BAB II Kondisi Umum Daerah
2.3 Aspek Pelayanan Umum
2.3.1 Urusan Pemerintahan Wajib
2.3.1.1 Urusan Pemerintahan Wajib Dengan Pelayanan Dasar a. Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu bidang penting dalam pembangunan nasional maupun daerah. Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan modal yang sangat berharga bagi pembangunan, baik pembangunan manusia itu sendiri maupun pembangunan ekonomi. SDM yang berkualitas akan membawa dampak pada kemajuan dibidang teknologi, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara umum. Hal ini dikarenakan penduduk yang memiliki pendidikan yang cukup akan mempengaruhi kemampuan mereka dalam menghasilkan barang dan jasa, melakukan inovasi teknologi, merancang dan
merekayasa lingkungan hidup, menjaga keteraturan sosial, mengembangkan perekonomian dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas hidup manusia secara keseluruhan.
b. Kesehatan
Pembangunan bidang kesehatan antara bertujuan agar semua lapisan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah, murah dan merata.
Melalui upaya tersebut diharapkan akan tercapai derajad kesehatan yang lebih baik. Tersedianya sarana dan prasarana kesehatan berupa rumah sakit, puskesmas, posyandu, polindes, pusling roda dua dan lain-lain merupakan sarana dalam meningkatkan dan menunjang kualitas hidup masyarakat yang dapat mendorong keberhasilan peningkatan kualitas kesehatan.
Kesehatan merupakan faktor yang berpengaruh dalam pembangunan manusia. Derajat kesehatan masyarakat yang baik akan merefleksikan kinerja yang baik pula pada masyarakatnya. Oleh karena itu keberadaan fasilitas kesehatan juga sangat memegang peran penting dalam meningkatkan derajad kesehatan masyarakat. Semakin mudah masyarakat menjangkau fasilitas kesehatan yang tersedia, maka diharapkan semakin berurang pula tingkat kesakitannya.
c. Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Indikator bidang pekerjaan umum di Kabupaten Toba Samosir dapat dilihat dari beberapa aspek. Indikator pertama adalah proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik di Kabupaten Toba Samosir yang berubah pada tiap tahunnya sesuai dengan keadaan di lapangan. Sebagai prasarana transportasi yang paling penting di Kabupaten Toba Samsir, dari segi kuantitas selain harus dapat
38
menjangkau seluruh daerah untuk membuka daerah terisolir, juga memperhatikan dari segi kualitas yaitu keadaan/kondisi jalan serta rambu-rambu jalan.
d. Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
Dalam bidang perumahan indikator kinerja dinilai di antaranya dari indikator rumah tangga pengguna air bersih dan indikator rumah tangga bersanitasi. Indikator-indikator tersebut diukur berdasarkan jumlah pengguna air bersih dan sanitasi pada tahun tertentu dibagi jumlah keseluruhan rumah tangga.
e. Sosial
Pelaksanaan urusan sosial diarahkan pada upaya meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, penyandang masalah kesejahteraan sosial, perlindungan anak terlantar, korban kekerasan dalam rumah tangga, karang taruna, korban bencana, lansia, dan anak sekolah. Upaya yang telah dilakukan adalah dengan pemberian bantuan, subsidi, pembinaan, pendampingan terhadap anak panti asuhan, penyandang cacat, korban bencana, korban kekerasan, dan lansia rawan sosial.
f. Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir terus melakukan upaya-upaya untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban dengan terus meningkatkan pengetahua, pemahaman wawasan kebangsaan dan pemantapan ideologi bagi seluruh komponen masyarakat. Untuk meningkatkan antisipasi terhadap ancaman keamanan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir juga meningkatkan jalinan hubungan dengan pihak intelijen dari berbagai unsur aparat keamanan. Disamping itu untuk mengantisipasi kerawanan sosial politik maka dilakukan pembinaan dan monitoring yang terkait dengan kegiatan politik daerah.
2.3.1.2 Urusan Pemerintahan Wajib Yang Tidak Berkaitan Dengan Pelayanan Dasar
a. Urusan Wajib Tenaga Kerja
Tenaga kerja adalah seluruh penduduk dalam usia kerja (15-64) tahun yang potensial dapat memproduksi barang dan jasa. Masalah pembangunan yang harus diatasi setiap daerah adalah jumlah pengangguran dan ketersediaan lapangan kerja. Hali ini sangat terkait dengan kondisi kualitas sumber daya manusia.
Pelaksanaan urusan ketenagakerjaan diarahkan sebagai upaya pengurangan pengangguran dan melindungi tenaga kerja maupun perusahaan. Angka pengangguran adalah salah satu indikator penting untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat, sehingga menjadi ukuran kinerja pemerintah.
