BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.2 Lokasi Penelitian
PT. Atoz Nusantara Mining berlokasi di Nagari Tambang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Lokasi wilayah IUP PT. Atoz Nusantara Mining dapat ditempuh dengan tahap sebagai berikut:
1. Dari Kota Padang menuju kota Painan, dengan menggunakan jalur darat ditempuh degan jarak tempuh ± 72 Km (2 jam).
2. Dari Kota Painan menuju Nagari Tambang dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dengan jarak tempuh ± 5 Km (45 menit).
3. Dari Nagari Tambang menuju ke lokasi tambang dapat ditempuh menyusuri jalan sejauh 1 Km (5 menit).
Gambar 3.1. Kesampaian Daerah 3.3 Variabel Penelitian
Variabel penelitian merupakan sebab dan akibat yang melatar belakangi penelitian. Sesuai dengan permasalahan yang diteliti, sebelum dilakukan produksi sangat penting menghitung besaran sumberdaya disuatu daerah rencana produksi agar layak atau tidaknya produksi kedepanya dapat tergambarkan. Maka variabel penelitian ini meliputi tentang andesit, sumberdaya, suberdaya terunjuk dan
proses perhitungan sumberdaya terunjuk batuandesit dengan menggunakan metode cross section dan metode kontur di Blok I PT. Atos Nusantara Mining, Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
3.4 Jenis Data dan Sumber Data 3.4.1 Jenis Data
a. Data primer
1. Koordinat Singkapan 2. Ketebalan OB
b. Data sekunder 1. Peta SRTM 3.4.2 Sumber Data
Adapun sumber data didapat dan diambil dari lapangan dengan melakukan kegiatan mapping atau kunjungan lapangan dan data lainya dari arsip-arsip perusahaan dan mencatat semua hal-hal yang dapat mendukung penelitian yaitu pada PT. Atoz Nusantara Minng.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulkan data primer dengan melakukan kegiatan Mapping atau kunjungan lapangan. Pada saat menemukan singkapan andesit dilapangan saat itu langsung dilakukan penandaian titik pada GPS serta mencatatan koordinat.
Hingga pada akhir kunjungan lapangan didapatkan sebanyak 18 titik koordinat singkapan andesit. Selanjutnya 18 data koordinat (lampiran A) di-Input ke software mapsource, di software mapsource 18 titik-titik koordinat dihubungkan dari paling atas dengan titik-titik koordinat paling kanan, kiri dan bawah di
software mapsource, sehingga akan membentuk persegi. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan dalam perhitungan. Selanjutnya saveAs dengan type GesExchange agar bisa dibaca di software global mapper. Buka file tersebut di software global mapper dan olah dengan menambahkan data SRTM hingga kontur terbentuk. Selanjutnya ekspor ke file bertype DXF agar dapat dibaca di software Auto Land Desktop 2004. Buka file tadi di software Auto Land Desktop 2004 untuk dibuat cross section dengan jarak antar penampang 20 m. Hal ini dilakukan karena penampang dengan mudah dapat diatur dan dihitungan lebih akurat. Selanjutnya saveAs dalam type DWG dan open di software global mapper. Di software global mapper barulah cross section dibuat dan selanjutnya mengubah semua cross section menjadi grafik agar mudah dilakukan perhitungan.
3.6 Teknik Pengolahan Data
Teknik pengolahan data yang digunakan peneliti mengacu kepada perhitungan sumberdaya terunjuk dengan menggunakan metode cross section dan metode kontur.
Jika daerah penelitian merupakan daerah yang ditutupi oleh tanah penutup maka perlu dilakukan perhitungan tanah penutup terlebih dahulu. Dalam perhitunganya volume tanah penutup dihitung dengan rumus seperti persamaan 2.5.
