Kerja Guru, Jakarta:
Jurnal Pendidikan.
Denis S. 2002. Inovasi Pendidikan, Bandung: CV. Pustaka Setia.
E. Mulyasa, 2002. Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Engkoswara dan Aan Komariah, 2012. Administrasi Pendidikan, Bandung:
Alfabeta.
Erwin Widiasworo, 2018. Cerdas Pengelolaan Kelas, Yogyakarta: DIVA Press.
Eugene Emerson Jennings, Ect. 1992. Kepemimpinan, Semarang: PT. Dahara Prize.
Har Tilaar, 2010. Kekuasaan Pendidikan, Jakarta: Indonesia Teras.
Hasniati Gani Ali, 2008. Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Quantum Teaching.
Husaini Usman, 2014. Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan Edisi 4, Jakarta: Bumi Aksara.
Kartini Kartono, 1985. Menyiapkan dan Memandu Karier, Jakarta: CV. Rajawali.
Lexi J. Moleong, 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya.
125
M. Burhan Bungin, 2007. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainnya, Jakarta: Prenada Media Group.
Masri Singarimbun dan Sofyan Effendi, 1994. Metode Penelitian Survey, Jakarta:
LP3ES.
Moh. Uzer Usman, 2001. Menjadi Guru Profesional, Bandung: Remaja Rosda Karya.
Nana Syaodih Sukmadinata, 2007. Metode Penelitian Pendidikan, Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2001 Permadi, 1996. Pemimpin dan Kepemimpinan Dalam Manajemen, Jakarta:
Rineka Cipta.
Poer darmita, 1976. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka.
S. Nasution, 2002. Metode Penelitian Naturalistik-Kualitatif. Bandung: Tarsito.
Siagian Sondang P. 1996. Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Bumi Aksara.
Soetjipto, Raflis Kosasi, 2007. Profesi Keguruan, Jakarta: Rineka Cipta.
Sudarwan danim dan Yunan Danim, 2010. Administrasi Sekolah dan Manajemen Kelas, Bandung: CV. Pustaka Setia.
Sudarwan Danim, 2002. Inovasi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Sugiyono, 2019. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.
Suharismi Arikunto, 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta.
Sulistyorini, 2001. Hubungan Antara Kepemimpinan Manajerial Kepala Sekolah Dan Iklim Organisasi Dengan Kinerja Guru. Jakarta: Jurnal Pendidikan Ilmu Pendidikan: 28(1).
Supardi, 2013. Kinerja Guru, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Supriadin, 1999. Mengangkat Citra Dan Mertabt Guru, Yogyakarta.
Taufiqurrahman, 2010. Jurnal El Tarbawi, Strategi Peningkatan Mutu SDM Pendidikan, Situbondo: IAI Ibrahim.
Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, 2017.
Manajemen Pendidikan, Bandung: Alfabeta.
Uno Hamzah, 2005. Teori Motivasi dan Pengukuran, Jakarta: Bumi Aksara.
Wahab & Umiarso, 2011. Kepemimpinan Pendidikan dan Kecerdasan Spiritual, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Wahab dan Umiarso, 2011. kepemimpinan pendidikan dan Kecerdasan Spiritual, Yogyakarta: Ar-Ruzz.
Wahidmurni, 2008 Cara Mudah Menulis Proposal dan Laporan Penelitian Lapangan, Malang: UM Press.
Wahjo Sumidjo, 2007. Kepemimpinan Kepala Sekolah, Jakara:PT. Raja Grafindo Persada.
Wahjosumidjo, 1999. Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Wahyudin, 2009. Kepemimpinan kepala sekolah dalam organisasi pembelajar, Bandung: Alfabeta.
Wina Sanjaya, 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Winarno Surahman, 1994. Pengantar Penelitian Ilmiyah, Dasar Metode dan Teknik, Bandung: Transito.
Yukl, Gary, 2001. Kepemimpinan Dalam Organisasi, Jakarta: PT. Indeks.
DENGAN KEPALA SEKOLAH SDIT HUMAIROH
Nama : Deni Karmila S.Pd.
