• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

3. Makna Pendidikan bagi Masyarakat Pengrajin Ukir di Desa

Persepsi masyarakat terhadap pentingnya pendidikan tentunya akan berbeda-beda sesuai dengan pengetahuan, pengalaman dan latar belakang

sosial masing-masing. Untuk mengetahui tentang bagaimana masyarakat pengrajin ukir di Desa Mulyoharjo memaknai pendidikan, maka pertama- tama peneliti melakukan wawancara dengan Kepala Desa Mulyoharjo, beliau menerangkan:

“Menurut saya, pandangan masyarakat terhadap pendidikan sudah mulai berubah mas, dulu masyarakat hanya menganggap pendidikan merupakan hal yang tidak penting, yang penting adalah bagaimana mereka bisa bekerja dan mendapatkan uang, kalau sekarang pola pikir mereka sudah berubah, meskipun mungkin ada beberapa yang pola pikirnya masih seperti orang zaman dulu, sekarang kebanyakan masyarakat memandang pendidikan sangat penting, karena dengan pendidikan orang akan punya ilmu, kalau punya ilmu hidupnya pasti akan mudah, juga berkaitan dengan moral, sopan santunnya orang yang sekolah dengan yang tidak sekolah pasti kan berbeda mas, dan ketika orang punya ijazah itu kan juga mudah kalau nyari pekerjaan mas, saya kira itu mas.” (Wawancara dengan Kepala Desa Mulyoharjo, 26 Agustus 2018). Kemudian peneliti melakukan wawancara dengan beberapa warga (orang tua) sebagai informan/narasumber berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Kriteria orang tua yang menjadi informan/narasumber dalam penelitian ini adalah yang bermata pencaharian pokok dalam sektor industri ukir dan memiliki anak usia sekolah (7-19 tahun) yang tidak bersekolah. Selain itu, peneliti juga mengambil sampel berdasarkan stratifikasi sosial di masyarakat, yaitu dari strata/kelas sosial atas, strata/kelas sosial menengah dan strata/kelas sosial rendah masing-masing dua orang sebagai sampel.

Dari strata/kelas sosial atas, peneliti melakukan wawancara dengan Bapak Bd. dan Bapak Km. yang berprofesi sebagai pengusaha industri

ukir. Ketika peneliti memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan makna pendidikan, Bapak Bd. menjawab:

“Menurut saya, pendidikan itu ya penting mas, pentingnya ya biar anak bisa pintar, tahu tulis menulis gitu, bisa berhitung dan tahu tentang agama. Kalo pendidikan tinggi, menurut saya sih penting gak penting gitu, yang saya rasa gak begitu penting ya karena nanti sehabis sekolah ya pastinya sama antara orang yang sekolah dengan yang tidak sekolah, orientasinya sama yaitu bekerja atau mencari uang, jadi buat apa sekolah tinggi-tinggi, mendingan anak saya belajar bisnis ini di rumah, belajar marketingnya yang bagus, gitu aja udah enak hidup ini. Harapan saya dari pendidikan anak saya ya yang penting dia itu punya ilmu dasar lah, terutama ilmu agama, biar dia punya prinsip agama dalam hidupnya.” (Wawancara dengan Bapak Bd., 27 Agustus 2018).

Selanjutnya dari hasil wawancara dengan Bapak Km, ketika peneliti memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan makna pendidikan, beliau menjawab:

“Pendidikan itu penting mas, karena agar anak jadi pintar, supaya ketika mencari pekerjaan juga mudah. Zaman sekarang saya pikir pendidikan tinggi penting juga lah mas, kalau anak saya mau sekolah bahkan sampai kuliah pasti saya dukung mas, biar kelak bisa meraih cita-citanya gitu mas. Harapan saya dari pendidikan anak seandainya dia mau sekolah bahkan sampai kuliah, biar bisa jadi kebangaan bagi orang tua mas dan biar mudah kalau mencari pekerjaan, ya paling tidak bisa jadi pegawai yang gajinya besar gitu mas.” (Wawancara dengan Bapak Km., 27 Agustus 2018).

Sementara itu, dari kalangan masyarakat strata/kelas menengah, peneliti melakukan wawancara dengan Bapak Sd. dan Bapak Sw. sebagai narasumber/informan. Ketika peneliti memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan makna pendidikan, Bapak Sd. yang berprofesi sebagai pengrajin ukir menjawab:

“Kalau zaman dulu mas, ya pendidikan tidak begitu penting, makanya saya pun tidak lulus SD, ya itu kan karena dulu zamannya masih susah mas, kalau zaman sekarang pendidikan sangat penting

mas, biar anak bisa ngerti tulis menulis, biar tidak kesasar kalau bepergian jauh, biar jadi orang yang pintar, punya ilmu yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. Kalau soal pendidikan tinggi, saya pikir pendidikan apapun asal itu baik dan manfaat dan ada kesempatannya ya harus mas, karena semua kan sudah dijatah sama Gusti Allah mas, tinggal usaha masing-masing, kalau ada usahanya pasti tetap bisa mas, seperti sampean ini mas yang bisa kuliah. Yang saya harapkan dari anak saya seandainya dia mau sekolah terus ya biar jadi orang yang punya ilmu mas, ilmu itu kan banyak mas, ya ilmu dunia ya ilmu akhirat, pokoknya kalau orang punya ilmu pasti kan hidupnya enak gitu mas.” (Wawancara dengan Bapak Sd., 28 Agustus 2018).

