• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mahasiswa IPPAK USD

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh: Antonius Yogi Nugraha NIM : (Halaman 108-171)

BAB V. PENUTUP

B. Saran

1. Mahasiswa IPPAK USD

1.Laptop 2.LCD 3.Modem 4.Jaringan wifi 5.Soundsystem 6.Handout

A, C, I, J, N, P, 2. Perlunya mahasiswa IPPAK USD mengenal dan memanfaatkan weblog sebagai media alternatif pewartaan iman

Peserta memiliki pengetahuan tentang weblog dan manfaatnya bagi pewartaan iman sehingga peserta terdorong untuk mengenal serta menggunakan weblog.

1.Mahasiswa IPPAK USD perlu mengenal dan memanfaatkan weblog sebagai media alternatif pewartaan iman 2.Mengisi konten weblog: a.Sharing pengalaman Iman b.Renungan c.Pengetahuan Iman 1.Ceramah 2.Diskusi 3.Pengamatan 4.Praktik

1.Laptop 2.LCD 3.Modem 4.Jaringan wifi 5.Soundsystem 6.Handout

A, B, D, E C, H, K, L

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 3.Latihan mengisi konten weblog 3. Terampil Menggunakan Weblog Peserta semakin terampil mengelola weblog

1.Menerbitkan informasi yang berhubungan dengan Gereja: a.Kalender liturgi b.Kegiatan Rohani c.Surat gembala 2.Mempromosikan weblog 3.Penutup 1.Ceramah 2.Diskusi 3.Pengamatan 4.Praktik

1.Laptop 2.LCD 3.Modem 4.Jaringan wifi 5.Soundsystem 6.Handout Keterangan Sumber Sumber Bahan: A.Iswarahadi Y.I. SJ.(2003). Beriman Dengan Bermedia. Yogyakarta : Kanisius. B.______________. Tantangan dari Zaman Televisi: Pewartaan Iman dengan Cerita dan Gambar. (Bahan Ajar Mata Kuliah AV). Yogyakarta C.Dokumentasi dan Penerangan KWI. (1993). Dokumen Konsili Vatikan II. (R. Hardawiryana, penerjemah). Jakarta: Obor. D._______________. (2000). Petunjuk Umum Katekese. Jakarta. E.Idris, M. (2009). Jurus Mengisi Konten Blog. Jakarta: Elex Media Komputindo Kompas Gramedia. F.Paulus VI.(1975). Evangelii Nuntiandi (Mewartakan Injil). Diterjemahkan oleh J. Hadiwikarta dari nasakah resmi bahasa terbitan Libreria Editrice Vaticana.

G.Sulistyandari. (2009). Cara Cepat Membuat Blog Menggunakan Wordpress. Surabaya: Tiara Aksara. H.Zaki, Ali. (2009). Wordpress Blog Magic. Yogyakarta: Penerbit Andi. Manuskrip dari Internet: I.Benedictus XVI. (2009). Pesan Bapa Suci Benedictus XVI untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-43. Diterbitkan 27 Fe 2009. www.mirifica.net J.Benedictus XVI. (2010). Pesan Bapa Suci Benedictus XVI pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-44. Diterbitkan 22 Fe 2010. www.mirifica.net K.Heri Istianto, H. (2009). Tutorial Pembuatan Blog. http://istiyanto.com/wp-content/uploads/2008/03/tutorial-blog.pdf L.Parsiyo, S. (2008). Web Blog Sebagai Sarana Peningkatan Intensitas Komunikasi. http://www.deptan.go.id/bpsdm/ppmkp/pdf/Web%20Blog%20%20komunikasi%20dan%20kinerja%20WI.pdf M.Rosihan Ari Yuana. (2010). Panduan Dasar Wordpress. http://www.klik-kanan.com/10-ebook-gratis-tentang-blog.htm N.Sejarah Blog. Diterbitkan 6 Juli 2009. id.wikipedia.org O.Sejarah dan Perkembangan Blog. Diterbitkan 5 Januari 2009. www.sejarahblog.com P.Yohanes Paulus II (2002). Pesan Bapa Suci pada Hari Komunikasi Sedunia ke-36. Diterbitkan 8 April 2002. www.mirirfica

2.Usulan Susunan Acara Lokakarya Agar materi yang telah direncanakan dapat diterima dengan baik oleh peserta, usulan program di atas diuraikan dalam susunan acara. Adapun susunan acara dibagi dalam tiga hari yaitu: NOWAKTUHARI KE-1HARI KE-2HARI KE-3 1. 07.30 – 09.00PERTEMUAN I: Tanggapan Gereja terhadap media komunikasi internet.

