• Tidak ada hasil yang ditemukan

LONG-TERM LOANS FROM BANKS AND OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS

SUBSIDIARIES Selisih lebih biaya perolehan penyertaan atas

14. LONG-TERM LOANS FROM BANKS AND OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS

Hutang bank dan lembaga keuangan lainnya jangka panjang terdiri dari:

Long-term loans from banks and other financial institutions consist of:

2007 2006

Perusahaan The Company

Pinjaman Non-sindikasi Non-syndicated loan

PT Bank Artha Graha Internasional Tbk PT Bank Artha Graha Internasional Tbk

(Catatan 11) 60.000.000.000 - (Note 11)

PT Bank Jasa Jakarta - 188.902.462 PT Bank Jasa Jakarta

Pinjaman Sindikasi Syndicated loan

PT Bank Resona Perdania, Jakarta PT Bank Resona Perdania, Jakarta

(AS$662.111 pada tahun 2006) - 5.972.241.130 (US$662,111 in 2006)

Anak Perusahaan The Subsidiaries

PT Honoris Industry PT Honoris Industry

Well Gain Finance Limited, Hong Kong Well Gain Finance Limited, Hong Kong

(AS$2.523.489 pada tahun 2006) 71.923.900.417 22.761.874.568 (US$2,523,489 in 2006)

Shadforth Agents Limited, Singapura Shadforth Agents Limited, Singapore

(AS$3.116.107 pada tahun 2006) - 28.107.285.140 (US$3,116,107 in 2006)

Eldorado Capital Ltd. Eldorado Capital Ltd.

(AS$2.334.229 pada tahun 2006) - 21.054.740.709 (US$2,334,229 in 2006)

PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia,

Jakarta (AS$1.682.537 Jakarta (US$1,682,537

LAINNYA JANGKA PANJANG (lanjutan) OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS (continued)

2007 2006

PT Modern Photo Industry PT Modern Photo Industry

PT Bank Internasional Indonesia Tbk 22.378.067.250 35.940.532.250 PT Bank Internasional Indonesia Tbk

PT Modern Putra Indonesia PT Modern Putra Indonesia

PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk

(Catatan 11) 26.666.666.661 5.438.763.883 (Note 11)

Jumlah 180.968.634.328 134.640.825.866 Total

Dikurangi bagian jatuh tempo dalam

satu tahun 99.554.825.418 112.262.758.616 Less current maturities

Bagian jangka panjang 81.413.808.910 22.378.067.250 Long-term portion

Perusahaan Pinjaman Sindikasi

Pada tanggal 5 Februari 2001, Perusahaan,

seluruh Bank yang merupakan kreditur

Perusahaan (The Sumitomo Trust and Banking Company, Limited, Singapura; Mizuho Corporate Bank, Limited, Singapura; Lehman Brothers Commercial Corporation Asia Limited, Jepang; The Bank of Tokyo-Mitsubishi, Limited, Jakarta; PT Bank UFJ Indonesia, Jakarta; PT Bank DBS Indonesia, Jakarta; UFJ Bank, Limited, Singapura dan PT Bank Resona Perdania, Jakarta (dahulu PT Bank Daiwa Perdania, Jakarta) dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Singapura, yang bertindak sebagai agen fasilitas (“Facilities Agent”) dan agen penjamin (“Security Agent”) mengadakan perjanjian restrukturisasi. Saldo hutang bank pada

saat restrukturisasi adalah sebesar

AS$34.182.000. Hutang bank tersebut dijamin dengan persediaan, tanah dan jaminan pribadi dari 1 (satu) pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan akan dibayarsecara bulanan dengan angsuran pertama sampai ke dua puluh empat masing-masing sebesar AS$170.000 dan sisanya sebesar AS$30.102.000 akan dilunasi pada bulan ke dua puluh empat (Catatan 7 dan 8). Jika sisanya tersebut belum dilunasi, Perusahaan dapat membayar secara angsuran bulanan dengan angsuran ke dua puluh lima sampai ke tiga puluh enam masing-masing sebesar AS$170.000 dan sisanya sebesar AS$28.062.000 akan dilunasi pada bulan ke tiga puluh enam. Jika sisanya tersebut belum dilunasi, Perusahaan dapat membayar secara angsuran bulanan dengan angsuran ke tiga puluh tujuh sampai ke empat

