• Tidak ada hasil yang ditemukan

PORNOAKSI FRONT PEMBELA ISLAM (FPI)

C. Respon Kognitif Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah

Dalam penelitian ini, untuk mendapatkan data tentang pengetahuan responden terhadap Pornografi dan Pornoaksi, Foto-foto yang disajikan majalah Playboy dan Front Pembela Islam, secara umum menggunakan metode tes, yaitu obyektif tes yang jawabannya sudah tersedia. Banyaknya tes yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa Siyasah Syar’iyyah terhadap Pornografi dan Pornoaksi, pandangan Islam tentang pornografi dan pornoaksi dan Front Pembela Islam. Menggunakan metode obyektif tes yang disertai secara umum berjumlah 10 (sepuluh) item atau pertanyan.

Hasil kuesioner mahasiswa Siyasah Syar’iyyah mendefinisikan dan pandangan Islam terhadap pornografi dan pornoaksi, isi majalah Playboy, serta pengetahuan tentang organisasi masyarakat Islam Front Pembela Islam (FPI) secara menyeluruh disebarkan dan dijawab oleh responden. Hal ini dapat dilihat dari tabel berikut ini:

Tabel 7

Deskripsi Persentase Jawaban Responden Tentang Pornografi dan Pornoaksi

No Alternatif Jawaban F %

1 Tahu 52 51,5

2 Kurang tahu 49 48,5

Jumlah 101 100

Sumber: diolah dari data lapangan

Tabel 7 di atas menunjukkan bahwa responden yang menjawab tahu berjumlah 51,5 %, dan responden yang menjawab kurang tahu dalam arti responden menjawab pertanyaan, namun kurang tepat berjumlah 48,5 %. Dari jawaban responden tersebut, penulis mengambil kesimpulan bahwa lebih dari setengah responden yaitu mahasiswa Program Studi Siyasah Syar’iyyah mengetahui dengan jelas definisi dari pornografi dan pornoaksi dan sisanya adalah mereka (responden) yang mejawab tidak tepat (kurang tahu), definisi dari pornografi dan pornoaksi.

Tabel 8

Deskripsi Persentase Jawaban Responden Tentang Apakah Pornografi dan Pornoaksi Diperbolehkan dalam Islam

No Alternatif Jawaban F %

1 Ya 0 0

2 Tidak 97 96,1

3 Ragu-ragu 4 3,9

Jumlah 101 100

Sumber: diolah dari data lapangan

Tabel 8 di atas menunjukkan bahwa responden yang menjawab Ya (diperbolehkan) berjumlah 0 %, dan responden yang menjawab tidak diperbolehkan mempunyai persentase 96,1 % dan sisanya yang menjawab ragu-ragu untuk diperbolehkannya atau tidak pornografi dan pornoaksi menurut Islam adalah mempunyai persentase 3,9 %. Dari jawaban responden tersebut, penulis mengambil kesimpulan bahwa masih terdapat responden yang menjawab ragu bahwa Islam tidak memperbolehkan pornografi dan pornoaksi.

Tabel 9

Deskripsi Persentase Jawaban Responden Tentang Apakah di dalam al Qur’an dan as Sunnah Terdapat Ayat yang Menjelaskan Hukum Tentang Menutup

Aurat No Alternatif Jawaban F % 1 Ya 97 96,1 2 Tidak 0 0 3 Ragu-ragu 4 3,9 Jumlah 101 100

Sumber: diolah dari data lapangan

Tabel 9 di atas menunjukkan bahwa responden yang menjawab tahu berjumlah Ya (ada) 96,1 %, dan responden yang menjawab tidak ada adalah 0 %, dan responden yang menjawab ragu-ragu mengenai ada atau tidak adanya ayat yang menjelaskan hukum tentang menutup aurat dalam al Qur’an dan as Sunnah adalah 3,9 %. Bila dikaitkan dengan tabel sebelumnya (tabel 8) dan dari sumber data yang diolah bahwa responden yang menjawab ragu-ragu sebanyak 4 orang, dan setelah dilihat jawaban pada angket, adanya kesamaan jawaban pada pertanyaan sebelumnya (tabel 8) menjawab ragu-ragu.

Tabel 10

Deskripsi Persentase Jawaban Responden Mengenai Pertanyaan “Apakah Pernah Mendengar Organisasi Masyarakat Islam Yang Bernama FPI?”

No Alternatif Jawaban F %

1 Pernah 96 95,1

2 Tidak pernah 5 4,9

Jumlah 101 100

Sumber: diolah dari data lapangan

Tabel 10 menggambarkan 95,1 % responden pernah mendengar Organisasi Masyarakat Islam FPI dan menjawab dan memilih tidak pernah mendengar adalah 4,9 %. Dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan sebanyak 44,5 % responden pernah mendengar tentang FPI dan mengetahui dengan jelas gerakan Front Pembela Islam, dan sebanyak 50,6 % dari 95,1 % adalah mereka yang hanya mendengar saja organisasi FPI.

