• Tidak ada hasil yang ditemukan

Luas Wilayah dan Batas Wilayah Administrasi

BAB II Kondisi Umum Daerah

2.2 Karakteristik Lokasi dan Wilayah

2.2.1 Luas Wilayah dan Batas Wilayah Administrasi

Secara geografis, Kabupaten Toba Samosir berada pada posisi 2⁰03 - 2⁰40

Lintang Utara dan 98⁰56-99⁰40 Bujur Timur, dengan luas wilayah 2.021,80 km². Kabupaten Toba Samosir, berbatasan dengan 5 (lima) kabupaten yaitu:

Utara : Kabupaten Simalungun

Timur : Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kabupaten Asahan Selatan : Kabupaten Tapanuli Utara

Barat : Kabupaten Samosir 2.2.2 Topografi

A. Kemiringan Lahan

Kondisi kelerengan atau topografi wilayah Kabupaten Toba Samosir sangat variatif, yaitu datar (0-8%), berombak (8-15%), bergelombang (15-25%), curam (25-40%), dan terjal/ bergunung (>40%) untuk lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 2.1:

Tabel 2.1 Kondisi Kelerengan Lahan Kabupaten Toba Samosir Tahun 2015

No Kecamatan

No Kecamatan

32

bergelombang dan berbukit yang diselingi oleh dataran yang relatif rata serta berbatasan langsung dengan Danau Toba.

2.2.3 Geologi

Kondisi struktur geologi di Kabupaten Toba Samosir terdiri dari 2 (dua) alluvium, 7 (tujuh) formasi, 1 (satu) kelompok dan 1 (satu ) tufa. Variasi tersebut antara lain: alluvium muda, formasi bohorok, formasi gunung api, formasi kuala, formasi puetu, formasi samosir, formasi sihapas, formasi telisa dan tufa toba.

Jenis tanah secara umum di Kabupaten Toba Samosir terdiri dari komposisi tanah yang didominasi tanah tufa toba, pasir bercampur tanah liat, kapur dan sebagian lainnya yang terdiri dari lapisan tanah yang relatif kurang subur untuk pertanian.

2.2.4 Klimatologi

Sesuai dengan letaknya yang berada di garis khatulistiwa, Kabupaten Toba Samosir tergolong ke dalam daerah beriklim tropis basah dengan suhu berkisar antara 17ºC-29ºC dan rata-rata kelembaban udara 85,04 %. Rata-rata tinggi curah hujan per bulan yang terjadi di Kabupaten ini pada tahun 2015 adalah sebesar ± 175 mm dengan jumlah hari hujan sebanyak 10 hari. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Juni sebesar 228 mm dengan jumlah hari hujan sebanyak 5 hari.

Sedangkan pada bulan April curah hujan yang turun sangat rendah sekitar 135 mm, dengan jumlah hari hujan 8 hari dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 2.2 Curah Hujan dan Hari Hujan Tiap Bulan Kabupaten Toba Samosir Tahun 2017.

No. Bulan Curah Hujan (mm3) Hari Hujan (Hari)

1 Januari 156 20

2 Februari 109 15

3 Maret 214 19

4 April 212 19

5 Mei 44 11

6 Juni 135 15

7 Juli 74 10

8 Agustus 146 16

9 September 187 23

10 Oktober 113 16

11 Nopember 221 24

12 Desember 194 21

Sumber: Toba SamosirDalamAngka, 2018

2.2.5 Penggunaan Lahan

Luas wilayah Kabupaten Toba Samosir berdasarkan data statistik adalah 202.180 Ha. Penggunaan lahan eksisting di Kabupaten Toba Samosir berdasarkan hasil interpretasi citra landsat Kabupaten Toba Samosir Tahun 2011, dengan menggunakan analisis peta tutupan lahan, diperoleh penggunaaan lahan yang terdiri dari hutan primer, hutan sekunder, kebun campuran, perkebunan, permukiman, sawah, semak belukar, tanah terbuka, ladang/tegalan dan tubuh air.