The Company Syndicated Loan

On February 5, 2001, the Company, all of its creditors (The Sumitomo Trust and Banking Company, Limited, Singapore; Mizuho Corporate Bank, Limited, Singapore; Lehman Brothers Commercial Corporation Asia Limited, Japan; The Bank of Tokyo-Mitsubishi, Limited, Jakarta; PT Bank UFJ Indonesia, Jakarta; PT Bank DBS Indonesia, Jakarta; UFJ Bank, Limited, Singapore; PT Bank Resona Perdania, Jakarta (formerly PT Bank Daiwa Perdania, Jakarta) and Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Singapore, acting as the facilities and security agent, entered into a Restructuring Agreement. The outstanding principal of the restructured loan as at the signing date of the Restructuring Agreement totaled US$34,182,000. The loans were secured by inventories, land and the personal guarantee from one (1) related party and will be paid in monthly installments with the first up to the twenty fourth installments amounting to US$170,000 each and

the remaining balance amounting to

US$30,102,000 will be paid on the twenty fourth month in full (Notes 7 and 8). The Company could pay the remaining balance in monthly installments with the twenty fifth up to the thirty sixth installments of US$170,000 each and the remaining balance amounting to US$28,062,000 will be paid on the thirty sixth month in full. The Company could pay the remaining balance in monthly installments on the thirty seventh up to the forty eighth installments of US$270,000 each and

the remaining balance amounting to

LAINNYA JANGKA PANJANG (lanjutan) OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS (continued) Perusahaan (lanjutan)

Pinjaman Sindikasi (lanjutan)

The Company (continued) Syndicated Loan (continued) Jika sisanya tersebut belum dilunasi, Perusahaan

dapat membayar secara angsuran bulanan dengan angsuran ke empat puluh sembilan sampai ke lima

puluh sembilan masing-masing sebesar

AS$300.000 dan sisanya sebesar AS$21.522.000 akan dilunasi pada bulan keenam puluh. Pembayaran angsuran bulanan kepada masing-masing bank dilakukan secara prorata dari saldo

hutang Perusahaan pada Bank yang

bersangkutan.

The Company could pay the remaining balance in monthly installments on the forty ninth up to the fifty ninth installments of US$300,000 each and the remaining balance amounting to US$21,522,000 will be paid on the sixtieth month in full. The

Company pays the monthly installments

proportionately to the outstanding loans from the related banks.

Tanpa persetujuan tertulis dari Kreditur,

Perusahaan tidak diperbolehkan untuk, antara lain: Without the written permission of the Creditors, the Company cannot, among others:

- Mengubah kegiatan usaha Perusahaan; - Change its activity;

- Melakukan penggabungan usaha dan akuisisi

atas perusahaan lain; - Enter into merger and acquisition of other companies;

- Menambah hutang; - Obtain additional loans;

- Memberikan jaminan atau dukungan

keuangan secara langsung atau tidak langsung;

- Give any guarantee or financial support whether directly or indirectly;

- Memberikan pinjaman secara langsung

maupun tidak langsung kepada anggota Keluarga Honoris; dan

- Give any loans to the Honoris Family members whether directly or indirectly; and

- Melakukan pembelian aktiva tetap atau

pengeluaran modal di atas AS$1.000.000 atau penjualan aktiva tetap di atas AS$100.000.

- Acquire any fixed assets or capital expenditure in excess of US$1,000,000 or dispose any fixed assets exceeding US$100,000.

Disamping itu, Perusahaan harus

mempertahankan rasio keuangan tertentu, di mana perbandingan antara jumlah hutang bank sebelum konsolidasi terhadap jumlah ekuitas sebelum konsolidasi tidak boleh melebihi 3 : 1.

In addition, the Company should maintain a certain ratio where the total bank loans to stockholders’ equity before consolidation should not be more than 3 : 1.

Pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan

LAINNYA JANGKA PANJANG (lanjutan) OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS (continued) Perusahaan (lanjutan)

Pinjaman Sindikasi (lanjutan)

The Company (continued) Syndicated Loan (continued) Pada tahun 2005, berdasarkan “Transfer of

Certificate”, pinjaman Perusahaan tersebut di atas telah ditransfer oleh para kreditur kepada pihak lain dengan rincian sebagai berikut:

- Dari PT Bank DBS Indonesia kepada PT Peak

Securities (PS) sebesar AS$1.136.888 pada tanggal 22 Agustus 2005.

