METODE PENELITIAN
B. Makna Leksikal dan Kultural
1. Makna Leksikal
Makna leksikal adalah makna yang ada pada leksem-leksem (Chaer,1994: 7). Makna leksikal dari istilah-istilah kesenian reog, sebagai berikut .
1) Gong
Gong seperti bonang tetapi dalam ukuran yang lebih besar berfungsi sebagai bas yang dipukul bersamaan dengan bonang pada pukulan genap. Dalam kesenian reog, gong mempunyai laras (nada) slendro. Gong merupakan instrumen pengiring kesenian reog yang paling dominan karena apabila dibunyikan menghasilkan suara yang menggelegar, menggetarkan dada serta dapat didengar dari jarak yang cukup jauh. Suaranya terdengar berirama tegas seperti komando yang menggugah semangat tempur.
2) Angklung
Angklung adalah alat musik yang terbuat dari bambu yang dibunyikan dengan cara digetarkan. Wujud angklung ada berbagai macam ukuran. Ada yang besar, ada yang kecil dan ada pula yang tanggung. Semua ada tiga kelompok (oktaf). Dan tiap kelompok ada lima buah angklung (lima buah nada). Angklung besar dibuat dari bambu yang besar, dengan ukuran dua ruas, atau lebih kurang lima puluh senti meter panjangnya. Cara membunyikan angklung itu adalah dengan cara digetarkan bambu kecil (panjang) yang bisa diturun naikkan dalam bambu besar tersebut.
3) Bonang
Bonang adalah alat musik pukul berbentuk bulat dengan tonjolan ditengahnya. Bonang berbentuk seperti gong dalam ukuran kecil. Cara membunyikanya dengan cara dipukul secara ritmis dan bergantian dengan ritme tetap sesuai dengan tempo gending itu sendiri.
4) Kendhang
Kendhang adalah alat musik perkusi yang berfungsi sebagai aba-aba saat dimulainya gendhing dan berfungsi sebagai pengiring gerakan juga pengendali irama. Dalam kesenian reog, kendang yang dipergunakan adalah kendang ukuran besar. Panjangnya lebih kurang seratus sentimeter, sedangkan garis tengahnya sekitar tiga puluh lima senti meter. Cara membunyikan kendang dengan cara dipukul. Peranan kendang
dalam kesenian reog ini sangat menentukan, karena kendang bisa mengolah nafas permainan, serta juga sebagai pengatur situasi penonton. 5) Ketipung
Ketipung adalah alat musik yang berbentuk seperti kendang tetapi dalam ukuran yang lebih kecil dan berfungsi sebagai penambah rempeg/meriahnya gending. Cara membunyikannya dengan cara dipukul dengan alat pemukul yang lentur di sela-sela pukulan kedua bonang. Ada orang yang mengatakan ketipung adalah kendang kecil. Ketipung dipergunakan bersama dengan kendang.
6) Trompet
Trompet ialah salah satu alat musik dalam pertunjukan reog yang berfungsi sebagai pembawa lagu atau melodi dan aba-aba sebelum gamelan dimainkan. Trompet dibuat dari kayu yang berbentuk seperti corong. Cara membunyikannya yaitu dengan cara ditiup pada bagian ujungnya yang kecil. Suara yang dikeluarkan, diatur dengan adanya lubang-lubang pada bagian tengah-tengahnya.
7) Saron
Saron adalah salah satu alat musik yang digunakan dalam pertunjukan reog yang terbuat dari kuningan. Cara membunyikan dengan dipukul atau ditabuh.
8) Barongan
Barongan adalah salah satu instrumen yang penting dalam permainan reog. Barongan artinya barong tiruan atau barong yang tidak
sebenarnya; Arti sufiks/akhiran -an pada barongan adalah tidak sebenarnya; tetiron; tiruan. Contoh lain, misalnya: bunthutan, bedhilan, gunungan. Artinya bunthut tiruan, bedhil tiruan, gunung tiruan, dan sebagainya.
BARONG : dalam bahasa Jawa Kuna : barwang
dalam bahasa Melayu : beruwang dalam bahasa Batak : baruwang
dalam bahasa Dayak : bahuwang dalam bahasa Belanda : beer
Menurut Tjokrodibroto, kata barongan sebenarnya sudah merupakan persenyawaan. Asalnya dari singa barongan, yang artinya singa barong tiruan (Hartono, 1980: 61).