PERTEMUAN I: Mahasiswa IPPAK USD perlu mengenal dan memanfaatkan weblog sebagai media alternatif pewartaan iman

PERTEMUAN I: Mengisi weblog dengan informas berhubungan dengan Gereja: a.Kalender liturgi b.Kegiatan rohani c.Poling 2. 09.00 – 09.30ISTIRAHATISTIRAHATISTIRAHAT 3. 09.30 – 11.00PERTEMUAN II: Situs-situs untuk kepentingan pewartaan iman.

PERTEMUAN II: Mengisi konten weblog: a.Sharing pengalaman Iman b.Renungan c.Pengetahuan Iman

PERTEMUAN II: 1.Mempromosikan weblog 2.Penutup a.Refleksi b.Evaluasi 4. 11.00 – 11.30ISTIRAHATISTIRAHAT 5. 11.30 – 13.00PERTEMUAN III: Weblog sebagai media alternatif pewartaan iman .

PERTEMUAN III: Latihan mengisi konten weblog

3. Satuan Persiapan

a. Satuan Persiapan Hari ke-1

Judul Pertemuan : Internet bagi karya pewartaan Iman

Tujuan Pertemuan : Peserta memahami tentang internet serta peluang internet bagi karya pewartaan iman.

Peserta : Mahasiswa IPPAK USD Tempat : Auditorium IPPAK

Metode : Informasi, Tanya jawab, Praktek

Sarana : Laptop/komputer, LCD, Modem, Jaringan Wifi,

Sound system, Handout

Sumber Bahan :

Dokumentasi dan Penerangan KWI. (1993). Dokumen Konsili Vatikan II. (R.

Hardawiryana, penerjemah). Jakarta: Obor.

Iswarahadi, Y.I. (2003). Beriman dengan Bermedia; Antologi Komunikasi.Yogyakarta: Kanisius.

Manuskrip dari Internet:

Benedictus XVI (2009). Pesan Bapa Suci Benedictus XVI untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-43. Diterbitkan 27 Februari 2009.

www.mirifica.net

Benedictus XVI (2010). Pesan Bapa Suci Benedictus XVI pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-44. Diterbitkan 22 Februari 2010.

www.mirifica.net

Sejarah Blog. Diterbitkan 6 Juli 2009. id.wikipedia.org Sejarah dan Perkembangan Blog. Diterbitkan 5 Januari 2009.

www.sejarahblog.com

Yohanes Paulus II (2002). Pesan Bapa Suci pada Hari Komunikasi Sedunia ke-36.Diterbitkan 8 April 2002. www.mirirfica.net

Pertemuan I : Tanggapan Gereja Terhadap Internet A. Pembukaan

1. Pertemuan dibuka dengan doa yang dipimpin oleh salah seorang peserta.

2. Pembicara memperkenalan diri dan menyampaikan tujuan dari lokakarya Weblog sebagai Media Alternatif Pewartaan Iman yang Perlu Dimanfaatkan oleh Mahasiswa IPPAK USD di Era Globalisasi

B. Kegiatan Inti

1. Mengawali pembicaraan materi tentang tanggapan Gereja terhadap internet peserta diajak untuk mensharingkan pengalaman mereka dalam menggunakan internet dengan panduan pertanyaan:

a. Apa yang anda pahami tentang internet?

b. Manfaat apa yang anda dapatkan dari menggunakan internet?

c. Berapa lama anda mengakses internet?

2. Pembicara merangkum sharing peserta dan menanggapinya.

3. Pembicara menjelaskan tanggapan Gereja terhadap internet.

a. Internet Sebagai Peluang dalam Mewartakan Iman

Tahun 1999-2000 merupakan tahun dimulainya perkembangan internet dengan munculnya website-website baik itu untuk kepentingan perusahaan, perdagangan, jejaring sosial, email, serta blog juga mulai berkembang. Pada tahun-tahun berikutnya internet semakin berkembang.

