• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Analisis Data

4.2.2.1 Maksud Menyuruh

Berikut beberapa contoh tuturan yang mengandung maksud menyuruh yang digunakan para dosen kepada mahasiswa PBSI dalam proses perkuliahan.

(36) Do :Ayo Alliani membantu saya! (1/P1/TMB/25-02/III) Ma :(Membaca materi yang ada pada slide)

Konteks: Dituturkan oleh seorang dosen kepada mahasiswanya, agar mahasiswa tersebut membantunya membaca materi pada slide.

(37) Sekarang, masing-masing memilih KD yang akan dikembangkan minggu depan! (153/P9/TBABSI/01-03/II)

Ma : Baik ibu.

Konteks: Dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memilih KD yang akan mereka kembangkan.

(38) Do :Coba Anda bacakan KD 3.18 kelas 8! (136/P9/TBABSI/01-03/II)

Ma :(Mahasiswa yang disebutkan namanya di atass mulai

membacakan KD 3.18 dan mahasiswa yang lain mendengarkan)

Konteks: Pada pertemuan sebelumnya dosen memberikan tugas kepada mahasiswa untuk mencari KD Bahasa Indonesia SMP dan SMA. Sebelum memulai membahas materi, dosen memeriksa tugas setiap inividu dan kemudian meminta salah satu dari mahasiwa untuk membacakan KD 3.18 kelas 8.

(39) Do :Farid ayo disambung! (41/P3/AKF/26-02/I1)

Ma : (Mahasiswa yang disebutkan namanya maju dan menulis

pada papan tulis sesuai dengan yang diminta oleh dosen)

Konteks: Dosen menyuruh mahasiswa yang disebutkan namanya untuk melanjutkan apa yang ditulis temannya pada papan tulis. (40) Do :Muhamad Arif Maulana tolong tunjukkan kata kuncinya!

(38/P3/AKF/26-02/I1)

Ma :(Mahasiswa yang disebutkan namanya di atas langsung

menyebutkan kata kunci dari cuplikan cerita yang disajikan pada slide.)

Konteks: Dosen menampikan cuplikan cerita pada slide.

(41) Do :Ayo sekarang identifikasikan bahan ajar sesuai materi yang sudah kalian siapkan! (144/P9/TBABSI/01-03/II)

Ma : Oke bu. (Mahasiswa langsung mengerjakan apa yang

disuruh oleh dosen.)

Konteks:Dosen menyuruh mahasiswa untuk mulai mengidentifikasi bahan ajar yang dimiliki.

Tuturan (36) di atas dituturkan oleh dosen yang mengampuh mata kuliah Terampil Membaca. Tuturan (36) dituturkan saat dosen selaku penutur sedang menjelaskan materi terampil membaca dengan menggunakan proyektor dan LCD sebagai media pembelajaran. Sela menjelaskan materi dosen menuturkan, “Ayo

Alliani membantu saya!” kepada salah seorang mahasiswa yang bernama Alliani.

Dilihat dari konteks yang melatarbelakanginya, tuturan tersebut memiliki maksud menyuruh salah seorang mahasiswa yang bernama Alliani untuk membantu dosen membaca materi yang ada pada layar LCD. Setelah mendengar apa yang diperintahkan dosen sebagai penutur kepada mahasiswa sebagai mitra tutur, mahasiswa segera membaca materi yang ada pada layar LCD. Dengan melihat

59

umpan balik dari mitra tutur dapat dikatakan maksud yang ingin disampaikan oleh penutur diterima dengan baik oleh mitra tutur.

Tuturan (37) dituturkan oleh seorang dosen yang mengampuh mata kuliah Telaah Bahan Ajar BSI ketika jam perkuliahan akan berakhir. Dosen selaku penutur memberikan tugas kepada mahasiswa selaku mitra tutur untuk memilih salah satu Kompetensi Dasar (KD) yang akan dikembangkan pada pertemuan minggu depan. Setiap mahasiswa memilih satu KD baik itu mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP atau SMA. Tuturan “Sekarang, masing-masing memilih KD yang

akan dikembangkan minggu depan!” memiliki maksud menyuruh mahasiswa

untuk memilih kompetensi dasar (KD) yang akan mereka kembangkan pada pertemuan minggu depan, sehingga tidak ditemukan adanya pendobelan atau mahasiswa memilih KD yang sama. Setelah mendengarkan tuturan yang dituturkan oleh dosen, mahasiswa segera mengacungkan tangan dan menyebut KD yang dipilih. Dengan begitu mahasiswa yang lain tidak boleh memilih KD yang sama.