Singa adalah harimau. Barong adalah suri atau gimbal. Jadi, singa barong artinya harimau yang berambut gimbal. Suri: rambut panjang yang terdapat pada leher kuda. Gimbal: rambut yang tebal, subur, tetapi tidak terurusi. Akhirnya menjadi kusut. Dahulu kata barongan berarti pula nama dari semua topeng hewan. Jadi, semua topeng hewan disebut barongan. Misalnya, topeng ular, topeng buaya, topeng harimau, topeng kuda dan
sebagainya. Dalam kesenian reog yang disebut barongan ialah topeng harimau (kepala harimau).
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat barongan adalah 1. Kayu yang kuat dan ulet, tetapi ringan. Kayu tersebut dipergunakan
harimau. Kepala harimau ini mulutnya agak lebar, sebab nanti akan dipergunakan sebagai lubang/celah-celah untuk melihat keluar si pembarong.
2. Kulit harimau. Biasanya orang senang kepada kulit harimau yang bercorak loreng, yang terkenal dengan sebutan macan gembong. Begitu pula kulit yang dicari diusahakan kulit muka (kulit kepala atau wajah).
3. Kayu palang yang kuat. Kayu tersebut pada waktu bermain digigit si pembarong, sebagai pegangan.
4. Tali pengikat yang kuat. Biasanya terbuat daripada kain. Tali ini diikatkan pada kepala pembarong bagian belakang. Dengan tali ini maka bagaimanapun gerakannya si pembarong, barongan tidak akan lepas.
5. Suri (rambut kuda) yang panjang. Dengan suri tersebut kepala harimau akan tampak hidup dan tampan.
6. Kaca atau kelereng yang jernih. Kelereng ini dipergunakan sebagai biji mata.
Barongan dikenakan seperti topeng. Si pemain menggigit kayu palang. Sedang kepala pembarong dipergunakan juga sebagai tempat mengikat tali barongan.
9) Dhadhak Merak
Barongan dan dhadhak merak sebenarnya dua buah benda, yang masing-masing dapat dipisahkan menjadi barongan dan dhadhak
(merak). Barongan berujud kepala harimau, sedangkan dhadhak berupa burung merak yang sedang menari (Bahasa Jawa ngigel). Kedua sayapnya mengembang seperti kipas dan ekornya menjulang tegak. Kedua kaki merak tampak dalam keadaan siap. Dadak merak hanya dapat dipakai bila disatukan (dipakai bersama) dengan barongan.
Dadak merak dibuat dari bahan-bahan yang agak mahal, serta sukar dicarinya. Bahan-bahan yang dimaksud adalah: bambu, rotan, tali yang kuat, bulu merak dan burung merak yang sudah dikeringkan. Ukuran besarnya dhadhak merak disesuaikan dengan besarnya kepala harimau.
10) Topeng
Topeng artinya tutup wajah. Dalam bahasa Betawi, topeng artinya teater atau tontonan. Dalam kesenian topeng terbuat dari kayu yang tidak mudah pecah, yang dibentuk menurut kreasi budaya daerah yang ada. topeng yang digunakan dalam permainan reog, sebagai berikut.
a. Topeng hewan. Yang dimaksud topeng hewan adalah barongan.
b. Topeng manusia. Topeng manusia dalam kesenian reog terdiri dari topeng penthul, topeng tembem. Topeng penthul merupakan topeng rekayasan yang dibentuk menurut kreasi budaya daerah yang ada. Topeng ini berfungsi sebagai humor atau lelucon dalam kesenian reog. Topeng tembem seperti topeng penthul tetapi topeng tembem berupa topeng yang menyerupai fungsi yang sama yaitu sebagai pengocok perut atau lelucon saja sehingga permainan reog menjadi semakin semarak.
c. Topeng raksasa. Bujangganong adalah topeng raksasa. Topeng ini berwujud topeng raksasa warnanya merah tua atau hitam, rambutnya panjang di depan. Matanya melotot, hidung besar dan panjang, dahi menjorok (Bahasa Jawa: ngganong)
11) Pecut
Pecut adalah alat yang dibuat dari penjalin (bambu atau rotan) yang diberi upat-upat benang berwarna merah putih.
12) Keris
Keris adalah alat yang dibuat dari besi yang dibentuk memakai luk (lekuk-lekuk). Bentuk keris yaitu berlekuk-lekuk dari ukuran besar kemudian semakin kecil sampai ujung keris dengan bentuk tumpul. Keris ini dipakai dengan cara diselipkan pada stagen lipatan terakhir tepat pada punggung.
13) Celeng
Celeng adalah peralatan reog yang terbuat dari anyaman bambu yang berbentuk seperti binatang celeng “ babi”.
14) Udheng
Udheng adalah iket yang digunakan untuk menutup kepala.terbuat dari kain yang terbentuk segitiga dan biasa bercorak batik dengan warna yang gelap (hitam atau kecoklatan). Udheng atau iket kepala dapat dibedakan menjadi dua , yaitu :
2. Udheng modang ialah iket kepala berwarna coklat dengan dasar hitam dan corak batik berwarna coklat dengan dasar hitam dan corak batik berwarna coklat tepinya.
