Bermula dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta adalah hasil perubahan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Perubahan tersebut ditetapkan dengan Keputusan Presiden republik Indonesia Nomor 031 tanggal 20 Mei Tahun 2002. Menurut catatan sejarah, berdirinya IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu didsarkan pada gagasan dan hasrat umat Islam yang merupakan mayoritas bangsa Indonesia untuk mencetak kader pemimpin Islam yang diperlukan bagi perjuangan dan pembangunan bangsa Indonesia.
Dalam perkembangan dan perubahan status yang semula Institut beralih ke Universitas, memberikan prestasi yang gemilang dengan menambah fakultas-fakultas dan itu di mulai pada tahun akademik 2002/2003 dan sebagai upaya untuk menghilangkan dikotomi ilmu menetapkan nama-nama fakultas sebagai berikut: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Fakultas Syari’ah dan Hukum, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Dirasah Islamiyah, Fakultas Psikologi, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, Fakultas Sains dan Teknologi, dan Program Sarjana.
Salah satu dari sepuluh Fakultas yang tersebut diatas, Program Studi Jinayah Siyasah dengan Konsentrasi Siyasah Syar’iyyah terdapat di Fakultas Syari’ah dan Hukum. Fakultas syariah dan hukum bertujuan menyiapkan lulusan yang ahli dan profesional dibidang hukum Islam. Fakultas Syari’ah dan hukum mempunyai 4 (empat) Program Studi yaitu : pertama, Akhwal Syakhshiyah dengan mempunyai 2 (dua) konsentrasi yaitu : Peradilan Agama dan Administrasi Keperdataan Islam. Kedua, Perbandingan Mazhab dan hukum dengan mempunyai 3 (tiga) konsentrasi yaitu : Perbandingan Mazhab Fiqh, Perbandingan Hukum, dan Perbandingan Mazhab Hukum Khusus. Kemudian yang ketiga, Jinayah Siyasah dengan mempunyai 2 (dua) konsentrasi yaitu : Siyasah Syar’iyyah dan Pidana Islam. Dan yang keempat Mu’amalah (Ekonomi Islam) dengan mempunyai 2 (dua) konsentrasi yaitu Perbankan Syari’ah dan Asuransi Syari’ah.
Konsentrasi Siyasah Syar’iyyah memberikan gelar lulusannya sebagai Sarjana Hukum Islam (SHI), dan menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan atau menciptakan ilmu pengetahuan keagamaan dan ilmu-ilmu terkait lainnya dalam arti yang seluas-luasnya.
Beban Studi Program Sarjana (S-1) sebanyak 144-160 SKS terhitung dari mata kuliah Umum (MKU), Mata Kuliah Dasar Keahlian I (MKDK I), mata kuliah dasar keahlian II (MKDK II), Mata Kuliah Keahlian (MKK), dan Praktikum serta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan diakhiri dengan penulisan Skripsi.
Program studi Jinayah Siyasah dengan konsentrasi Siyasah Syar’iyyah mempunyai visi dan misi serta tujuan di adakannya program studi jinayah siyasah konsentrasi siyasah syar’iyyah ini. Adapun Visi Program Studi 67
Sampai saat ini rumusan visi Program Studi Jinayah Siyasah adalah sebagai berikut:
Terwujudnya Program Studi Jinayah Siyasah sebagai Program Studi di lingkungan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang unggul dan terkemuka dalam pengkajian dan pengembangan ilmu-ilmu ketatanegaraan dan Pidana Islam yang berwawasan ke-Indonesiaan.
Misi Program Studi Jinayah Siyasah adalah sebagai berikut:
Yaitu dengan menghasilkan sarjana yang memiliki keunggulan kompetitif dalam persaingan global khususnya di bidang Pidana Islam dan Ketatanegaraan Islam, dengan melakukan reintegrasi ilmu-ilmu hukum pidana dengan ilmu-ilmu keislaman dan hukum tata negara dengan ilmu-ilmu keislaman, serta mengembangkan keilmuan Pidana Islam dan Tata Negara Islam melalui kegiatan penelitian, dan mempunyai misi untuk memberikan kontribusi peningkatan kualitas hidup berbangsa dan bernegara, terutama dalam upaya pemahaman tentang Pidana Islam dan ketatanegaraan Islam.