- Dari Sumitomo Trust and Banking Limited, Singapura kepada Aozora Bank Limited (ABL) pada tanggal 19 Desember 2005 dan kemudian dari ABL kepada Agnitio Finance Limited (AFL) pada tanggal 20 Desember 2005, masing-masing sebesar AS$5.388.148.

- Dari UFJ Bank Limited, Singapura kepada AFL

sebesar AS$1.136.888 pada tanggal

22 Agustus 2005.

- Dari PT Bank UFJ Indonesia kepada AFL

sebesar AS$1.136.888 pada tanggal

22 Agustus 2005.

- Dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Singapura kepada WestLB AG (WAG), Singapura dan kemudian dari WAG kepada AFL, masing-masing sebesar AS$6.054.814 pada tanggal 29 Maret 2005.

In 2005, based on Transfer of Certificate, the Company’s loans above have been transferred by the creditors to other parties, with the details as follows:

- From PT Bank DBS Indonesia to PT Peak Securities (PS) amounting to US$1,136,888 on August 22, 2005.

- From Sumitomo Trust and Banking Limited, Singapore to Aozora Bank Limited (ABL) on December 19, 2005 and then from ABL to

Agnitio Finance Limited (AFL) on

December 20, 2005, amounting to

US$5,388,148.

- From UFJ Bank Limited, Singapore to AFL amounting to US$1,136,888 on August 22, 2005.

- From PT Bank UFJ Indonesia to AFL amounting to US$1,136,888 on August 22, 2005.

- From Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Singapore to WestLB AG (WAG), Singapore and then from WAG to AFL amounting to US$6,054,814 each on March 29, 2005. Pada tahun 2006, berdasarkan “Transfer of

Certificate”, pinjaman sindikasi di atas, kecuali pinjaman dari PT Bank Resona Perdania (BRP), Jakarta dan PT Peak Securities (PS), Jakarta, telah ditransfer terakhir kepada Shadforth Agents Limited (SAL). Kemudian pada tanggal 31 Juli 2006, pinjaman dari SAL sebesar AS$19.662.074 dan PS sebesar AS$1.062.815 atau sebesar

AS$20.724.889 ditransfer kepada Asialink

Electronics Pte., Ltd. (AEP).

In 2006, based on the “Transfer of Certificate”, the syndicated loans, except for loans obtained from PT Bank Resona Perdania (BRP), Jakarta and PT Peak Securities (PS), Jakarta, were transferred to Shadforth Agents Limited (SAL). Then, on July 31, 2006, loans obtained from SAL amounting to US$19,662,074 and PS amounting to US$1,062,815 or totaling US$20,724,889 were transferred to Asialink Electronics Pte., Ltd. (AEP). Pada tanggal 4 Agustus 2006, berdasarkan

Perjanjian Restrukturisasi oleh konsultan hukum Wong Tan & Molly Lim, LLC., Perusahaan telah mencapai kesepakatan dengan AEP untuk merestrukturisasi pinjamannya (Catatan 15).

On August 4, 2006, based on the Restructuring Agreement provided by law firm Wong Tan & Molly Lim, LLC., the Company has made restructuring agreement with AEP (Note 15).

LAINNYA JANGKA PANJANG (lanjutan) OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS (continued) Perusahaan (lanjutan)

Pinjaman Sindikasi (lanjutan)

The Company (continued) Syndicated Loan (continued) Pada tanggal 27 Januari 2006, Perusahaan

mengadakan Perjanjian Kesepakatan Bersama dengan BRP sehubungan dengan penyelesaian hutang Perusahaan sebesar AS$797.111. Dalam perjanjian disebutkan antara lain bahwa Perusahaan akan menyelesaikan hutang yang diperoleh dari BRP dan menandatangani perjanjian penyelesaian hutang pada tanggal 31 Maret 2006. Perusahaan telah melunasi pinjaman ini pada tahun 2007.

On January 27, 2006, the Company entered into a cooperation agreement with BRP in relation with the settlement of the Company’s loan amounting to US$797,111. The agreement stated among others, that the Company should settle the loan obtained from BRP and enter into a settlement agreement with PT BRP by March 31, 2006. The Company has settled this loan in 2007.