Pada tahun 2017 Jumlah Angkatan Kerja di Kabupaten Toba Samosir sebesar 11.211 orang,dengan jumlah penduduk pada usia 15-64 tahun adalah 139.300 orang dimana itu di dapat dengan menggunakan rumus dengan membagi Jumlah Angkatan Kerja (bekerja + mencari pekerjaan) dengan Jumlah Penduduk usia 15-64 tahun dikali 100%. Maka dapat diketahui bahwa Angka Partisipasi Kerja (APAK) Kabupaten Toba Samosir adalah 8,05%. Pada tahun 2017 Tingkat Pengganguran Terbuka di Kabupaten Toba Samosir 4,73 %. Dimana untuk menghitung Angka Pengganguran Terbuka dengan membagikan Jumlah Pencari Kerja dengan Jumlah Angkatan Kerja dikali dengan 100%.
Tabel 2.5 Target Pencapaian Indikator Kinerja Penyelenggaraan Oleh Dinas Tenaga KerjaToba Samosir Tahun 2016-2021.
No Indikator
Kinerja Satuan 2016 2017 2018 2019 2020 2021
40 Sumber: RPJMD Kabupaten Toba Samosir 2016-2021
Tabel 2.5 menunjukkan bahwa Pemerintah Toba Samosir dalam target pencapaian indikator kinerja penyelenggaraan yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Toba Samosir diharapkan dapat selalu meningkat setiap tahunnya dari tahun 2016-2021.
b. Urusan Wajib Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana
Pemerintah Kabupaten Toba Samosir terus berupaya meningkatkan kualitas kehidupan dan peran perempuan serta kesejahteraan dan perlindungan anak.
Namun demikian, kesenjangan gender masih terjadi di berbagai sektor pembangunan. Hal ini disebabkan aspek psikososio-kultural yang masih menganggap derajat laki-laki lebih tinggi dari perempuan. Keadaan tersebut mempengaruhi keterlibatan perempuan untuk berperan aktif dalam pembangunan dan memperoleh segala bentuk pelayanan dasar. Pembangunan dan pemberdayaan perempuan dan anak juga sangat berdampak pada derajat kesehatan dan tingkat kesejahteraan keluarga.
c. Urusan Wajib Ketahanan Pangan
Berbagai upaya dalam urusan ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada ketersediaan pangan, pemerataan distribusi pangan dengan harga terjangkau dan tercapainya pola konsumsi pangan yang aman, bergizi dan berimbang, namun juga meningkatkan peran masyarakat dan pihak swasta dalam mendukung ketahanan pangan. Beberapa regulasi ketahanan pangan yang menjadi pedoman dalam pelaksanaannya sebagai berikut:
• UU. No. 7/1996 tentang pangan mengamanatkan kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga, yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup baik jumlah, mutu, keamanan, pemerataan dan keterjangkauan.
• PP. No. 68/2002 tentang petunjuk pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7/1996.
• PP. No. 3/2007 tentang Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota wajib mempertanggungjawabkan urusan Ketahanan Pangan.
• PP. No. 38/2007 tentang Ketahanan Pangan termasuk urusan wajib.
d. Urusan Wajib Pertanahan
e. Urusan Wajib Lingkungan Hidup
Kabupaten Toba Samosir memiliki kekayaan sumber daya alam yang memerlukan pemeliharaan lingkungan agar tetap bersih dan berkesinambungan.
Lingkungan hidup merupakan tujuan Millenium Development Goals (MDGs) 2015 sebagai tempat kelangsungan hidup makhluk hidup di dalamnya terdapat air, tanah dan udara yang harus bersih dan berada pada ambang batas minimal pengaruh pencemaran sehingga tidak berpengaruh buruk pada kesehatan dan aktivitas masyarakat.
42
Salah satu upaya untuk menjaga lingkungan hidup tersebut adalah melalui pengelolan sampah. Presentase/rasio pelayanan sampah diperoleh dari prakiraan volume timbunan sampah dibagi dengan kapasitas pengangkutan sampah oleh Dinas Pasar dan Kebersihan Kabupaten Toba Samosir.
f. Urusan Wajib Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pelayanan kependudukan tergantung pada angka kelahiran dan mobilisasi penduduk yang masuk maupun keluar Kabupaten Toba Samosir.
g. Urusan Wajib Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat diupayakan untuk memberdayakan masyarakat menuju keluarga yang sejahtera. Upaya tersebut dijabarkan melalui kelompok Binaan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Adapun Kelompok binaan PKK mengalami kenaikan dari tahun 2011-2015, hal ini menggambarkan kenaikan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Untuk LSM, persentase yang aktif dalam proses pembangunan juga meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas penunjang dan ketertiban masyarakat secara aktif dalam pembangunan daerah sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan semakin terbuka/transparan. Fasilitasi dan pembinaan terhadap masyarakat desa dan juga aparatur desa akan mendorong sebuah desa untuk menjadi mandiri.