Jabatan : Kepala Sekolah
Hari/Tanggal : Senin, 26 Desember 2022 Waktu : 08.00 – 09.00 WIB Tempat : Ruang Kepala Sekolah
Instrumen Penelitian, sebagai berikut:
A. Bagaimanakah Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDIT Humairoh Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar
1. Apakah yang anda ketahui tentang kinerja guru ?
Kinerja guru itu seperti hasil kerja guru, hasil kinerja guru ini itu tentu sama ada yang bagus, menengah, dan cukup itu tergantung bagaimana kita sebagai kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru tersebut. Kepala sekolah bertugas untuk selalu memotivasi guru, mengontrol guru, dan mengevaluasi guru agar sesuai dengan yang diharapkan yaitu tercapai nya visi dan misi sekolah. Dan tugas ini sangat penting yang harus diperhatikan oleh kepala sekolah, terutamanya untuk guru itu kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional. Jadi kalo pedagogik itu kan terkait dengan pembelajaran, sosial itu berkaitan dengan lingkungan, kepribadian terkit dengan kemampuan personal, serta profesional terkait dengan peguasaan materi.
2. Bagaimanakah latar belakang pendirian SDIT Humairoh ?
Alhamdulillah SDIT Humairoh itu sudah berdiri dari Tahun 2012, yang didirikan oleh Ketua Yayasan kami yang bernama pak Seto Biantoro beliau membangun sekolah di daerah Kubang Raya dengan mengsurvei pada waktu itu sekolah IT yang berbasis Islam Terpadu dan Sekolah Ilmu Tekhnologi sangat minim, sehingga beliau berkeinginan untuk membangun Sekolah yang berbasis Islam dan Tekhnologi.
Ketua Yayasan juga membantu bagi anak – anak kurang mampu dan Yatim Piatu bersekolah di Humairoh dengan faslitas di Donatur oleh pihak Yayasan agar pendidikan anak di daerah Kubang Raya semakin meningkat.
Sdit Humairoh didirikan oleh Yayasan yang dipimpin langsung oleh ketua Yayasan, Urutan pertama ada Pembina yayasan, lalu Ketua Yayasan, HRD, Kepala Sekolah, Wakil – wakil kepala sekolah, majelis guru, security, penjaga sekolah, kebersihan sekolah terakhir ada peserta Didik.
4. Bagaimanakah langkah pembuatan dan perencanaan kebijakan sekolah ?
Langkah langkah dalam pembuatan kebijakan sekolah yaitu dengan mengumpulkan data jadi dari data yang didapat akan kita identifikasi jenis data apa yang diperlukan untuk langkah selanjutnya sehingga bisa menghasilkan keputusan yang seusai, lalu dari data yang sudah dikumpulkan akan di analisis ini merupakan guna untuk proses menghasilkan suatu informasi, lalu setelah dianalisis kita akan melakukan perumusan beijakan dari data tersebut kira kira kebijakan apa yang tepat untuk diambil, lalu perhitungan biaya ini harus disesuaikan dengan kemampuan financial sekolah agar mendapatkan hasil yang maksimal. Kurang lebih seperti ini langkah langkah pembuatan dan perencaan kebijakan sekolah.
5. Strategi apa yang anda lakukan dalam peningkatan kinerja guru ?
Strategi yang dilakukan dalam pengingkatan kinerja guru dengan cara yang lemah lembut dan harus ada dengan tegas, jadi kita harus melihat karakter dari guru tersebut.
Pelaksanaan pelatihan yang menunjang kualitas seorang guru, aktfi dalam mencari infromasi-informasi terkait pembelajaran (Up Date), menciptakan suasana yang hangat di kalangan guru. Saya selaku kepala sekolah juga mengikut sertakan guru-guru dalam kelompok kerja guru-guru (KKG). KKG menurut saya merupakan kegiatan yang sangat baik yang harus di ikuti oleh semua guru, setelah saya mengikut sertakan guru-guru dalam KKG saya sangat mengharapkan guru-guru SDIT Humairoh ini mendapatkan pengetahuan yang baru, paham tentang kurikulum, lebih menguasai materi, lebih baik dalam melakukan kegiatan belajar mengajar dalam pengelolaan kelas, bisa menggunakan dan memanfaatkan media atau alat peraga.