Gereja memandang internet sebagai sebuah forum seperti jaman Romawi kuno. Mengutip yang disampaikan dalam Pesan Paus Yohanes Paulus II untuk

Hari Komunikasi Sosial Sedunia yang ke-36, forum yang dimaksud adalah

“sebuah ruang terbuka untuk umum tempat percaturan politik, kegiatan bisnis, ritual keagamaan, tempat interaksi kehidupan sosial kota, dan juga panggung tempat dipertontonkan segi-segi yang paling baik maupun yang paling buruk dari kodrat manusia”. Oleh karena internet merupakan sebuah forum Gereja terpanggil untuk berkiprah dalam mendayagunakan segala potensinya untuk mewartakan Injil (Yohanes Paulus II, 2002 art.2).

Gereja mengingatkan bahwa internet adalah suatu sarana sebagaimana media komunikasi lainnya. Internet memberikan peluang besar dalam pewartaan Injil terutama dalam memberikan informasi dan menerbitkan hasrat mengenal dengan pesan-pesan kristiani khususnya bagi kaum muda yang semakin banyak mengunjungi internet. Selain itu internet juga dapat memberi tindak lanjut yang diperlukan dalam pewartaan Injil. Ketika kehidupan kristiani memerlukan pengajaran dan katekese yang berkesinambungan, internet mampu menyediakan sumber-sumber informasi, dokumentasi, dan pengajaran tentang Gereja, tentang sejarah dan tradisinya, doktrin-doktrin dan keterlibatannya dalam segala bidang kehidupan di seluruh dunia. Perlu dicermati bahwa internet tidak dapat menggantikan pengalaman yang mendalam akan Tuhan yang hanya bisa diberikan melalui penghayatan liturgis dan sakramental. Meskipun demikian internet mampu menyediakan pengganti dan pendukung yang unik dalam menyiapkan perjumpaan dengan Kristus dalam jemaat, dan dalam mendukung anggota beriman yang baru pada permulaan perjalanan imannya (Yohanes Paulus II, 2002 art.3).

Esensi internet adalah kemampuannya untuk menyediakan aliran informasi yang hampir tidak pernah terputus: sebagian besar informasi itu lewat dalam sekejap. Karena sebagai sumber informasi yang sifatnya sementara orang bersikap mementingkan suatu hal saja dan bukan nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai yang kurang diperhatikan menjadikan seseorang terjerumus dalam hal-hal yang merendahkan martabat manusia. Gereja memandang bahwa internet secara radikal mengubah hubungan psikologis seseorang dengan ruang dan waktu. Oleh karena itu, informasi yang disajikan oleh internet hendaklah menjadi suatu pengetahuan dan kebijaksanaan yang mampu memperkembangkan manusia secara utuh (Yohanes Paulus II, 2002 art.4).

Melalui internet jenis-jenis komunikasi dapat disajikan dengan cepat.

Meskipun internet memberikan peluang yang menarik bagi pewartaan Injil, tetapi hubungan-hubungan melalui media elektronik tidak akan pernah menggantikan kontak personal yang diperlukan dalam penginjilan sejati karena pewartaan Injil selalu tergantung pada kesaksian personal dari orang yang diutus untuk mewartakan. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab bersama agar internet difungsikan demi globalisasi kemajuan dan solidaritas manusia yang merupakan tujuan yang erat terkait dengan misi pewartaan Gereja (Yohanes Paulus II, 2002 art.5).

b. Teknologi Baru Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan Persahabatan Dengan semakin berkembangnya teknologi tilpon seluler dan komputer serta jangkauan internet yang meluas sampai ke wilayah jauh dan terpencil telah menjadikan internet sebagai prasarana bagi penyampaian berbagai jenis pesan.

Kemampuan yang luar biasa dari media baru ini telah menjadi suatu kebutuhan bagi orang-orang muda dalam mengembangkan jalinan, komunikasi dan pengertian di antara individu maupun secara bersama. Orang-orang muda memanfaatkan media komunikasi baru ini sebagai sarana berkomunikasi dengan teman-teman, berjumpa dengan teman-teman baru, membangun paguyuban dan jejaring, mencari informasi dan berita, serta sarana berbagi gagasan dan pendapat.

Oleh karena itu berkat budaya baru ini setiap orang mampu menjalin komunikasi dengan orang lain meskipun terpisah oleh jarak yang jauh dengan lebih cepat dan mudah. Selain itu, kodrat interaktif yang dihadirkan oleh berbagai media baru memberikan sumbangan bagi perkembangan hubungan sosial (bdk. Benediktus XVI, 2009: art.2).

