• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

2) Macam-macam Kompetensi Guru

Dalam perspektif kebijakan nasional, pemerintah merumuskan empat jenis kompetensi guru, sebagaimana tercantum dalam penjelasan Penjelasan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yaitu kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial dan profesional. Guru diharapkan dapat menjalankan tugasnya secara profesional dengan memiliki dan menguasai keempat kompetensi tersebut.

Kompetensi yang harus dimiliki pendidik itu sungguh sangat ideal sebagaimana tergambar dalam peraturan pemerintah tersebut.

(a) Kompetensi Pedagogik

Pedagogik berasal dari bahasa Yunani yakni paedos yang artinya anak laki-laki dan agogos yang artinya mengantar, membimbing. Prof. Dr. J. Hoogeveld mengatakan, pedagogik

54

Jejen Musfah, Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan dan Sumber Belajar Teori dan Praktik, (Jakarta: Kencana, 2011), h. 27.

55

Asef Umar Fakhruddin, Menjadi Guru Favorit, (Jogjakarta: DIVA Press, 2010), h. 20.

adalah ilmu yang mempelajari masalah membimbing anak ke arah tujuan tertentu agar kelak mampu secara mandiri menyelesaikan tugas hidupnya. Langeveld membedakan istilah pedagogik dengan istilah pedagogi. Pedagogik diartikannya sebagai ilmu pendidikan yang lebih menekankan pada pemikiran dan perenungan tentang pendidikan. Sedangkan istilah pedagogi berarti pendidikan yang lebih menekankan kepada praktek, yang menyangkut kegiatan mendidik, membimbing anak. Berdasarkan pengertian yang disebutkan di atas maka yang dimaksud pedagogik adalah ilmu tentang pendidikan anak yang ruang lingkupnya terbatas pada interaksi edukatif antara pendidik dengan siswa. Sedangkan kompetensi pedagogic adalah sejumlah kemampuan guru yang diberkaitan dengan ilmu dan seni mengajar.56

Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang dimaksud dengan kompetensi pedagogik adalah kemampuan dalam pengeolaan peserta didik yang meliputi:

Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, pemahaman tentang peserta didik, pengembangan kurikulum/silabus, perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktulisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.57

Guru harus mampu mengelola kegiatan pembelajaran, mulai dari merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Guru harus menguasai manajemen kurikulum, dan mengevaluasi kurikulum, serta memiliki pemahaman tentang psikologi pendidikan terutama terhadap

56

Fachruddin Saudagar dan Ali Idrus, Pengembangan Profesionlitas Guru, (Jakarta:Gaung Persada, 2011), h. 32.

57

Jejen Musfah, Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan dan Sumber Belajar Teori dan Praktik, (Jakarta: Kencana, 2011), h. 30-31.

kebutuhan dan perkembangan pserta didik agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna.

(b)

Kompetensi Kepribadian

Setiap guru mempunyai pribadi masing-masing sesuai ciri-ciri pribadi yang mereka miliki. Cirri-ciri-ciri inilah yang membedakan seorang guru dengan guru yang lainya. Kepribadian sebenarnya adalah satu masalah abstrak, hanya dapat dilihat dari penampilan, tindakan, ucapan, cara berpakaian, dan dalam menghadapi setiap persoalan. Kepribadian adalah keseluruhan dari individu yang terdiri dari unsur psikis dan fisik. Kompetensi kepribadian guru mencangkup sikap (attitude), nilai-nilai (value), kepribadian

(personality) sebagai elemen perilaku (behavior) dalam kaitannya dengan performance yang ideal sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilandasi oleh latar belakang pendidikan, peningkatan kemampuan dan pelatihan, serta legalitas kewenangan mengajar.58

Guru sering dianggap sebagai sosok yang memiliki kepribadian ideal. Oleh karena itu, pribadi guru sering dianggap sebagai model atau panutan (yang harus digugu dan ditiru). Kompetensi yang berhubungan dengan pengembangan kepribadian diantaranya:

