TEMUAN DATA DAN ANALISA DATA LAPANGAN
I. Makna Denotasi, Konotasi dan Mitos
Sudah banyak dari industri perfilman lokal memproduksi film di negara lain, sebut saja industri perfilman terbesar Hollywood yang sudah malang melintang di dunia film-perfilman. Sepertinya seakan memiliki roh tersendiri jika memproduksi sebuah film di negara di mana kisah itu berasal, film menjadi terasa utuh. Seperti film yang digarap Michael Winterbottom, A Mighty Heart, ia menyutradai film itu di tempat di mana Daniel diculik dan dibunuh, Pakistan.
A. Scene 1:
Film dibuka oleh suara Mariane Pearl’s yang mengisahkan tentang awal perjalanannya dengan Daniel hingga sampai di kota besar Pakistan. Penggambarannya dibuat seperti dokumenter, yang mencampurkan antara adegan
film dengan dokumenter asli. Tentang kemunduran militan Taliban, demonstrasi rakyat Pakistan, pembakaran bendera Amerika dan perkumpulan pers di Islamabad, yang merupakan adegan film.
Visual Dialog / Suara Type of Shot
Narrator (Mariane Pearl’s):
Hari setelah 11/9 (runtuhnya World Trade Center), aku dan Daniel terbang ke Pakistan. Ribuan jurnalis dari seluruh dunia tiba di Islamabad untuk meliput berita di negara tetangga Afghanistan.
Tanggal 7 Oktober bomnya dimulai. Kekuatan dari pemerintahan Taliban kewalahan. Dan akhir dari
perang, banyak jurnalis yang pindah. Daniel dan aku tetap tinggal, melaporkan senjata nuklir, al-Qaeda, kamp latihan rahasia jihad dan jutaan pengungsi yang masih tinggal di Peshawar, tanah kelahiran Taliban.
Perburuan bin Laden terus berlanjut di gunung Tora Bora, dan banyak dari pejuang mereka mundur ke perbatasan Pakistan, mencari tempat aman untuk berkumpul. Dan, banyak orang di Pakistan melihat orang Amerika sebagai musuh dan Taliban sebagai saudara muslim mereka.
Medium Long Shot: gambar diambil setengah badan dari jarak yang jauh, namun objek tetap terlihat jelas beserta latar belakangnya.
Big Close Up: Bagian kepala objek nampak jelas dan tidak menutupi panorama di belakangnya.
Extra Long Shot: Gambar diambil dari jarak yang sangat jauh sehingga objek terlihat lebih kecil.
Medium Long Shot: gambar diambil setengah badan dari jarak yang jauh, namun objek tetap terlihat jelas beserta latar belakangnya.
Long Shot: Gambar diambil dari jarak jauh, sehingga seluruh bagian objek dan latar belakangnya nampak jelas.
Denotasi
Terlihat dua orang laki-laki berada di atas mobil bak di antara kerumunan orang banyak. Kemudian, ada seorang pria dewasa berteriak di sekitar orang-orang yang mengangkat
tangan dan papan, jutaan orang berkumpul memadati jalan, sekumpulan orang membakar bendera Amerika, dan sekumpulan orang yang sedang duduk mendengarkan pembicara di depannya.
Konotasi
Pemerintahan Taliban tidak terkendali dan mundur ke perbatasan Pakistan. Selanjutnya para rakyat Pakistan berkumpul di jalan-jalan untuk mendemo kejahatan Bush terhadap Timur Tengah. Kemudian, hal itu direalisasikan dengan membakar bendera Amerika.Disamping itu, pers dunia berkumpul di Islamabad untuk meliput peristiwa di Pakistan.
Mitos
7 Oktober 2001 merupakan hari dimulainya peperangan antara militan Taliban dan tentara pemerintahan Pakistan, yang terus terjadi memperebutkan tanah kekuasan dan perluasan wilayah. Walaupun sempat mereda, tetapi perang dingin antara kedua belah pihak masih berlanjut di tahun selanjutnya. Kemudian, bentuk yang nyata dari kebanyakan rakyat Pakistan memusuhi orang Amerika, disebabkan ulah Bush yang sering meng-invansi dan memfitnah terhadap negara-negara yang bermayoritas muslim. Untuk itulah mereka membakar bendera Amerika dalam rangka ketidaksenangan mereka terhadap negara yang merasa seenaknya itu.