Pinjaman Non-sindikasi PT Bank Jasa Jakarta

Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman untuk pembelian kendaraan bermotor dari PT Bank Jasa Jakarta sebesar Rp4.251.600.000. Pinjaman tesebut dikenakan bunga sebesar 7% per tahun yang jatuh tempo pada tahun 2007 dan dijamin dengan kendaraan bermotor yang bersangkutan. Perusahaan telah melunasi pinjaman ini pada tahun 2007.

Non-syndicated Loan PT Bank Jasa Jakarta

The Company obtained car ownership loan facilities from PT Bank Jasa Jakarta amounting to Rp4,251,600,000. The loan bears annual interest rate at 7% per annum which mature in 2007 and is secured by the related cars. The Company has settled this loan in 2007.

Anak Perusahaan PT Honoris Industry

Pada tanggal 31 Juli 2002, Anak Perusahaan (HI)

mengadakan Perjanjian Perubahan dan

Penegasan Pengakuan Hutang III dengan PT Bank UFJ Indonesia, Jakarta, PT Bank DBS Indonesia, Jakarta, PT Bank Credit Agricole Indosuez, Jakarta, PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, Jakarta dan PT Bank Mizuho Indonesia, Jakarta, di mana PT Bank DBS Indonesia bertindak sebagai koordinator. Para kreditur setuju untuk memperpanjang jatuh tempo hutang sebesar AS$11.906.362 yang dibayar dalam 21 (dua puluh satu) kali angsuran triwulanan mulai dari tanggal 30 September 2002 sampai dengan tanggal 31 Juli 2007.

The Subsidiaries PT Honoris Industry

On July 31, 2002, a Subsidiary (HI) entered into an Amended and Restated Facility Agreement and Acknowledgement of Indebtedness III with PT Bank UFJ Indonesia, Jakarta, PT Bank DBS Indonesia, Jakarta, PT Bank Credit Agricole Indosuez, Jakarta, PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, Jakarta and PT Bank Mizuho Indonesia, Jakarta, with PT Bank DBS Indonesia acting as the Coordinator. The creditors agreed to extend the maturity of the loans totaling US$11,906,362 which are payable in twenty one (21) installments quarterly starting on September 30, 2002 up to July 31, 2007.

LAINNYA JANGKA PANJANG (lanjutan) OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS (continued)

Anak Perusahaan (lanjutan) The Subsidiaries (continued)

PT Honoris Industry (lanjutan) PT Honoris Industry (continued)

Berdasarkan “Transfer of Certificate”, pinjaman Anak Perusahaan tersebut di atas telah ditransfer oleh para kreditur kepada pihak lain dengan rincian sebagai berikut:

Based on Transfer of Certificate, the Subsidiary’s loans above were transferred by the creditors to other parties, with the details as follows:

- Pada tanggal 24 September 2004, hutang

bank dari PT Bank DBS Indonesia telah ditransfer kepada PT Peak Securities (PS) dan kemudian pada tahun 2005 ditransfer dari PS kepada Eldorado Capital Limited (ECL).

- On September 24, 2004, the loan portion of PT Bank DBS Indonesia was transferred to PT Peak Securities (PS) and then in 2005 from PS to Eldorado Capital Limited (ECL). - Pada tanggal 24 Maret 2005, hutang bank

kepada PT Bank UFJ Indonesia ditransfer ke Dominon Investments Pte. Ltd. (DIP) dan kemudian ditransfer dari DIP ke Agnitio Finance Limited (AFL) dan kemudian pada tahun 2006 ditransfer dari AFL ke Well Gain Finance Limited (WGFL).

- On March 24, 2005, the loan portion of PT Bank UFJ Indonesia was transferred to Dominon Investments Pte. Ltd. (DIP) and then from DIP to Agnitio Finance Limited (AFL) and then from AFL to Well Gain Finance Limited (WGFL).

- Pada tanggal 28 Februari 2006, hutang ke Lehman Brothers Commercial Corporation Asia Limited ditransfer ke Shadforth Agents Limited (SAL).

- On February 28, 2006, loan to Lehman Brothers Commercial Corporation Asia Limited was transferred to Shadforth Agents Limited (SAL).

- Pada tanggal 8 Oktober 2006, hutang ke Calyon, Cabang Singapura telah ditransfer kepada DIP dan kemudian ditransfer dari DIP ke SAL.

- On October 8, 2006, loan to Calyon, Singapore branch was transferred to DIP and then from DIP to SAL.

