BAB VII: Supervisi Pendidikan
C. Fungsi Supervisi Pendidikan
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Sasaran yang ingin dicapai dari pelaksanaan supervisi pendidikan guru dapat melaksanakan tanggung jawabnya “belajar dan mengajar” dengan baik, kinerja baik dan profesional.
Secara lebih tegas dapat disimpulkan bahwa sasaran supervisi terbagi menjadi tiga bagian:
a. Supervisi akademik, yang menitikberatkan pengamatan supervisor pada masalah-masalah akademik, yaitu hal-hal yang langsung berada dalam lingkungan kegiatan pembelajaran pada waktu siswa sedang dalam proses mempelajari sesuatu.
b. Supervisi administrasi, yang menitikberatkan pengamatan supervisor pada aspek-aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung danpelancar terlaksananya pembelajaran.
c. Supervisi lembaga, yang menebarkan atau menyebarkan objek pengamatan supervisor pada aspek-aspek yang berada di seluruh sekolah. Jika supervisi akademik dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran maka supervisi lembaga dimaksudkan untuk meningkatkan nama baik sekolah atau kinerja sekilah secara keseluruhan.157
a. Perumusan pokok (topik) masalah yang akan diselidiki.
Pada fase ini supervisor merumuskkan dan membatasi dengan tegas dan jelas tentang apa yang akan diselidiki.
b. Pengumpulan data. Pada fase ini supervisor mengumpulkan sebanyak mungkin data (keterangan-keterangan) mengenai masalah tersebut. data itu baik bersifat faktual (fakta-fakta konkrit) atau berupa opini (pendapat atau tanggapan) orang-orang yang disupervisi. Pengumpulan data dapat dilakukan secara langsung melaluai observasi atau wawancara atau tidak secara langsung melalui angket dan sebagainya.
c. Pengolahan data. Pada fase ini bahan atau data yang telah terkumpul diolah dalam hal ini dilakukan:
1) Koreksi : memeriksa data yang diperoleh, apakah data yang diperolah memenuhi syarat-syarat untuk diolah atau tidak.
2) Seleksi : memilih data yang sesuai atau tidak sesuai dengan yang dibutuhkan.
3) Klasifikasi : menggolongkan atau mengelompokkan data yang sejenis, sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan menurut jenis kelamin, umur, ijazah, dan sebagainya.
4) Komparasi : membandingkan atau mengelompokkan data.
5) Interpretasi : menafsirkan hasil pengolahan itu.
Dalam proses pengolahan data diadakan perhitungan-perhitungan statistik, seperti menghitung persenan (%), menyusun tabel-tabel dan sebagainya.158 2. Penilaian
Dalam suatu penelitian, supervisor dapat menarik suatu kesimpulan terhadap situasi datau masalah yang diselidiki.
Kesimpulan itu berupa tanggapan terhadap masalah atau situsi yang diselidiki.
158 Ibid, ... hlm. 35
Fungsi penilaian atau evaluasi dalam supervisi modern, lebih menitik beratkan kepada aspek-aspek positif (kebaikan-kebaikan) dari pada aspek-aspek negatif (kesalahan-kesalahan). Hal ini yang perlu dipahami oleh para supervisor pendidikan sehingga tidak terus menerus mencari kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang yang disupervisi, akan tetapi menemukan dan mengembangkan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai.
3. Perbaikan
Dari hasil-hasil penilaian (evaluasi) supervisor dapat mengetahui bagaimana keadaan atau situasi pendidikan/pengajaran pada umumnya dan situasi mengajar/belajar pada khususnya, serta segala fasilitas dab upaya yang dipergunakan apakah baik atau buruk, memuaskan atau tidak, mengalami kemajuan atau kemunduran, mengalami kemacetan atau sebagainya.
Dalam supervisi pendidikan modern, tugas utama seorang supervisor adalah mengadakan perbaikan (improvement). Bahwasanya apa yang belum baik atau belum memuaskan atau yang mengalami kemacetan atau kemunduran supaya segera diperbaiki.
4. Peningkatan
Situasi yang ada sudah baik atau belum, sudah memuaskan atau mengalami kemajuan. Situasi yang demikian harus ditingkatkan atau dikembangkan (fungsi
“development”) agar apa yang sudah baik itu supaya lebih baik lagi, apa yang sudah memuaskan itu supaya lebih memuaskan lagi, apa yang telah mengalami kemajuan supaya lebih maju lagi. Inilah fungsi supervisor pendidikan sebagai “developer”.