1. Perhitungan sumberdaya terunjuk andesit dengan metode cross section dengan sofware global mapper
a. Perhitungan luas masing-masing sayatan dengan rumus blok
b. Melakukan perhitungan volume sayatan dengan rumus persamaan 2.1
c. Menjumlahkan volume dari semua sayatan dan mengurangi dengan volume tanah penutup dengan rumus pada persaamaan 2.6
d. Melakukan perhitungan tonase batuandesit dengan persamaan rumus 2.2
2. Perhitungan sumberdaya terunjuk andesit dengan metode kontur dengan software global mapper
a. File bertype DWG tadi diopen pada software global mapper
b. Dengan menu create new area feature perhitungan luas setiap kontur dilakukan
c. Pada bawah tampilan software global mapper terdapat kalimat enclose area dengan satuanya sq. km yang merupakan luasan kontur dalam satuan km².
d. Lakukan hal yang sama pada setiap kontur dimulai dari batas elevasi bawah.
e. Menjumlahkan volume dari semua kontur dan mengurangi dengan volume tanah penutup dengan rumus pada persaamaan 2.6.
f. Melakukan perhitungan tonase batuandesit dengan persamaan rumus 2.7
3.7 Analisa Data
Setelah melalui tahap dalam pengumpulan data dan pengolahan data maka dilakukan perhitungan kembali dari pengolahan data yang didapat. Tujuanya
meminimalisir serta memperbaiki kesalahan dalam pengolahan data sehingga hasil perhitungan dapat dipercaya.
3.8 Kerangka Metodologi
Langkah-langkah yang dilakukan penulis dalam melakukan penelitian seperti bagan penelitian di bawah ini.
Pengumpulan Data : Identifikasi masalah
1. Belum adanya eksplorasi umum terhadap sumberdaya andesit di PT. Atoz Nusantara Mining.
2. Belum diketahui jumlah sumberdaya andesit di PT. Atoz Nusantara Mining.
Analisis sumberdaya terunjuk andesit dengan metode cross section dan metode kontur di blok I PT. Atoz Nusantara Mining
Di Nagari Tambang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat
Data primer
1. Koordinat Singkapan 2. Ketebalan OB
Data sekunder 1. Peta SRTM
Tujuan Penelitian
1. Untuk menghitung besaran sumberdaya terunjuk andesit yang ada pada area penelitian dengan menggunakan metoda cross section.
2. Untuk menghitung besaran sumberdaya terunjuk andesit yang ada pada area penelitian dengan menggunakan metoda kontur.
A
Gambar 3.2 Bagan Alir Penelitian Pengolahan Data
1. Perhitungan sumberdaya terunjuk andesit dengan metode crosssection dengan bantuan software global mapper
2. Perhitungan sumberdaya terunjuk andesit dengan metode kontur dengan bantuan software global mapper
Sumberdaya Terunjuk
A
29 BAB IV
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data
Dari hasil kegiatan penghimpunan data, maka data-data yang didapatkan berupa:
4.1.1 Data Primer
Data primer pada penelitian ini meliputi:
1. Lokasi pengamatan singkapan andesit daerah penelitian.
Data lokasi singkapan digunakan untuk membuktikan kebenaran akan keberadaan andesit pada area penelitian.
Gambar 4.1. Singkapan Andesit
2. Koordinat singkapan andesit daerah penelitian
Data ini diambil bertujuan untuk membatasi batas atas dan batas bawah perhitungan sumberdaya andesit. Dari Batas atas perhitugan pada elevasi 220 mdpl dengan koordinat 47 M 676336 9855430 dan batas bawah perhitungan pada elevasi 145 mdpl dengan koordinat 47 M 676621 9855156 didapatkan 18 titik singkapan (Lampiran C).
Tabel 4.1 Koordinat Singkapan
No Titik Koordinat
3. Pengukuran ketebalan tanah penutup
Data ini digunakan untuk menghitung volume lapisan tanah penutup pada daerah penelitan. Pengukuran dilakukan pada dua titik, seperti terlihat pada tabel :
Tabel 4.2 Ketebalan Tanah Penutup
No Titik Tebal
Koordinat
X Y
Titik 1 47 M 7 676336 9855430
Titik 2 47 M 3 676621 9855156
4.2. Pengolahan Data
Jika endapan bahan galian ditutupi oleh tanah penutup maka perlu melakukan perhitungan volume tanah penutup dengan rumus pada persamaan 2.5.