Hasrat berkomunikasi berakar dari kodrat yang paling dalam sebagai manusia. Dalam terang Kitab Suci, hasrat berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain haruslah dimengerti sebagai ungkapan peran serta kita akan kasih Allah yang komunikatif dan mempersatukan serta ingin menjadikan seluruh umat manusia sebagai suatu keluarga (bdk. Benediktus XVI, 2009: art.3).

Teknologi komunikasi dalam hal ini memiliki peranan yang sangat penting bagi terciptanya suatu kesatuan umat manusia. Supaya media komunikasi dapat berperan untuk tujuan yang luhur, yang perlu diperhatikan adalah bukan kualitas

media yang canggih melainkan kualitas isi yang disebarkan melalui media tersebut. Oleh karena itu, Gereja mengajak mereka yang bergiat dalam pembuatan dan penyebaran isi media baru untuk benar-benar menghormati martabat dan nilai pribadi manusia (bdk. Benediktus XVI, 2009: art.4).

Teknologi baru juga membuka jalan untuk dialog di antara orang-orang dari berbagai negara, budaya dan agama. Internet memungkinkan mereka bertemu dan saling mengenal kebiasaan dan nilai-nilai mereka masing-masing. Untuk mencapai keberhasilan dalam perjumpaan-perjumpaan tersebut dituntut bentuk pengungkapan bersama yang jujur dan tepat disertai sikap mendengar dengan penuh perhatian dan penghargaan. Bila dialog bertujuan untuk memajukan pertumbuhan pengertian dan sikap setia kawan, ia harus berakar pada ikhtiar mencari kebenaran sejati dan bersama (bdk. Benediktus XVI, 2009: art.5).

Persahabatan yang dimunculkan melalui media komunikasi (internet) kini populer dengan istilah “jaringan sosial digital”. Dalam dan melalui persahabatan manusia tumbuh dan berkembang, oleh karena itu persahabatan yang benar harus selalu dilihat sebagai kekayaan paling besar yang dapat dialami oleh pribadi manusia. Dalam persahabatan online perlu diperhatikan agar jangan sampai mengorbankan kesempatan untuk keluarga, tetangga, serta mereka yang dijumpai dalam keseharian di tempat kerja, di tempat pendidikan dan tempat rekreasi.

Mengutip dari apa yang disampaikan dalam pesan Hari Komunikasi Sosial Seduni ke-43 artikel 6: “Apabila hasrat untuk menjalin hubungan di dunia maya menjadi obsesi maka hasrat itu akan memarjinalkan pribadi dan interaksi sosial sehari-hari

sekaligus menghambat pola istirahat, keheningan dan permenungan yang berguna bagi perkembangan kesehatan manusia”.

Persahabatan adalah kekayaan terbesar manusia, tetapi nilainya akan hilang apabila persahabatan itu dipahami sebagai tujuan itu sendiri. Sahabat harus saling mendukung dan saling memberi dorongan dalam mengembangkan bakat dan pembawaan mereka serta memanfaatkannya demi pelayanan umat manusia.

Jejaring sosial ini dapat mempermudah bentuk-bentuk kerja sama antar manusia dari konteks geografis dan budaya yang berbeda serta membuat mereka mampu memperdalam rasa sepenanggungan demi kebaikan untuk semua. Disamping kemudahan yang diciptakan berkat jejaring tersebut sarana komunikasi yang tidak terakses oleh mereka yang terpinggirkan secara ekonomi dan sosial justru hanya akan memperbesar kesenjangan yang memisahkan orang miskin dari jejaring baru itu (bdk. Benediktus XVI, 2009: art.7).

c. Ajakan Memanfaatkan Media Baru (Internet) demi Pelayanan Sabda

Menggunakan teknologi komunikasi baru merupakan hal yang perlu dalam menjawab secara tepat tantangan-tantangan yang dirasakan kaum muda di tengah pergeseran budaya. Kemudahan mendapatkan teknologi baru yang semakin berkembang menuntut tanggung jawab yang besar pula dari orang-orang terpanggil untuk mewartakan Injil. Karena semakin intensifnya relasi lintas batas yang dibentuk oleh media komunikasi, para imam dipanggil untuk memberikan jawaban pastoral dengan menempatkan media secara secara berdaya guna demi pelayanan Sabda (bdk. Benediktus XVI, 2010: art.3).

