• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di 3 Kantor Cabang PT ASABRI (Persero) wilayah Sumatera dengan waktu penelitian dimulai dari bulan Februari - Mei 2017.

1. Kantor Cabang Banda Aceh

Jl. Cut Nyak Dien No.27A Ajun Peukan Bada, Aceh Besar, Banda Aceh.

2. Kantor Cabang Medan

Jl. T. Amir Hamzah, Komplek Griya Riatur Indah Blok B/4 Medan.

3. Kantor Cabang Palembang

Jl. Radial No. 3 A-B 24 Ilir Palembang

3.3 Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek (subjek) yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011:117). Populasi penelitian ini adalah karyawan dari 3 kantor cabang wilayah Sumatera yaitu Aceh, Medan, dan Palembang. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2011:117). Populasi penelitian ini berjumlah 48 karyawan dengan teknik pengambilan sampel adalah sampel jenuh yaitu seluruh jumlah populasi menjadi sampel dengan karakteristik sampel adalah karyawan tetap di PT ASABRI (Persero) seperti yang disajikan pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1 Distribusi sampel PT ASABRI (Persero) Wilayah Sumatera NO KANTOR CABANG POPULASI (Orang) SAMPEL (orang)

1

Banda Aceh 10

a. Banda Aceh 7

b. Lhokseumawe 3

2

Medan 21

a. Medan 12

b. Pekanbaru 3

c. Batam 3

d. Padang 3

3

Palembang 17

a. Palembang 11

b. Bandar Lampung 3

c. Bengkulu 3

TOTAL 48 48

Sumber : Divisi Personalia PT ASABRI (Persero) (2017)

3.4. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Wawancara (interview) yaitu teknik pengumpulan data apabila ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang akan diteliti, dan juga apabila ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam.

2. Daftar pertanyaan (questionaire), diberikan kepada karyawan PT ASABRI

3. Studi dokumentasi yaitu mengumpulkan dan mempelajari data-data pendukung dari perusahaan.

3.5. Jenis dan Sumber Data

Jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Data Primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan secara langsung dari sumber datanya melalui wawancara (interview) dan daftar pertanyaan (questionaire) yang diberikan kepada responden yang dijadikan sampel.

2. Data Sekunder yaitu data yang mendukung data primer yang diperoleh melalui studi dokumentasi PT ASABRI (Persero).

3.6. Identifikasi dan Operasionalisasi Variabel 3.6.1 Identifikasi Variabel Penelitian

1. Variabel bebas (independent variable) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab timbulnya perubahan pada variabel terikat, yaitu organizational citizenship behavior. Variabel bebas (X) penelitian ini yaitu: Kepuasan Kerja (X1) dan Stres Kerja (X2).

Kepuasan Kerja (X1) adalah sikap emosional/respons karyawan atas aspek pekerjaannya. Adapun dimensi kepuasan kerja adalah:

1. Pekerjaan itu sendiri. Adapun indikatornya adalah:

1. Wewenang penuh atas pekerjaan 2. Pekerjaan yang menarik/menantang 2. Gaji. Adapun indikatornya adalah:

1. Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan fisik

3. Kesempatan promosi. Adapun indikatornya adalah:

1. Kesempatan untuk maju dalam organisasi

4. Pengawasan/Supervisi. Adapun indikatornya adalah:

1. Kemampuan penyelia untuk memberikan bantuan teknis 2. Motivasi dari atasan.

5. Rekan Kerja. Adapun indikatornya adalah:

1. Interaksi sosial yang baik dengan karyawan lain 6. Kondisi Kerja. Adapun indikatornya adalah:

1. Kondisi kerja secara fisik 2. Sarana dan prasarana kerja

Stres kerja (X2) adalah kondisi ketegangan yang menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis yang mempengaruhi emosi, cara berfikir dan kondisi seorang karyawan. Menurut Robbins (2008:370) ada tiga kategori pemicu stres kerja yaitu :

a. Faktor-faktor lingkungan yang memiliki tiga indikator yaitu:

1) Rekan kerja

2) Perubahan teknologi

b. Faktor-faktor perusahaan dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu:

1) Beban kerja 2) Ambiguitas peran

c. Faktor-faktor pribadi yang terdiri dari : 1) Masalah keluarga

2) Karakter yang melekat dalam diri seseorang.