B. Scene 2
Adegan selanjutnya masuk pada bagian real film, di bagian ini tidak ada lagi dokumenter melainkan masuk pada bagian film yang dibuat sutradara. Pencintraan film ini di awali dengan panorama indah berupa tata letak yang dipenuhi kubah dan menara-menara. Kemudian, di lain sisi tata letaknya dipenuhi oleh bangunan-bangunan tinggi dan rendah.
Visual Dialog / Suara Type of Shot
(Tidak ada dialog)
(Tidak ada dialog)
Medium Long Shot: gambar diambil setengah dari jarak yang jauh, namun objek tetap terlihat jelas beserta latar belakangnya.
Long Shot: Gambar diambil dari jarak jauh, sehingga seluruh bagian objek dan latar belakangnya nampak jelas.
Denotasi
Suasana seperti pagi hari di tengah puluhan kubah dan menara-menara masjid yang menjulang tinggi ke langit. Di sisi yang berbeda langit masih tampak sendu di atas gedung-gedung tinggi dan rumah-rumah yang sesak.
Konotasi
Penggambaran kepadatan sebuah kota yang dilihat dari pandangan humanisme. Pada bagian ini di arahkan kepada penonton bahwa kehidupan ini seimbang. Jika di satu sisi manusia melihat identitas agama (ukhrawi), maka di satu sisi manusia akan melihat identitas dunia (duniawi).
Mitos
Film A Mighty Heart dibuat di Pakistan, tempat mendiang Daniel diculik dan dibunuh tanpa pernah ditemukan jasadnya. Tepatnya di Karachi, sebuah kota besar yang padat penduduk dan merupakan pusat kota itu.
Michael Winterbottom (director), ”…..we tried to shoot in the places where it happened, such as the place where Daniel was kidnapped…” [ …..kita mencoba mengambil tempat di mana peristiwa itu terjadi, seperti tempat di mana Daniel telah diculik…]1
Scene 3
Selanjutnya adegan Mariane berpisah dengan Daniel. Daniel mengucapkan kata-kata terakhir dan mengecup bibir sang istri. Kemudian, ia menaiki taksi dan meninggalkan Mariane dengan adegan yang dramatis.
Visual Dialog / Suara Type of Shot
Daniel: Baik, aku harus
berangkat. I Love You (Aku mencintaimu).
(Tidak ada dialog)
(Tidak ada dialog)
Medium Long Shot: gambar diambil setengah badan dari jarak yang jauh, namun objek tetap terlihat jelas beserta latar belakangnya.
Medium Close Up: Dari jarak yang dekat objek diambil hanya separuh badan.
Medium Long Shot:
gambar diambil setengah badan dari jarak yang jauh, namun objek tetap terlihat jelas beserta latar belakangnya.
1
“ Michael ” diakses pada tanggal 4 Juni 2010 pukul 13:00 WIB dari http: //indielondon.co.uk
Denotasi
Mariane memberikan senyum manisnya ketika Daniel ingin pergi. Sedangkan, Daniel mengucapkan kata-kata manis dan mencium Istrinya. Tak lama ia pun menaiki taksi dan pergi meninggalkan tatapan perpisahan. Mariane tetap melihatnya walaupun taksi sudah melaju sangat jauh.
Konotasi
Berjumpa dan berpisah merupakan skenario Tuhan. Manusia hanya dapat merasakan bagaimana drama itu berjalan. Seperti halnya Mariane dan Daniel perpisahan tidak dilukiskan sebagai bencana. Mereka lebih menganggap perpisahan itu sesuatu yang akan kembali dan datang mengikat cinta mereka lebih erat.
Mitos
Dalam kisah nyata Mariane merasa perpisahan itu tidak seperti biasanya. Sebagai naluri seorang istri hari itu ia sedikit gelisah, apalagi setelah melihat tatapan suaminya yang redup, seakan mengisyaratkan detik-detik terakhir bersamanya.
C. Scene 4
Pada scene berikutnya film berjalan ke belakang (mundur). Daniel bertemu temannya, Kaleem Yusuf, meminta pendapatnya sebelum berangkat menemui sheikh Gilani.
Visual Dialog / Suara Type of Shot
Daniel: Aku ingin meminta pendapatmu tentang sesuatu. Seharusnya aku malam ini bertemu dengan Sheikh Gilani.
