Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha industri bubur kertas (pulp), kertas, dan kertas kemasan (packaging) secara terpadu. Kegiatan usaha Perseroan dimulai dari pengolahan kayu hingga menghasilkan pulp dan kertas serta pengolahan kertas bekas hingga menjadi kertas industri, duplex, dan ivory board. Hasil produksi pulp digunakan sebagai bahan baku pokok untuk kertas budaya dan bahan baku pelengkap kertas industri. Saat ini, Perseroan memiliki fasilitas produksi di Perawang - Provinsi Riau dan di Serang serta Tangerang - Provinsi Banten.
Pendapatan Perseroan terutama diperoleh dari penjualan produk pulp (40%), kertas (29%), dan kertas kemasan (packaging) (31%). Pada tahun 2009, Perseroan mengekspor sekitar 54% produknya, terutama ke negara-negara di Asia, Timur Tengah, Eropa, Amerika, Australia serta Afrika dan sisanya sebesar 46% untuk memenuhi permintaan pasar domestik.
Kinerja Perseroan sensitif terhadap fluktuasi harga pulp dan kertas di pasaran dunia, yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran di tingkat regional dan internasional. Saat ini, konsumsi pulp dan kertas di Asia masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan Eropa maupun Amerika. Dengan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia yang cukup baik ditambah laju pertumbuhan populasi yang tinggi, Perseroan memperkirakan permintaan dan harga produk Perseroan akan terus meningkat.
Berikut adalah tinjauan kinerja operasional konsolidasi dan kondisi keuangan Perseroan pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008:
Penjualan Bersih Konsolidasi
Penjualan terdiri dari penjualan pulp, kertas, kertas kemasan dan produk lainnya. Penjualan bersih konsolidasi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebesar US$1.773,4 juta, menurun 22,1% dibandingkan dengan tahun 2008 sebesar US$2.277,0 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan volume penjualan dan harga jual produk Perseroan.
The Company is an integrated producer of pulp, paper and packaging products. The Company’s business activity begins from wood processing to pulp and paper as well as processing of waste paper to industry paper, duplex and ivory board. The pulp is used as raw material for paper and as indirect raw material for industry paper. Currently, the Company has production facilities in Perawang – Riau Province, Serang and Tangerang – Banten Province.
The Revenue of the Company is mainly generated from the sales of pulp (40%), paper (29%) and packaging (31%). In 2009, the Company has exported approximately 54% of its products, mainly to countries in Asia, the Middle East, Europe, USA, Australia, and Africa and the remainders were 46% to meet the local market demand.
The Company’s performance is highly affected by the fluctuations in world prices of pulp and paper which are affected by the regional and international demand and supply. Currently, pulp and paper consumption in Asia region is much lower compares to consumption in Europe and USA. With a better economic growth and rapid population growth in Asia region, the Company predicts that the demand and price of the Company’s products will continue to increase.
The following are the Company’s consolidated operational review and financial condition in 2009 compared to 2008:
Consolidated Net Sales
Company’s sales are derived from sales of pulp, paper, packaging and other products. The consolidated net sales of the Company for the year ended December 31, 2009, were US$1,773.4 million, a decrease of 22.1% compared to the consolidated net sales of US$2,277.0 million in 2008. This was mainly due to a decrease in the volume and selling price of the Company’s products.
Management Discussions and Analysis
Pembahasan dan Analisa Manajemen
Beban Pokok Penjualan
Beban pokok penjualan terdiri dari biaya bahan baku, bahan penolong, biaya tenaga kerja, dan biaya tidak langsung lainnya. Biaya bahan baku, terutama terdiri dari kayu, pulp dan kertas bekas. Biaya tidak langsung lainnya, terutama terdiri dari biaya kemasan, biaya reparasi dan pemeliharaan, penyusutan aset tetap, biaya energi, biaya transportasi, biaya listrik dan air. Beban pokok penjualan tahun 2009 menurun sebesar 9,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hal ini terutama disebabkan oleh adanya penurunan volume penjualan pulp.