6. Bagaimanakah kompetensi mengajar guru di SDIT Humairoh (mengenai penguasaan bahan ajar, mengelola kelas, penggunaan media, mengelola interaksi belajar mengajar)?
Alhamdulillah untuk kompetensi guru di SDIT Humairoh rata-rata terbilang cukup kemampuannya sekolah juga memfasilitasi berupa infokus, wifi, multimedia, jadi guru-guru diharuskan untuk menguasai penggunaan media, penguasaan bahan ajar di
dikelas apakah ribut atau pemahaman yang kurang.
7. Apakah gaya kepemimpinan Anda sudah tepat dalam memimpin ?
Menurut saya kemampuan saya dalam memimpin masih harus terus belajar, karena manusia itu tidak luput dalam kesalahan. Alhamdulillah kepemimpinan yang saya gunakan itu seperti Musyawarah bersama tapi keputusan final tetap di tangan saya selaku Kepala Sekolah.
8. Bagaimanakah cara anda dalam melakukan pembinaan kinerja guru ?
Pembinaan kinerja guru tentu diliat seluruh tenaga pendidik. Tenaga Pendidik ini dilakukan Evaluasi jadi kira kira yang mana perlu di bimbing untuk kemajuan guru tersebut saya panggil keruangan lalu saya arahin seperti ini yang lebih cocok nya. Jadi jangan langsung di bilang kekurangan nya. Alangkah baiknya kita arahin ke yang lebih bagus. Bentuk pembinaan yang saya berikan terhadap guru adalah mengadakan workshop dan saya sering mengikut sertakan guru-guru untuk workshop di luar sekolah, seperti workshop yang dilaksanakan bersama guru sekolah dasar se-kecamatan Kampar. Baik workshop terkait dengan kurikulum, pembuatan RPP yang bagus, media pembelajaran, serta tentang kurikulum. Dengan tujuan agar semua kualitas guru selalu ada peningkatan dan sesuai dengan kompetensi menjadi seorang guru. Selain kita mengadakan workshop di luar sekolah kita juga mengadakan workshop di dalam lembaga sendiri dengan mendatangkan narasumber dari luar.
9. Bagaimanakah kedisiplinan dalam hal waktu mengajar dan dalam hal menyelesaikan tugas di SDIT Humairoh ?
Untuk kedisiplinan dalam hal mengajar atau dalam menyelesaikan tugas itu ada deadline nya. Seperti pengumpulan RPP dan Silabus itu dilakukan sebelum masuknya Semester I atau Semester II. Semua nya sudah di tetapkan dengan masing – masing deadline nya, apabila ada guru yang telat dalam mengumpulkan atau dalam waktu mengajar maka akan dimulai dari teguran Lisan lalu Teguran Tertulis Lalu SP1, SP2, dan SP 3 berarti masa waktu bekerja nya sudah tidak bisa dilanjutkan lagi.
10. Bagaimana penerapan disiplin dan sanksi terhadap pelanggaran di SDIT Humairoh ? Untuk pemberian sanki itu seperti tadi yang sudah saya jelaskan yaitu dengan, dimulai dari teguran Lisan lalu Teguran Tertulis Lalu SP1, SP2, dan SP 3 berarti masa waktu bekerja nya sudah tidak bisa dilanjutkan lagi.
Sebagai Kepala Sekolah kita untuk melakukan Penilian Kinerja Guru itu dengan supervisi. Supervisi dari saya itu ada yang terjadwal atau ada yang tidak terjadwal.
