• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makanan sehat dan tidak sehat serta persyaratan

BAB II : PENGATURAN MENGENAI MAKANAN

B. Pengertian Makanan Kadarluwarsa dan Jenis-jenis Makanan

3. Makanan sehat dan tidak sehat serta persyaratan

Makanan yang rusak adalah makanan yang tidak sehat yaitu makanan yang apabila dikonsumsi oleh manusia yang dapat menyebabkan terganggunya kesehatan tubuh yang disebabkan oleh zat-zat kimia, biologi dan enzim yang bekerja secara tidak wajar sehingga memicu perkembangan jasad renik yang dapat menimbulkan penyakit dan serangan yang dilakukan serangga, pencemaran oleh cacing, dan salah pencampuran ramuan dan pencemaran benda-benda asing pada makanan.54

Kerusakan makanan tersebut dapat terjadi disebabkan oleh pemilihan bahan yang keliru, pembungkusan makanan yang kurang layak, penyimpanan makanan yang tidak benar, penggunaan suhu dan kelembapan yang dikurang pengawasan secara cermat dan pengangkutan makanan yang tidak berdasarkan

54

petunjuk. Makanan yang rusak atau makanan yang tidak sehat ini dapat diketahui dari wujudnya ataupun penampilannya, baunya, dan terdapat benda – benda asing yang tidak layak pada makanan, namum ada juga yang tidak dapat diketahui secara langsung melalui wujudnya ataupun baunya.

Peranan pembungkus makanan sangatlah besar sekali untuk makanan yang berbungkus, baik dengan pembungkus plastik, kertas atau kaleng, dimanana pembungkus sudah tercemar oleh jasad renik yang dapat menyebabkan pencemaran pada makanan yang dibungkus. Karena itu, penanganan yang benar terhadap makanan, dan pemilihan serta penanganan yang baik dapat menekan sekecil mungkin terjadinya kerusakan pada makanan sehingga penyakit karena makanan.

Akan tetapi, permasalahan yang sering sekali muncul dalam kehidupan masyarakat adalah pihak produsen makanan yang lebih mempertimbangkan hanya dari segi keuntungan penjualan produk mereka saja, maka dari itu memacu banyaknya timbul pemalsuan sebatas merek dagang yaitu dengan meniru nama produk yang digemari oleh masyarakat tidak akan memberikan masalah yang besar bagi konsumen, akan tetapi apabila pemalsuan tersebut bertujuan agar produk yang seharusnya dibuang dikarenakan kesalahan produksi, maupun telah melebihi masa kadaluwarsanya yang apabila dipasarkan kembali maka hal inilah yang dapat membahayakan bagi kesehatan konsumen

Ada beberapa cara pemalsuan yang sering terjadi dilakukan oleh penjual atau produsen yaitu :55

a. Menghilangkan bau pada makanan dengan menambahkan cuka pada ikan yang telah membusuk.

b. Memberikan kesegaran palsu dengan menambahkan zat warna pada daging

c. Menambah tanggal kadaluwarsa pada suatu produk

d. Memberikan zat formalin pada ayam, ikan agar tetap telihat segar

e. Menyalurkan kembali makanan yang telah kadaluwarsa melalui paket- paket tertentu seperti parcel pada saat lebaran ataupun hari-hari besar keagamaan lainnya.

Makanan yang sehat atau makanan yang tidak rusak dan dapat untuk dikonsumsi memiliki persyaratan sebagai berikut :56

a. Sesuai dengan susunan makanan yang diinginkan, dibuat dengan tahap-tahap pembuatannya yang benar dan sesuai dengan seharusnya sehingga makanan tersebut layak untuk dikonsumsi.

b. Bebas dari pencemaran benda-benda hidup yang sangat kecil atau jasad renik yang dapat menimbulkan penyakit atau benda-benda mati yang mengotori pada setiap tahap pembuatan atau dalam urut-urutan penangannya.

c. Bebas dari unsur kimia yang merusak atau bebas dari suatu keadaan yang mudah dirusak oleh unsur kimia tertentu, maupun akibat dari perubahan yang dihasilkan oleh kegiatan enzim dan kerusakan yang disebabkan oleh tekanan, pembekuan, pemanasan, pengeringan dan sejenisnya.

d. Bebas dari jasad renik dan parasit yang dapat menimbulkan penyakit bagi orang yang mengkonsumsinya.