Kaleem Yusuf: Kau bertemu dengannya di mana?
Daniel: Di restoran Village
Long Shot: Gambar diambil dari jarak jauh, sehingga objek dan latar belakangnya nampak jelas.
Kaleem Yusuf: Bertemu dengannya di tempat umum kau akan baik-baik saja. Tapi, berhati-hatilah.
Daniel: Ok, tentu saja.
Medium Close Up: Dari jarak yang dekat objek diambil hanya separuh badan.
Denotasi
Di kediaman Kaleem Yusuf, Daniel disambut hangat olehnya. Hingga mereka berdua sudah duduk saling berhadapan dan membicarakan masalah sheikh Gilani.
Konotasi
Bertemu dengan seseorang yang belum dikenal memang perlu berhati-hati. Sebab, belum tahu apakah orang itu baik atau jahat. Setidaknya bertanya kepada orang yang tahu adalah hal yang paling tepat sebelum bertemu dengan si pelaku (orang yang belum pernah dikenal).
Mitos
Sheikh Gilani adalah tokoh agama besar di Pakistan, ia merupakan seorang ulama yang dikenal arif dan sering meneteskan air mata. Beliau dikagumi banyak orang, baik muslim maupun non muslim. Namun, setelah runtuhnya WTC beliau diduga memiliki hubungan dekat dengan pemimpin al-Qaeda. Karena itulah, banyak dari jurnalis penjuru dunia ingin bertemu dengannya.
D. Scene 5
Pada bagian ini cerita kembali ke depan (maju). Teman-teman Daniel, Mariane dan Asra berkumpul untuk makan malam sambil menunggu Daniel yang belum pulang. Kemudian, di tengah asyik menikmati makanan khas Cuba yang dibuat Mariane mereka berbincang-bincang.
Visual Dialog / Suara Type of Shot
(Tidak ada dialog)
Laki-laki 1: Di mana agen CIA itu?
Mariane: Apa maksudmu?
Asra Nomani: Aku bekerja di Wall Street Journal, apa aku juga agen CIA?
Laki-laki 2: Tapi bagaimana orang Amerika itu tahu banyak tentang Pakistan? Apa mereka tahu tentang Afghanistan? Terlepas dari pengeboman sepanjang waktu.
Asra Nomani: Itulah mengapa kami jurnalis, memberitahu semua orang.
Extra Long Shot: Gambar diambil dari jarak yang sangat jauh sehingga objek terlihat lebih kecil dan latar belakang begitu jelas.
Medium Long Shot: gambar diambil setengah badan dari jarak yang jauh, namun objek tetap terlihat jelas beserta latar belakangnya.
Medium Long Shot: gambar diambil setengah badan dari jarak yang jauh, namun objek tetap terlihat jelas beserta latar belakangnya.
Denotasi
Teman-teman datang ke rumah Mariane untuk makan malam. Mereka dihidangkan masakan khas Cuba yang dibuat oleh Mariane sendiri. Namun, di tengah asyiknya menikmati makanan itu mereka mulai mempertanyakan Daniel dan orang Amerika yang tahu segalanya.
Konotasi
Makan malam bersama kerabat atau keluarga merupakan kebiasan manusia dalam mengokohkan tali persahabatan dan persaudaraan. Islam mengenalnya dengan silaturrahmi, jalan memperpanjang umur dan menambah rezeki. Namun, tidak
untuk berbicara ketika makan. Karena sangat berbeda dengan peradaban barat yang meng-halalkan perihal tersebut.
Mitos
Orang banyak mengira jurnalis adalah antek agensi. Sampai-sampai oknum militan garis keras mencurigai jurnalis barat sebagai mata-mata FBI atau CIA. Inilah mengapa, khususnya di wilayah zona merah jurnalis-jurnalis barat banyak mengalami ancaman berupa penculikan dan pembunuhan.
E. Scene 6
Adegan selanjutnya film berbalik mundur, namun pada bagian ini cerita merangkak lebih jauh, tepatnya sebelum Daniel bertemu Kaleem Yusuf. Ia dan Mariane, istrinya, mewawancarai salah seorang rakyat Pakistan mengenai sheikh Gilani.
Visual Dialog / Suara Type of Shot
Pak Tua: Tidak, sheikh Gilani orang yang tenang. Dia selalu sedih ketika orang meninggal.