2. Variabel terikat (dependent variable) adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya perubahan dari variabel bebas, yaitu Organizational Citizenship Behavior (Y). OCB adalah kontribusi individu yang bersifat kooperatif dan yang melebihi tuntuntan peran di tempat kerja dan di-reward oleh perolehan kinerja tugas. OCB ini melibatkan perilaku meliputi perilaku menolong orang lain, menjadi volunteer untuk tugas-tugas ekstra, patuh terhadap aturan dan prosedur-prosedur di tempat kerja. Ada lima dimensi kunci organizational citizenship behavior yaitu:

a. Kepedulian (altruism) adalah perilaku membantu karyawan lain tanpa ada unsur paksaan pada tugas-tugas yang berkaitan dengan operasi-operasi organisasional. Adapun indikator dimensi ini adalah:

1) Membantu karyawan yang pekerjaannya overload.

2) Menggantikan karyawan yang tidak masuk atau istirahat

b. Kewarganegaraan (civic virtue) yaitu berpartisipasi dalam dan peduli akan kehidupan perusahaan”. Indikatornya:

1) Menahan diri dari mengeluh dan mengumpat

2) Tidak membesar-besarkan masalah di luar proporsinya

c. Kesadaran (conscientiousness ) adalah tentang kinerja dari prasyarat peran yang melebihi standar minimum yang diharapkan organisasi secara sukarela. Adapun indikator dimensi kesadaran sebagai berikut:

1) Kehadiran

2) Tidak menghabiskan waktu untuk pembicaraan di luar pekerjaan d. Ikut memiliki (courtesy) adalah perilaku yang menunjukkan adanya

penghargaan terhadap hak-hak orang lain yang bertujuan untuk mencegah

munculnya masalah-masalah pekerjaan yang berkaitan dengan karyawan lain. Courtesy memiliki indikator seperti :

1) Terlibat dalam fungsi–fungsi yang membantu organisasi, 2) Menjaga image organisasi,

e. Sikap sportif (sportsmanship) menggambarkan sportifitas seorang pekerja terhadap organisasi untuk memandang aspek-aspek positif dibanding aspek-aspek negatif. Indikatornya terdiri dari:

1) Bersedia menerima kritik 2) Saling mengingatkan

3) Variabel Intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur. Variabel ini merupakan variabel penyela antara variabel independen dengan variabel dependen, sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen, menurut Tuckman (dalam Sugiyono, 2007), yaitu komitmen organisasional (Z).

Komitmen organisasional (Z) adalah karyawan PT ASABRI (Persero) yang mengenal dan melihat dirinya sebagai anggota sejati organisasi. Ada 3

dimensi komitmen organisasi terdiri dari :

a. Komitmen afektif adalah keterikatan secara psikologis/emosional dan keterlibatan dalam organisasi. Dalam hal ini individu menetap dalam suatu organisasi karena keinginannya sendiri. Adapun indikator komitmen afektif adalah:

1) Rasa bangga menjadi anggota organisasi 2) Pengalaman kerja

b. Komitmen berkelanjutan/kontinuan adalah komitmen berdasarkan pertimbangan tentang apa yang dikorbankan bila akan meninggalkan organisasi. Komitmen kontinuan memiliki indikator seperti:

1) Keinginan untuk pindah

2) Hidup terganggu jika berhenti bekerja

c. Komitmen normatif (normative commitment) adalah perasaan wajib untuk terus berada di perusahaan. Indikatornya adalah:

1) Hasrat karyawan untuk bertahan

2) Keinginan karyawan untuk bekerja keras

Kuisioner penelitian ini menggunakan Skala Likert untuk mengukur responden terhadap pernyataan-pernyataan dalam dengan rentang skala 1 – 5.