Selanjutnya dari hasil wawancara dengan Bapak Sw. yang berprofesi sebagai pengrajin ukir, ketika peneliti memberikan pertanyaan- pertanyaan yang berkaitan dengan makna pendidikan, beliau menjawab:

“Pendidikan menurut saya sangat penting mas, ya meskipun orang tuanya bodoh, tidak berpendidikan, tapi kalau bisa anak-anaknya ya jadi orang yang pintar gitu mas. Kalo pendidikan tinggi atau kuliah, saya pikir perlu juga mas pada zaman sekarang, agar wawasan anak itu tambah luas gitu, sebetulnya saya ingin sekali punya anak yang berpendidikan tinggi, ya seperti sampean ini mas, seandainya anak saya mau ya sangat mendukung mas, dan pasti saya upayakan mas. Yang saya harapkan ya biar anak saya mau sekolah terus gitu mas, pokoknya sampai jenjang setinggi- tingginya gitu lah, makanya untuk adek-adeknya ini dari awal sudah saya motivasi biar punya cita-cita yang tinggi, sekolah setinggi-tinggnya gitu mas, karena itu penting untuk masa depannya mas, ya tentunya bisa membuat orang tuanya bangga, terus supaya bisa mendapatkan pekerjaan yang layak gitu mas.” (Wawancara dengan Bapak Sw., 29 Agustus 2018).

Kemudian, peneliti melakukan wawancara dengan warga (orang tua) dari kalangan strata/kelas sosial rendah, yaitu dengan Bapak Sp. dan Bapak Sr. yang berprofesi sebagai pengrajin ukir dan serabutan. Ketika peneliti memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan makna pendidikan, Bapak Sp. menjelaskan:

“Menurut saya pendidikan itu ya penting mas, karena meskipun orang tuanya memang pada bodoh, tidak berpendidikan, tapi anaknya kalau bisa jadi orang pintar mas, biar bisa mengajari orang lain mas, nanti kalau generasi tuanya udah bodoh, generasi mudanya juga pada bodoh, malah repot jadinya mas. Kalau soal pendidikan tinggi, saya pikir juga penting mas, pokoknya belajar itu harus terus menerus mas, harus mengikuti perkembangan zaman, semampunya pokoknya mas, kalau memang bisa sampai kuliah, ya kenapa tidak gitu lo. Ya yang saya harapkan dari pendidikan anak, seandainya anak saya ini mau sekolah terus sampai kuliah seperti sampean ini, ya saya berharap dari orang- orang yang bisa sekolah sampai jenjang yang tinggi biar jadi orang yang pintar, biar menjadi ahli dalam bidangnya masing-masing, biar bisa bisa mengangkat derajat keluarganya, berguna bagi lingkungan masyarakatnya, berguna bagi nusa dan bangsa, pokoknya biar nanti menjadi orang yang amanah gitu mas, misal jadi pegawai atau pejabat ya supaya amanah, sesuai dengan tugasnya masing-masing, terutama prinsip agamanya mas, kalau prinsip agamanya sudah kuat, pasti kan bisa amanah kalau mendapat kepercayaan dari masyarakat mas dan jangan sampai terpengaruh dengan hal-hal yang negatif.” (Wawancara dengan Bapak Sp., 29 Agustus 2018).

Selanjutnya, dari hasil wawancara dengan Bapak Sr. yang berprofesi sebagai pengrajin ukir dan serabutan, beliau menerangkan:

“Kalo bagi saya pendidikan itu penting mas, biarpun keadaannya begini, tapi saya akan tetap berusaha mas, yang penting anak itu bisa sekolah gitu. Kuliah ya penting juga mas, kan kalau semakin tinggi pendidikannya, ilmunya kan juga semakin tinggi mas, wawasannya semakin luas gitu mas. Ya yang saya harapkan biar anak itu tidak tertinggal dari teman-temannya, masa temannya pada pintar-pintar nanti dia malah tidak tahu apa-apa, ya untuk masa depannya juga, biar mudah kalau nyari kerja, biar tidak seperti orang tuanya gitu, ya gak harus jadi pegawai atau pejabat, tapi setidaknya bisa mendapat pekerjaan yang layak gitu mas, yang penting punya ilmu, wawasannya luas gitu mas, biar bisa membahagiakan orang tua, dan biar bisa berguna bagi masyarakat, agama, nusa dan bangsa, menurut saya seperti itu mas.” (Wawancara dengan Bapak Sr., 29 Agustus 2018).

Dokumen terkait