Penggunaan lahan terbesar terdiri dari penggunaan lahan hutan primer 38,66%, dan terkecil penggunaan lahan untuk tubuh air. Untuk lebih jelasnya luasan tiap jenis penggunaan lahan di Kabupaten Toba Samosir berdasarkan analisis tutupan lahan, dapat dilihat pada Tabel sebagai berikut :

Tabel 2.3 Luas Penggunaan Lahan Menggunakan Analisis Luas Tutupan Lahan di Kabupaten Toba Samosir Tahun 2015.

No. Jenis Penggunaan Lahan Luas (Ha) Persentase (%)

34

1 Hutan Primer 80.159 38,66

2 Hutan Sekunder 12.596 6,07

3 Kebun Campuran 48.847 23,56

4 Perkebunan 1.476 0,71

5 Permukiman 1.578 0,76

6 Sawah 16.465 7,94

7 Semak/Belukar 13.317 6,42

8 Tanah Terbuka 2.230 1,08

9 Tegalan/Ladang 29.398 14,18

10 Tubuh Air 1.282 0,62

Jumlah 202.180 100%

Sumber: Analisis citra landsat, 2011 2.2.6 Kondisi Demografi

Kabupaten Toba Samosir tahun 2017 adalah salah satu kabupaten dari tujuh Kabupaten yang mengelilingi Danau Toba, dimana Danau Toba merupakan danau terluas di Indonesia. Suku yang mendiami Kabupaten Toba Samosir pada umumnya adalah suku BatakToba dan suku lainnya antara lain Simalungun, Karo dan Mandailing, serta suku diluar Toba seperti Melayu, Nias, Jawa, Minangkabau, dan Tionghoa.

Penduduk Toba Samosir mayoritas penganut Agama Kristen Protestan dan Katolik, diikuti dengan Agama Islam, Buddha, Hindu dan lainnya seperti Farmalim, dengan bahasa daerahnya adalah bahasa batak toba. Sedangkan mata pencaharian penduduk berasal dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutunan, perdagangan, dan industri.

Tabel 2.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Menurut Kelompok Umur Dan

Sumber: Badan Pusat Stastik Kabupaten Toba Samosir.

Jumlah penduduk Kabupaten Toba Samosir tahun 2017 adalah sebesar 181.790 jiwa, dengan jumlah rumah tangga (RT) adalah 44.516 RT dan luas wilayah daratan adalah 2.021,8 km², tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Toba Samosir tahun 2017 adalah sebesar 89,91 jiwa/km². Kecamatan Balige yang merupakan ibukota kabupaten, pusat perdagangan dan pusat pemerintahan memiliki persebaran dan kepadatan penduduk di Kabupaten Toba Samosir, Kecamatan Balige adalah kecamatan dengan jumlah penduduk paling tinggi dan dengan tingkat kepadatan sebesar 423,58 jiwa/km². Kemudian diikuti oleh Kecamatan Porsea dengan tingkat kepadatan sebesar 371,49 jiwa/km². Sedangkan Persebaran penduduk dengan jumlah penduduk terendah berada pada Kecamatan

36

Nassau dengan jumlah penduduk dan dengan kepadatan penduduk 98,69 jiwa/km².

Jumlah Penduduk berdasarkan Kelompok Umur dari 0-65 keatas pada tahun 2017 adalah 181.790 orang dengan laki-laki sebesar 90.297 orang dan perempuan 91.493 orang.

2.3 Aspek Pelayanan Umum

Kinerja pembangunan pada aspek pelayanan umum merupakan gambaran dan hasil dari pelaksanaan pembangunan selama periode tertentu terhadap kondisi pelayanan umum yang mencakup kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, kesejahteraan sosial, seni budaya dan olahraga. Aspek pelayanan umum menjelaskan kondisi pelayanan urusan pemerintahan wajib dan urusan pilihan yang menjadi jangkauan pelayanan dari SKPD Kabupaten Toba Samosir.