Menurut Sugiyono (2008:86) Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok tentang fenomena sosial, maka jawabannya dapat diberi skor :

Tabel 3.2 Instrumen Skala Likert

Skala Skor

Sangat Setuju (SS) Setuju (S)

Kurang Setuju (KS) Tidak Setuju (TS)

Sangat Tidak Setuju (STS)

5 4 3 2 1 Sumber : Sugiyono (2008 : 133)

3.6.2. Operasionalisasi Variabel

Tabel 3.3 Operasionalisasi Variabel

No Variabel Definisi

Operasional

Dimensi Indikator Skala

Ukur

1) Wewenang penuh atas pekerjaan

2) Pekerjaan yang menantang Likert Gaji 1) Pemenuhan kebutuhan fisik

2) Pemenuhan kebutuhan status sosial

Likert

Kesempatan promosi

1) Kesempatan untuk maju dalam organisasi

2) Kesempatan mengikuti diklat

Likert

Supervisi/

Pengawasan

1) Kemampuan penyelia memberikan bantuan teknis 2) Motivasi dari atasan

Likert

Rekan kerja 1) Komunikasi yang baik

2) Kerjasama yang baik

Likert Kondisi kerja 1) Kondisi kerja secara fisik

2) Sarana dan Prasarana kerja

Likert

2) Perubahan teknologi Likert Faktor-faktor

1) Rasa bangga menjadi anggota organisasi

2) Pengalaman Kerja

Likert Komitmen

berkelanjutan

1) Keinginan untuk pindah 2) Hidup terganggu jika berhenti

kerja

Likert

Komitmen normatif

1) Hasrat karyawan bertahan 2) Keinginan karyawan untuk

bekerja keras

1) Membantu teman yang pekerjaannya overload, 2) Menggantikan rekan kerja yang

tidak masuk/istirahat,

2) Tidak menghabiskan waktu

untuk bergosip Likert

Kewarganegar aan (civic virtue)

1) Menahan diri dari mengeluh dan mengumpat,

1. Terlibat dalam fungsi yang membantu organisasi

2. Menjaga image organisasi Likert Sikap sportif

(sportsmanship)

1) Bersedia menerima kritik

2) Saling mengingatkan Likert Sumber:Luthans (2006), Yuli (2005), Sunarto (2004), Hasibuan (2003), Rivai (2004).

3.7. Teknik Analisis Data

3.7.1 Metode Analisis Statistika Deskriptif

Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis statistik menggunakan SPSS. Statistika deskriptif merupakan metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian data sehingga memberikan informasi mengenai suatu keadaan atau fenomena. Yang harus diperhatikan dalam statistika deskriptif adalah hanya menyajikan atau memberikan informasi dari data yang dimiliki (data dari sampel) bukan memberikan kesimpulan tentang data populasi.

Penyampaian informasi yang dimaksud berupa diagram, grafik, gambar dan tabel.

3.7.2. Analisis Jalur (Path Analysis)

Analisis jalur digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung, seperangkat variabel bebas (eksogen) terhadap variabel terikat (endogen) (Riduwan, 2007).

Dalam analisis jalur terdapat dua metode analisis, yaitu metode dekomposisi dan metode trimming. Metode dekomposisi adalah metode yang menekankan pada pengaruh yang bersifat kausalitas antar variabel, baik pengaruh langsung maupun tidak langsung dalam kerangka analisis jalur. Metode Trimming adalah metode yang digunakan untuk memperbaiki suatu model struktur analisis jalur dengan cara mengeluarkan variabel eksogen yang koefisien jalurnya tidak signifikan dalam model (Riduwan, 2007). Penelitian ini menggunakan analisis jalur metode dekomposisi yang ditunjukkan oleh koefesien jalur setiap diagram dari hubungan kausal antar variabel X1, dan X2 terhadap Y melalui variabel intervening Z.

Gambar 3.1 Model Analisis Jalur (Path Analysis Model)

Langkah-langkah analisis jalur (path analysis) yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Menentukan model diagram jalurnya berdasarkan paradigma hubungan antar variabel dan merumuskan hipotesis. Model analisis jalur dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3.2 dan 3.3 di bawah.