Kemampuan yang berhubungan dengan pengalaman ajaran agama sesuai dengan keyakinan agama yang dianutnya, kemampuan untuk menghormati dan menghargai antarumat beragama, kemampuan untuk berprilaku sesuai dengan norma, aturan dan system nilai yang berlaku di masyarakat,

58

mengembangkan sifat-sifat terpuji misalnya: sopan santun dan tata karma.59

(c)

Kompetensi Sosial

Kompetensi ini merujuk kepada kemampuan guru untuk menjadi bagian dari masyarakat, berkomunikasi, berinteraksi, secara efektif dengan para siswa, para guru lain, orangtua dan wali siswa serta masyarakat. Kompetensi ini diantaranya meliputi:

Bersikap inklusif, bertindak obyektif, berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua, dan masyarakat, berkomunikasi dengan komunitas profesi dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.60

Kompetensi sosial Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, pada pasal 28 ayat 3 adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesame pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Fachrudin mengutip perkataan Mukhlas Samani yang mengatakan bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan individu sebagai bagian masyarakat yang mencangkup kemampuan untuk berkomunikasi lisan, tulisan, dan isyarat, menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional, bergaul secara efektif, bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar, menerapkan prinsip-prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan.61

59

Wina Sanjaya, Kurikulum dan Pembelajaran Teori dan Praktik Pengembangan KTSP, (Jakarta: Prenanda Media Group, 2008), h. 277.

60

Lukmanul Hakim, Perencanaan Pembelajaran, (Bandung: CV Wacana Prima, 2009), h. 247.

61

Fachruddin Saudagar dan Ali Idrus, Pengembangan Profesionlitas Guru, (Jakarta:Gaung Persada, 2011), h. 75.

Bedasarkan pengertian yang disebutkan di atas inti dari kompetensi sosial itu adalah kemampuan guru melakukan interaksi sosial melalui komunikasi, kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja di lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru.

(d)

Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional adalah kemampuan yang berhubungan dengan penyelesaian tugas-tugas keguruan. Kompetensi ini merupakan kompetensi ini merupakan kompetensi yang sangat penting, sebab langsung berhubungan dengan kinerja yang ditampilkan. Kompetensi ini diantaranya: Kemampuan untuk menguasai landasan kependidika, pemahaman dalam bidang psikologi pendidikan, kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran sesuai bidang studi yang diajarkannya, kemampuan dalam mengaplikasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran, kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber ajar.62

Kompetensi profesional merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang guru. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, pada pasal 28 ayat 3 yang dimaksud dengan kompetensi profesional adalah kemampuan menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.63

Keempat kompetensi tersebut bersifat holistik dan integratif dalam kinerja guru. Oleh karena itu, secara utuh sosok kompetensi guru meliputi:

62Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2010), h. 18.

63Fachruddin Saudagar dan Ali Idrus, Pengembangan Profesionlitas Guru, (Jakarta:Gaung Persada, 2011), h. 48.

Pengenalan peserta didik secara mendalam, penguasaan bidang studi baik disiplin ilmu (disciplinary content) maupun bahan ajar dalam kurikulum sekolah (pedagogical content), penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi proses dan hasil belajar, serta tindak lanjut untuk perbaikan dan pengayaan dan pengembangan kpribadian dan profesionalitas secara berkelanjutan.64

Sedangkan Direktorat Tenaga Kependidikan Depdiknas menyebutkan Standar Kompetensi Guru sebagai berikut:65 (1) Pengelolaan pembelajaran;

(2) Pengembangan potensi; (3) Penguasaan akademik; (4) Sikap kepribadian.

Secara keseluruhan standar kompetensi guru terdiri dari tujuh komptensi, yaitu:

(1) Penyusunan rencana pembelajaran; (2) Pelaksanaan interaksi belajar mengajar; (3) Penilaian prestasi belajar peserta didik;

(4) Pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik;

(5) Pengembangan profesi;

(6) Pemahaman wawasan pendidikan; (7) Penguasaan bahan kajian akademik.

Dokumen terkait