Penyebaran komunikasi multimedia tidak dimaksudkan untuk sekedar menghadirkan para imam di internet atau menjadikan internet ruang untuk diisi.

Para imam diharapkan menjadi saksi setia terhadap Injil di dalam dunia komunikasi digital dengan mengungkapkan dirinya dengan suara yang berbeda yang dihadirkan oleh perkembangan teknologi digital. Oleh karena itu para imam dituntut untuk mampu mewartakan Injil melalui media komunikasi digital yang sedang berkembang, sebagaimana yang disampaikan dalam pesan Paus Benediktus XVI dalam pesan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-44 artikel 4:

”Para imam ditantang untuk mewartakan Injil dengan menggunakan generasi teknologi audio visual yang paling muktahir (gambar, video, fitur animasi, blog dan website) yang seiring dengan media tradisional dapat membuka wawasan baru dan luas demi dialog, evangelisasi, dan katekese”.

Adapun banyak manfaat dari penggunaan teknologi komunikasi baru bagi pewartaan Injil. Dengan menggunakan teknologi komunikasi baru para imam dapat memperkenalkan kehidupan menggereja kepada umat dan membantu orang-orang jaman sekarang menemukan wajah Kristus (bdk. Benediktus XVI, 2010:

art.5). Teknologi komunikasi baru juga bermanfaat untuk memperkenalkan kepada mereka yang mengalami ketidakpastian dan kebingungan bahwa Allah itu dekat, dan bahwa di dalam Kristus kita semua saling memiliki (bdk. Benediktus XVI, 2010: art.6). Media komunikasi juga mampu mempertahankan mutu interaksi manusia, menunjukkan perhatiannya bagi individu serta kebutuhan rohaninya yang sejati (bdk. Benediktus XVI, 2010: art.7). Selain itu, kehadiran pastoral di dunia komunikasi digital mampu mengantar setiap orang untuk

berkontak dengan penganut agama lain, dengan orang-orang tak beriman dan orang-orang dari berbagai budaya (bdk. Benediktus XVI, 2010: art.8).

Melihat begitu banyak manfaat berkat penggunaan teknologi media komunikasi bagi pewartaan Injil, perkembangan dunia digital dan teknologi baru merupakan sumber daya yang besar bagi manusia dan setiap individu sebagai daya dorong untuk perjumpaan dan dialog. Secara khusus bagi para imam, media baru ini memberikan kemungkinan pastoral yang baru dan kaya, mendorong mereka untuk melibatkan diri ke dalam universalitas perutusan Gereja, membangun persahabatan yang luas dan konkrit serta memberikan kesaksian di dunia jaman kini (bdk. Benediktus XVI, 2010: art.9).

C. Penutup

1. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya atau menanggapi mengenai materi yang telah disampaikan.

2. Peserta diperkenan untuk istirahat.

Pertemuan II : Mengenal Situs-situs untuk Kepentingan Pewartaan Iman A. Pembukaan

Setelah memahami bahwa internet memberikan peluang bagi pewartaan iman, peserta diajak untuk mengamati langsung penggunaan internet bagi pewartaan iman.

B. Kegiatan Inti

1. Untuk pertemuan ini peserta diajak untuk mengamati dan berdiskusi. Peserta kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok. Peserta diminta untuk berdiskusi dengan panduan:

a. Temukanlah situs-situs yang dibuat untuk kepentingan pewartaan iman?

b. Apa saja yang dimuat dalam situs-situs tersebut?

c. Situs apa yang paling menarik? Mengapa?

2. Untuk membantu peserta menemukan situs-situs pewartaan iman, peserta dapat membuka daftar situs-situs berikut ini:

keuskupanbandung.org ippakusd.wordpress.com www.imankatolik.or.id kristianitas.blogspot.com www.katedral-purwokerto.net aaogitea.site90.com

www.parokisantahelena.or.id andre-pribumi.blogspot.com paroki-stignatius.org purwonomedia.wordpress.com www.keuskupanjayapura.com ratnaariani.wordpress.com www.fransiskusxaveriuskobepa.co.cc renunganharianku.blogspot.com katedral.keuskupan-malang.web.id djanurkuning.wordpress

leoagung.org parokitasikmalaya.wordpress.com

koresos.webnode.com

3. Setelah peserta selesai berdiskusi, peserta diminta untuk melaporkan hasil diskusi dan temuannya.

C. Penutup

1. Pembicara merangkum hasil diskusi peserta.

2. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya.

