bisnis adarO
tinJauan kOrpOrasi
34
5.000 kkal/kg gAR dari dua aset pertambangan, yaitu Adaro Indonesia (AI) dan Balangan Coal (Balangan).
AI merupakan aset pertambangan Adaro yang utama dengan cadangannya yang mencapai 862 Mt dan sumber daya sebesar 4,9 Bt, yang dilapor- kan menurut JORC per akhir 2012. Dipasarkan dengan nama Envirocoal, batubara AI dikenal den- gan kadar sulfur, abu dan nitrogennya yang san- gat rendah.
Karena kedekatan lokasinya dengan AI, batuba- ra SCM memiliki formasi geologi yang sama den- gan Envirocoal, dan dengan demikian juga menik- mati karakteristik yang sama, yaitu kadar polutan yang rendah. Kualitas batubara Adaro yang unik memberikan manfaat ekonomi dan teknis bagi para pelanggan, sehingga memungkinkan Adaro untuk mendapatkan harga yang lebih baik diband- ingkan para pesaing. Di tengah-tengah peningka- tan kekuatiran terhadap lingkungan dan elemen trace, batubara Adaro tetap dapat dipasarkan den- gan baik di China.
Pada bagian kedua dari rantai pasokan, di konsesi AI di Kalimantan Selatan, Adaro mem- pekerjakan empat kontraktor pertambangan dengan kontrak yang meliputi jangka waktu beberapa tahun untuk menangani pengupasan dan pengangkutan lapisan penutup, pengangku- tan batubara, dan aktivitas reklamasi tambang. Salah satu dari keempat kontraktor ini adalah PT Saptaindra Sejati (SIS), yang juga merupakan kontraktor utama SCM. SIS menangani aktivitas pemindahan lapisan penutup dan produksi ba- tubara AI masing-masing sebesar 36% dan 39% pada tahun 2014.
Bagian berikutnya dalam rantai pasokan ba- tubara Adaro meliputi bagian dari wilayah tam- bang sampai Terminal Khusus Batubara Kelanis. Batubara AI maupun SCM ditransportasikan den- gan menggunakan truk double-trailer berkapa- sitas rata-rata 130 ton melalui jalan angkutan milik Adaro yang panjangnya mencapai 80 km, menuju Terminal Khusus Batubara Kelanis di- mana batubara diremukkan dan dimuat ke tong- kang. Rantai pasokan batubara Adaro selanjutnya membujur sepanjang 240 km dari Terminal Khusus Batubara Kelanis di sepanjang Sungai Barito sam-
pai pelabuhan lepas pantai Taboneo di laut Jawa. Di Taboneo, batubara untuk penjualan ekspor dimuat ke kapal pelanggan dengan menggunak- an derek apung atau unit loating transfer unit (FTU), sementara untuk penjualan domestik, pen- gangkutan dengan tongkang dilanjutkan sampai ke lokasi pelanggan. Salah satu kontraktor yang menangani angkutan tongkang dan kapal adalah PT Maritim Barito Perkasa (MBP), yang juga meru- pakan salah satu anak perusahaan Adaro. MBP menangani 54% aktivitas tongkang dan 96% ak- tivitas pemuatan kapal.
Dengan mempekerjakan beberapa kontraktor, Adaro menciptakan dan mendorong medan per- saingan yang adil di antara para kontraktor. Adaro ingin anak-anak perusahaannya untuk menangani sampai 50% output penambangan batubara dan menjadi ukuran untuk produktivitas dan standar keselamatan serta menjadi teladan dalam hal ke- sadaran lingkungan di antara para kontraktor. Sama halnya yang dilakukan terhadap kontrak- tor, jika anak-anak perusahaan berkinerja baik dan memenuhi target yang telah ditetapkan, Adaro akan memberikan penghargaan dengan menga- lokasikan tambahan volume.
Menambahkan anak-anak perusahaan yang beroperasi di dalam rantai pasokan batubara, Adaro juga memiliki beberapa anak perusa- haan yang mendukung operasinya. Di sisi jasa pertambangan, terdapat PT Adaro Eksplorasi Indonesia (AEI), yang berkontribusi dalam bi- dang pengembangan sumber daya dan cadangan, kalkulasi dan pengendalian kualitas batubara, serta perencanaan tambang, dan PT Jasapower Indonesia (JPI) yang merupakan pemilik Out-of- Pit Overburden Crusher and Conveyor (OPCC) yang ada di konsesi AI.