Daniel:Jadi, dia sedih WTC di bom?
Pak Tua: Ya, karena banyak dari pengikutnya orang Amerika. Apakah kau tahu siapa dalang di balik pengeboman WTC?
Daniel: Siapa?
Pak Tua: Orang yahudi. Mossad satu-satunya organisasi yang dapat mengatur peristiwa itu. Apakah kau tahu 4000 orang yahudi yang bekerja secara normal di WTC tidak muncul hari itu?
Medium Close Up: Dari jarak yang dekat objek diambil hanya separuh badan.
Long Shot: Gambar diambil dari jarak jauh, sehingga objek dan latar belakangnya nampak jelas.
Daniel: Apa agamamu?
Pak Tua: Saya seorang
penganut Kristen.
seorang penganut Kristen.
Daniel: Bukan, yahudi.
Daniel: Bukan, yahudi.
Medium Close Up: Dari jarak yang dekat objek diambil hanya separuh badan.
Medium Close Up: Dari jarak yang dekat objek diambil hanya separuh badan.
Denotasi
Daniel ditemani Mariane, istrinya mewawancarai seorang pria berjanggut lebat dan panjang berwarna putih mengenai keberadaan sheikh Gilani di mata orang-orang Pakistan.
Konotasi
Salah satu tugas jurnalis adalah mewawancarai objek yang akan menjadi sebuah berita. Tujuannya, Selain mengetahui informasi jurnalis juga dapat menemukan kebenaran hakiki ketika ragu mengenai target. Apalagi mengenai tokoh-tokoh besar yang dicurigai komplotan al-Qaeda, tentu mewawancarai langsung pada objek yang dituju dapat melahirkan kebenaran yang hendak ditutupi atau yang selama ini dianggap prejudice (prasangka).
Mitos
Mossad merupakan organisasi kepolisian rahasia Israel yang setara dengan FBI, KGB dan CIA. Mossad juga sebuah intelejen yang sudah diakui dunia. Keberadaannya merupakan pilihan terbesar untuk menjaga keselamatan sipil dan negaranya. Rumor mengenai Mossad yang memiliki rencana meluluh lantahkan WTC memang sudah tersebar dari pintu ke pintu. Sebab hanya agen terselubunglah yang dapat menembus pendektesian sinyal keamanan super ketat di New York City. Namun, kembali kepada kenyataan, itu hanyalah sebuah rumor
hanya Tuhan jua-lah yang Mengetahui segala kebenarannya.
John Orloff (screenplay), ”…you can have a conversation about journalism - its risks and rewards and necessity. Three really interesting thematic, structural, emotional things were going on in this story.” [ …anda (penonton) dapat berdialog mengenai jurnalisme – Ini adalah sebuah risiko, penghargaan dan kebutuhan. Ada tiga hal yang benar-benar akan disuguhkan dalam kisah ini yaitu thematik, struktur (susunan) dan emosional.2
F. Scene 7
Film berjalan maju lagi. Adegan Mariane yang sedang menelepon dan gambaran mukanya yang gelisah.
Visual Dialog / Suara Type of Shot
Konselor: Konsulat Amerika, saya Corporal Bailey. Apakah ada yang perlu dibantu?
Mariane: Halo! Nama saya Mariane Pearl’s, dan saya menelpon karena suami saya hilang. Dia seorang jurnalis. Dan dia…..
Konselor: Nyonya, maaf
konsulat sudah tutup. Mungkin, anda bisa menelpon lagi besok pagi. Dan anda, bisa bicara dengan Randall Bennet, dia bagian keamanan diplomatik. Besok dia datang lebih awal, oke?
Big Close Up: Bagian kepala objek nampak jelas dan tidak menutupi panorama di belakangnya.
Medium Long Shot: gambar diambil setengah badan dari jarak yang jauh, namun objek tetap terlihat jelas beserta latar belakangnya.
Denotasi
Adegan Mariane yang sedang menelepon petugas konsulat Amerika atas kehilangan suaminya, Daniel. Dan paras
2
“John Orloff ” diakses pada tanggal 4 Juni 2010 pukul 11:00 WIB dari http:// www.cinematical.com
wajahnya yang gelisah.
Konotasi
Suatu hal yang wajar ketika seorang istri merasa gelisah jika sang suami tidak pulang berhari-hari. Apalagi istri tahu suami bekerja di area yang bisa dikatakan rawan penculikan dan pembunuhan. Mungkin, apa yang dirasakan Mariane juga dirasakan istri-istri yang ada di dunia.