Laba Kotor Konsolidasi
Laba kotor konsolidasi Perseroan mengalami penurunan dari US$506,7 juta pada tahun 2008 menjadi US$175,5 juta pada tahun 2009 atau mengalami penurunan sebesar 65,4%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan penjualan bersih Perseroan yang lebih tinggi dibandingkan beban pokok penjualan. Margin laba kotor konsolidasi menurun dari 22,3% menjadi 9,9 % pada tahun 2009.
Beban Usaha
Beban usaha terdiri dari beban penjualan dan beban administrasi dan umum. Beban penjualan, terutama terdiri dari beban pengangkutan, beban ekspor, beban kantor, dan gaji. Beban administrasi dan umum, terutama terdiri dari jasa profesional, beban gaji, beban kantor, dan beban penyusutan aset tetap. Beban usaha mengalami penurunan sebesar 15,0% dibandingkan tahun 2008.
Laba (Rugi) Usaha Konsolidasi
Pada tahun 2008 Perseroan memperoleh laba usaha konsolidasi sebesar US$295,0 juta sedangkan pada tahun 2009, Perseroan mengalami rugi usaha konsolidasi sebesar US$4,4 juta.
Beban Lain-lain
Beban lain-lain pada tahun 2009 mengalami kenaikan sebesar 22,1% dibanding tahun 2008. Hal ini terutama karena meningkatnya kerugian selisih kurs pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kerugian selisih kurs disebabkan oleh melemahnya mata uang Dolar Amerika Serikat terhadap mata uang lainnya.
Cost of Goods Sold
Cost of goods sold consists of raw material, indirect material costs, labor expenses and overhead expenses. Raw material costs consist of wood, pulp and waste paper. Overhead expenses mainly consist of packaging, repairs and maintenance expenses, depreciation of fixed assets, energy expenses, transportation expenses, water and electricity expenses. In 2009, the Company’s cost of goods sold decrease by 9.7% compared to previous year. This was mainly due to a decrease in sales volume of pulp.
Consolidated Gross Profit
The consolidated gross profit of the Company decreased from US$506.7 million in 2008 to US$175.5 million in 2009, a decrease of 65.4%. This was mainly due to the decrease in Company’s net sales was higher than the decrease in Company’s cost of goods sold. The consolidated gross profit margin also decreased from 22.3% to 9.9% in 2009.
Operating Expenses
Operating expenses consist of selling expenses and general and administrative expenses. Selling expenses mainly consist of freight expense, export expenses, office and salaries expenses. General and administrative expenses mainly consist of professional fees, salaries, office expenses and depreciation of fixed assets. Operating expenses decreased by 15.0% compared to previous year.
Consolidated Operating Income (Losses)
The Company recorded consolidated operating income of US$295.0 million in 2008 comparing with consolidated operating losses of US$4.4 million in 2009.
Other Expenses
Other expenses increased by 22.1% in 2009 compared to previous year. This was mainly because there was an increase in loss on foreign exchange in 2009 compared to previous year. Loss on foreign exchange was caused by the weakness in US Dollar currency against other currencies.
Management Discussions and Analysis
Pembahasan dan Analisa Manajemen
Laba (Rugi) Bersih Konsolidasi
Perseroan mengalami rugi bersih konsolidasi sebesar US$158,5 juta pada tahun 2009 dibandingkan tahun 2008 yang memperoleh laba bersih konsolidasi sebesar US$202,4 juta. Hal ini sejalan dengan penurunan laba usaha dan juga karena peningkatan beban lain-lain pada tahun 2009.
Jumlah Aset dan Jumlah Ekuitas
Pada tanggal 31 Desember 2009, jumlah aset konsolidasi Perseroan tercatat sebesar US$5.813,5 juta, turun 2,6% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$5.968,0 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya penurunan aset tetap, persediaan serta uang muka dan biaya dibayar dimuka.
Jumlah Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebesar US$1.991,8 juta, turun 7,4% dibandingkan tahun sebelumnya US$2.150,3 juta. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya defisit sebesar US$158,5 juta yang sejalan dengan kerugian bersih pada tahun 2009.
