Consolidat ed financial stat ement s as of December 31, 2016 and for the year t hen ended with independent audit ors’ report
DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
3. MANAGEMENT’S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
a. Pertimbangan (lanjutan) a. Judgments (continued)
• Pengelompokan Aset Keuangan dan
Liabilitas Keuangan
• Classification of Financial Assets and
Financial Liabilities
Kelompok Usaha menetapkan
pengelompokan aset dan liabilitas tertentu
sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan pertimbangan bila definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 55 (Revisi 2014) terpenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui
sesuai dengan kebijakan akuntansi
Kelompok Usaha seperti yang diungkapkan pada Catatan 2p.
The Group determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK No. 55 (Revised 2014). Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Group’s accounting policies disclosed in Note 2p.
• Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Usaha
-Evaluasi Individual
• Allowance for Impairment of Trade
Receivables - Individual Assessments Kelompok Usaha mengevaluasi pelanggan
tertentu yang menurut informasi pelanggan tersebut tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya.
The Group evaluates specific accounts on
which it has information that the
customers are unable to meet their financial obligations.
Dalam kondisi ini, Kelompok Usaha
mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan
dengan pelanggan dan status kredit
pelanggan berdasarkan catatan kredit pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui,
untuk mencatat provisi spesifik atas
pelanggan terhadap jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Kelompok Usaha.
In these cases, the Group uses judgment,
based on available facts and
circumstances, including but not limited to, the length of its relationship with the customers and the customers’ current credit status based on any available third-party credit reports and known market factors, to record specific provisions for customers against amounts due to reduce the Group’s receivable amounts that it expects to collect.
Pencadangan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi
yang diterima mempengaruhi jumlah
penyisihan untuk penurunan nilai piutang usaha. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 2p.
These specific provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amounts of the
allowance for impairment of trade
receivables. Further details are disclosed in Note 2p.
PT PELAYARAN TEMPURAN EMAS Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2016 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PELAYARAN TEMPURAN EMAS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2016 and for the Year Then Ended
(Expressed in rupiah, unless otherwise stated)
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)
3. MANAGEMENT’S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued) b. Estimasi dan asumsi b. Estimates and assumptions
Asumsi utama terkait masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi
penyesuaian yang material terhadap nilai
tercatat aset dan liabilitas untuk tahun
berikutnya diungkapkan di bawah ini.
The key assumptions concerning the future
and other key sources of estimation
uncertainty at the reporting date that have a
significant risk of causing a material
adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year are disclosed below.
Kelompok Usaha mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun.
Situasi saat ini dan asumsi mengenai
perkembangan di masa depan dapat berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Kelompok Usaha. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
The Group based its assumptions and estimates on parameters available when the
consolidated financial statements were
prepared. Existing circumstances and
assumptions about future developments may
change due to market changes or
circumstances arising beyond the control of the Group. Such changes are reflected in the assumptions when they occur.
• Imbalan Kerja • Employee Benefits
Beban dari program pensiun dan nilai kini dari kewajiban pensiun ditentukan dengan
menggunakan metode projected-unit-credit.
Penilaian aktuaris termasuk membuat
variasi asumsi yang terdiri dari, antara lain, tingkat diskonto, tingkat pengembalian dana pensiun yang diharapkan, tingkat kenaikan
kompensasi dan tingkat kematian.
Dikarenakan kompleksitas dari penilaian dan
dasar asumsinya dan periode jangka
panjang, kewajiban manfaat pasti sangat sensitif terhadap perubahan asumsi.
The pension cost and the present value of the pension obligation are determined using the projected-unit-credit method.
Actuarial valuation includes making
various assumptions which consist of,
among other things, discount rates,
expected rates of return on plan assets, rates of compensation increases and mortality rates. Due to the complexity of
the valuation and its underlying
assumptions and long-term nature, a
defined benefit obligation is highly
sensitive to changes in assumptions. Sementara Kelompok Usaha berkeyakinan
bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha
dapat mempengaruhi secara material
estimasi liabilitas imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 22.
While the Group believes that its
assumptions are reasonable and
appropriate, significant differences in the
Group’s actual results or significant
changes in the Group’s assumptions may materially affect its estimated employee
benefits liability and net employee
benefits expense. Further details are disclosed in Note 22.
• Penyusutan Aset Tetap • Depreciation of Fixed Assets
Aset tetap disusutkan selama masa manfaat
ekonomisnya. Dalam menyusutkan aset
tetapnya, Kelompok Usaha menggunakan metode garis lurus dan metode saldo menurun-ganda.
Fixed assets are depreciated over their estimated useful lives. In depreciating its fixed assets, the Group uses the straight-line method and the double-declining method.
PT PELAYARAN TEMPURAN EMAS Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2016 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PELAYARAN TEMPURAN EMAS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2016 and for the Year Then Ended
(Expressed in rupiah, unless otherwise stated)
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)
3. MANAGEMENT’S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued) b. Estimasi dan asumsi (lanjutan) b. Estimates and assumptions (continued)
• Penyusutan Aset Tetap (lanjutan) • Depreciation of Fixed Assets (continued)
Manajemen mengestimasi masa manfaat
ekonomis aset tetap antara
3 tahun sampai dengan 20 tahun. Ini adalah masa manfaat yang secara umum
diharapkan diterapkan dalam industri
dimana Kelompok Usaha menjalankan
bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian
dan perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset dan, karenanya, biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 11.