Untuk waktu terjadwal itu biasa nya kita kembalikan ke Forum kira-kira kapan guru tersebut mau dilakukan supervisi lalu supervisi yang secara tidak terjadwal ini tergantung saya kapan mau langsung supervisi ke lapangan. Pembinaan yang saya lakukan yang pertama ialah mengadakan rapat setiap satu bulan sekali, dimana dalam rapat tersebut dihadiri oleh semua guru dengan tujuan atau agenda rapat yang sudah ditetapkan. Tujuan ditentukannya yaitu terkait dengan mengevaluasi kinerja guru selama satu bulan, baik dari persiapan guru dalam mengajar di kelas, membuat RPP, mempersiapkan media, dan lain-lain yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar. Kalau pedagogik itu melakukan penilaian di kelas, mulai dari persiapan mengajar, kemudian bagaimana mengajarnya, teknik mengajar, persiapan medianya dan metodenya. Itu sebagai evaluasi guru, kemudian setelah melakukan evaluasi baru saya memberikan masukan kepada guru, misalnya jika ada guru yang kurang mempersiapkan bahan untuk mengajar saya biasanya memberikan teguran kepada guru tersebut dan memberikan motivasi agar guru tersebut lebih bersemangat.
Supervisi individual saya melakukan kunjungan dari kelas satu sampai enam. Tetapi sebelum berkunjung ke kelas saya memberitahu atau janjian terlebih dahulu dengan guru yang akan saya supervisi agar guru mempunyai persiapan, tetapi saya lebih sering.
12. Apa yang Anda lakukan dalam memberikan motivasi kepada guru ?
Biasanya saya memberikan motivasi itu kepada guru yang kira-kira kinerja nya segitu-gitu aja tidak ada perubahan apalagi aktif dalam mengajar itu selalu saya berikan motivasi untuk sama sama kita meningkat kan kinerja menjadi lebih baik, tetapi setelah saat melakukan supervisi saya selalu memberikan motivasi kepada guru guru tersebut. Untuk meningkatkan kinerja guru yang ada di sekolah ini saya sangat mendukung apabila ada yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, dan itu saya kasih dispensasi di hari sabtu, tapi untuk saat ini dukungan yang bisa saya berikan masih sebatas motivasi saja kalau untuk dukungan finansial masih belum untuk saat ini.
Humairoh Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar
1. Apa saja faktor yang menghambat dalam peningkatan kinerja guru di SDIT Humairoh ? Faktor penghambatnya itu sendiri ialah faktor usia beberapa guru tua, sehingga sulit untuk memahami tentang teknologi sehingga ini menjadi kendala tersendiri bagi beberapa guru lumayan berumur tua yang ada di sekolah. Kemudian Faktor penghambat kinerja guru lainnya yaitu guru perempuan di masa dia single lalu menikah itu ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi dalam kinerjanya seperti datang kesekolah tidak tepat waktu, deadline tugas kebanyakan terlambat dan kurangnya konsentrasi dalam mengajar dan lainnya.
2. Apa solusi yang Anda berikan sebagai pemimpin dalam permasalahan tersebut ? Solusinya itu saya coba panggil ke kantor lalu coba dibicarakan kira-kira apa kendala yang membuat guru tersebut melakukan beberapa kesalahan.
Setelah beberpa waktu kita berbicara terkait permasalahan tersebut saya coba kasih solusi dan masukan agar kinerja guru tersebut kembali oktimal dalam melaksanakan tugas mengajar.
3. Apakah guru yang memiliki masalah dalam kinerja sudah diberikan tindak lanjut ? Tentu saja sudah jadi apabila ada guru yang dalam mengajar atau pengumpulan tugas ada beberapa kesalahan tentu diberi tindak lanjut. Untuk sanksi nya tergantung dari kesalahan yang dialami oleh guru tersebut.
4. Penghargaan apa yang diberikan oleh sekolah kepada guru yang berprestasi ?
Tentu saja ada, untuk guru yang berprestasi tentu kita berikan hadiah berupa moral dan materialistis. Tetapi untuk hadiah materialistis itu biasanya kita berikan di waktu Hari Guru. Moment yang pas untuk dibagikan hadiah kepada guru yang berprestasi jadi untuk sebagai motivasi untuk teman-teman yang lain agar lebih semnagat untuk meningkatkan kulitas kinerja sebagai tenaga pendidik.