Mitos
Malam itu, Daniel memang tidak pulang. Selain ia juga tidak pernah memberi kabar, karena telepon genggamnya sama sekali tidak aktif sampai ia tewas mengenaskan di ujung LCD handycam. Dicurigai malam itu Daniel sudah dibawa oknum militan ke tempat eksekusi, yang tidak pernah diketahui keberadaannya.
G. Scene 8
Adegan selanjutnya Randall Bennet-bagian diplomatik keamanan di konsulat Amerika-mengirim intelejen militer Pakistan dan FBI ke rumah Mariane untuk menyelidiki kasus penculikan Daniel.
Visual Dialog / Suara Type of Shot
(Tidak ada dialog)
Medium Long Shot: gambar diambil setengah badan dari jarak yang jauh, namun objek tetap terlihat jelas beserta latar belakangnya.
(Tidak ada dialog)
Long Shot: Gambar diambil dari jarak jauh, sehingga objek dan latar belakangnya nampak jelas.
Denotasi
Intelejen militer Pakistan yang dikepalai oleh Javed Habib bekerja sama dengan FBI yang dikepalai oleh Maureen Platt menyelidiki kasus penculikan Daniel di rumah kediaman Mariane Pearl’s. Mereka datang atas permintaan Randall Bennet-Divisi Diplomatik Keamanan Konsulat Amerika.
Konotasi
Bekerja sama antar kedua belah pihak sangat diperlukan. Selain memudahkan pencarian juga meringankan beban yang diemban. Di film ini terlihat antar kedua intelejen saling bekerja sama dan memiliki tugasnya masing-masing. Intelejen Pakistan digambarkan bekerja dengan otot, sedangkan FBI bekerja dengan otak.
Mitos
Kepolisian rahasia negara atau yang lebih dikenal “intel” atau intelejen hampir ada di setiap negara. Sebutlah Indonesia, BIN (Badan Intelejen Negara), Israel, Mossad, Amerika, FBI (Federal Bureau of Investigation), CIA (Central Intelligence Agency), Interpool dan lain-lain. Mereka memiliki tugas yang sama menyelidiki kasus yang berat. Seperti membongkar pengedar obat-obatan, penjualan manusia, terorisme, pembunuhan berantai, penculikan dan kriminal berat lainnya.
H. Scene 9
Scene selanjutnya, di tengah Intelejen Pakistan sibuk mencari sumber dalang penculikan Daniel di sudut kota besar Karachi, FBI menemukan foto Daniel yang terancam di situs (website) kelompok garis keras.
Visual Dialog / Suara Type of Shot
(Tidak ada dialog)
(Tidak ada dialog)
(Tidak ada dialog)
(Tidak ada dialog)
Medium Long Shot: gambar diambil setengah badan dari jarak yang jauh, namun objek tetap terlihat jelas beserta latar belakangnya.
Knee Shot: Pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.
Full Shot: Pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala hingga kaki.
Knee Shot: Pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.
Denotasi
Mariane beserta Javed Habib melihat foto Daniel yang ditemukan FBI di salah satu situs (website) kelompok militan garis keras. Dalam foto itu Daniel terlihat mengangkat sebuah surat kabar, kemudian pada foto selanjutnya ia sedang
memegang kepala disertai tangan yang dirantai.Dan, pada foto terakhir sisi kepalanya ditodong pistol oleh salah satu oknum.
Konotasi
Jika melihat foto Daniel yang ditemukan FBI di internet, secara tidak langsung foto itu memiliki pesan berupa ancaman, baik untuk keluarganya, sahabatnya atau negaranya. Todongan pistol yang di arahkan ke kepala Daniel merupakan suatu tekanan oknum kepada Negara Daniel untuk menerima tuntutan mereka.
Mitos
Foto Daniel yang ada di dalam film sengaja dibuat persis oleh sutradara dengan peristiwa aslinya. Foto-foto yang ditemukan FBI di internet bukan rekayasa melainkan benar-benar Daniel sebelum dirinya di eksekusi mati. Tentu foto-foto tersebut membuat Mariane bersedih.
I. Scene 10
Pada bagian ini, intelejen Pakistan menemukan sheikh Gilani, dan mengundangnya datang ke kantor kepolisian untuk diminta keterangan.