2. Membuat diagram jalur persamaan strukturalnya (Lihat Gambar 3.2 dan 3.3) Sub-model 1

b1

b2

Gambar 3.2 Sub-Model I Analisis Jalur untuk Persamaan Struktural

Sub-model II

b3

b5

b4

Gambar 3.3 Sub-Model II Analisis Jalur untuk Persamaan Struktural Komitmen

Dimana:

X1= Skor Indikator Kepuasan Kerja X2= Skor Indikator Stres Kerja Z = Skor Indikator OCB

Y = Skor Indikator Komitmen Organisasional

Diagram jalur pada Gambar 3.2 di atas terdiri atas dua persamaan struktural, di mana X1, dan X2 adalah variabel eksogen sedangkan Z dan Y adalah variabel endogen. Persamaan strukturalnya dapat disusun sebagai berikut:

Z = a + b1X1 + b2X2 + e1 (3.1)

Y = a + b3X1 + b4X2 + b5Z + e2 (3.2)

3.7.2.1 Estimasi atas model Persamaan Struktural.

Persamaan struktural 3.1 dan 3.2 di atas selanjutnya diestimasi dengan menggunakan metode analisis regresi berganda. Untuk mendapatkan model regresi yang layak maka harus memenuhi beberapa asumsi antara lain asumsi normalitas residual, heteroskedastisitas, multikolinearitas. Pengujian asumsi serial korelasi tidak dilakukan mengingat data yang digunakan adalah cross sectional data.

Pada penelitian ini juga dilakukan pengujian asumsi klasik seperti:

a. Uji Normalitas Residual

Uji normalitas residual digunakan untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak dengan menggunakan uji statistik non-parametrik Kolmogorov Smirnov. Rumusan Hipotesisnya adalah sebagai berikut:

H0 : Residual berdistribusi normal.

H1 : Residual tidak berdistribusi normal.

Kriteria pengambilan keputusan adalah terima H0: residual berdistribusi normal jika sig. K-S > α = 0,05 dan tolak H0 (terima H1): residual tidak berdistribusi normal jika sig. K-S < α = 0,05.

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya korelasi yang tinggi antara variabel-variabel bebas dalam suatu model regresi linear berganda. Jika ada korelasi yang tinggi di antara variabel-variabel bebasnya, maka hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikatnya menjadi terganggu. Untuk mendeteksi ada tidaknya multi kolinieritas dilakukan dengan melihat Tolerance Value dan Variance Inflation Factor (VIF). Multi kolinieritas terjadi jika nilai tolerance < 0,10 dan VIF > 10.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas adalah untuk melihat apakah terdapat ketidaksamaan varians dari residual satu ke pengamatan lainnya. Deteksi heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan metode scatterplot dengan memplotkan nilai ZPRED (nilai prediksi) dengan SRESID (nilai residualnya). Uji statistik yang dapat digunakan adalah uji Glejser. Rumusan Hipotesisnya adalah:

H0 : Pada model tidak ada masalah heterokedastisitas.

H1 : Pada model ada masalah heterokedastisitas.

Kriteria pengambilan keputusan adalah jika nilai Prob. F > 0,05 maka terima H0: tidak ada masalah heterokedastisitas; jika nilai Prob. F <

0,05 maka tolak H0 (terima H1): ada masalah heterokedastisitas.

3.7.2.2 Menghitung Koefisien Jalur Berdasarkan Estimasi Persamaan Struktural

Koefisien jalur adalah koefisien regresi yang distandarkan yaitu koefisien regresi yang dihitung dari basis data yang telah diset dalam angka baku atau Z-score (data yang diset dengan nilai rata-rata = 0 dan standar deviasi = 1). Koefisien jalur yang distandarkan (standardized path coefficient) ini digunakan untuk menjelaskan besarnya pengaruh variabel eksogen terhadap variabel terikat endogen. Pada program SPSS, koefisien path ditunjukkan oleh output yang dinyatakan sebagai standardized coefficient atau dikenal dengan nilai Beta.

Berdasarkan hasil estimasi persamaan struktural maka selanjutnya dapat dilakukan pengujian secara simultan untuk melihat pengaruh variabel eksogen (Kepuasan Kerja (x1), Stres Kerja (x2), secara bersama-sama terhadap variabel endogen Organizational Citizenship Behavior (Y). Hipotesis pengujiannya adalah sebagai berikut:

H0 :secara bersama-sama x1, x2 tidak berpengaruh terhadap variabel endogen y H1:secara bersama-sama x1, x2 berpengaruh terhadap variabel endogen y.