5. Bagaimanakah cara membangun komitmen guru dalam meningkatkan kinerjanya ? Dalam membangun komitment guru untuk meningkatkan kinerja nya yaitu dengan cara kami semua majelis guru melakukan rapat mingguan, yang mana pembahasan nya itu terkait apa saja kendala-kendala kita dalam mengajar atau apa saja hal-hal yang membuat kita kurang nyaman dalam melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik.
DENGAN GURU SDIT HUMAIROH
Nama : Jumiati S.Pd.
Jabatan : Wakil Kepala Sekolah dan Guru Hari/Tanggal : Senin, 26 Desember 2022 Waktu : 09.00 – 10.00 WIB Tempat : Ruang Guru
Instrumen Penelitian, sebagai berikut:
A. Bagaimanakah Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDIT Humairoh Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar
1. Apakah yang anda ketahui tentang kinerja guru ?
Kepala sekolah selalu memberikan perhatian kepada para guru, beliau juga selalu memberikan nasehat dan memberikan motivasi, beliau juga mengijinkan kita (para guru) untuk mengikuti pelatihan di luar demi kemajuan dan kualitas para guru.
Kinerja guru merupakan proses pembelajaran sebagai upaya untuk mengembangkan kemampuan yang lebih baik, sehingga tujuan pendidikan yang sudah dikesepakati dapat dicapai dengan baik melalui suatu kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru sesuai dengan target dan tujuan.
2. Bagaimanakah dengan kenyamanan yang ada di SDIT Humairoh ?
Alhamdulillah untuk kenyamanan rata-rata guru merasa menyaman untuk mengajar di SDIT Humairoh peran kepala sekolah juga sangat membantu yang mana kepala sekolah tidak ada membeda bedakan semuanya di perlakukan dengan sama tetapi tetap harus saling menghormati dan menghargai apabila ada permasalahan di antara guru-guru kepala sekolah dengan cepat untuk menindak lanjuti seperti dibuat mediasi dan dicari solusi bersama-sama. Karena keadaan ini kondisi di Sdit Humairoh jadi hangat, asri dan teduh sehingga guru-guru merasa nyaman dan betah untuk terus bertahan di Sdit Humairoh.
3. Apakah yang mendasari anda untuk berminat menjadi guru ?
Hal dasar yang membuat saya ingin menjadi guru itu karena latar belakang keluarga saya itu juga guru, Ayah saya guru SMP ibu saya guru TK jadi memang menjadi guru sudah menjadi bagian dari keluarga saya. Alhamdulillah di SDIT Humairoh saya sudah mengajar selama 10 tahun ini bukan waktu yang sebentar hal yang membuat
mengayomi kami sebagai tenaga pendidik dan tidak semena-mena dalam menasehati kami.
4. Metode apa yang anda gunakan dalam proses pembelajaran ?
Metode yang saya gunakan dalam proses pembelajaran itu biasanya berupa Tanya jawab dan berdiskusi . Anak-anak dilatih untuk mandiri dalam mengerjakan suatu project atau pembelajaran, agar anak-anak terbiasa dalam memecahkan suatu masalah tidak harus selalu bertanya ke Guru.
5. Bagaimanakah peran kepala sekolah sebagai pemimpin?
Peran kepala sekolah Sdit Humairoh alhamdulillah terbilang adil dan bijaksana, kepala sekolah tidak membeda bedakan dalam hal pekerjaan. Jadi guru-guru yang baru atau yang sudah berpengalaman tetap sama dalam memperlakukannya tidak ada perlakuan khusus.
6. Bagaimanakah tanggung jawab guru sebagai pendidik ?
Tanggung jawab guru sebagai tenaga pendidik itu berupa menjaga, mengarahkan dan membimbing siswa agar berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya. Jadi guru di Humairoh itu selalu mengarahkan kemana minat dan bakat seorang murid contoh ada murid yang lebih unggul dalam Tahfidz maka kita fasilitasi dengan Program Rumah Tahfidz yang mana di sini siswa di bina dengan tujuan untuk mendapatkan prestasi melalui perlombaan Tahfidz dll.