Kondisi daerah penelitian:
A = 9,7 Ha = 9700 t = 5 m
f = 90 %
maka perhitungannya:
1. Perhitungan sumberdaya terunjuk andesit dengan metode cross section.
Perhitungan sumberdaya terunjuk andesit dilakukan dengan metode cross section. Perhitungan ini dibantu dengan software tambang Global Mapper dan Autodesk Land Desktop 2004. Meng-input koordinat di software MapSource dan pembuatan kontur dan sayatan dilakukan pada software Global Mapper dengan membagi daerah penelitian kedalam 18 sayatan yang dibuat di software
Autodesk Land Desktop 2004 dengan interval 20 meter, batas bawah elevasi perhitungan adalah 145 mdpl (Lampiran D) .
a. Perhitungan luas
Perhitungan luas sayatan pada software Global Mapper dilakukan dengan menggunakan rumus bangun ruang :
1) Sayatan A-A’
Perhitungan luas sayatan A-A’ pada software Global Mapper dilakukan dengan membagi menjadi 2 bidang dengan menggunakan rumus persegi panjang dan rumus segitiga seperti terlihat pada gambar 4.2 dibawah ini :
Gambar 4.2. Sayatan A-A’
I II
2) Sayatan B-B’
Perhitungan luas sayatan B-B’ pada software Global Mapper dilakukan dengan membagi menjadi 2 bidang dengan menggunakan rumus persegi panjang dan rumus segitiga seperti terlihat pada gambar 4.3 dibawah ini :
Gambar 4.3. Sayatan B-B’
3) Sayatan C-C’
Perhitungan luas sayatan C-C’ pada software Global Mapper dilakukan dengan membagi menjadi 2 bidang dengan menggunakan rumus persegi panjang dan rumus segitiga seperti terlihat pada gambar 4.4 dibawah ini :
Gambar 4.4. Sayatan C-C’
II
I
II
I
4) Sayatan D-D’
Perhitungan luas sayatan D-D’ pada software Global Mapper dilakukan dengan membagi menjadi 2 bidang dengan menggunakan rumus persegi panjang dan rumus segitiga seperti terlihat pada gambar 4.5 dibawah ini :
Gambar 4.5. Sayatan D-D’
5) Sayatan E-E’
Perhitungan luas sayatan E-E’ pada software Global Mapper dilakukan dengan membagi menjadi 2 bidang dengan menggunakan rumus persegi panjang dan rumus segitiga seperti terlihat pada gambar 4.6 dibawah ini :
II
I
Gambar 4.6. Sayatan E-E’
6) Sayatan F-F’
Perhitungan luas sayatan F-F’ pada software Global Mapper dilakukan dengan membagi menjadi 2 bidang dengan menggunakan rumus persegi panjang dan rumus segitiga seperti terlihat pada gambar 4.7 dibawah ini :
Gambar 4.7. Sayatan F-F’
II
I
II
I
7) Sayatan G-G’
Perhitungan luas sayatan G-G’ pada software Global Mapper dilakukan dengan membagi menjadi 2 bidang dengan menggunakan rumus persegi panjang dan rumus segitiga seperti terlihat pada gambar 4.8 dibawah ini :
Gambar 4.8. Sayatan G-G’
8) Sayatan H-H’
Perhitungan luas sayatan H-H’ pada software Global Mapper dilakukan dengan membagi menjadi 2 bidang dengan menggunakan rumus persegi panjang dan rumus segitiga seperti terlihat pada gambar 4.9 dibawah ini :
Gambar 4.9. Sayatan H-H’
II
I
II I
9) Sayatan I-I’
Perhitungan luas sayatan I-I’ pada software Global Mapper dilakukan dengan membagi menjadi 2 bidang dengan menggunakan rumus persegi panjang dan rumus segitiga seperti terlihat pada gambar 4.10 dibawah ini :
Gambar 4.10. Sayatan I-I’
10) Sayatan J-J’
Perhitungan luas sayatan J-J’ pada software Global Mapper dilakukan dengan membagi menjadi 2 bidang dengan menggunakan rumus persegi panjang dan rumus segitiga seperti terlihat pada gambar 4.11. dibawah ini :
II