Tabel 11

Deskripsi Persentase Jawaban Responden Mengenai Pengetahuan Front Pembela Islam (FPI)

No Alternatif Jawaban F %

1 Tahu 45 44,5

2 Kurang Tahu 56 55,5

Jumlah 101 100

Sumber: diolah dari data lapangan

Tabel 11 di atas menunjukkan bahwa responden yang menjawab tahu berjumlah 44,5 %, dan responden yang menjawab kurang tahu berjumlah 55,5 %. Dari jawaban responden tersebut, penulis mengambil kesimpulan bahwa hampir setengahnya responden yaitu mahasiswa Siyasah Syar’iyyah mengetahui dengan jelas gerakan dari Front Pembela Islam dimana penilaian mereka FPI ini organisasi yang keras dalam melakukan aksinya ditempuh dengan kekerasan.

Tabel 12

Deskripsi Persentase Jawaban Responden Mengenai Pengetahuan dengan Jelas Bahwa FPI dalam Menjalankan Aksinya dengan Keras

No Alternatif Jawaban F %

Jumlah 45 44,5 Sumber: diolah dari data lapangan

Tabel 12 adalah tabel pengujian yang berikan ke responden mengenai apakah responden benar-benar tahu tentang gerakan Front Pembela Islam, ternyata responden yang menyatakan bahwa FPI itu organisasi masyarakat Islam yang keras adalah sebanyak 44,5 %.

Tabel 13

Deskripsi Persentase Jawaban Responden terhadap Foto-Foto yang Disajikan dalam Majalah Playboy

No Alternatif Jawaban F %

1 Responden yang membaca majalah Playboy dan 11 10,9 menilai tidak porno

2 Responden yang membaca majalah Playboy dan 25 24,7 menilai porno

3 Responden yang tidak membaca majalah playboy dan 65 64,4 menilai porno karena melihat berita dari TV,diskusi atau

sumber dari orang lain, media cetak seperti koran, buletin

Total 101 100

Sumber: diolah dari data lapangan

Tabel 12 menyajikan gambaran tentang responden yang membaca majalah Playboy dan menilai tidak porno sebanyak 10,9 %, responden yang membaca majalah

Playboy dan menilai foto-foto atau gambar yang ada dalam majalah Playboy dinilai porno adalah sebesar 24,7 %, dan responden yang tidak membaca majalah Playboy dan menilai porno foto-foto yang ada di majalah Playboy adalah sebanyak 64,4 %. Terlihat bahwa lebih dari setengah responden mengaku tidak membaca majalah Playboy namun mengatakan foto-foto yang disajikan di majalah Playboy adalah ada unsur pornografi.

Tabel 14

Deskripsi Persentase Jawaban Responden Mahasiswa yang Membaca Majalah Playboy atau Sejenisnya yang Dianggap FPI Majalah Porno sepertiMajalah

Matra dan Majalah Popular

No Alternatif Jawaban F %

1 Membaca majalah Playboy, Matra & Popular 3 2,97 2 Hanya membaca Majalah Playboy 18 17,82

3 Hanya membaca Majalah Matra 7 6,93

4 Hanya membaca Majalah Popular 4 3,96

5 Membaca Majalah Playboy & Popular saja 8 7,92 6 Membaca Majalah Matra & Popular saja 3 2,97 7 Membaca Majalah Playboy & Matra saja 7 6,93 8 Tidak membaca ketiga majalah tersebut 51 50,50

Jumlah 101 100

Tabel 14 adalah tabel pengkerucutan dari tabel sebelumnya (tabel 13), tabel ini mendeskripsikan tentang responden yang membaca (pernah membaca) majalah playboy, matra dan popular dari 101 responden hanya 3 orang responden (2,97 %), responden yang membaca hanya majalah playboy saja 17,82 %, responden yang membaca hanya majalah matra saja 6,93 %, responden yang membaca hanya majalah popular saja 3,96 %, responden yang membaca majalah playboy & popular saja 7,92 %, responden yang membaca majalah matra & popular saja 2,97 %, responden yang membaca majalah playboy & matra saja 6,93 %, dan sisanya adalah mereka (responden) yang tidak membaca ketiga majalah (majalah playboy, matra, dan popular) adalah sebanyak 50,50 %, setengahnya dari jumlah responden.

Tabel 15

Deskripsi Persentase Jawaban Responden Majalah Playboy untuk Diberhentikan

No Alternatif Jawaban F %

1 Ya 82 81,2

2 Tidak 19 18,8

Jumlah 101 100

Sumber: diolah dari data lapangan

Tabel 15 memperlihatkan deskripsi responden yang menjawab majalah Playboy harus diberhentikan peredarannya adalah sebesar 81,2 %, dan sisanya adalah responden yang menjawab tidak setuju apabila peredaran majalah Playboy

diberhentikan. Dan hanya sebagian kecil (18,8 %) saja yang menolak untuk diberhentikan peredaran majalah Playboy.

Tabel 16

Deskripsi Persentase Jawaban Responden Tentang Tindakan FPI men-Sweeping Majalah Playboy di Lapak-lapak Penjualan

No Alternatif Jawaban F %

1 Ya setuju 68 67,3

2 Tidak setuju 33 32,7

Jumlah 101 100

Sumber: diolah dari data lapangan

Tabel 16 Menggambarkan responden yang menyetujui tindakan FPI men-sweeping Majalah Playboy di lapak-lapk penjualan adalah sebanyak 67,3 %. Sebagian responden (32,7 %) menandaskan bahwa mereka tidak setuju dengan tindakan FPI yang men-sweeping majalah Playboy di lapak-lapak penjualan.