7. Apakah kepala sekolah sudah berlaku adil dalam mengambil keputusan untuk kemajuan sekolah?
Alhamdulillah kepala sekolah selalu berusaha untuk berlaku adil dengan cara setiap ada kebijakan yang diambil selalu melibatkan guru-guru sehingga kebijakan yang diperoleh itu hasil musyawarah bersama.
8. Apakah kepemimpinan kepala sekolah sudah tepat dalam pelaksanaannya ?
Menurut penilaian saya selama ini kepemimpinan kepala sekolah dalam pelaksanaan nya sudah cukup baik. Saya harap kepala sekolah terus bersinergi dengan guru-guru agar terus terdepan pendidikan di Sdit Humairoh ini.
9. Bagaimanakah strategi untuk meningkatkan kinerja guru ?
Strategi untuk meningkatkan kinerja guru kita dengan mendisiplinkan guru yaitu dengan cara datang tepat waktu yang dibuktikan dengan Check Clock otomatis sehingga guru tidak bisa semena-mena untuk datang kesekolah lalu bagi yang tidak pernah terlambat dalam 1 bulan maka Reward nya di berikan gaji lebih dahulu dari
yang lebih baik. Tambahan untuk meningkatkan kinerja guru dengan mengadakan Pelatihan, Evaluasi bersama, rapat mingguan rutin dan lainnya. Seorang guru harus mempunyai kompetensi sosial agar bisa menjalin hubungan guru dengan murid, orang tua murid, sesama guru, kepala sekolah dan yang ada di lingkungan sekitarnya. Upaya yang saya lakukan terkait dengan kompetensi sosial guru ialah rutin mengadakan rapat kemudian dalam rapat itu saya memberikan evaluasi dan tausiah terkait dengan akhlaq seorang guru mulai dari bertutur kata, bagaimana bergaul dengan sesama.
10. Apakah yang dilakukan kepala sekolah dalam rangka pembinaan kinerja guru?
Dalam pembinaan kinerja guru kepala sekolah berperan mengadakan pelatihan disekolah, pembinaan melalui supervisi kelas, pembinaan melalui rapat bulanan, dan pembinaan secara individual. Hal ini dilakukan agar guru-guru yang masih baru dalam pengalaman bisa bersaing dengan yang sudah berpengalaman jadi tidak jalan ditempat saja harus ada Inovasinya. Terkait dengan pembinaan kepala sekolah sendiri, kepala sekolah sudah memberikan pembinaan kepada semua guru untuk meningkatkan kinerja guru. Untuk meningkatkan kinerja guru kepala sekolah mengadakan rapat setiap satu bulan sekali atau bahkan terkadang tidak sampai satu bulan sudah melakukan rapat jika terjadi permasalahan. Selaku kapala sekolah beliau selalu memberikan pembinaan kepada guru-guru yang ada di SDIT Humairoh ini, begitu pula terhadap saya. Kepala sekolah selalu mengadakan agenda rapat setiap satu bulan sekali, dimana dalam rapat tersebut untuk mengevaluasi kinerja guru selama satu bulan dan hal-hal yang terkait dengan sekolah. Tetapi di luar itu beliau juga selalu memberikan pembinaan kepada guru secara individu, jadi kalau ada permasalahan yang harus segera di selesaikan kita (para guru) langsung menghadap beliau untuk berdiskusi dan beliau selalu memberikan solusi. Beliau juga sering keliling kelas untuk melihat situasi di kelas saat guru mengajar. Terus beliau juga selalu menekankan kepada guru terkait dengan pembuatan RPP saat mengajar. Selain itu beliau juga mengikut sertakan guru dalam workshop, KKG yang diadakan di wilayah kecamatan Kampar.
11. Bagaimanakah kedisiplinan dalam hal waktu mengajar dan dalam hal menyelesaikan tugas di SDIT Humairoh ?
Dalam hal kedisiplinan terkait waktu mengajar dan menyelesaikan tugas Alhamdulillah sudah hampir keseluruhan majelis guru untuk deadline dalam pengumpulan tugas sudah bagus dan tepat waktu karena sudah diberikan dari awal