Di sisi logistik, PT Adaro logistics (Al) bertang- gung jawab untuk mengelola dan mengkoordina- sikan seluruh aktivitas logistik. Di bawah naungan Al, terdapat MBP dan PT Indonesia Bulk Terminal (IBT), yang mengoperasikan pelabuhan darat di Pulau laut Selatan, sebuah pulau yang terletak di sebelah tenggara Kalimantan; PT Sarana Daya Mandiri (SDM), yang beroperasi sebagai kontrak- tor pengerukan dan pemeliharaan alur Sungai Barito supaya tongkang dapat melaluinya dengan
35
t
s
O
w
berguna
ek
s
t
ern
a
l
Merugikan
inte
r
n
a
l
Kekuatan
• Model bisnis Adaro yang kokoh dan terintegrasi
vertikal dari tambang sampai pembangkit listrik menghasilkan operasi yang efisien.
• Memiliki produk unik yang meliputi batubara sub-
bituminus dengan nilai kalori rendah sampai sedang dan karakteristik kadar polutan yang sangat rendah.
• Merupakan produsen berbiaya rendah dengan
rekam jejak pertumbuhan produksi.
• Memiliki basis sumber daya dan cadangan yang besar. • Memiliki kontrak tonase jangka panjang dengan
perusahaan-perusahaan papan atas dengan latar belakang yang berbeda-beda.
• Memiliki kekuatan keuangan serta dukungan
pemegang saham dan tim manajemen yang solid.
Kelemahan
• Lokasi operasi Adaro terletak di daerah terpencil
yang jauh dari jalur transportasi laut.
• Pertambangan batubara merupakan bisnis
jangka panjang yang berisiko tinggi dengan pengembalian investasi yang memerlukan waktu yang lama.
• Pengembangan tambang bersifat padat modal
dan memerlukan keahlian khusus.
Peluang
• Permintaan listrik domestik yang tinggi serta
peraturan baru yang kondusif proyek-proyek ketenagalistrikan mendukung ekspansi Adaro ke sektor ketenagalistrikan.
• Pertumbuhan ekonomi wilayah Asia Pasiik akan
meningkatkan permintaan energi.
• Teknologi boiler baru memperluas penggunaan
batubara sub-bituminus.
• Pengetatan standar lingkungan mendukung
karakteristik Envirocoal yang memiliki kandungan polutan sangat rendah.
• Kelangkaan batubara peringkat tinggi
mengakibatkan perubahan struktural dalam industri batubara.
Ancaman
• Bisnis pertambangan batubara merupakan bisnis
yang fluktuatif dan dipengaruhi siklus.
• Sumber energi alternatif menjadi pesaing sebagai
pemasok untuk sektor ketenagalistrikan.
• Ketidakpastian regulasi di pasar domestik dan ekspor. • Ada kekuatiran yang semakin berkembang
terhadap dampak lingkungan emisi karbon.
• Pengembangan di China, India, Australia dan
Mongolia memungkinkan adanya tambahan pasokan batubara.
• Penurunan ekonomi global dapat menurunkan
permintaan batubara.
Analisa Bisnis Adaro
aman; dan PT Puradika Bongkar Muat Makmur (PBMM), yang menyediakan jasa bongkar muat (stevedoring) dan mengelola kapal pelanggan yang keluar masuk pelabuhan Taboneo.
Adaro juga memiliki segmen pemasaran dan perdagangan, dimana anak perusahaannya, yak- ni Coaltrade Services International Pte ltd (CTI) menjalankan kegiatan perdagangan batubara pi-
hak ketiga baik dengan pelanggan yang ada mau- pun aktif mencari pelanggan baru.
Bagian akhir rantai pasokan Adaro adalah bis- nis di sektor ketenagalistrikan. PT Adaro Power (AP), yang dimiliki sepenuhnya oleh Adaro, terus mengalami kemajuan yang baik dalam pengem- bangan pembangkit listrik berbahan bakar batuba- ra di Indonesia.
bisnis adarO
tinJauan kOrpOrasi
36
1982
pt adaro Indonesia mendapatkan perjanjian Karya pengusahaan pertambangan Batubara (pKp2B) dari pemerintah Indonesia yang berlaku sampai tahun 2022.
1991
adaro Indonesia mendapatkan nama dagang Envirocoal karena kadar abu dan sulfur yang sangat rendah, serta kadar nitrogen yang rendah.