3. Peserta diperkenankan untuk istirahat.

Pertemuan III : Weblog sebagai Media Alternatif Pewartaan Iman A. Pembukaan

Setelah mengamati langsung pemanfaatan internet bagi pewartaan iman, peserta diharapkan tertarik untuk belajar memanfaatkannya juga. Banyak situs atau fasilitas dalam internet yang dapat digunakan untuk pewartaan iman.

Meskipun banyak hal yang dapat dibuat dalam internet, tetapi pada pertemuan ini peserta diajak untuk memanfaatkan weblog untuk pewartaan iman.

B. Kegiatan Inti 1. Pengertian Weblog

Weblog sering disebut blog saja. Weblog berasal dari kata Web dan log yaitu Iog yang artinya catatan (Parsiyo. 2008:4). Weblog merupakan suatu website yang biasanya dimiliki dan dikelola secara perseorangan (Sulistyandari, 2009:1).

Inti dari blog adalah komunikasi (Idris, 2009:10). Dengan demikian, weblog dapat dipahami sebagai media komunikasi dalam internet yang berupa website, dan menjadi situs perseorangan. Weblog membuat penulisnya (blogger) berinteraksi dengan semua orang dari seluruh penjuru dunia. Weblog juga memungkinkan pembacanya mengetahui persis maksud pesan yang disampaikan oleh blogger.

Dalam tulisan yang berjudul Informasi Tentang Pengertian Blog yang dimuat dalam situs www.bukukita.com secara garis besar weblog dapat dirangkum sebagai media komunikas berupa website pribadi yang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah, seperti

karya tulis, kumpulan link internet, dokumen-dokumen (file-file Word, PDF, dll), gambar ataupun multimedia.

Para pembuat Weblog dinamakan Blogger. Melalui Weblog-nya, kepribadian blogger menjadi mudah dikenali berdasarkan topik apa yang disukai, apa tanggapan terhadap link-link yang dipilih dan permasalahan yang dimuat di dalamnya. Oleh karena itu weblog bersifat sangat personal (Idris, 2009:11).

Perkembangan lain dari weblog yaitu ketika weblog memuat tulisan tentang apa yang seorang blogger pikirkan, rasakan, hingga apa yang dia lakukan sehari-hari.

Weblog kemudian juga menjadi diary online yang berada di internet. Satu-satunya hal yang membedakan weblog dari jurnal yang biasa kita miliki adalah bahwa weblog dibuat untuk dibaca orang lain.

Sebagaimana yang disampaikan dalam tulisan Informasi Tentang Pengertian Blog pada situs www.bukukita.com keuntungan dari penggunaan weblog antara lain:

a. Melalui weblog setiap orang dapat memperluas hubungan teman/kenalan hingga dapat membentuk suatu komunitas yang besar.

b. Weblog melebihi surat elektronik (Email), karena satu posting weblog yang dibahas, dapat dibaca oleh pengunjung weblog yang tak terbatas. Beda dengan email yang hanya bisa dibaca oleh orang yang menjadi tujuan pengiriman.

Selain itu, pengunjung weblog juga dengan cepat dapat memberikan respon terhadap posting weblog melalui komentar yang dapat langsung dituliskan di weblog tersebut.

2. Sejarah Perkembangan Weblog

Berdasarkan tulisan yang berjudul Sejarah Blog yang dimuat pada situs www.wikipedia.org, blog yang merupakan singkatan dari “webblog” adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. Media blog pertama kali dipopulerkan oleh blogger.com, yang dimiliki oleh Pyralab sebelum akhirnya Pyralab diakuisi oleh google.com pada akhir tahun 2002. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.