Pada tahun 2007, berdasarkan “Transfer of Certificate”, saldo pinjaman kepada ECL dan SAL

masing-masing sebesar AS$2.334.229 dan

AS$3.116.107 telah ditransfer kepada WGFL. Sehingga, jumlah hutang Perusahaan kepada WGFL menjadi sebesar AS$7.973.825.

In 2007, based on the “Transfer of Certificate”, the loans from ECL and SAL amounting to US$2,334,229 and US$3,116,107, respectively, were transferred to WGFL. Hence, the total liability to WGFL totaled US$7,973,825.

Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 2,25% di atas biaya dana bank per tahun dan dijamin dengan piutang, persediaan, aktiva tetap tertentu (Catatan 5, 7 dan 8), jaminan Anak Perusahaan dan Perusahaan serta jaminan pribadi dari 4 (empat) pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

These loans bear annual interest rate at 2.25% over the bank’s cost of fund and secured by accounts receivable, inventories, certain property, plant and equipment (Notes 5, 7 and 8), corporate guarantees from the Subsidiary and the Company, and personal guarantees from four (4) related parties.

Perjanjian ini memuat beberapa pembatasan, antara lain, pembagian dividen, memperoleh

tambahan pinjaman, menjaminkan atau

menggadaikan pendapatan dan aktiva saat ini dan masa depan dan aktiva di luar yang telah dijaminkan dalam perjanjian ini, transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang

The loan agreements included restrictions on, among others, declaring or paying any dividends, indebtedness for borrowed money, creating or permitting to subsist any security interest over its present or future revenues or assets other than as contemplated by this agreement, entering into any transaction with any of the related parties except

LAINNYA JANGKA PANJANG (lanjutan) OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS (continued) Anak Perusahaan (lanjutan)

PT Honoris Industry (lanjutan)

The Subsidiaries (continued) PT Honoris Industry (continued) pendapatan di luar kegiatan usaha Anak

Perusahaan, melakukan pengeluaran barang modal (capital expenditure) dalam jumlah yang melebihi AS$1.000.000 atau Rp10 miliar atau pembukaan rekening koran dengan bank lain di luar “Escrow Account” dan rekening koran yang sebelumnya telah disetujui oleh para kreditur dan diatur dalam perjanjian ini.

the ordinary course of Subsidiary’s business, incurring capital expenditure in the aggregate amount of more than US$1,000,000 or Rp10 billion or maintaining any other account with any bank other than the Escrow Accounts and the Permitted Accounts.

Pada tahun 2006, Anak Perusahaan belum membayar pokok pinjaman yang sudah jatuh tempo sebesar AS$4.950.000. Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, Kreditur mengumumkan bahwa default dan tanggal pengakhiran perjanjian pinjaman telah terjadi, jika Kreditur telah mengeluarkan surat pemberitahuan tertulis kepada Anak Perusahaan.

In 2006, the Subsidiary has not paid the maturing installments of loan principal due amounting to US$4,950,000. Based on the terms of the loan agreements, the Creditors will declare that an event of default and the termination date have occurred through a written notice to the Subsidiary.

Pada tanggal 31 Oktober 2007, Anak Perusahaan telah melunasi saldo pinjaman kepada PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, Jakarta. Pada tanggal 27 Desember 2007, WGFL menyetujui untuk

mengkonversi saldo pinjaman sebesar

AS$7.973.825 menjadi Rp71.923.900.417 dengan menggunakan nilai tukar Rp9.020 untuk AS$1.

On October 31, 2007, the Subsidiary has settled the loan from PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, Jakarta. On December 27, 2007, WGFL agreed to convert the loan balance totaling to US$7,973,825 to become Rp71,923,900,417 using the exchange rate of Rp9,020 to US$1.

PT Modern Photo Industry

PT Bank Internasional Indonesia Tbk

Pada tanggal 3 Februari 2005, Anak Perusahaan (MPI) memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk dengan jumlah

maksimum sebesar Rp54.289.860.000 dan

dikenakan bunga tahunan berkisar antara 11,37% sampai dengan 21,99% pada tahun 2007 dan antara 12,65% sampai dengan 18,00% pada tahun 2006. Pinjaman ini dijamin dengan beberapa bidang tanah berlokasi di Jakarta yang dimiliki MPI dan beberapa pihak yang mempunyai hubungan istimewa, jaminan perusahaan dari Perusahaan dan jaminan pribadi dari 2 (dua) pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 3 Februari 2009.