Statistik uji yang digunakan adalah statistik F dengan ketentuan terima H0 bila sig. F > 0,05 dan tolak H0 (terima H1) bila sig. F < 0,05. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis secara parsial dimana hipotesis penelitian yang akan diuji dirumuskan menjadi hipotesis statistik berikut:

Ho : ρYXi ≤ 0

H1 : ρYXi > 0

Berdasarkan output SPSS maka signifikansi koefisien jalur (ρYXi) dapat ditentukan sebagai berikut: bila sig.t > 0,05 maka terima H0 yang berarti koefisien jalur sama dengan nol dan variabel eksogen tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel endogen. Bila nilai sig.t < 0,05 maka tolak H0 (terima H1) yang bermakna variabel eksogen tersebut berpengaruh signifikan terhadap variabel endogen.

3.8. Uji Validitas dan Reliabilitas

Uji validitas dan reliabilitas instrumen dilakukan kepada 30 karyawan pada PT Taspen (Persero) yang beralamat di JL. H. Adam Malik No. 64 Medan.

3.8.1. Uji Validitas

Validitas adalah tingkat keandalan dan kesahihan alat ukur yang digunakan. Instrumen dikatakan valid berarti menunjukkan alat ukur yang dipergunakan untuk mendapatkan data itu valid atau dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur (Sugiyono, 2008:172). Uji validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu daftar pertanyaan dalam mendefinisikan suatu variabel. Validitas data penelitian ditentukan oleh proses pengukuran yang akurat. Pengujian dilakukan melalui kriteria:

Jika rhitung ≥ rtabel, maka pertanyaan dinyatakan valid. Jika rhitung < rtabel, maka pertanyaan dinyatakan tidak valid. Jika nilai Corrected Item Total Corelation setiap pertanyaan lebih besar dari 0,361 maka butir pertanyaan dianggap valid.

Hasil uji validitas terhadap kepuasan kerja, stres kerja, komitmen organisasi dan organizational citizenship behavior dapat dilihat pada Tabel 3.4 – Tabel 3.7

Tabel 3.4

Hasil Uji Validitas Variabel Kepuasan Kerja

No Butir Instrumen Corrected item

total correction

Nilai

Kritis Kesimpulan 1 Saya puas dengan wewenang penuh atas

pekerjaan yang diberikan .539 0.361 Valid

2 Saya puas diberi kesempatan melakukan

pekerjaan beragam .658 0.361

Valid 3 Saya puas dengan tantangan dalam

pekerjaan saat ini .360 0.361

Tidak Valid 4 Saya puas dengan pembuktian kemampuan

pada pekerjaan saat ini .792 0.361

Valid 5 Gaji yang diberikan perusahaan sesuai

dengan harapan saya .794 0.361

Valid 6 Saya puas dengan index gaji pada

perusahaan ini .616 0.361

Valid 7 Gaji yang diberikan sebanding dengan

beban kerja yang saya terima .791 0.361

Valid 8 Gaji saat ini dapat memenuhi kebutuhan

sosial saya .598 0.361

Valid 9 Saya puas dengan peluang promosi yang

diberikan perusahaan .549 0.361

Valid 10 Saya puas dengan kesempatan

pengembangan karir .705 0.361 Valid

11 Saya puas dengan kesempatan diklat yang

diberikan PT Taspen .584 0.361 Valid

12 Saya puas dengan kesempatan sertifikasi

yang saya ikuti .765 0.361 Valid

13 Saya puas dengan atasan ketika

mengarahkan saya dalam bekerja .697 0.361 Valid

14 Saya menjadikan atasan sebagai teladan

menjalankan pekerjaan .600 0.361 Valid

15 Saya puas atas pujian dari atasan ketika

saya menyelesaikan pekerjaan dengan baik .704 0.361 Valid 16 Saya puas dengan motivasi dari pimpinan .729 0.361 Valid

17 Saya puas dengan komunikasi yang

baikpada unit kerja saya .786 0.361 Valid

18 Saya puas dengan percakapan yang terarah

dalam pekerjaan ini .676 0.361 Valid

19 Saya puas berinteraksi dengn rekan kerja

menyelesaikan pekerjaan 753 0.361 Valid

20 Saya puas dengan dukungan rekan kerja .783 0.361 Valid 21 Saya puas ruangan kerja dibersihkan setiap

hari .497 0.361 Valid

22 Saya puas dengan pencahayaan ruangan

kerja saat ini .461 0.361 Valid

23 Saya puas dengan sarana yang ada di kantor

cabang saat ini .482 0.361 Valid

24 Saya puas dengan prasarana yang

mendukung pekerjaan saat ini .135 0.361

Tidak Valid

Berdasarkan Tabel 3.4 diatas terdapat 2 pernyataan kuisioner yang dinyatakan tidak valid sehingga pernyataan no.3 dan no.24 tidak diikutsertakan dalam penyebaran kuisioner pada PT ASABRI (Persero) Wilayah Sumatera.