15) Jaran kepang
Jaran kepang adalah kuda kepang, yang terbuat dari anyaman bambu. Dalam kesenian reog biasanya jaran kepang `kuda kepang` berjumlah dua buah berwarna hitam dan merah. Dinamakan jaran kepang`kuda kepang‟
karena kuda ini dibuat dari kepang. Kepang adalah anyaman yang dibuat dari rautan bambu yang halus.
16) Ancinco
Ancinco adalah kostum yang digunakan para pemain reog yang atasan (baju) dan bawahan (celana) berwarna hitam-hitam. Atasan (baju) hitam tanpa kerah . bawahan (celana) terbagi dalam beberapa jenis, sebagai berikut :
1. Celana hitam dingkikan adalah celana sepanjang lutut terbuat dari kain warna hitam. Celana ini adalah kostum jathilan.
2. Celana panjang bergombyok adalah celana yang panjang sampai mata kaki, celana ini pakai oleh pemborong.
3. Celanan panjang hitam gejigan adalah celana panjang sebatas mata kaki, seperti celana gombor tapi tidak terlalu gombor.
17) Kaos loreng
Kaos loreng adalah kostum pemain reog berupa kaos yang berwarna merah dan putih (loreng antara merah dan putih)
18) Epek timang
Epek timang adalah kostum berupa ikat pinggang yang terbuat dari kain bludru polos warna hitam dengan gesper (timang).
19) Sampur
Sampur adalah kostum berupa selendang. Sampur ini diikatkan di pinggang dan kedua ujungnya terjulur.
20) Jarik
Jarik adalah kostum berupa kain panjang berwarna latar hitam dan corak batik warna coklat dengan motif beraneka. Jarik ini disebut juga jarit.
21) Koloran
Koloran/usus-usus atau adalah kolor atau tali yang terbuat dari benang katen (lawe) berwarna putih yang dijalin dan dipintal jadi satu,
panjang 2 meter, dengan garis tengah kurang lebih 3 meter, sementara benang di kedua ujungnya dibiarkan terurai.
22) Setagen
Setagen adalah kostum berupa kain yang dililitkan dipinggang berwarna gelap (hitam atau coklat). Panjangnya sekitar 4 meter dan lebarnya sekitar 10 cm.
23) Warok
Warok adalah sosok pimpinan reog. Warok merupakan sosok seorang yang diakui memiliki kelebihan-kelebihan khususnya dalam ilmu
Kanuragan (kekebalan tubuh) dan berderajat spiritual yang tinggi. Babad Ponorogo yang disusun Purwowijoyo mencatat bahwa secara etimologis
warok berasal dari kata “Waroi” (Jawa: Wirangi) yang berarti wis pana, wis ngerti banget marang agal alus lahir batin, tumindhake mung kanggo tetulung marang liyan (sudah memahami kehidupan secara sempurna lahir dan batin, dan mengabdikan hidupnya untuk membantu orang lain). Jadi warok adalah sosok yang dikenal sebagai seseorang yang menguasai ilmu Kejawen (Jawa Pos, 2003: 25). Dalam kesenian reog warok lebih terlihat sebagai pengawal- pengawal (punggawa) yang biasa disebut warok muda, dan sebagai sesepuh (guru) disebut warok tua. Sosok warok muda digambarkan berbadan gempal dengan bulu dada, kumis dan jambang lebat serta mata yang tajam, sedangkan warok tua digambarkan sebagai sosok lelaki tua berbadan kurus.
24) Pembarong
Pembarong adalah pemain reog yang menggunakan barongan. Pembarong ini memakai kostum: celana panjang gombyok, stagen, epek timang hitam, baju kimplong (baju yang menyerupai kaos singlet.
25) Pengrawit
Pengrawit adalah pemain atau penabuh gamelan (alat musik pengirng reog). Pengrawit ini berjumlah 8 orang antara lain pengrawit gong,(1),
kendhang (1), angklung (2), bonang (1), saron (1), ketipung (1), terompet (1).
Jaran ngedan adalah pemain reog yang memakai peralatan jaran kepang (kuda kepang) dan melakukan atraksi seperti kuda yang gila. Gerakannya lincah dan akrobat.
27) Celeng ngedan
Celeng ngedan adalah pemain reog yang memakai peralatan celeng (babi) yang melakukan atraksi yang lincah.
28) Besut
Besut ialah gerakan tari dalam pertunjukan reog dengan posisi tangan kiri lurus ke depan, kaki kiri diangkat, kaki kanan napak terus berjalan sambil loncat.
