III. Saling hapus antar instrumen keuangan Offsetting financial instruments Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
a. Faktor risiko keuangan (lanjutan) a. Financial risk factors (continued)
i. Risiko pasar (lanjutan) i. Market risk (continued)
(i) Risiko nilai tukar mata uang asing (lanjutan)
(i) Foreign exchange risk (continued)
Pada tanggal 31 Maret 2013, jika Rupiah melemah/menguat sebesar 2% terhadap Dolar AS dengan variable lain konstan, laba setelah pajak untuk periode berjalan akan menjadi lebih rendah sebesar AS$4.254.976 atau menjadi lebih tinggi AS$4.088.114 dan, terutama diakibatkan keuntungan/ kerugian transaksi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang non-usaha, uang muka dan pembayaran di muka, pajak dibayar di muka, hutang usaha, beban akrual, hutang pajak, dan hutang lainnya yang didenominasikan dalam mata uang Rupiah.
As at 31 March 2013, if the Indonesian Rupiah had weakened/strengthened by 2% against the US Dollar with all other variables held constant, post-tax profit for the period would have been lower by US$4,254,976 or higher by US$ 4,088,114, mainly as a result of foreign exchange gains/(losses) on translation of Rupiah - denominated cash and cash equivalents, trade and non-trade recievables, advances and prepayments, prepaid taxes, trade payables, accrued expenses, tax payables and other payables.
(ii) Risiko harga (ii) Price risk Grup terekspos terhadap perubahan
harga batubara dan harga bahan bakar, namun demikian hal ini diatasi dengan melakukan kontrak harga tetap tahunan dan lindung nilai terhadap sebagian penjualan batubara serta biaya bahan bakar minyak Grup. Operasi dan kinerja keuangan Grup dapat terpengaruh oleh harga batubara, yang juga tergantung pada permintaan dan penawaran batubara di dunia, harga minyak dan faktor-faktor lainnya. Grup secara aktif mengatur risiko-risiko ini dan menyesuaikan jadwal produksi dan aktivitas penambangan yang diperlukan untuk mengatasi dampak volatilitas tersebut.
The Group is exposed to fluctuations in coal and fuel prices, however this is mitigated by the annual fixed price and hedging contracts entered into for part of the Group’s coal sales and fuel costs. The Group’s operations and financial performance may be adversely affected by the price of coal, which in turn will be determined by worldwide coal supply and demand, oil price and other factors. The Group actively manages these risks and adjusts production schedules and mining operations as necessary to reduce the impact of volatility.
Grup melakukan kontrak tahunan harga tetap dan swap batubara untuk melakukan lindung nilai terhadap fluktuasi harga batubara dengan jangka waktu maksimum 3 tahun. Grup telah menaikan target volume produksi dengan harga yang tetap (termasuk swap batubara) sesuai dengan komitmen tahun berjalan.
The Group enters into annual fixed price contracts and coal swap contracts to hedge against the fluctuation in coal prices with a maximum tenor of 3 years. The Group has increased its target volume of fixed price contracts (including coal swaps) to align with the current year commitments.
Grup melakukan kontrak lindung nilai minyak untuk mengantisipasi fluktuasi harga bahan bakar dari ekspektasi pemakaian bahan bakar berdasarkan komitmen harga tetap bahan bakar dalam periode maksimal 3 (tiga) tahun kedepan.
The Group enters into oil hedge contracts to hedge against the fluctuation in fuel prices on its expected future fuel consumption based on its fixed price coal commitment with a maximum tenor of 3 (three) years.
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
a. Faktor risiko keuangan (lanjutan) a. Financial risk factors (continued)
i. Risiko pasar (lanjutan) i. Market risk (continued)
(ii) Risiko harga (lanjutan) (ii) Price risk (continued) Jika harga rata-rata batubara meningkat
atau menurun sebesar 5% dan semua variabel lain tetap, pendapatan akan naik atau turun sebesar AS$16.061.514.
If the average coal price increases or decreases by 5% and all other variables remain constant, then revenue would increase or decrease by US 16,061,514.
(iii) Risiko suku bunga arus kas dan nilai wajar
(iii) Cash flow and fair value interest rate risk
Eksposur Grup terhadap suku bunga dimonitor untuk meminimalkan dampak negatif terhadap Grup. Pinjaman yang dikeluarkan pada tingkat suku bunga variabel mengekspos Grup terhadap risiko suku bunga arus kas.
The Group’s interest rate exposure is monitored to minimise any negative impact to the Group. Borrowings issued at variable rate expose the Group to cash flow interest rate risk.
Pada tanggal 31 Maret 2013, aset keuangan dan liabilitas keuangan Grup yang dipengaruhi oleh suku bunga mengambang adalah kas dan setara kas di bank dan pinjaman jangka panjang.