Tabel 3.5

Hasil Uji Validitas Variabel Stres Kerja

No Butir Instrumen 1 Saya merasa tertekan dalam melaksanakan

pekerjaan sehari-hari .588 0.361

Valid 2 Saya mudah marah ketika berbicara

dengan rekan kerja .689 0.361

Valid 3 Saya tidak nyaman dengan teknologi yang

digunakan perusahaan .653 0.361

Valid 4 Saya bingung menggunakan aplikasi yang

disediakan perusahaan .888 0.361

Valid 5 Saya susah tidur ketika mengingat beban

kerja yang diberikan .577 0.361

Valid 6 Saya sering pusing dengan tugas kerja

yang menumpuk saat ini .577 0.361

Valid 7 Saya melaksanakan pekerjaan double job .533 0.361 Valid 8 Saya sering mengantuk dikantor setelah

lembur menyelesaikan pekerjaan tambahan .915 0.361

Valid 9 Belakangan ini saya sering murung

dikantor .839 0.361

Valid 10 Berat badan saya turun drastis akibat

bekerja hingga larut malam .808 0.361 Valid

11 Saya belakangan ini sulit tidur dengan

nenyak .624 0.361 Valid

12 Saya sering marah-marah kepada rekan

kerja .594 0.361 Valid

Berdasarkan Tabel 3.5 diatas terdapat 12 pertanyaan. Seluruh pertanyaan yang diajukan pada PT Taspen (Persero) dinyatakan valid untuk penyebaran kuisioner pada PT ASABRI (Persero) Wilayah Sumatera.

Tabel 3.6

Hasil Uji Validitas Variabel Komitmen Organisasional

No Butir Instrumen Corrected item

total correction

Nilai

Kritis Kesimpulan 1 Saya memutuskan bekerja pada perusahaan

ini sampai pensiun .613 0.361

Valid 2 Saya memiliki keterikatan emosional

dengan perusahaan ini .312 0.361

Tidak Valid 3 Saya senang mempromosikan perusahaan

.414 0.361

Valid

No Butir Instrumen Corrected item total correction

Nilai

Kritis Kesimpulan 4 Saya merasa perusahaan ini yang terbaik

untuk bekerja .268 0.361

Tidak Valid 5 Saya merasa bukan hal yang benar jika

saya keluar dari perusahaan karena ada tawaran yang lebih baik

.492 0.361 Valid

6 Jika saya keluar dari perusahaan ini maka banyak hal dalam hidup saya yang terganggu

.685

0.361

Valid 7 Saya tetap bekerja pada perusahaan ini

karena pilihan bekerja di tempat lain terbatas

.844 0.361 Valid

8 Saya tetap bekerja pada perusahaan ini karena tidak yakin perusahaan lain bisa memberi benefit yang lebih baik

.693 0.361 Valid

9 Saya merasa kehidupan saya akan

terganggu jika meninggalkan organisasi ini .792 0.361

Valid 10 Saya tidak akan meninggalkan organisasi

ini karena saya bertanggung jawab dengan orang-orang di dalamnya

.730 0.361

Valid

11 Saya akan memberikan seluruh pikiran dan

tenaga untuk perusahaan ini .614 0.361 Valid

12 Saya akan setia dengan perusahaan ini .500 0.361 Valid

Berdasarkan Tabel 3.6 diatas terdapat 2 pernyataan yang dinyatakan tidak valid yaitu “saya memiliki keterikatan emosional dengan perusahaan ini” dan

“saya merasa perusahaan ini yang terbaik untuk bekerja” sehingga pernyataan no.2 dan no.4 tidak diikutsertakan dalam penyebaran kuisioner pada PT ASABRI (Persero) Wilayah Sumatera.