Gambar 4.11. Sayatan J-J’
11) Sayatan K-K’
Perhitungan luas sayatan K-K’ pada software Global Mapper dilakukan dengan membagi menjadi 2 bidang dengan menggunakan rumus persegi panjang dan rumus segitiga seperti terlihat pada gambar 4.12. dibawah ini :
Gambar 4.12. Sayatan K-K’
II
II
12) Sayatan L-L’
Perhitungan luas sayatan L-L’ pada software Global Mapper dilakukan dengan membagi menjadi 2 bidang dengan menggunakan rumus persegi panjang dan rumus segitiga seperti terlihat pada gambar 4.13. dibawah ini :
Gambar 4.13. Sayatan L-L’
13) Sayatan M-M’
Perhitungan luas sayatan M-M’ pada software Global Mapper dilakukan dengan membagi menjadi 2 bidang dengan menggunakan rumus persegi panjang dan rumus segitiga seperti terlihat pada gambar 4.14. dibawah ini :
II
II
Gambar 4.14. Sayatan M-M’
14) Sayatan N-N’
Perhitungan luas sayatan N-N’ pada software Global Mapper dilakukan dengan membagi menjadi 2 bidang dengan menggunakan rumus persegi panjang dan rumus segitiga seperti terlihat pada gambar 4.15. dibawah ini :
Gambar 4.15. Sayatan N-N’
15) Sayatan O-O’
Perhitungan luas sayatan O-O’ pada software Global Mapper dilakukan dengan membagi menjadi 2 bidang dengan menggunakan rumus persegi panjang dan rumus segitiga seperti terlihat pada gambar 4.16. dibawah ini :
II
Gambar 4.16. Sayatan O-O’
16) Sayatan P-P’
Perhitungan luas sayatan P-P’ pada software Global Mapper dilakukan dengan membagi menjadi 2 bidang dengan menggunakan rumus persegi panjang dan rumus segitiga seperti terlihat pada gambar 4.17. dibawah ini :
Gambar 4.17. Sayatan P-P’
II
II
17) Sayatan Q-Q’
Perhitungan luas sayatan Q-Q’ pada software Global Mapper dilakukan dengan membagi menjadi 2 bidang dengan menggunakan rumus persegi panjang dan rumus segitiga seperti terlihat pada gambar 4.18. dibawah ini :
Gambar 4.18. Sayatan Q-Q’
18) Sayatan R-R’
Perhitungan luas sayatan R-R’ pada software Global Mapper dilakukan dengan membagi menjadi 2 bidang dengan menggunakan rumus persegi panjang dan rumus segitiga seperti terlihat pada gambar 4.19. dibawah ini :
II
Gambar 4.19. Sayatan R-R’
Tabel 4.3 Hasil Perhitungan Luas Sayatan
No Sayatan Luas (m²)
1 A-A 11360
2 B-B 11786
3 C-C 12780
4 D-D 13206
5 E-E 13490
6 F-F 13064
7 G-G 12922
8 H-H 12780
9 I-I 12354
10 J-J 11786
11 K-K 10650
12 L-L 9656
13 M-M 9230
14 N-N 8236
15 O-O 7810
16 P-P 7100
17 Q-Q 6532
18 R-R 5964
Total 190706
II
b. Perhitungan volume
Interval dari 2 sayatan penampang akan membentuk suatu blok interval perhitungan. Adapun gambar sketsa perhitungan volume endapan dengan menggunakan metode cross section dapat dilihat seperti gambar 2.3 pada pembahasan sebelumnya.
Dari hasil 18 sayatan penampang, pada akhirnya akan terbentuk 17 blok interval perhitungan ( Tabel 4.3 ). Blok ini akan dihitung volumenya dengan rumus seperti persamaan 2.1 dengan luas sayatan merujuk pada perhitungan luas dengan menggunakan software Global Mapper sebelumnya dan jarak antara penampang 20 meter (Lampiran E).
Tabel 4.4 Hasil Perhitungan Volume Sayatan
No Sayatan Luas (m²) jarak Sayatan volume
No Sayatan Luas (m²) jarak Sayatan volume
c. Perhitungan Volume batu andesit dari hasil perhitungan volume metode cross section dihitung dengan rumus persamaan 2.6
d. Tonase hasil perhitungan menggunakan metode cross section dengan rumus persamaan 2.2.