Tuturan (38) di atas dituturkan oleh seorang dosen yang mengampuh mata kuliah Telaah Bahan Ajar BSI. Kalimat (38) dituturkan oleh dosen ketika memulai perkuliahan. Pada pertemuan sebelumnya dosen telah memberi tugas kepada mahasiswa untuk mencari KD Bahasa Indonesia SMP dan SMA. Dosen memulai perkuliahan dengan menanyakan tugas serta memeriksa siapa saja yang sudah kerja dengan benar dan belum mengerjakan tugas. Setelah memastikan semua telah mengerjakan tugas, dosen kemudian meminta salah satu mahasiswa untuk membaca KD 3.18 kelas 8. Tuturan “Coba Anda bacakan KD 3.18 kelas

8!” memiliki maksud menyuruh salah seseorang mahasiswa untuk membacakan

KD 3.18 kelas 8 pada pekerjaan yang telah mereka kerjakan.

Tuturan (39) di atas dituturkan oleh dosen yang mengampuh mata kuliah Apresiasi dan Kajian Fiksi. Dosen selaku penutur menjelaskan materi tentang metode dramatis. Metode yang digunakan dalam menafsirkan toko dan penokohan dalam teks cerita fiksi. Setelah menjelaskan materi dan memberikan beberapa contoh kepada mahasiswa, dosen kemudian meminta mahasiswa untuk merangkai tuturan menjadi sebuah cerita fiksi. Setiap mahasiswa yang maju akan menulis satu tuturan, dan diikuti oleh mahasiswa yang lain dengan mengikuti tuturan yang sebelumnya. Antara tuturan yang satu dengan tuturan yang lain harus memiliki kesambungan. Tuturan “Farid ayo disambung!” memiliki maksud menyuruh salah satu mahasiswa semester empat PBSI angkatan 2017 yang bernama Farid untuk maju dan menyambungkan apa yang ditulis temannya pada papan tulis. Tuturan yang ditulis harus memiliki kesinambungan dengan tuturan yang sebelumnya.

Pada tuturan “Muhamad Arif Maulana tolong tunjukkan kata kuncinya!” dosen selaku penutur menjelaskan contoh metode dramatis kepada mahasiswa. Penutur menyuruh seorang mahasiswa yang namanya disebutkan di atas untuk menunjukkan kata kunci dari contoh yang ditampilkan. Maksud dari tuturan (40) di atas adalah menyuruh mahasiswa yang disebutkan namanya dengan menggunakan penanda tolong untuk menunjukkan kata kunci dari contoh yang ditampilkan. Dengan melihat tuturan (40) di atas dapat dikatakan bahwa, dalam menentukan maksud suatu tuturan kita perlu memahami konteks yang

61

melatarbelakangi tuturan itu dituturkan. Apa bila mitra tutur tidak memahami konteks tuturan (40), bisa saja mitra tutur tidak mengindahkan permintaan penutur untuk menunjukkan kata kunci dari contoh yang ditampilkan. Akan tetapi, penutur langsung menunjukkan kata kunci dari contoh yang ditampilkan, hal ini menandakan mitra tutur memahami konteks yang melatarbelakangi tuturan sehingga mampu menangkap maksud dari penutur.

Pada tuturan “Ayo sekarang identifikasikan bahan ajar sesuai materi yang sudah kalian siapkan!” dosen selaku penutur memeriksa tugas yang diminta pada pertemuan sebelumnya yaitu masing-masing memilih kompetensi dasar (KD) dan mencari materi sesuai dengan KD yang dipilih. Setelah memastikan semua sudah memiliki materi, penutur kemudian menyuruh mahasiswa sebagai mitra tutur untuk mengidentifikasi bahan ajar sesuai dengan bahan ajar yang dipilih. Tuturan (41) memiliki maksud menyuruh mahasiswa untuk segera mengidentifikasi bahan ajar sesuai materi yang dipilih.

Berdasarkan paparan di atas, tuturan (36), (37), (38), (39), (40) dan (41) dapat dikatakan sejalan dengan pendapat Yule (2014) yang mengatakan bahwa, maksud adalah analisis tentang apa yang dimaksudkan orang dengan tuturan-tuturannya daripada dengan makna terpisah dari kata atau frasa yang digunakan dalam tuturan itu sendiri. Dalam menafsirkan maksud suatu tuturan diperlukan pemahaman terhadap konteks dan bagaimana konteks itu berpengaruh terhadap apa yang dikatakan. Keselarasan teori Yule (2014) dengan maksud menyuruh yang dituturkan oleh dosen kepada mahasiswa PBSI Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa dapat dilihat dari tuturan berikut: (36) Ayo Alliani membantu saya!

(37) Sekarang, masing-masing memilih KD yang akan dikembangkan minggu depan! (38) Coba Anda bacakan KD 3.18 kelas 8! (39)Farid ayo disambung! (40)Muhamad Arif Maulana tolong tunjukkan kata kuncinya! (41) Ayo sekarang identifikasikan bahan ajar sesuai materi yang sudah kalian siapkan!

Dokumen terkait