DAFTAR ISTILAH
METODE PENELITIAN
3.2 Lokasi Penelitian
Kota Denpasar merupakan Ibukota Propinsi yang terletak di tengah-tengah dari Pulau Bali. Kota Denpasar terletak diantara 08° 35" 31'-08° 44" 49' lintang selatan dan 115° 10" 23'-115° 16" 27' Bujur timur, yang berbatasan dengan: di sebelah Utara Kabupaten Badung, di sebelah Timur Kabupaten Gianyar, di sebelah Selatan Selat Badung dan di sebelah Barat Kabupaten Badung.
Ditinjau dari Topografi keadaan medan Kota Denpasar secara umum miring kearah selatan dengan ketinggian berkisar antara 0-75m diatas permukaan laut.
Morfologi landai dengan kemiringan lahan sebagian besar berkisar antara 0 namun dibagian tepi kemiringannya bisa mencapai 15%.
Gambar 3.1 Peta Lokasi
http://www.sightseeingbali.com/images
Luas wilayah Kota Denpasar 127,98 km2
tambahan dari reklamasi pantai serangan seluas 380 Ha, atau 2,27 persen dari seluruh luas daratan Propinsi Bali. Sedangka
seluruhnya 5.632,86 Km2.
Tabel 3.1 Luas Lahan di Kota Denpasar Dirinci per Kecamatan (hektar) Kecamatan
1. Denpasar Barat 2. Denpasar Timur 3. Denpasar Selatan 4. Denpasar Utara
Penelitian ini menggunakan
secara sengaja menggunakan beberapa kategori yang sudah ditentukan sejak awal yaitu ruang-ruang publik yang ada di
keberadaan jalan Inspeksi (Jalan Taman Pancing) mengambil objek ujung utara dan selatan, dan juga muara dari
dijelaskan sebagai berikut :
Morfologi landai dengan kemiringan lahan sebagian besar berkisar antara 0 namun dibagian tepi kemiringannya bisa mencapai 15%.
Gambar 3.1 Peta Lokasi Tukad Badung di Kota Denpasar http://www.sightseeingbali.com/images-for-contents/maps/bali.gif
Luas wilayah Kota Denpasar 127,98 km2 atau 127,98 Ha, yang merupakan tambahan dari reklamasi pantai serangan seluas 380 Ha, atau 2,27 persen dari seluruh luas daratan Propinsi Bali. Sedangkan luas daratan Propinsi Bali seluruhnya 5.632,86 Km2.
Luas Lahan di Kota Denpasar Dirinci per Kecamatan (hektar)
Tanah Sawah Tanah Kering Jumlah Penelitian ini menggunakan Purposive Sampling yaitu pemilihan
secara sengaja menggunakan beberapa kategori yang sudah ditentukan sejak awal ruang publik yang ada di Sempadan Sungai Badung dengan patokan keberadaan jalan Inspeksi (Jalan Taman Pancing) mengambil objek ujung utara dan selatan, dan juga muara dari Tukad Badung. Adapun lebih lengkapnya dijelaskan sebagai berikut :
40
Morfologi landai dengan kemiringan lahan sebagian besar berkisar antara 0-5%
atau 127,98 Ha, yang merupakan
sumber : Pemerintah Kota Denpasar pemilihan sample secara sengaja menggunakan beberapa kategori yang sudah ditentukan sejak awal dengan patokan keberadaan jalan Inspeksi (Jalan Taman Pancing) mengambil objek ujung utara . Adapun lebih lengkapnya
41
3.2.1 Objek 1 : Rekreasi air Dam Buagan Tukad Badung ( Ujung utara jalan Taman Pancing)
Dam Buagan di Sungai Tukad Badung, dibangun untuk membendung aliran Tukad Badung kali ini menjadi objek eksperimen pemerintah dalam rentetan
upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Denpasar untuk menjaga kebersihan Tukad Badung dengan menjadikannya wisata tirta dengan pengadaan wahana air. Sampai saat ini hasilnya masih nihil, sejauh ini justru didatangi pengunjung yang duduk-duduk dan memancing.