2. Perhitungan sumberdaya terunjuk andesit dilakukan dengan metode kontur.
Perhitungan ini dibantu dengan software tambang Global Mapper dan Autodesk Land Desktop 2004. Perhitungan volume kontur ini dengan cara membuat kontur daerah penelitian di software global mapper. File bertype DWG tadi diopen pada software global mapper dengan menu create new area feature perhitungan luas setiap kontur dilakukan, pada bawah tampilan software global mapper terdapat kalimat enclose area dengan satuanya sq. km yang merupakan luasan kontur dalam satuan km². Hasil yang akan didapat adalah peta rencana kontur daerah peneli tian ( Lampiran F).
a. Perhitungan luas kontur
Setelah kontur dibuat pada software Global Mapper dengan interval kontur 5 m dengan tinggi maximum 220 m dan tinggi minimum 145 m selanjutnya menghitung luas kontur. Perhitungan luas kontur sepenuhnya dilakukan di software Global Mapper. Perhitungan dilakukan perelevasi kontur pada daerah penelitian yang dimulai dari elevasi 145 m sebagai elevasi terendah pada daerah penelitian.
Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Luas Kontur No Elevasi (m) Luas (m²)
No Elevasi (m) Luas (m²)
b. Perhitungan volume metode kontur
Dari hasil elevasi 145 m – 220 m akan terbentuk 15 blok interval perhitungan ( Tabel 4.4 ). Blok ini akan dihitung volumenya dengan rumus seperti persamaan 2.3 dengan luas kontur merujuk pada perhitungan luas dengan menggunakan software Global Mapper sebelumnya dengan interval kontur 5 meter (Lampiran G).
Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Volume Kontur
No Elevasi
No Elevasi
c. Volume batuandesit dari hasil perhitungan volume metode kontur dihitung dengan rumus persamaan 2.6
d. Tonase hasil perhitungan menggunakan metode kontur dengan rumus persamaan 2.4
49
BAB V
ANALISA HASIL PENGOLAHAN DATA
5.1. Analisa Hasil Perhitungan Metode Cross Section
Dari hasil perhitungan dengan metode cross section pada daerah batasan perhitungan sumberdaya seluas 9,7 Ha, maka didapatkan sumberdaya terunjuk andesit sejumlah 9.079.700 t (ρ = 2,5 ton/m³). Sumberdaya ini ditutupi oleh tanah penutup dengan volume 43.650 .
Pada metode cross section jarak antar sayatan sangat mempengaruhi hasil dari perhitungan volumenya, semakin rapat jarak antar sayatan maka semakin akurat data yang dihasilkan (Arno, dkk. 2010). Dalam penelitian ini melakukan perhitungan sumberdaya terunjuk andesit dengan jarak antar penampang 20 meter. Berdasarkan hasil analisa dari beberapa aspek seperti kondisi daerah perhitungan dan metode perhitungan yang dilakukan didapatkan sumberdaya terunjuk 9.079.700 ton dikarenakan bentuk dari daerah perhitungan yang merupakan perbukitan dengan elevasi bawah 145 Mdpl dan elevasi atas 220 Mdpl.
5.2. Analisa Hasil Perhitungan Metode Kontur
Dari hasil perhitungan dengan metode kontur pada daerah batasan perhitungan sumberdaya seluas 9,7 Ha, maka didapatkan sumberdaya terunjuk andesit sejumlah 8.435.602,5 (ρ = 2,5 ton/m³). Sumberdaya ini ditutupi oleh tanah penutup dengan volume 43.650 .
Pada metode kontur interval kontur juga mempengaruhi hasil dari perhitungan volumenya, semakin rapat interval kontur maka semakin akurat data
yang dihasilkan (Arno, dkk. 2010). Dalam penelitian ini melakukan perhitungan sumberdaya terunjuk andesit dengan interval kontur 5 meter. Berdasarkan hasil analisa dari beberapa aspek seperti kondisi daerah perhitungan dan metode perhitungan yang dilakukan memungkinkan didapatkan sumberdaya terunjuk 8.435.602,5 ton dikarenakan bentuk dari daerah perhitungan yang merupakan perbukitan dengan elevasi bawah 145 mdpl dan elevasi atas 220 mdpl.
5.3 Perbandingan Metode Cross Section Dan Metode Kontur
Hasil perhitungan dengan metode cross section pada daerah batasan perhitungan sumberdaya seluas 9,7 Ha, dengan luas total 190.706 m² dan volume total 3.640.880 m² didapatkan sumberdaya terunjuk andesit sebesar 9.079.700 t .