h. Urusan Wajib Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Peningkatan partisipasi PUS dalam program KB akan terus ditingkatkan sehingga diharapkan angka kelahiran dapat diturunkan. Selain itu keikutsertaan keluarga Pra Sejahtera dalam kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga
Sejahtera (UPPKS) dengan belajar berusaha memperoleh tambahan penghasilan melalui ekonomi produktif.
i. Urusan Wajib Perhubungan
Peningkatan jumlah sarana angkutan kendaraan roda 2 (dua) maupun roda 4 (empat) serta angkutan umum menuntut ketersediaan sarana dan prasarana perhubungan yang memadai. Sehubungan dengan semakin padatnya lalu lintas akibat pertambahan jumlah kendaraan menuntut pemasangan rambu-rambu lalu lintas meningkat dari tahun ke tahun. Secara presentasi pemasangan pengaman jalan dan rambu-rambu jalan mengalami kenaikan, hal ini disebabkan oleh panjang ruas jalan yang cenderung tetap dari tahun ke tahun.
j. Urusan Wajib Komunikasi dan Informatika
Kemajuan di bidang informasi dan komunikasi telah mendorong munculnya globalisasi dengan berbagai perspektifnya. Perkembangan tersebut diikuti dengan berkembangnya sarana dan prasarana komunikasi.
k. Urusan Wajib Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
Usaha pengembangan ekonomi Kabupaten Toba Samosir meliputi Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Hal ini mengingat Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah dapat menyentuh sampai masyarakat lapisan bawah dan dapat dijadikan sebagai usaha masyarakat. Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah dapat diarahkan untuk mendorong roda perekonomian daerah melalui penggalian kreativitas masyarakat dan juga pengembangan usaha-usaha kecil yang dikelola sendiri oleh masyarakat.
44
Tabel 2.6 Target Pencapaian Indikator Kinerja Penyelenggaraan Oleh Bidang Koperasi Usaha Kecil Dan Menegah Toba Samosir Tahun 2016-2021
Sumber: RPJMD Kabupaten Toba Samosir 2016-2021
Tabel 2.6 menunjukkan bahwa Pemerintah Toba Samosir dalam target pencapaian indikator kinerja penyelenggaraan oleh bidang koperasi usaha kecil dan menegah Toba Samosir diharapkan dapat selalu meningkat setiap tahunnya dari tahun 2016-2021.
l. Urusan Wajib Penanaman modal
Faktor penting lain yang juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah adalah penanaman modal atau investasi. Penanaman modal tidak bisa dilepaskan dari sektor industri. Semakin besar dan berkembang industri di suatu daerah maka semakin besar juga investasi yang ditanamkan dalam daerah tersebut.
Tabel 2.7 Target Pencapaian Indikator Kinerja Penyelenggaraan Oleh Dinas
Sumber: RPJMD Kabupaten Toba Samosir 2016-2021
Tabel Di atas menunjukkan bahwa Pemerintah Toba Samosir dalam target pencapaian indikator kinerja penyelenggaraan oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Toba Samosir diharapkan dapat selalu meningkat setiap tahunnya dari tahun 2016-2021.
m. Urusan Wajib Kepemudaan dan Olah Raga
Pemuda merupakan asset dam masa depan pembangunan terutama di bidang SDM, sebagai pemersatu langkah-langkah pendukung dalam pembangunan.
Kegiatan kepemudaan adalah kegiatan yang diselenggarakan dalam bentuk pertandingan dan perlombaan yang bersifat mendidik dan mmbangkitkan semangat para pemuda ke arah yang positif. Organisasi pemuda adalah sekelompok pemuda yang bekerja sama membentuk dan membangun suatu perencanaan kerja dan peraturan untuk mencapai tujuan tertentu.
n. Urusan Wajib Statistik
46
Berdasarkan Undang-Undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional disebutkan bahwa perencanaan pembangunan daerah harus didasarkan pada data yang akurat dan memadai. Oleh karena itu ketersediaan data dan informasi statistik yang handal merupakan salah satu kunci keberhasilan perencanaan dan pembangunan. Data dan informasi statistik yang berkualitas tidak saja menjadi tujuan pemerintah tetapi juga dibutuhkan oleh kalangan swasta dan masyarakat untuk pengembangan usaha dan kebutuhan lainnya.
o. Urusan Wajib Kebudayaan
Untuk melihat bagaimana kebudayaan menjadi salah satu faktor penting dalam kehidupan manusia, maka hal ini dapat terlihat dari peran pemerintah daerah dalam mengelola kekayaan seni budaya dan sarana prasarana yang mendukungnya.
2.3.2 Urusan lain