Menurut tulisan yang berjudul Sejarah dan Perkembangan Blog yang dimuat pada www.sejarahblog.com menjelaskan bahwa istilah weblog muncul pertama kali pada tahun 1997 oleh Jorn Barger. Istilah itu digunakan John Barger untuk menyebut website yang berisi catatan-catatan harian para websurfer (sebutan untuk penjelajah website). Weblog pertama kemungkinan besar adalah halaman “what’s New” pada browser “Mosaic” yang dibuat oleh Mac Andersen pada tahun 1993. “Mosaic” sendiri adalah browser pertama sebelum kemunculan

“Internet Explorer”. Weblog mulai populer karena dipicu oleh kejadian 9 September 2001, yaitu serangan ke gedung WTC. Pada waktu itu banyak warga Amerika yang membanjiri internet untuk mencari tahu tentang kejadian itu. Selain

itu warga Amerika juga menggunakan internet untuk menampilkan rekaman-rekaman dan catatan-catatan pribadi mereka yang secara langsung mengalami kejadian tersebut dengan tujuan agar setiap orang dengan mudah mendapatkan informasi dan berita mengenai kejadian 9 September 2001. Sejak saat itu weblog menjadi trend dan banyak orang yang membuat weblog.

3. Weblog sebagai Media Alternatif dalam Pewartaan Iman

Berkat perkembangan teknologi komunikasi, kini dunia mengenal media komunikasi baru yaitu internet. Gereja melihat bahwa internet memberikan peluang besar dalam pewartaan Injil terutama dalam memberikan informasi dan menerbitkan hasrat mengenal pesan-pesan kristiani khususnya bagi kaum muda yang semakin banyak mengunjungi internet (Yohanes Paulus II, 2002 art.3).

Melalui internet dimungkinkan jenis-jenis komunikasi dan kecepatan yang tak terbayangkan sebelumnya. Internet membuka peluang-peluang yang menarik bagi pewartaan Injil (Yohanes Paulus II, 2002 art.5). Dalam pesan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-43, Paus Benediktus XVI menegaskan bahwa internet merupakan media komunikasi yang mampu memajukan budaya menghormati, dialog dan persahabatan (Benediktus XVI, 2009 art.1). Berkat media komunikasi tersebut setiap orang mampu menjalin komunikasi dengan orang lain meskipun terpisah oleh jarak yang jauh dengan lebih cepat dan mudah. Selain itu, kodrat interaktif yang dihadirkan oleh berbagai media baru memberikan sumbangan bagi perkembangan hubungan sosial (Benediktus XVI, 2009 art.2). Oleh karena semakin berkembangnya teknologi komunikasi para imam juga ditantang untuk

mewartakan Injil dengan menggunakan generasi teknologi audio visual yang paling muktahir (gambar, video, fitur animasi, blog dan website) yang seiring dengan media tradisional dapat membuka wawasan baru dan luas demi dialog, evangelisasi, dan katekese (Benediktus XVI, 2010 art.4).

Untuk dapat menjelajah dunia internet sebagai sumber informasi dan sarana komunikasi, seseorang perlu menuju ke suatu tempat dimana informasi dan sarana komunikasi itu tersedia. Pemanfaatan internet sebagai media pewartaan iman dapat dilakukan dengan cara membangun suatu situs yang menyediakan berbagai informasi dan fasilitas komunikasi. Website (seringkali disebut situs) atau blog merupakan tempat singgah bagi penjelajah dunia maya dimana pada blog ini berbagai informasi dan fasilitas komunikasi disediakan (Parsiyo. 2008:5).

Website adalah suatu situs utama yang telah terdaftar dalam internet seperti yahoo.com, google.com, wordpress.com, dan lain sebagainya (Aginta, 2008: 8). Sedikit berbeda dengan website, blog merupakan situs pribadi yang pada awalnya berisi tentang catatan harian seseorang mengenai topik tertentu. Namun dalam perkembangannya blog juga dimanfaatkan sebagai ruang penyaji berbagai informasi dan sebagai forum diskusi (Idris, 2009:13). Agar tidak perlu mengeluarkan banyak biaya dalam membuat blog, seseorang dapat membuat blog pada suatu situs yang menyediakan fasilitas blog gratis, misalnya wordpress.com, blogger.com, jurnalspace.com, blogspot.com, dan lain sebagainya (Parsiyo, 2008:6).

Blog merupakan salah satu media komunikasi masa kini yang mampu mendukung pewartaan Injil. Blog mampu memberikan tindak lanjut yang

diperlukan dalam pewartaan Injil, misalnya bagi mereka yang memerlukan

diperlukan dalam pewartaan Injil, misalnya bagi mereka yang memerlukan

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh: Antonius Yogi Nugraha NIM : (Halaman 108-171)

Dokumen terkait