Dan hasil perhitungan dengan metode kontur pada daerah batasan perhitungan sumberdaya seluas 9,7 Ha, dengan luas total 725.522,4 m² dan volume total 3.383.241 m² didapatkan didapatkan sumberdaya terunjuk andesit sejumlah 8.435.602,5
Tabel 5.1 Perbandingan Metode Cross Section Dan Metode Kontur Metode
Analisis Sumberdaya
Terunjuk
Luas (m²) volume (m³) Tonase Cross
Section Spasi 20 m 190.706 3.640.880 9.079.700 ton Kontur Interval 5 m 725.522.4 3.383.241 8.435.602,5 ton
51 BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut:
1. Sumberdaya terunjuk batuandesit pada Blok I PT. Atoz Nusantara Mining berlokasi di Nagari Tambang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat dengan luas daerah perhitungan 9,7 Ha sebanyak 9.079.700 ton (ρ = 2,5 ton/m³). Perhitungan ini menggunakan metode cross section dengan elevasi bawah 145 Mdpl dan elevasi atas 220 Mpdl.
2. Sumberdaya terunjuk batuandesit pada Blok I PT. Atoz Nusantara Mining berlokasi di Nagari Tambang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat dengan luas daerah perhitungan 9,7 Ha sebanyak 8.435.602,5 ton (ρ = 2,5 ton/m³). Perhitungan ini menggunakan metode kontur dengan elevasi bawah 145 Mdpl dan elevasi atas 220 Mpdl.
6.2 Saran
Dari kesimpulan yang telah diuraikan, penulis memberikan saran sebagai berikut:
1. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi oleh pihak PT. Atoz Nusantara Mining.
2. Kelebihan dari metode cross section berada pada perhitungan areanya, semakin kecil jarak spasi maka akan lebih detail perhitungan luasan area,
sedangkan metode kontur berdasarkan pada tingkat elevasi kontur, jadi dengan elevasi yang semakin rapat maka perhitungan area akan semakin detail. Kekurangan dari metode cross section adalah tidak memperhitungkan perubahan topografi yang berada diantara penampang yang satu dengan penampang yang lain, sedangkan kekurangan metode kontur adalah metode ini tidak memperhitungkan perubahan topografi yang berada diantara interval kontur. Sehingga dari dua metode perhitungan sumberdaya tersebut penulis mengajukan metode cross section yang paling tepat sebagai bahan evaluasi perhitungan sumberdaya terunjuk oleh pihak PT. Atoz Nusantara Mining.
53
DAFTAR PUSTAKA
Arno Edwin Gilang Pratama, dkk. “Estimasi Cadangan Batukapur Dengan Metode Cross Section Dibandingkan Dengan Metode Kontur”.TeknikPertambangan, Universitas Hasanudin. (2010).
B, Waterman Sulistyana. “Metoda Perhitungan Cadangan”. ( 1998 ).
Dimas Imam Faizal, Dkk “Geologi dan perhitungan potensi bahan galian golongan c (SIRTU)) daerah kaliwadasdan sekitarnya kecamatan bumiayu kabupaten brebes provinsi jawa tengah”. Program Studi Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Pakuan. (2014).
M Romi Syahrial, Handoko Teguh Wibowo.“Perhitungan Cadangan Batu Andesit PT. Duta Alam Bahagia desa Maguan kecamatan Sambit kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur”.Jurusan Teknik Geologi, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. (2016).
Mart Wandy, dkk. “Perhitungan Cadangan Batubara dan Perancangan pit PT.
Anugrah Karya Raya, desa Penain, kec. Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah”. Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas lambung Mangkurat. (2015).
Narendra Saputra, dkk. “Estimasi Cadangan Batubara Dengan Menggunakan Metode Cross Section Pada Daerah Rencana Penambangan pit f, Blok III, Site Air Kotok di PT. Ratu Samban Mining, kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu “. Teknik pertambangan upn veteran yogyakarta. (2015).
Saepulloh, dkk ”Inventarisasi Potensi Bahan Tambang Di Wilayah Kecamatan Dukupuntang Dan Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat”. Prodi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Islam Bandung. (2016).
Sedarmayanti, Hidayat Syarifudin. “Metodologi Penelitian”. Mandar Maju, Bandung. (2002).
Tamara Ismiqha Deyana, dkk. “Sebaran Dan Perhitungan Cadangan Batubara Pada PT. Haswi Kencana Indah Tambang Semambu, kecamatan Sumay, kabupaten Tebo, Provinsi Jambi”. FakultasTeknik Geologi, Universitas Padjadjaran.