2.3.1 Urusan Pemerintahan Wajib

2.3.1.1 Urusan Pemerintahan Wajib Dengan Pelayanan Dasar a. Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu bidang penting dalam pembangunan nasional maupun daerah. Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan modal yang sangat berharga bagi pembangunan, baik pembangunan manusia itu sendiri maupun pembangunan ekonomi. SDM yang berkualitas akan membawa dampak pada kemajuan dibidang teknologi, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara umum. Hal ini dikarenakan penduduk yang memiliki pendidikan yang cukup akan mempengaruhi kemampuan mereka dalam menghasilkan barang dan jasa, melakukan inovasi teknologi, merancang dan

merekayasa lingkungan hidup, menjaga keteraturan sosial, mengembangkan perekonomian dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas hidup manusia secara keseluruhan.

b. Kesehatan

Pembangunan bidang kesehatan antara bertujuan agar semua lapisan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah, murah dan merata.

Melalui upaya tersebut diharapkan akan tercapai derajad kesehatan yang lebih baik. Tersedianya sarana dan prasarana kesehatan berupa rumah sakit, puskesmas, posyandu, polindes, pusling roda dua dan lain-lain merupakan sarana dalam meningkatkan dan menunjang kualitas hidup masyarakat yang dapat mendorong keberhasilan peningkatan kualitas kesehatan.

Kesehatan merupakan faktor yang berpengaruh dalam pembangunan manusia. Derajat kesehatan masyarakat yang baik akan merefleksikan kinerja yang baik pula pada masyarakatnya. Oleh karena itu keberadaan fasilitas kesehatan juga sangat memegang peran penting dalam meningkatkan derajad kesehatan masyarakat. Semakin mudah masyarakat menjangkau fasilitas kesehatan yang tersedia, maka diharapkan semakin berurang pula tingkat kesakitannya.

c. Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Indikator bidang pekerjaan umum di Kabupaten Toba Samosir dapat dilihat dari beberapa aspek. Indikator pertama adalah proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik di Kabupaten Toba Samosir yang berubah pada tiap tahunnya sesuai dengan keadaan di lapangan. Sebagai prasarana transportasi yang paling penting di Kabupaten Toba Samsir, dari segi kuantitas selain harus dapat

38

menjangkau seluruh daerah untuk membuka daerah terisolir, juga memperhatikan dari segi kualitas yaitu keadaan/kondisi jalan serta rambu-rambu jalan.

d. Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman

Dalam bidang perumahan indikator kinerja dinilai di antaranya dari indikator rumah tangga pengguna air bersih dan indikator rumah tangga bersanitasi. Indikator-indikator tersebut diukur berdasarkan jumlah pengguna air bersih dan sanitasi pada tahun tertentu dibagi jumlah keseluruhan rumah tangga.

e. Sosial

Pelaksanaan urusan sosial diarahkan pada upaya meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, penyandang masalah kesejahteraan sosial, perlindungan anak terlantar, korban kekerasan dalam rumah tangga, karang taruna, korban bencana, lansia, dan anak sekolah. Upaya yang telah dilakukan adalah dengan pemberian bantuan, subsidi, pembinaan, pendampingan terhadap anak panti asuhan, penyandang cacat, korban bencana, korban kekerasan, dan lansia rawan sosial.

f. Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir terus melakukan upaya-upaya untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban dengan terus meningkatkan pengetahua, pemahaman wawasan kebangsaan dan pemantapan ideologi bagi seluruh komponen masyarakat. Untuk meningkatkan antisipasi terhadap ancaman keamanan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir juga meningkatkan jalinan hubungan dengan pihak intelijen dari berbagai unsur aparat keamanan. Disamping itu untuk mengantisipasi kerawanan sosial politik maka dilakukan pembinaan dan monitoring yang terkait dengan kegiatan politik daerah.

2.3.1.2 Urusan Pemerintahan Wajib Yang Tidak Berkaitan Dengan Pelayanan Dasar

a. Urusan Wajib Tenaga Kerja

Tenaga kerja adalah seluruh penduduk dalam usia kerja (15-64) tahun yang potensial dapat memproduksi barang dan jasa. Masalah pembangunan yang harus diatasi setiap daerah adalah jumlah pengangguran dan ketersediaan lapangan kerja. Hali ini sangat terkait dengan kondisi kualitas sumber daya manusia.

Pelaksanaan urusan ketenagakerjaan diarahkan sebagai upaya pengurangan pengangguran dan melindungi tenaga kerja maupun perusahaan. Angka pengangguran adalah salah satu indikator penting untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat, sehingga menjadi ukuran kinerja pemerintah.

