• Tidak ada hasil yang ditemukan

Management Discussions and AnalysisPembahasan dan Analisa Manajement

Dalam dokumen Sustainable Operation (Halaman 29-33)

Perseroan bergerak dalam bidang usaha industri bubur kertas

(pulp), tissue dan kertas. Saat ini, Perseroan memiliki fasilitas

produksi di Desa Tebing Tinggi, Tungkal Ulu, Propinsi Jambi. Total kapasitas produksi Perseroan adalah pulp sebesar 1.020.800 ton per tahun dan tissue 60.000 ton per tahun.

Pendapatan Perseroan terutama diperoleh dari penjualan produk pulp dan tissue baik domestik (78%) maupun ekspor (22%). Pasar ekspor Perseroan terutama ke negara-negara di Asia, Timur Tengah, Australia, dan Amerika.

Kinerja Perseroan sensitif terhadap fluktuasi harga pulp yang berlaku di pasaran dunia yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran di tingkat regional dan internasional. Dengan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia yang cukup baik, Perseroan berharap permintaan atas produk Perseroan dan harga produk Perseroan dapat meningkat.

Berikut adalah tinjauan kinerja operasional konsolidasi dan kondisi keuangan Perseroan pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008:

Penjualan Bersih Konsolidasi

Penjualan terdiri dari penjualan pulp dan tissue. Penjualan bersih konsolidasi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebesar US$339,3 juta, turun sebesar 10,2% dibandingkan dengan tahun 2008 sebesar US$378,0 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penuruan harga jual produk Perseroan, baik pulp maupun

tissue.

Beban Pokok Penjualan

Beban pokok penjualan terdiri dari biaya bahan baku, bahan penolong, biaya tenaga kerja dan biaya tidak langsung lainnya. Biaya bahan baku terutama terdiri dari kayu. Biaya tidak langsung lainnya terutama terdiri dari biaya kemasan, biaya

The core business of the Company is pulp, tissue and paper manufacturing. Currently, the Company has production facilities in Desa Tebing Tinggi, Tungkal Ulu, Jambi province. The total annual production capacity of the Company in 2008 was 1,020,800 tons for pulp and 60,000 tons for tissue.

The Revenue of the Company is mainly generated from the local (75%) and exports (25%) sales of pulp and tissue. The Company exports its products to countries such as Asia, Middle East, America and Australia.

The Company’s performance is highly affected by the fluctuations in world prices of pulp which are affected by the regional and international demand and supply. With a better economic growth and rapid population growth in Asia region, the Company predicts that the demand and price of the Company’s products will continue to increase.

The following are the Company’s consolidated operational review and financial condition in 2009 compared to 2008:

Consolidated Net Sales

Company’s sales are derived from sales of pulp and tissue. The consolidated net sales of the Company for the year ended December 31, 2009, were US$339.3 million, a decrease of 10.2 % compared to the consolidated net sales of US$378.0 million in 2008. This was mainly due to a decrease in the selling price of pulp and tissue.

Cost of Goods Sold

Cost of goods sold consists of raw material, indirect material costs, labor expenses, and overhead expenses. Raw material cost consists of wood. Overhead expenses mainly consist of packaging, repairs and maintenance expenses, depreciation

Management Discussions and Analysis

Pembahasan dan Analisa Manajement

Laba Kotor Konsolidasi

Laba kotor konsolidasi Perseroan mengalami penurunan dari US$39,7 juta pada tahun 2008 menjadi US$0,2 juta pada tahun 2009 atau mengalami penurunan sebesar 99,5%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya penjualan bersih Perseroan karena penurunan harga. Margin laba kotor konsolidasi mengalami penurunan dari 10,5% pada tahun 2008 menjadi hanya 0,1% pada tahun 2009.

Beban Usaha

Beban usaha terdiri dari beban penjualan dan beban administrasi dan umum. Beban penjualan terutama terdiri dari beban pengangkutan dan beban ekspor, komisi dan klaim dan beban penyusutan aset tetap. Beban administrasi dan umum terutama terdiri dari beban jasa profesional, beban gaji dan beban penyusutan aset tetap. Beban usaha mengalami penurunan sebesar 10,6% dibandingkan tahun 2008. Hal ini terutama karena adanya penurunan beban pengangkutan dan ekspor serta beban komisi dan klaim.

Rugi Usaha Konsolidasi

Rugi Usaha Konsolidasi Perseroan meningkat dari US$2,8 juta pada tahun 2008 menjadi USS37,8 juta pada tahun 2009, terutama disebabkan oleh adanya penurunan laba kotor.

Consolidated Gross Profit

The consolidated gross profit of the Company decreased from US$39.7 million in 2008 to US$0.2 million in 2009, a decrease of 99.5%. This was mainly due to a decrease in the selling price of Company’s sales. The consolidated gross profit margin decreased from 10.5% in 2008 to 0.1% in 2009.

Operating Expenses

Operating expenses consist of selling expenses and general and administrative expenses. Selling expenses mainly consist of freight expense, export expenses, depreciation of fixed assets and salaries. General and administrative expenses mainly consist of professional fees, salaries and depreciation of fixed assets. Operating expenses decreased by 10.6% compared to previous year. This was mainly due to a decrease in freight expense and export expense, commission and claim expense.

Consolidated Operating Loss

The consolidated operating loss of the Company increased from US$2.8 million in 2008 to US$37.8 million in 2009. This was mainly due to a decrease in gross profit.