Tabel 3.7

Hasil Uji Validitas Variabel OCB

No Butir Instrumen Corrected item

total correction

Nilai

Kritis Kesimpulan 1 Saya selalu siap membantu teman yang

pekerjaannya overload. .720 0.361 Valid

2 Saya bersedia bekerja lembur membantu teman menyelesaikan pekerjaan meski tidak mendapatkan imbalan

.672 0.361 Valid

3 Saya bersedia menggantikan peran

karyawan yang tidak masuk .566 0.361

Valid 4 Saya senang menggantikan peran

karyawan yang sedang istirahat siang .766 0.361

Valid 5 Saya tidak pernah melewatkan acara-acara

perusahaan .615 0.361

Valid

No Butir Instrumen Corrected item total correction

Nilai

Kritis Kesimpulan 7 Saya selalu memanfaatkan waktu istirahat

untuk bertukar informasi tentang perusahaan dengan rekan kerja

.474 0.361 Valid

8 Saya memiliki semangat yang tinggi untuk

mencapai tujuan perusahaan .648 0.361

Valid 9 Saya selalu berusaha menyelesaikan

pekerjaan tepat waktu. .656 0.361

Valid 10 Saya selalu bertanggung jawab terhadap

tugas yang diberikan .713 0.361 Valid

11 Saya selalu hadir di setiap pertemuan

kantor dan mitra kerja 682 0.361 Valid

12 Saya senang turut serta dalam setiap

acara-acara perusahaan .645 0.361 Valid

13 Saya menghindari perdebatan yang

memicu kerenggangan dengan rekan kerja .622 0.361 Valid 14 Saya lebih mengutamakan kepentingan

perusahaan meskipun akan mengorbankan kepentingan saya

.766 0.361

Valid

15 Saya menjaga hubungan baik denganrekan kerja agar terhindar dari masalah-masalah interpersonal

.611 0.361

Valid

16 Saya membuka diri bagi karyawan yang

ingin bertukar pikiran .777 0.361 Valid

17 Saya senang menerima kritik yang

membangun .780 0.361 Valid

18 Saya senang ditegur ketika melakukan

pekerjaan dengan keliru .764 0.361 Valid

19 Saya menghabiskan banyak waktu untuk

mengeluh tentang pekerjaan saya. .270 0.361

Tidak Valid 20 Saya tidak mengeluh jika diberi tugas

tambahan oleh atasan .587 0.361

Valid

Berdasarkan Tabel 3.7 diatas terdapat 1 pernyataan yang dinyatakan tidak valid yaitu “saya memiliki keterikatan emosional dengan perusahaan ini” dan

“Saya menghabiskan banyak waktu untuk mengeluh tentang pekerjaan saya.”

sehingga pernyataan no.2 dan no.4 tidak diikutsertakan dalam penyebaran kuisioner pada PT ASABRI (Persero) Wilayah Sumatera.

Adapun taraf signifikansi yang digunakan pada penelitian ini adalah 5%

dan sampel (n) sebanyak 30 orang, dengan nilai Corrected Item-Total Correlation dari masing-masing butir pernyataan lebih besar dari nilai kritis 0,361. Sehingga dari keseluruhan pernyataan ada 5 pernyataan yang dinyatakan tidak valid.

3.8.2. Uji Reliabilitas

Menurut Ghozali (2005:75) reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: 1) Repeated Measure atau pengukuran ulang: disini seseorang akan diberikan pertanyaan yang sama pada waktu yang berbeda dan kemudian dilihat apakah ia tetap konsisten dengan jawabannya. 2) One Shot atau pengukuran sekali saja: disini pengukurannya hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan.Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha ≥ 0.60. Untuk mempermudah menguji validitas angket dan reliabilitas angket akan dibantu dengan menggunakan program SPSS.

Tabel 3.8 Hasil Uji Reliabilitas

No Variabel Cronbach’s

Alpha N of items Hasil

1 Kepuasan Kerja (X1) 0,939 22 Reliabel

2 Stres Kerja (X2) 0,887 12 Reliabel

2 Stres Kerja (X2) 0,887 12 Reliabel

Dokumen terkait