Taufan Agustiar, dkk.”Analisis Kinerja Alat CrushingPlant Pada Tambang Andesit Untuk Meningkatkan Produksi 125.000 Ton/bulan Di PT.Mandiri Sejahtera Sentra, Desa Sukamulya, kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat”. Teknik Pertambangan, Universitas Islam Bandung. (2015).
Willy Apryanto, Dkk “Geologi Dan Potensi Sumberdaya Andesit Daerah Sarimukti Dan Sekitarnya Kecamatan CipeundeuyKabupaten BandungProvinsi Jawa Barat”.Program Studi TeknikGeologi Fakultas Teknik Universitas Pakuan. (2013).
LAMPIRAN
LAMPIRAN E
Volume 14
160460 m³ Volume15
149100 m³ Volume 16
136320 m³ Volume17
124960 m³
Volume 1
DOKUMENTASI LAPANGAN
Gambar H.1. Singkapan Andesit
Gambar H.2. Stockpile Andesit
Gambar H.3. CrusherAndesit Gambar H.4. Koordinat
SingkapanAndesit
BIODATA WISUDAWAN/TI
Program Studi : Teknik Pertambangan Tanggal Lulus : 4 Agustus 2018
IPK : 3,34
Predikat Lulus : Sangat Memuaskan
Judul Skripsi : Analisi Sumberdaya Terunjuk Andesit Dengan Metode Cross Section Dan Kontur Di Blok I PT. Atoz Nusantara Mining, Pesisir Selatan Sumatera Barat.
Dosen Kecil, Kec. IV Jurai, Kab. Pesisir Selatan, Sumatera Barat
082388490296
Email : [email protected]
PT. ATOZ NUSANTARA MINING, PESISIR SELATAN SUMATERA BARAT
Maileyon Putra1), Ahmad Fauzi Pohan, S.Pd, M.Sc2), Riam Marlina A, S.T, M.T3).
1Mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan, STTIND Padang
2Dosen Program Studi Teknik Pertambangan, STTIND Padang
3Dosen Program Studi Teknik Pertambangan, STTIND Padang email: [email protected]
Abstrak
Perhitungan sumberdaya berperan penting untuk menentukan besaran cadangan serta menentukan jumlah, kualitas dan kemudahan dalam eksplorasi secara komersial dari suatu endapan. Sebab hasil dari perhitungan sumberdaya dapat dilanjutkan pada perhitungan cadangan yang baik nantinya untuk dapat menentukan investasi yang akan ditanam oleh investor, penentuan sasaran produksi, cara penambangan yang akan dilakukan bahkan dalam memperkirakan waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam melaksanakan usaha penambangannya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan besaran sumberdaya terunjuk andesit dengan metode cross section dan kontur di Blok I PT. Atoz Nusantara Mining Pesisir Selatan/Sumatera Barat.
Pengolahan data dikerjakan dengan bantuan sofware tambang dalam pembuatan kontur, sayatan hingga pada perhitungan. Penentuan batas penelitian didasarkan pada keterdapatan singkapan terluar.
Hasil penelitian telah dilakukan dengan metode cross section yaitu membuat garis sayatan yang memotong lapisan tanah penutup, kemudian dihitung luas masing-masing sayatan dan akhirnya dapat ditentukan volume dengan menggunakan jarak antar sayatan mendapatkan besaran sumberdaya terunjuk andesit sebesar 9.079.700 ton dan dengan metode kontur yaitu memanfaatkan tiap kontur untuk menghitung luas dan volume area tiap interval kontur didapatkan besaran sumberdaya terunjuk andesit sebesar sebesar 8.435.602,5 ton dengan dengan total volume OB sebesar 43.650 m³.
Kata Kunci: Sumberdaya terunjuk, cross esction, kontur, andesit.
PENDAHULUAN
Sumberdaya batuan yang banyak tersebar di Indonesia salah satunya sumberdaya andesit. Andesit merupakan salah satu bahan galian industri yang sangat berperan dalam pembangunan negara indonesia saat ini.
Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki sumberdaya andesit adalah Kabupaten Pesisir Selatan. PT. Atoz Nusantara Mining terletak di Nagari Tambang, kecamatan IV Jurai, kabupaten
Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat yang memiliki luas WIUP 192 Ha.
Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat yang memiliki luas WIUP 192 Ha.