Visual Dialog / Suara Type of Shot
Javed Habib: Aku tidak
bertanya tentang keberadaannya. Aku hanya ingin…
Medium Long Shot: gambar diambil setengah badan dari jarak yang jauh, namun objek tetap terlihat jelas beserta latar belakangnya.
Sheikh Gilani: Aku tidak tahu, aku sudah katakan padamu, aku tidak pernah mendengar tentang pria ini sebelumya.
Medium Close Up: Dari jarak yang dekat objek diambil hanya separuh badan.
Denotasi
Javed Habib, kepala intelejen militer Pakistan menemui sheikh Gilani dan menanyakan seputar Daniel kepadanya. Namun, sheikh sendiri ternyata tidak tahu dan tidak pernah mengenal Daniel.
Konotasi
Dari kisah ini bisa dikatakan bahwa sheikh Gilani tidak pernah menemui Daniel, dan Daniel tidak pernah menemui sheikh Gilani. Di sini sheikh Gilani hanya dijadikan sebagai alat atau topeng oleh oknum agar Daniel datang dan tertangkap.
Mitos
Faktanya sheikh Gilani hanya dijadikan batu loncatan oleh oknum untuk menculik Daniel. Inilah yang membuat beliau menjadi bulan-bulanan media massa dan fitnahan agensi. Namun, hal itu cepat diselesaikan oleh intelejen Pakistan dengan menjelaskan kepada khalayak ramai bahwa, sheikh Gilani tidak ada hubungannya dengan penculikan dan pembunuhan Daniel.
J. Scene 11
Selanjutnya intelejen Pakistan berhasil menangkap otak di balik penculikan Daniel Pearl. Ia bernama Omar.
Visual Dialog / Suara Type of Shot
(Tidak ada dialog)
Kuasa Hukum: Apakah anda mengetahui di mana Daniel Pearl berada?
Omar: Tidak, aku tidak tahu.
Kuasa Hukum: Apakah anda tahu kalau Daniel Pearl masih hidup?
Omar: Sejauh yang saya ketahui, ia tidak dalam keadaan hidup.
Medium Long Shot: gambar diambil setengah badan dari jarak yang jauh, namun objek tetap terlihat jelas beserta latar belakangnya.
Medium Close Up: Dari jarak yang dekat objek diambil hanya separuh badan.
Long Shot: Gambar diambil dari jarak jauh, sehingga objek dan latar belakangnya nampak jelas.
Medium Close Up: Dari jarak yang dekat objek diambil hanya separuh badan.
Medium Long Shot: gambar diambil setengah badan dari jarak yang jauh, namun objek tetap terlihat jelas beserta latar belakangnya.
Denotasi
Kepala Omar dibungkus kain oleh polisi ketika ia dibawa ke meja hijau Pakistan. Di atas mimbar pengadilan terdakwa diajukan beberapa pertanyaan oleh kuasa hukum Mariane mengenai Daniel.
Konotasi
pertanyaan oleh hakim atau lainnya tentang perbuatan yang ia lakukan. Jika ada saksi mata maka saksi-saksi tersebut akan diturunkan dan perlu memberi keterangan. Di pengadilan pula ditentukannya hukuman dan masa hukuman yang berlaku untuk terdakwa.
Mitos
Omar atau yang memiliki nama lengkap Omar Saeed Sheikh adalah salah satu pembantu Osama bin Laden yang terkenal. Dalam organisasi, tugasnya menculik dan mengalirkan uang untuk al-Qaeda dan organisasi jihad lainnya di seluruh dunia.
K. Scene 12
Adegan berikutnya Mariane menangis histeris, menjerit-jerit, setelah mengetahui kabar kematian suaminya, Daniel Pearl, melalui teman-teman konsulat dan kepolisian.
Visual Dialog / Suara Type of Shot
(Tidak ada dialog)
(Tidak ada dialog)
Big Close Up: Bagian kepala objek nampak jelas dan tidak menutupi panorama di belakangnya.
Medium Close Up: Dari jarak yang dekat objek diambil hanya separuh badan.
Michael Winterbottom (director),”…From my point of view, having read Mariane’s book, we were going to keep the film very simple and try and focus on Mariane, like you say, and the people in the house, which is what the book does. We really sort of borrowed the shape and structure of how she tells the story in