3.2.2 Objek 2 : Ujung Selatan Jalan Taman Pancing ( Dekat Pura Luhur Grya Anyar Tanah Kilap)
Jalan Inspeksi (Jalan Taman Pancing) merupakan jalan kontrol yang dibangun untuk meningkatkan kebersihan Tukad Badung baik secara langsung maupun tidak. Jalan ini membentang di sisi Tukad Badung dari Jalan Gelogor Carik di selatan hingga Jalan Imam Bonjol di utara. Ujung selatan jalan ini seringkali dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menjadi salah satu lokasi perayaan HUT Kota Denpasar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan sungai.
3.2.3 Objek 3 : Bendungan Muara Nusa Dua
Bendungan Muara Nusa Dua, bertempat di Jalan By Pass Ngurah Rai, dekat tapal batas Kota Denpasar dengan Kabupaten Badung. Perencanaan awal ialah untuk menampung aliran air di hilir sungai badung untuk dikelola menjadi suplai air bersih di Kota Denpasar dan sekitarnya, namun lama kelamaan ternyata muncul aktivitas rekreasi seperti duduk-duduk dan juga memancing. Aktivitas
42
tersebut disadari oleh Desa Adat Pemogan dan sempat mengadakan retribusi parkir. Pada objek juga ditemui beberapa tempat duduk yang dibuat permanen.
Gambar 3.2 Peta Lokasi Objek-Objek Penelitian 3.3 Jenis dan Sumber Data
Dalam penelitian ini dilakukan pengumpulan data terhadap obyek yang diteliti dalam rangka mendapatkan gambaran mengenai suatu keadaan atau permasalahan di kawasan penelitian.Data tersebut terdiri dari data primer dan data sekunder.
3.3.1 Data Primer
Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh secara langsung dari narasumber/informan dengan melakukan wawancara langsung dengan
Waduk Muara Nusadua Dam Buagan Tukad Badung
Jalan Taman Pancing (selatan
43
panduan kerangka pertanyaan. Data-data yang ditanyakan berkaitan dengan sasaran dari penelitian ini, yaitu mengidentifikasi setiap karakteristik dari kasus penelitian untuk mencapai tujuan penelitian Pencarian narasumber/informan untuk wawancara dilakukan terhadap beberapa narasumber. Selain melalui wawancara, data primer juga diperoleh melalui observasi terhadap fenomena di lapangan.
Tabel 3.2 Data Primer Penelitian
No Tema Umum Tema Spesifik Sumber data
3 Aktivitas Kecenderungan
aktivitas
Observasi langsung, Wawancara tidak terstruktur
4 Civitas Kecenderungan
perilaku, tingkatan peran dan aspek sosial
Wawancara pengunjung objek penelitian
5 Sistem Pengelolaan Peran pemerintah (dinas dan adat), manajemen, kebijakan, peraturan
Wawancara Instansi terkait,
6 Proses Terbentuknya Proses terbentuknya setting dari awal hingga kondisi saat ini
Wawancara dan observasi pelaku aktivitas, warga dan pihak terkait
3.3.2 Data Sekunder
Data sekunder dalam penelitian ini merupakan data yang diperoleh dari sumber lain, misalnya dengan menyalin atau mengutip data dalam bentuk yang sudah jadi. Data sekunder diperoleh dari referensi dan informasi yang didokumentasikan oleh kantor/dinas/instansi terkait, diantaranya berupa gambaran wilayah Kecamatan Denpasar Selatan.gambaran kasus secara spesifik yang mungkin telah terinventarisasi dan berbagai berita dan isu yang menyinggung keberadaan dari kasus penelitian.
44
Tabel 3.3 Data Sekunder Penelitian
No Data Sumber Data
1 Data-data statistik Kota Denpasar, BPS Propinsi Bali 2 Peta Tata Ruang Kota Denpasar
Peta Ruang terbuka hijau Kota data inventaris/ ulasan mengenai kasus penelitian
Artikel dan berita di media masa seperti surat kabar, majalah dll.