29) Tanjak
Tanjak adalah gerakan berdiri dari posisi jengkeng. 30) Gendhing Panaragan
Gendhing panaragan ialah gendhing yang dipergunakan sebagai iringan joget atau tari iring-iringan dan tetabuhan biasa yang dapat diikuti dengan lagu-lagu sesuai keinginan.
31) Ganongan
Ganongan adalah gerakan tari dalam pertunjukan reog yang mana gerakan itu didominasi gerakan lari dan akrobat yang cepat dan lincah.
Sembahan adalah gerakan tari berupa gerakan mengangkat kedua tangan dengan mempertemukan kedua telapak tangan di depan hidung gerakan ini biasa dilakukan sebelum permainan dimulai.
33) Sabetan
Sabetan adalah gerakan tari dengan posisi tangan kanan memegang pecut kemudian pecut itu dicambukkan pada pemain jaran kepang (kuda kepang) dengan gerakan kearah atas bawah , dan sebaliknya.
34) Buncet
Buncet adalah nasi yang dibentuk seperti gunungan kecil atau tumpeng kecil yang mana disekitar gunungan atau tumpeng itu dilengkapi dengan sayuran, pisang raja, krupuk merah, peyek, kedelai, jajanan pasar dan kinangan.
35) Kembang setaman
Kembang setaman adalah bunga lima warna atau lima macam yaitu bungan mawar, bunga melati, bunga kanthil, bunga kenanga, dan bunga pandan wangi.
36) Menyan cina
Menyan cina adalah peralatan yang digunakan dalam sesaji yang berbentuk bulat kecil, berwarna hitam kecoklatan. Menyan cina ini digunakan dengan cara dibakar.
Rujak degan adalah rujak yang dibuat dari kelapa muda. Adapun kelapa muda yang digunakan adalah jenis kelapa hijau.
38) Dhanyangan
Dhanyangan adalah tempat-tempat keramat (pohon besar, sumur, batu besar dan lain-lain), yang dianggap tempat bersemayamnya roh-roh penunggu dan pelindung desa. Adapun dhanyangan yang digunakan dalam pertunjukan kesenian reog ini biasanya ditempat-tempat yang ada pohon besar, batu besar yang dianggap keramat.
39) Gedhang raja
Gedhang raja adalah jenis pisang yang selalu digunakan dalam sesajian. Pisang raja ini warnanya kuning dan bentuknya tidak terlalu panjang.
40) Kinangan
Kinangan adalah peralatan dalam sesajian yang terdiri dari suruh, enjet, gambir dan tembakau.
41) Peyek
Peyek adalah perlengkapan sesajian yang berupa lauk pauk, terbuat dari kacang tanah.
42) Krupuk
Krupuk adalah perlengkapan sesajian yang berupa krupuk berwarna merah.
Pawang adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk mendatangkan dan mengembalikan roh halus yang dibutuhkan.
44) Sega Golong
Sega golong adalah nasi yang berbentuk lingkaran dan digunakan dalam tumpeng. Biasanya sega golong ini diletakkan disekitar tumpeng. 45) Paraga
Paraga adalah keseluruhan para pemain yang terdiri dari para pemain reog (barongan, dhadhak merak, jaran kepang, celeng, dan penthul-tembem) dan para pengrawit.
46) Jathilan
Jathilan adalah jenis tarian kuda. Dilakukan oleh anak laki-laki yang manis. tarian ini bisa berupa atraksi jalan nyongklang, jalan dingklikan, perang-perangan dan seterusnya.
47) Kebatan
Kebatan adalah gerakan mengebatkan sampur. Kebatan ini dilakukan para pemain yang menggunakan topeng penthul tembem.
48) Sendon
Sendon adalah adegan keluarnya penthul-tembem dari arah pengiring ketengah arena sambil menari. Sendon ini dilakukan pada saat pemain jaran kepang, celeng, barongan dan dhadhak merak istirahat. Sehingga
dimeriahkan/diisi dengan adegan sendon oleh pemain-pemain penthul- tembem.
Jalan nyongklang adalah gerakan tari menirukan gerakan menunggang kuda dengan kedua tangan memegang jaran kepang (kuda kepang).
50) Pawang
Pawang adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk memanggil dan mengembalikan roh halus yang dibutuhkan. Pawang
merupakan sosok warok muda karena pawang dianggap orang yang memiliki kelebihan dan menguasai ilmu kanuragan.
51) Srati
Srati adalah orang yang mempunyai tugas dan kemampuan untuk mengawasi dan mengamankan gerak para pemain jaran kepang, celeng, dhadhak merak, barongan agar tidak terjadi hal yang membahayakan.