Makanan dianggap tidak memenuhi syarat kesehatan dan tidak dapat dipasarkan apabila :57

a) Mengandung racun dan zat lain yg membahayakan kesehatan

b) Penambahan bh yg bersifat racun seperti pengawet, pemanis dan pewarna yang bersifat racun

55

“ Pengusaha Menjual Makanan Kadaluwarsa”,

diakses pada 2 Maret 2011

56

Lukman Saksono, Pengantar Sanitasi Makanan, Op.cit, hal, 2. 57

“Sistem Pengawasan Makanan Di Indonesia”

c) Bahan makanan yg kadaluwarsa

d) Berasal dari hewan sakit atau mati karena sakit

e) Pengolahannya tidak memenuhi syarat higiene dan sanitasi

Berdasarkan jumlah produk makanan yang diperiksa dan ditemukan sekitar 9,08 % - 10,23% pangan yang tidak memenuhi persayaratan makanan sehat. Produk pangan tersebut umumnya dibuat menggunakan bahan tambahan makanan atau melebihi batas penggunaan bahan makanan , menggunakan makanan yang tercemar bahan kimia atau mikroba yang disebabkan oleh makanan tersebut telah mencapai batas kadaluwarsa.58 Makanan tersebut tidak memenuhi standar mutu dan komposisi sehingga sangat tidak baik apabila dikonsumsi oleh konsumen karena makanan tersebut merupakan merupakan makanan yang tidak sehat untuk dikonsumsi. Apabila mengonsumsi makanan yang telah kadaluwarsa atau sudah rusak kondisinya bisa terkena foodborne disease. Penyakit ini disebabkan pangan yang tercemar oleh mikroba atau proses kimiawi. Di Negara tropis seperti Indonesia, kecenderungan terjadinya pencemaran pangan oleh mikroba terbilang cukup tinggi.59

Oleh karena itu makanan yang sehat tersebut harus tetap dijaga agar tetap menjadi makanan yang sehat untuk dikonsumsi oleh konsumen, dengan cara penyimpanan yang benar, penyajian yang tepat dan pengangkutan yang paling cocok serta pembungkusan yang sesuai dengan sifat-sifat makanan. Mengingat adanya batas kemampuan makanan untuk dapat dikonsumsi sehingga hal ini harus

58

“Pengawasan dan Pembinaan Oleh Kementrian Kesehatan Mengenai Peredaran Makanan kadaluwarsa” , www6.bappenas.go.id/get-file-server/node/8567/ yang diakses pada 12 Januari 2011

59

“BPOM Tingkatkan Pengawasan Terhadap Parcel”

dapat mendapat perhatian yang lebih dari pihak konsumen maupun pihak pelaku usaha, karena hal ini berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan dari konsumen yang mengkonsumsi makanan tersebut.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui makanan tersebut masih dalam keadaan sehat apa sudah tercemar dan cara agar makanan tersebut tetap terjaga kesegarannya yaitu :60

a. Susu dan keju

Susu kemasan bisa dikonsumsi selama seminggu setelah kemasan dibuka. Begitu juga dengan keju. Setelah itu, akan tercium bau asam. Untuk menghindarinya, bungkus kembali keju dengan aluminium foil, masukkan ke dalam kotaknya, lalu simpan di lemari es. Jika keju sudah keburu asam, maka untuk menggunakannya kembali potong bagian yang sudah terpapar udara.

b. Daging ayam, sapi, dan ikan, serta tahu

Ciri-cirinya : daging berubah warna, berlendir, dan berbau menyengat. Tak ada jalan lain untuk mempertahankannya. Anda harus segera membuangnya.Agar daging lebih tahan lama, perhatikan cara

menyimpannya. Daging yang kotor saat dibeli tak perlu dicuci, tetapi potong saja bagian yang kotor. Jika tidak langsung dimasak, maka masukkan daging ke dalam freezer. Di dalam freezer, bahan makanan ini akan tahan hingga 1 bulan.

c. Sayur dan buah-buahan

Sayur atau buah-buahan yang mulai layu masih bisa dikonsumsi. Namun, vitaminnya sudah berkurang, dan rasanya berbeda. Jika sayur atau buah menjadi berjamur dan berlendir, maka jangan dimakan. d. Makanan kering

Makanan kering seperti biskuit, roti kering, dan kue kering bisa bertahan 3-6 bulan jika kemasannya belum dibuka. Namun ingat, roti tawar tidak bertahan lama meskipun kemasannya belum dibuka. Rata- rata roti tawar hanya bertahan selama 1 minggu.

e. Makanan kaleng

Makanan kaleng tahan paling lama 2 tahun. Namun, jangan berpatokan pada label kedaluwarsa jika Anda melihat perbedaan dari yang biasa Anda ketahui. Misalnya, buah kalengan berbau asam, airnya menjadi

60

“Tips Mengenali Makanan Kadaluwarsa”

kental dan berlendir, saat kaleng dibuka mengeluarkan gas, atau terdapat bibit jamur (bulukan).

f. Produk Pasta dan Saus

Produk-produk pasta dan saus umumnya memiliki umur simpan yang tinggi. Sebab, walaupun memiliki kadar air tinggi, aktivitas airnya rendah. Hal ini yang menyebabkan sedikitnya jenis bakteri yang mampu menyerang produk-produk pasta dan saus. Meskipun demikian, masih ada golongan mikroba yang dapat menyerang, seperti kapang dan kamir. Peluang serangan kapang lebih besar daripada khamir.

Dengan memperhatikan mana yang tergolong makanan sehat dan makanan yang tidak sehat yang telah disebutkan diatas konsumen akan dapat terhindar dari efek samping yang diakibatkan oleh pengkonsumsian makanan yang telah

kadaluwarsa.

C. Pengaturan Mengenai Makanan Kadaluwarsa Dalam Berbagai

Dokumen terkait