Pada tahun 2017 Jumlah Angkatan Kerja di Kabupaten Toba Samosir sebesar 11.211 orang,dengan jumlah penduduk pada usia 15-64 tahun adalah 139.300 orang dimana itu di dapat dengan menggunakan rumus dengan membagi Jumlah Angkatan Kerja (bekerja + mencari pekerjaan) dengan Jumlah Penduduk usia 15-64 tahun dikali 100%. Maka dapat diketahui bahwa Angka Partisipasi Kerja (APAK) Kabupaten Toba Samosir adalah 8,05%. Pada tahun 2017 Tingkat Pengganguran Terbuka di Kabupaten Toba Samosir 4,73 %. Dimana untuk menghitung Angka Pengganguran Terbuka dengan membagikan Jumlah Pencari Kerja dengan Jumlah Angkatan Kerja dikali dengan 100%.

Tabel 2.5 Target Pencapaian Indikator Kinerja Penyelenggaraan Oleh Dinas Tenaga KerjaToba Samosir Tahun 2016-2021.

No Indikator

Kinerja Satuan 2016 2017 2018 2019 2020 2021

40 Sumber: RPJMD Kabupaten Toba Samosir 2016-2021

Tabel 2.5 menunjukkan bahwa Pemerintah Toba Samosir dalam target pencapaian indikator kinerja penyelenggaraan yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Toba Samosir diharapkan dapat selalu meningkat setiap tahunnya dari tahun 2016-2021.

b. Urusan Wajib Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana

Pemerintah Kabupaten Toba Samosir terus berupaya meningkatkan kualitas kehidupan dan peran perempuan serta kesejahteraan dan perlindungan anak.

Namun demikian, kesenjangan gender masih terjadi di berbagai sektor pembangunan. Hal ini disebabkan aspek psikososio-kultural yang masih menganggap derajat laki-laki lebih tinggi dari perempuan. Keadaan tersebut mempengaruhi keterlibatan perempuan untuk berperan aktif dalam pembangunan dan memperoleh segala bentuk pelayanan dasar. Pembangunan dan pemberdayaan perempuan dan anak juga sangat berdampak pada derajat kesehatan dan tingkat kesejahteraan keluarga.

c. Urusan Wajib Ketahanan Pangan

Berbagai upaya dalam urusan ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada ketersediaan pangan, pemerataan distribusi pangan dengan harga terjangkau dan tercapainya pola konsumsi pangan yang aman, bergizi dan berimbang, namun juga meningkatkan peran masyarakat dan pihak swasta dalam mendukung ketahanan pangan. Beberapa regulasi ketahanan pangan yang menjadi pedoman dalam pelaksanaannya sebagai berikut:

• UU. No. 7/1996 tentang pangan mengamanatkan kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga, yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup baik jumlah, mutu, keamanan, pemerataan dan keterjangkauan.

• PP. No. 68/2002 tentang petunjuk pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7/1996.

• PP. No. 3/2007 tentang Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota wajib mempertanggungjawabkan urusan Ketahanan Pangan.

• PP. No. 38/2007 tentang Ketahanan Pangan termasuk urusan wajib.

d. Urusan Wajib Pertanahan

e. Urusan Wajib Lingkungan Hidup

Kabupaten Toba Samosir memiliki kekayaan sumber daya alam yang memerlukan pemeliharaan lingkungan agar tetap bersih dan berkesinambungan.

Lingkungan hidup merupakan tujuan Millenium Development Goals (MDGs) 2015 sebagai tempat kelangsungan hidup makhluk hidup di dalamnya terdapat air, tanah dan udara yang harus bersih dan berada pada ambang batas minimal pengaruh pencemaran sehingga tidak berpengaruh buruk pada kesehatan dan aktivitas masyarakat.