Likuiditas
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban lancar, yang tercermin dalam rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar perusahaan. Tingkat likuiditas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar 88,4% dan 120,5%. Penurunan likuiditas terutama disebabkan adanya peningkatan pinjaman jangka pendek dan kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun pada tahun 2009.
Solvabilitas
Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya, yang dihitung dari rasio jumlah seluruh kewajiban perusahaan, masing-masing terhadap jumlah aset dan terhadap ekuitas. Rasio seluruh kewajiban terhadap jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar 65,7% dan 64,0%, sedangkan rasio seluruh kewajiban terhadap ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal tersebut masing-masing sebesar 192,0% dan 177,5%. Tidak terdapat
Consolidated Net Income (Losses)
The Company recorded consolidated net losses of US$158.5 million in 2009 comparing with consolidated net income of US$202.4 million in 2008. This was mainly because there was a decrease in consolidated operating income and increase in other expenses in 2009.
Total Assets and Total Equity
The consolidated assets of the Company decreased from US$5,968.0 million in 2008 to US$5,813.5 million in 2009, a decrease of 2.6%. This was mainly because there was a decrease in fixed assets, inventories, advances and prepaid expenses.
As of December 31, 2009, total equity decreased by 7.4% from US$2,150.3 million to US$1,991.8 million. This was due to an increase in deficit of US$158,5 million in line with net losses recorded in 2009.
Liquidity
Liquidity is the Company’s ability to fulfill its current liabilities, which is reflected by the Company’s current ratio. The Company’s level of liquidity as of December 31, 2009 and 2008 was 88,4% and 120.5% respectively. The decreasing in liquidity was mainly due to an increase in short-term loans and current maturities of long term debt in 2009.
Solvability
Solvability is the Company’s ability to accomplish all of its liabilities, which is measured by the debt to assets ratio and debt to equity ratio. The debt to assets ratio of the Company as of December 31, 2009 and 2008 was 65.7% and 64.0%, respectively. The debt to equity ratio in 2009 and 2008 was 192.0% and 177.5%, respectively. There were no significant changes on solvability level in 2009 compared to 2008.
Imbal Hasil Investasi
Imbal Hasil Investasi adalah kemampuan aset produktif perusahaan untuk menghasilkan laba bersih, yang dihitung dari laba bersih dibagi dengan jumlah aset perusahaan. Imbal Hasil Investasi Perseroan pada tahun 2009 sebesar -2,7%, sedangkan pada tahun 2008 sebesar 3,4%. Penurunan Imbal Hasil Investasi ini disebabkan karena adanya kerugian bersih pada tahun 2009 dibandingkan pada tahun 2008 yang mencatatkan laba bersih, sedangkan jumlah aset tidak mengalami kenaikan yang signifikan.
Imbal Hasil Ekuitas
Imbal Hasil Ekuitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih, yang dihitung dari laba bersih dibagi dengan ekuitas. Imbal Hasil Ekuitas Perseroan pada tahun 2009 sebesar -8,0%, sedangkan pada tahun 2008 sebesar 9,4%. Penurunan Imbal Hasil Ekuitas pada tahun 2009 disebabkan karena adanya kerugian bersih pada tahun 2009 dibandingkan pada tahun 2008 yang mencatatkan laba bersih. Tidak terdapat perubahan komponen ekuitas lainnya, kecuali perubahan pada saldo laba.
Return on Investment
Return on Investment is the Company’s ability to produce assets to generate net income, which is measured by dividing the net income to total assets of the Company. The Company’s Return on Investment was -2.7% in 2009 and 3.4% in 2008. The decreased in Return on Investment in 2009 due to the net losses in 2009 compared to net income in 2008 whereas, there was no significant changes in total assets.
Return on Equity
Return on Equity is the Company’s ability to generate a net income, which is calculated from net income to total equity. The Company’s Return on Equity was -8.0% in 2008 and 9.4% in 2009. The decreased in Return on Equity in 2009 was due to the net losses in 2009 compared to net income in 2008. There were no changes found in other equity component except the changes in retained earning.