PT Modern Photo Industry

PT Bank Internasional Indonesia Tbk

On February 3, 2005, a Subsidiary (MPI) obtained a loan facility from PT Bank Internasional Indonesia Tbk with a maximum amount of Rp54,289,860,000 and bears annual interest rates ranging from 11.37% to 21.99% in 2007 and from 12.65% to 18.00% in 2006. This loan is secured by some parcels of land owned by MPI and some related parties located in Jakarta, corporate guarantee from the Company and personal guarantee from 2 (two) related parties. This loan will be due on February 3, 2009.

Pada tanggal 31 Desember 2007 dan 2006, rincian pemegang saham dan pemilikannya adalah sebagai berikut:

As of December 31, 2007 and 2006, the details of share ownership are as follows

:

2007

Jumlah Saham

Ditempatkan

dan Disetor Penuh/ Persentase

Number of Pemilikan/

Shares Issued Percentage of Jumlah/

Pemegang Saham and Fully Paid Ownership Amount Shareholders

Asialink Electronics Pte., Ltd. 373.048.002 58,305% 186.524.001.000 Asialink Electronics Pte., Ltd.

PT Inti PutraModern 109.707.500 17,147 54.853.750.000 PT Inti PutraModern

Masyarakat (masing-masing

di bawah 5%) 157.062.400 24,548 78.531.200.000 Public (each below 5%)

Jumlah 639.817.902 100,000% 319.908.951.000 Total

Pada tanggal 4 Agustus 2006, berdasarkan Perjanjian Restrukturisasi oleh konsultan hukum Wong Tan & Molly Lim, LLC., Perusahaan telah

mencapai kesepakatan dengan Asialink

Electronics Pte., Ltd. (AEP) untuk merestrukturisasi pinjamannya.

On August 4, 2006, based on the Restructuring Agreement provided by law firm Wong Tan & Molly Lim, LLC., the Company has made restructuring agreement with Asialink Electronics Pte., Ltd. (AEP).

Perjanjian Restrukturisasi memuat hal-hal pokok, antara lain, sebagai berikut:

The Restructuring Agreement stated major provisions, among others, as follows:

i. Menyetujui jumlah hutang pokok kepada AEP

sebesar US$20.724.889 menjadi

Rp186.524.001.000 dengan menggunakan nilai tukar Rp9.000 untuk US$1.

i. Confirmed the total loan principal payable to AEP amounting to US$20,724,889 to become Rp186,524,001,000 using the exchange rate of Rp9,000 to US$1.

ii. Konversi pinjaman sebesar

Rp186.524.001.000 menjadi modal dengan cara penerbitan 373.048.002 saham baru dengan nilai nominal Rp500 per saham.

ii. Conversion of loan totaling Rp186,524,001,000 to equity by issuance of 373,048,002 new shares with nominal value of Rp500 per share. iii. Dengan restrukturisasi tersebut di atas, maka

kreditur akan melepaskan segala klaim sehubungan dengan pinjaman sebelumnya yang diperoleh Perusahaan.

iii. With the above restructuring, the creditor will waive all claims in connection with previous loans obtained by the Company.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 29 September 2006 yang telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 205 dari Sutjipto, S.H., para pemegang saham menyetujui, antara lain, sebagai berikut:

At the Shareholders’ Extraordinary General Meeting on September 29, 2006 which is covered by the Notarial Deed No. 205 of Sutjipto, S.H., the shareholders approved, among others, the following:

i. Peningkatan modal dasar Perusahaan dari

Rp200.000.000.000 yang terdiri dari

400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp500 per saham menjadi Rp600.000.000.000

i. Increase in the Company’s authorized capital

from Rp200,000,000,000 consisting of

400,000,000 shares with nominal value of Rp500 per share to Rp600,000,000,000

ii. Untuk mengkonversikan pinjaman Perusahaan menjadi modal dengan cara penambahan modal melalui penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu.

ii. To convert the Company’s loan principal to equity with the increase in the authorized capital by issuing new shares without Pre-emptive Rights.

Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah

mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan

No. W7-03016 HT.01.04-TH.2006 tanggal

27 November 2006 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 1256, Tambahan No. 97 tanggal 5 Desember 2006.

The amendments to the articles of association have

Dokumen terkait