42

Salah satu upaya untuk menjaga lingkungan hidup tersebut adalah melalui pengelolan sampah. Presentase/rasio pelayanan sampah diperoleh dari prakiraan volume timbunan sampah dibagi dengan kapasitas pengangkutan sampah oleh Dinas Pasar dan Kebersihan Kabupaten Toba Samosir.

f. Urusan Wajib Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pelayanan kependudukan tergantung pada angka kelahiran dan mobilisasi penduduk yang masuk maupun keluar Kabupaten Toba Samosir.

g. Urusan Wajib Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat diupayakan untuk memberdayakan masyarakat menuju keluarga yang sejahtera. Upaya tersebut dijabarkan melalui kelompok Binaan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Adapun Kelompok binaan PKK mengalami kenaikan dari tahun 2011-2015, hal ini menggambarkan kenaikan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Untuk LSM, persentase yang aktif dalam proses pembangunan juga meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas penunjang dan ketertiban masyarakat secara aktif dalam pembangunan daerah sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan semakin terbuka/transparan. Fasilitasi dan pembinaan terhadap masyarakat desa dan juga aparatur desa akan mendorong sebuah desa untuk menjadi mandiri.

h. Urusan Wajib Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Peningkatan partisipasi PUS dalam program KB akan terus ditingkatkan sehingga diharapkan angka kelahiran dapat diturunkan. Selain itu keikutsertaan keluarga Pra Sejahtera dalam kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga

Sejahtera (UPPKS) dengan belajar berusaha memperoleh tambahan penghasilan melalui ekonomi produktif.

i. Urusan Wajib Perhubungan

Peningkatan jumlah sarana angkutan kendaraan roda 2 (dua) maupun roda 4 (empat) serta angkutan umum menuntut ketersediaan sarana dan prasarana perhubungan yang memadai. Sehubungan dengan semakin padatnya lalu lintas akibat pertambahan jumlah kendaraan menuntut pemasangan rambu-rambu lalu lintas meningkat dari tahun ke tahun. Secara presentasi pemasangan pengaman jalan dan rambu-rambu jalan mengalami kenaikan, hal ini disebabkan oleh panjang ruas jalan yang cenderung tetap dari tahun ke tahun.

j. Urusan Wajib Komunikasi dan Informatika

Kemajuan di bidang informasi dan komunikasi telah mendorong munculnya globalisasi dengan berbagai perspektifnya. Perkembangan tersebut diikuti dengan berkembangnya sarana dan prasarana komunikasi.

k. Urusan Wajib Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

Usaha pengembangan ekonomi Kabupaten Toba Samosir meliputi Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Hal ini mengingat Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah dapat menyentuh sampai masyarakat lapisan bawah dan dapat dijadikan sebagai usaha masyarakat. Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah dapat diarahkan untuk mendorong roda perekonomian daerah melalui penggalian kreativitas masyarakat dan juga pengembangan usaha-usaha kecil yang dikelola sendiri oleh masyarakat.

44

Tabel 2.6 Target Pencapaian Indikator Kinerja Penyelenggaraan Oleh Bidang Koperasi Usaha Kecil Dan Menegah Toba Samosir Tahun 2016-2021

Sumber: RPJMD Kabupaten Toba Samosir 2016-2021

Tabel 2.6 menunjukkan bahwa Pemerintah Toba Samosir dalam target pencapaian indikator kinerja penyelenggaraan oleh bidang koperasi usaha kecil dan menegah Toba Samosir diharapkan dapat selalu meningkat setiap tahunnya dari tahun 2016-2021.

l. Urusan Wajib Penanaman modal

Faktor penting lain yang juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah adalah penanaman modal atau investasi. Penanaman modal tidak bisa dilepaskan dari sektor industri. Semakin besar dan berkembang industri di suatu daerah maka semakin besar juga investasi yang ditanamkan dalam daerah tersebut.

Tabel 2.7 Target Pencapaian Indikator Kinerja Penyelenggaraan Oleh Dinas

Sumber: RPJMD Kabupaten Toba Samosir 2016-2021

Tabel Di atas menunjukkan bahwa Pemerintah Toba Samosir dalam target pencapaian indikator kinerja penyelenggaraan oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Toba Samosir diharapkan dapat selalu meningkat setiap tahunnya dari tahun 2016-2021.

m. Urusan Wajib Kepemudaan dan Olah Raga

Pemuda merupakan asset dam masa depan pembangunan terutama di bidang SDM, sebagai pemersatu langkah-langkah pendukung dalam pembangunan.