Management Discussions and Analysis

Pembahasan dan Analisa Manajement

Pendapatan (Beban) Lain-lain

Pada tahun 2008, Perseroan memperoleh pendapatan lain-lain sebesar US$16,4 juta dibanding tahun 2009 yang mengakui adanya beban lain-lain sebesar US$45,0 juta, hal ini terutama karena pada tahun 2009, Perseroan mengalami kerugian selisih kurs sebesar US$32,5 juta dibandingkan dengan laba selisih kurs sebesar US$29,7 juta pada tahun 2008. Laba atau Rugi selisih kurs disebabkan oleh menguat atau melemahnya mata uang Dolar Amerika Serikat terhadap mata uang lainnya.

Laba (rugi) Bersih Konsolidasi

Perseroan mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar US$18,5 juta pada tahun 2008 sedangkan pada tahun 2009 mencatatkan rugi bersih konsolidasi sebesar US$86.7 juta. Hal ini terutama disebabkan adanya peningkatan rugi usaha dan pengaruh rugi selisih kurs sebesar US$32,5juta pada tahun 2009.

Jumlah Aset dan Jumlah Ekuitas

Pada tanggal 31 Desember 2009, jumlah aset konsolidasi Perseroan tercatat sebesar US$1.047,7 juta, menurun sebesar 6,0% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$1.114,9 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada piutang usaha dan aset tetap.

Jumlah Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebesar US$319,9 juta turun sebesar 18,1% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$390,8 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh Perseroan mengalami defisit sebesar US$61,4 juta dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan laba ditahan sebesar US$25,3 juta, sedangkan modal disetor mengalami peningkatan menjadi US$% 381,2 juta pada tahun 2009 dibanding tahun 2008 sebesar US$365,4 juta.

Likuiditas

Other Income (Expenses)

The Company recorded other expenses of US$45.0 million in 2009 compared to other income of US$16.4 million in 2008. This was mainly because there was a loss on foreign exchange of US$32.5 million in 2009 compared to a gain on foreign exchange of US$29.7 million in 2008. Gain or Loss on foreign exchange was caused by the strength or weakness in US Dollar currency against other currencies.

Consolidated Net Income (Loss)

The Company recorded consolidated net income of US$18.5 million in 2008 comparing with net loss of US$86.7 million in 2009. This was mainly due to an increase in operating loss and the impact of the losses US$32.5 million on foreign exchange in 2009.

Total Assets and Total Equity

The consolidated assets of the Company decreased from US$1,114.9 million in 2008 to US$1,047.7 million in 2009, a decrease of 6.0%. This was mainly because there was a decrease in trade receivables and fixed assets.

As of December 31, 2009, total equity decreased by 18.1% from US$390.8 million in 2008 to US$319.9 million in 2009. This was caused by a deficit of US$61.4 million in 2009 compared to retained earnings of US$25.3 million in 2008, whereas there was an increase in paid in capital from US$ 365.4 million in 2008 to US$381.2 million in 2009.

Management Discussions and Analysis

Pembahasan dan Analisa Manajement

Solvabilitas

Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya, yang dihitung dari rasio jumlah seluruh kewajiban perusahaan terhadap jumlah aset dan terhadap ekuitas. Rasio seluruh kewajiban terhadap jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar 69,5% dan 64,9% sedangkan rasio seluruh kewajiban terhadap ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal tersebut masing-masing adalah sebesar 227,5% dan 185,3%. Kenaikan tingkat solvabilitas ekuitas pada tahun 2009 terutama disebabkan adanya turunnya jumlah ekuitas pada tahun 2009.

Imbal Hasil Investasi

Imbal Hasil Investasi adalah kemampuan aset produktif perusahaan untuk menghasilkan laba bersih, yang dihitung dari laba bersih dibagi dengan jumlah aset perusahaan. Imbal Hasil Investasi Perseroan pada tahun 2009 adalah sebesar -8,3%, sedangkan pada tahun 2008 adalah sebesar 1,7%. Penurunan Imbal Hasil Investasi pada tahun 2009 disebabkan oleh adanya kerugian bersih pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008 yang mencatatkan laba bersih.

Imbal Hasil Ekuitas

Imbal Hasil Ekuitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih, yang dihitung dari laba bersih dibagi dengan ekuitas. Imbal Hasil Ekuitas Perseroan pada tahun 2009 adalah sebesar -27,1%, sedangkan pada tahun 2008 adalah sebesar 4,8%. Penurunan Imbal Hasil Ekuitas pada tahun 2009 disebabkan oleh adanya kerugian bersih pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008 yang mencatatkan laba bersih.

Solvability

Solvability is the Company’s ability to accomplish all of its liabilities, which is measured by the debt to assets ratio and debt to equity ratio. The debt to assets ratio of the Company as of December 31, 2009 and 2008 was 69.5% and 64.9%, respectively. The debt to equity ratio in 2009 and 2008 was 227.5% and 185.3%, respectively. The increased of solvability’s level in 2009 was due to the decrease in total equity in 2009.

Return on Investment

Return on Investment is the Company’s ability to use assets to generate net income, which is measured by dividing the net income to total assets of the Company. The Company’s Return on Investment was -8.3% in 2009 and 1.7% in 2008. The decreased of Return on Investment in 2009 was because of the net loss in 2009 compared to net income in 2008.

Return on Equity

Return on Equity is the Company’s ability to generate a net income, which is calculated from net income to total equity. The Company’s Return on Equity was -27.1% in 2009 and 4.8% in 2008. The decreased of Return on Equity in 2009 was due to higher net loss in 2009 compared to net income in 2008.

Good Corporate Governance

Dalam dokumen Sustainable Operation (Halaman 29-33)

Dokumen terkait