Fungsi-fungsi itu harus teritegrasi dalam tugas
“pembinaan” sebagai tugas inti supervisor pendidikan.
Dalam supervisinya pembinaan yang diberikan supervisor berupa bimbingan (guidence) atau tuntunan (tut wuri
handayani) ke arah pembinaan dari orang-orang yang disupervisi.
Inilah fungsi ke empat supervisor pendidikan sebagai
“developer”. Dalam perwujudan fungsi inti supervisi ini tidak terlepas pula dari fungsi pembinaan dari supervisor sendiri, bahkan hal ini merupakan “conditio sie qua non” (syarat mutlak) yang harus dipenuhi supervisor untuk membina orang-orang lain. Secara pedagogis dikatakan bahwa proses pembinaan diri ini bukan hanya dari luar tetapi terutama pembinaan dari dalam diri sendiri (selbstblibung). Jadi fungsi inti yang merupakan fungsi sentral seorang supervisor dibidang kependidikan, yaitu sebagai (educator).
Fungsi-fungsi utama supervisi pendidikan ini tidak daoat dipisah-pisahkan merupakan suatu kesatuan dalam kegiatan supervisi dibidang kependidikan yang harus dilaksanakan para supervisor secara simultan (serentak), konsisten (mantap), dan kontinu (berkesinambungan).159
Menurut Ngalim Purwanto fungsi supervisi terbagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut:
a. Dalam bidang pendidikan
1) Menyusun rencana dan policy bersama.
2) Mengikutsertakan anggota-anggota kelompok (guru-guru,pegawai) dalam berbagai kegiatan.
3) Memberikan bantuan kepada anggota kelompok dalam menghadapi dan memecahkan persoalan-persoalan.
4) Membangkitkan dan memupuk semangat kelompok, atau memupuk moral yang tinggi kepada anggota kelompok.
5) Mengikutsertakan semua anggota dalam menetapkan putusan-putusan.
6) Membagi-bagi dan mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab kepada anggota kelompok, sesuai
159 Ibid, ... hlm. 37
dengan fungsi-fungsi dan kecakapan masing-masing.
7) Mempertinggi daya kreatif pada anggota kelompok.
b. Dalam hubungan kemanusiaan
1) Memanfaatkan kekeliruan ataupun kesalahan-kesalahan yang dialami untuk dijadikan pelajaran demi perbaikan selanjutnya, bagi diri sendiri maupun anggota kelompoknya.
2) Membantu mengatasi kekurangan ataupun kesulitan yang dihadapi anggota kelompok.
3) Mengarahkan anggota kelompok kepada sikap-sikap yang demokratis.
4) Memupuk rasa saling menghormati di antara sesame anggota kelompok dan sesama manusia.
5) Menghilangkan rasa curiga-mencurigai antara anggota kelompok.
c. Dalam pembinaan proses kelompok
1) Mengenal masing-masing pribadi anggota kelompok, baik kelemahan maupun kemampuan masing-masing.
2) Menimbulkan dan memelihara sikap percaya-mempercayai antara sesame anggota maupun antara anggota dan pimpinan.
3) Memupuk sikap dan kesediaan tolong-menolong.
4) Memperbesar rasa tanggung jawab para anggota kelompok.
5) Bertindak bijaksana dalam menyelesaikan pertentangan atau perselisihan pendapat di antara anggota kelompok.
6) Mengusai teknik-teknik memimpin rapat dan pertemuan-pertemuan lainnya.
d. Dalam bidang administrasi personel
1) Memilih personel yang memiliki syarat-syarat dan kecakapan yang diperlukan untuk suatu pekerjaan.
2) Menempatkan personel pada tempat dan tugas yang sesuai dengan kecakapan dan kemampuan masing-masing.
3) Mengusahakan susunan kerja yang menyenangkan dan meningkatkan daya kerja serta hasil maksimal.
e. Dalam bidang evaluasi
1) Menguasai dan memahami tujuan-tujuan pendidikan secara khusus dan terinci.
2) Menguasai dan memiliki norma-norma atau ukuran- ukuran yang akan digunakan sebagai kriteria penilaian.
3) Menguasai teknik-teknik pengumpulan data untuk memperoleh data yang lengkap,benar, dan dapat diolah menurut norma-norma yang ada.
4) Menafsirkan dan menyimpulkan hasil-hasil penilaian sehingga mendapatgambaran tentang kemungkinan-kemungkinan untuk mengadakan perbaikan-perbaikan.160