Kegiatan kepemudaan adalah kegiatan yang diselenggarakan dalam bentuk pertandingan dan perlombaan yang bersifat mendidik dan mmbangkitkan semangat para pemuda ke arah yang positif. Organisasi pemuda adalah sekelompok pemuda yang bekerja sama membentuk dan membangun suatu perencanaan kerja dan peraturan untuk mencapai tujuan tertentu.

n. Urusan Wajib Statistik

46

Berdasarkan Undang-Undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional disebutkan bahwa perencanaan pembangunan daerah harus didasarkan pada data yang akurat dan memadai. Oleh karena itu ketersediaan data dan informasi statistik yang handal merupakan salah satu kunci keberhasilan perencanaan dan pembangunan. Data dan informasi statistik yang berkualitas tidak saja menjadi tujuan pemerintah tetapi juga dibutuhkan oleh kalangan swasta dan masyarakat untuk pengembangan usaha dan kebutuhan lainnya.

o. Urusan Wajib Kebudayaan

Untuk melihat bagaimana kebudayaan menjadi salah satu faktor penting dalam kehidupan manusia, maka hal ini dapat terlihat dari peran pemerintah daerah dalam mengelola kekayaan seni budaya dan sarana prasarana yang mendukungnya.

2.3.2 Urusan lain a. Ekonomi

• Pertumbuhan PDRB

Kinerja pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat merupakan gambaran dan hasil dari pelaksanaan pembangunan yang sedang berlangsung. Kondisi kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari sisi indikasi pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang merupakan indikator untuk mengetahui kondisi perekonomian secara makro yang mencakup tingkat pertumbuhan sektor-sektor ekonomi pada suatu daerah.

PDRB sebagai salah satu indikator makro ekonomi suatu daerah dapat dipergunakan sebagai panduan indikatif dalam mengetahui gambaran nilai tambah

yang dihasilkan oleh tingkat konsumsi, tingkat investasi, dan peran pemerintah atas seluruh pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya yang menggerakkan perekonomian di suatu daerah. Dengan demikian, keberadaan ketiga komponen pembentuk PDRB tersebut akan saling berinteraksi dalam pembentukan nilai PDRB suatu wilayah.

Tabel 2.8 Pencapaian PDRB Kabupaten Toba Samosir tahun 2013-2017

No. Tahun Satuan (Rp.juta)

Sumber: Toba Samosir Dalam Angka, 2018

Kurun waktu 5 tahun terakhir Perkembangan PDRB Kabupaten Toba Samosir mengalami pertumbuhan positif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 7%.

Tabel 2.9 PDRB Kabupaten Toba Samosir ADHB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2017

No Sektor Satuan (%)

1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 32,7%

2 Pertambangan dan penggalian 0,28%

3 Industri Pengolahan 11,76%

4 Pengadaan Listrik dan Gas 0,06%

5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang

0,05%

6 Konstruksi 13,05%

7 Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

17,15%

8 Transportasi dan Pergudangan 3,22%

9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 2,93%

10 Informasi dan Komunikasi 0,13%

11 Jasa Keuangan dan Asuransi 1,62%

12 Real Estat 2,8%

13 Jasa Perusahaan 0,88%

14 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial

9,96%

15 Jasa Pendidikan 0.87%

16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 2,52%

48

17 Jasa Lainnya 0,15%

Jumlah 100,00%

Sumber: Toba Samosir Dalam Angka, 2018

Sebagai gambaran tentang kondisi makro ekonomi Kabupaten Toba Samosir tahun 2017, yang dapat mencerminkan kondisi pertumbuhan ekonomi , dapat dilihat pada tabel tentang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut lapangan usaha ekonomi di Kabupaten Toba Samosir tahun 2017.

b. Kelautan dan Perikanan

Perkembangan luas lahan usaha perikanan darat khususnya yang dilakukan di kolan selama lima tahun terakhir mengalami fluktuasi meningkat. Fluktusi luas lahan perikanan ini diikuti dengan fluktuasi produksi perikanan. Keberhasilan pelaksanaan urusan perikanan dicapai melalui pembinaan kelompok perikanan, pemberian benih ikan dan pemberian.