Tujuan Program Studi Jinayah Siyasah adalah melaksanakan misi yang konsisten dengan visinya, yaitu dengan menyiapkan peserta didik menjadi anggota
67 Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN), DOKUMEN AKREDITASI, Evaluasi Diri, Borang Akreditasi, dan Port Folio (Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 1999), h.1.
masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau profesional dalam bidang ilmu syari’ah, khususnya bidang pidana dan tata negara, sehingga dapat mengembangkan dan menyebarluaskan serta mengupayakan penggunaan dan pelaksanaan dalam masyarakat
Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah dilihat berdasarkan jenis kelamin, responden -dalam penelitian ini- didominasi oleh kalangan mahasiswa muslim laki-laki (64,4 %). Sedangkan responden yang berjenis kelamin perempuan mencapai 35,6 %.
Berdasarkan jenis tingkatan pendidikan menengah yang telah diikuti, terlihat bahwa sebagian besar responden (26,7 %) telah mengenyam pendidikan menengah berupa SMU/SMK di luar lingkungan pondok pesantren. Sebagian lagi 42,6 % pernah menjalani pendidikan menengah berupa Madrasah Aliyah (MA)/SMU/SMK di lingkungan pondok pesantren. Sedangkan sisanya (30,7 %) adalah mereka yang pernah mengikuti pendidikan menengah Madrasah Aliyah.
Selanjutnya profil mahasiswa Program Studi Jinayah Siyasah (responden) dapat ditinjau dari berbagai aspek; dilihat dari aspek daerah asal, mahasiswa program Studi Jinayah Siyasah berasal dari daerah yang beragam dari kepulauan Nusantara, yang tentu memiliki afinitas norma sosial yang masing-masing berbeda. Hal ini tentu kondusif bagi upaya kesalingpahaman budaya dalam suasana kehidupan akademik-kampus. Dan dapat dilihat bahwa sebagian besar responden (82,2 %) merupakan mahasiswa yang berasal dari daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang meliputi Banten dan Bekasi (Jabodetabek). Sebagian lagi (17,8 %)adalah mereka yang berasal dari luar Jabodetabek, seperti Aceh, Riau, Padang (Sumatera Barat), Jawa Barat yaitu
Sukabumi, Bandung, Jawa Timur yaitu Surabaya, Jawa Tengah yaitu Pati, Solo, Tuban, dan di luar itu seperti Bengkulu, Jambi, dan Lampung.
Dilihat dari aspek usia, mahasiswa Program Studi Jinayah Siyasah mayoritas berada pada rentang usia produktif (17 tahun s/d 25 tahun). Hal ini tentu kondusif bagi partisipasi aktif dan kreatif mahasiswa dalam proses pembelajaran.
Dilihat dari keaktifan berorganisasi mahasiswa Program Studi Siyasah Syar’iyyah memiliki (46,5 %) adalah mereka yang aktif ikut organisasi di dalam kampus maupun di luar kampus, dan sebagiannya lagi sebanyak (53,5 %) adalah mereka yang tidak mengikuti atau tidak aktif dalam organisasi (menjadi anggota organisasi) yang ada di kampus maupun di luar kampus.
Kemudian jika dilihat dari aspek profil responden mengapa memilih untuk kuliah di UIN Jakarta maka akan menggambarkan latar belakang ekonomi, mahasiswa. Program Studi Jinayah Siyasah mayoritas berasal dari keluarga dengan strata menengah ke bawah. Hal ini tentu ikut mempengaruhi kesuksesan mahasiswa dalam menyelesaikan studinya. Dari data dilihat bahwa alasan memilih untuk kuliah di UIN, dijabarkan yang memilih alasan karena biaya terjangkau (21,9 %), dan memilih alasan bahwa memilih UIN karena saran dari orang-orang dekat seperti orang tua, teman, dan guru sebanyak (44,5 %), dan memilih alasan ingin kuliah di Universitas yang bernafaskan Islam (25,7 %), dan memilih alasan untuk melanjutkan pendidikan dari pondok pesantren (7,9 %). Dari sumber data di lapangan dapat dilihat bahwa seperlima (1/5) mahasiswa program studi Siyasah Syar’iyyah berasal dari keluarga dengan strata menengah ke bawah.
Kemudian aspek profil selanjutnya adalah alasan memilih untuk masuk program studi Siyasah Syar’iyyah, penulis memberikan 2 (dua) pilihan jawaban dalam quesioner yang diajukan kepada responden yaitu: atas pilihan sendiri dan penawaran dari Universitas. Dan dari hasil data di lapangan bahwa sebagian besar (67,3 %) mahasiswa Siyasah Syar’iyyah masuk Program Studi Siyasah Syar’iyyah adalah mereka yang masuk karena penawaran dari Universitas. Dan sisanya (32,7 %) adalah mereka yang masuk Program Studi Siyasah Syar’iyyah atas pilihan sendiri.