Management estimates the useful lives of the fixed assets to be within 3 to 20 years. These are common life expectancies applied in the industry where the Group conducts its business. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual values of
these assets and, therefore, future
depreciation charges could be revised. Further details are disclosed in Note 11.
• Pajak Penghasilan • Income Tax
Estimasi signifikan dilakukan dalam
menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan
berdasarkan estimasi apakah akan
terdapat tambahan pajak penghasilan
badan.
Significant estimation is involved in
determining provision for corporate
income tax. There are certain transactions and computation for which the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business. The Group
recognizes liabilities for expected
corporate income tax issues based on estimates of whether additional corporate income tax will be due.
• Penyisihan Persediaan Usang • Allowance for Obsolescence of Inventories
Penyisihan persediaan usang, jika ada, diestimasi berdasarkan fakta dan situasi
yang tersedia, termasuk namun tidak
terbatas pada, kondisi fisik persediaan
tersebut. Kelompok Usaha memiliki
pengalaman dalam mengevaluasi
persediaan dengan mempertimbangkan
kegunaan dari persediaan tersebut.
Kelompok Usaha, mengevaluasi dan
menilai kondisi persediaan pada setiap tanggal pelaporan.
Allowance for obsolescence of inventories, if any, is estimated based on available facts and circumstances, including but not limited to, the inventories’ own physical condition. The Group has experience in evaluating its inventories by considering the usage of the inventories. The Group evaluates and assesses the inventories’ condition at each reporting date.
DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2016 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam rupiah, kecuali dinyatakan lain)
AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2016 and for the Year Then Ended
(Expressed in rupiah, unless otherwise stated)
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)
3. MANAGEMENT’S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued) b. Estimasi dan asumsi (lanjutan) b. Estimates and assumptions (continued)
• Estimasi Cadangan untuk Kerugian
Penurunan Nilai atas Piutang Usaha
• Estimating Allowance for Impairment Loss
on Trade Receivables Bila Kelompok Usaha memutuskan bahwa
tidak terdapat bukti objektif atas penurunan nilai pada evaluasi individual atas piutang usaha, baik yang nilainya signifikan atau tidak, Kelompok Usaha menyertakannya dalam kelompok piutang usaha dengan karakteristiknya risiko kredit yang serupa
dan melakukan evaluasi kolektif atas
penurunan nilai. Karakteristik yang dipilih mempengaruhi estimasi arus kas masa
depan atas kelompok piutang usaha
tersebut karena merupakan indikasi bagi kemampuan pelanggan untuk melunasi jumlah terutang.
If the Group determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed trade receivable, whether significant or not, it includes the trade receivable in a group of financial
assets with similar credit risk
characteristics and collectively assesses them for impairment. The characteristics chosen are relevant to the estimation of future cash flow for groups of such trade receivables by being indicative of the customers’ ability to pay all amounts due.
Arus kas masa depan pada kelompok piutang usaha yang dievaluasi secara kolektif untuk penurunan nilai diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian historis bagi piutang usaha dengan karakteristik risiko kredit yang serupa dengan piutang usaha pada kelompok tersebut.
Future cash flows in a group of trade receivables that are collectively evaluated for impairment are estimated on the basis of historical loss experience for the trade receivables with credit risk characteristics similar to those in the group.
• Penyisihan atas Penurunan Nilai Aset
Non-keuangan
• Allowance for Impairment of Non-financial
Asset Penurunan nilai aset non-keuangan ada
jika terdapat indikasi ketika nilai tercatat suatu aset atau unit penghasil kas melebihi nilai terpulihkannya, yang merupakan nilai tertinggi dari nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai.
Impairment of non-financial asset exists if there is an indication that the carrying value of the asset or its cash-generating unit exceeds its recoverable amount, which is the higher of its fair value less costs to sell and its value in use.
Manajemen melakukan estimasi atas nilai terpulihkan aset dengan menghitung nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual
berdasarkan data yang tersedia dari
transaksi penjualan yang mengikat dan
bersifat arm’s length untuk aset yang
sejenis atau harga pasar yang tersedia dikurangi tambahan biaya yang diperlukan untuk melepas aset tersebut.
Management estimates the asset’s
recoverable amount from a calculation of its fair value less costs to sell based on
available data from binding sales
transactions in arm’s length transactions of similar assets or observable market price, less incremental costs for disposing of the asset.
Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Pada model ini, nilai yang terpulihkan sangat
sensitif terhadap tarif diskonto yang
digunakan, termasuk juga arus kas masuk
dimasa yang akan datang dan tarif
pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.
The value in use calculation is based on the discounted cash flow model. The recoverable amount is most sensitive to the discount rate used for the expected future cash inflows and the growth rate used for extrapolation purposes.
DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2016 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam rupiah, kecuali dinyatakan lain)
AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2016 and for the Year Then Ended
(Expressed in rupiah, unless otherwise stated)