c. Pariwisata

Kabupaten Toba Samosir memiliki berbagai potensi alam, budaya dan sejarah yang dapat digali serta dilestarikan dan dijadikan sebagai aset dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata. Potensi tersebut sangat berhubungan dengan daya tarik dan nilai objek wisata yang tersebar di beberapa kecamatan yang terdiri atas objek wisata rohani, wisata alam atau rekreasi, sejarah atau budaya serta objek wisata hutan atau kebun.

d. Pertanian

Produktivitas padi atau bahan pangaan utama yang meningkat dipengaruhi faktor pola tanam, penggunaan bibit yang berkualitas dan penggunaan pupuk organik serta kesadaran pengembangan pangan non padi.

e. Energi dan Sumber Daya Mineral

Sumber daya mineral yang dapat ditambang di Kabupaten Toba Samosir adalah bahan galian golongan C meliputi pasir, batu dan tanah timbunan. Semua desa di Kabupaten Toba Samosir sudah mendapat jaringan listrik. Namun demikian masih ada beberapa dusun dan kelompok rumah yang belum terjangkau listrik, terutama pada daerah terpencil dan permukiman baru. Penyediaan listrik untuk masyarakat yang tidak terjangkau layanan listrik PLN, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir mengupayakan penggunaan listrik Mikro Hidro.

f. Perdagangan

Perdagangan merupakan kegiatan melakukan penjualan kembali (tanpa perubahan teknis) barang-barang baru maupun bekas meliputi perdagangan besar dan eceran. Jumlah Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) untuk mendirikan usaha/perusahaan dan meneruskan ijin usaha/perpanjangan yang diterbitkan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Toba Samosir dan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal.

Tabel 2.10 Target Pencapaian Indikator Kinerja Penyelenggaraan Oleh Bidang Perdagangan Toba Samosir Tahun 2016-2021

No Indikator Kinerja Satuan 2016 2017 2018 2019 2020 2021

Sumber RPJMD Kabupaten Toba Samosir 2016-2021

50

Tabel 2.10 menunjukkan bahwa Pemerintah Toba Samosir dalam target pencapaian indikator kinerja penyelenggaraan oleh bidang perdagangan Toba Samosir diharapkan dapat selalu meningkat setiap tahunnya dari tahun 2016-2021.

Tapi dalam hal indikator kinerja jumlah pasar tradisional yang dibangun/direvitalisasi diharapkan dapat memenuhi target yang sudah dibuat.

g. Perindustrian

Tabel 2.11 Target Pencapaian Indikator Kinerja Penyelenggaraan Oleh Bidang Perindustian Modal Toba Samosir Tahun 2016-2021

No Indikator

Kinerja Satuan 2016 2017 2018 2019 2020 2021 1

Pertumbuhan industri kecil menengah

Jumlah

Industri Kecil IKM 814 846 880 916 954 996 Jumlah

Industri Menengah

IKM 12 12 12 12 12 12

Sumber RPJMD Kabupaten Toba Samosir 2016-2021

Tabel 2.11 menunjukkan bahwa Pemerintah Toba Samosir dalam target pencapaian indikator kinerja penyelenggaraan oleh bidang perindustrian Toba Samosir diharapkan dapat selalu meningkat setiap tahunnya dari tahun 2016-2021.

Tapi dalam hal indikator kinerja jumlah industri menengah diharapkan dapat memenuhi target yang sudah dibuat.

BAB III

PEMBAHASAN TENTANG REALISASI MISI BUPATI TOBA SAMOSIR DALAM MEMACU

PERTUMBUHAN EKONOMI YANG BERKUALITAS DAN BERDAYA SAING PADA TAHUN 2016-2018

Misi Bupati Toba Samosir menjadi acuan bagi semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menjalankan program dan kegiatannya terkhusus misi Bupati Toba Samosir poin ke 4 yaitu memacu pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berdaya saing sekaligus dalam pelaksanaan pembangunan

Misi Bupati Toba Samosir menjadi acuan bagi semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menjalankan program dan kegiatannya terkhusus misi Bupati Toba Samosir poin ke 4 yaitu memacu pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berdaya saing sekaligus dalam pelaksanaan pembangunan

Dokumen terkait