As at 31 March 2013, the Group financial assets and financial liabilities which are impacted by floating interest rate are cash and cash equivalents in banks and long term loans.
Pada 31 Maret 2013, apabila tingkat suku bunga atas pinjaman berdenominasi Dolar AS meningkat/menurun sebesar 20 basis poin dan variabel lain tetap, laba setelah pajak untuk periode berjalan akan lebih tinggi/rendah sebesar AS$ 320.222, sebagian besar akibat beban bunga yang lebih tinggi/rendah pada pinjaman dengan tingkat suku bunga mengambang.
At 31 March 2013, if interest rates on US Dollar denominated borrowings at that date had been 20 basis point higher/lower and all other variables remain constant, post-tax profit for the period would have been US$ 320,222 lower/higher, mainly due to higher/lower interest expense on floating rate borrowings.
ii. Risiko kredit ii. Credit risk
Risiko kredit terutama berasal dari penjualan batubara, kas di bank, deposito berjangka, dan transaksi swap batubara dan swap bahan bakar minyak.
Credit risk arises primarily from sales of coal, cash in banks, time deposits, and favorable coal swap and fuel swap transactions.
Manajemen berkeyakinan bahwa mereka akan dapat mengendalikan dan menjaga risiko kredit minimal, dikarenakan Grup memiliki kebijakan yang jelas saat menerima pelanggan baru, mempunyai kontrak yang mengikat secara hukum dan memiliki sejarah piutang tidak tertagih pada level yang rendah.
Management is confident that they will be able to control and maintain minimal credit risk, since the Group has clear policies on accepting new customers, has legally binding contracts and historical, low levels of bad debts.
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
a. Faktor risiko keuangan (lanjutan) a. Financial risk factors (continued)
ii. Risiko kredit (lanjutan) ii. Credit risk (continued) Kebijakan umum Grup untuk penjualan
batubara ke pelanggan baru dan yang sudah ada adalah sebagai berikut:
The Group’s general policies for coal sales to new and existing customers are as follows:
- Menyeleksi pelanggan-pelanggan yang memiliki kondisi keuangan yang kuat serta reputasi yang baik.
- Selecting customers with strong financial condition and good reputation.
- Penerimaan pelanggan baru dan penjualan batubara disetujui oleh karyawan yang berwenang sesuai dengan struktur pendelegasian wewenang yang ditetapkan oleh Grup.
- Acceptance of new customer and sales of coal are approved by the authorised personnel according to the Group’s delegation of authority structure.
Pelanggan baru umumnya dibutuhkan untuk memberikan keamanan pembayaran (letters of credit) sampai dengan pada saat kronologi pembayaran tercapai.
New customers are generally required to provide payment security (letters of credit) until such time as an on time payment history is achieved.
Manajemen melakukan transaksi swap batubara dan bahan bakar minyak dengan lembaga-lembaga keuangan ternama. Penggunaan lembaga-lembaga keuangan ini harus disetujui terlebih dahulu oleh Dewan Direksi.
For coal and oil hedging transactions, management uses reputable financial institutions as the counterparty. These financial institutions are pre-approved by the Board of Directors.
Kualitas kredit dari aset keuangan baik yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dapat dinilai dengan mengacu pada peringkat kredit eksternal (jika tersedia) atau mengacu pada informasi historis mengenai tingkat gagal bayar debitur.
The credit quality of financial assets that are neither past due nor impaired can be assessed by reference to external credit ratings (if available) or to historical information about counterparty default rates.
Pada tanggal 31 Maret 2013, risiko kredit Grup terutama berasal dari piutang usaha dari sembilan pelanggan yang menyumbang 27% (31 Desember 2012: 40%) dari piutang usaha dan kas dan setara kas namun diperkirakan tidak memiliki dampak risiko kredit yang signifikan.
As at 31 March 2013, the Group‘s credit risk is principally from trade receivables from nine customers which accounts for 27% (31 December 2012: 40%) of trade receivables and cash and cash equivalents but no significant credit risk is expected to arise.
(lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT a. Faktor risiko keuangan (lanjutan) a. Financial risk factors (continued)
ii. Risiko kredit (lanjutan) ii. Credit risk (continued)
31 Maret/ 31 Desember/
March December
2013 2012
Piutang usaha Trade receivables
Dengan pihak yang memiliki
peringkat kredit Counterparties with external
eksternal (S&P’s) credit rating (S&P’s)
A - 13,303,135 29,089,257 A-
BBB+ 24,213,130 20,214,452 BBB+
BBB 17,211,730 6,212,348 BBB
54,727,995 55,516,057
Dengan pihak yang Counterparties
tidak memiliki peringkat without external
kredit eksternal credit rating
Grup 1 10,775,374 14,958,505 Group 1
Grup 2 36,320,405 17,836,776 Group 2
Grup 3 - - Group 3
47,095,779 32,795,281
Jumlah piutang usaha
yang tidak mengalami Total unimpaired
penurunan nilai 101,823,774 88,311,338 trade receivables
Kas dan setara kas Cash and cash equivalents
di Bank in Bank Moody’s Moody’s Aa1 85,939 85,948 Aa1 Aa2 46,163 64,462 Aa2 Aa3 228,458 181,286 Aa3 A1 53,466 81,776 A1 Baa3 47,447,228 62,707,227 Baa3
Fitch National Fitch National
AAA 151,088,980 87,393,096 AAA
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
a. Faktor risiko keuangan (lanjutan) a. Financial risk factors (continued)
ii. Risiko kredit (lanjutan) ii. Credit risk (continued)
31 Maret/ 31 Desember/
March December
2013 2012
Kas dan setara kas
yang dibatasi Restricted cash and
penggunaannya cash equivalents
Moody’s Moody’s
Aa2 7,228,114 7,125,180 Aa2
Fitch National Fitch National
AAA 400,000 400,000 AAA
7,628,114 7,525,180
Piutang derivatif Derivative receivables
Moody’s Moody’s Aa2 4,877,179 5,123,678 Aa3 Aa3 7,344 17,542 A2 A1 4,877,179 1,366,899 A1 A2 3,390,717 1,537,604 A2 13,152,419 8,045,723
Grup 1 – pelanggan baru/pihak-pihak berelasi (kurang dari enam bulan).
Grup 2 – pelanggan yang sudah ada/pihak-pihak berelasi (lebih dari enam bulan) tanpa adanya kasus gagal bayar di masa terdahulu.
Grup 3 – pelanggan yang sudah ada/pihak- pihak berelasi (lebih dari enam bulan) dengan beberapa kejadian gagal bayar pada masa terdahulu.
Group 1 – new customers/related parties (less than six months).
Group 2 – existing customers/related parties (more than six months) with no defaults in the past.
Group 3 – existing customers/related parties (more than six months) with some defaults in the past.
iii. Risiko likuiditas iii. Liquidity risk Risiko likuiditas muncul dalam situasi Grup
kesulitan memperoleh pendanaan. Kebijakan manajemen risiko likuiditas yang berhati-hati dilakukan dengan menjaga kecukupan kas dan setara kas. Grup mengelola risiko likuiditas dengan memonitor perkiraan arus kas dan arus kas aktual serta menyesuaikan profil jatuh tempo dari aset dan liabilitas keuangan.
Liquidity risk arises in situations where the Group has difficulties in obtaining funding. Prudent liquidity risk management implies maintaining sufficient cash and cash equivalents. The Group manages liquidity risk by continuosly monitoring forecast and actual cash flows and matching the maturity profiles of financial assets and liabilities.
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
a. Faktor risiko keuangan (lanjutan) a. Financial risk factors (continued)
iii. Risiko likuiditas (lanjutan) iii. Liquidity risk (continued) Tabel di bawah ini menggambarkan liabilitas
keuangan Grup berdasarkan jatuh temponya. Jumlah yang terdapat di tabel ini adalah nilai kontraktual yang tidak didiskontokan:
The table below describes the Group’s financial liabilities based on their maturities. The amount disclosed in the table are the contractual undiscounted cash flows:
Jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan/
Contractual maturities of financial liabilities
Antara 3 Antara Antara
bulan dan 1 dan 2 dan Lebih
Kurang dari 1 tahun/ 2 tahun/ 5 tahun/ dari
3 bulan/ Between Between Between 5 tahun/
Less than 3 months 1 and 2 and Over Jumlah/
3 months and 1 year 2 years 5 years 5 years Total
Liabilitas Liabilities
31 Maret 2013 31 March 2013
Hutang usaha 216,649,577 - - - - 216,649,577 Trade payables
Beban akrual 86,609,215 - - - - 86,609,215 Accrual expenses
Pinjaman jangka
panjang Long-term loan
(termasuk (including
Bunga) 6,728,346 50,027,820 143,151,310 527,002,038 - 726,909,514 interest)
Hutang lain-lain 11,603,868 3,718,142 - - - 15,322,010 Other payables
31 Desember 2012 31 December 2012
Hutang usaha 228,219,557 - - - - 228,219,557 Trade payables
Beban akrual 91,863,215 - - - - 91,863,215 Accrual expenses
Pinjaman jangka
panjang Long-term loan
(termasuk (including
Bunga) 6,728,346 50,027,820 143,151,310 527,002,038 - 726,909,514 interest)
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
b. Manajemen permodalan b. Capital management Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan
adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemangku kepentingan lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal.
The Group’s objectives when managing capital are to safeguard the Group’s ability to continue as a going concern in order to provide returns for shareholders and benefits for other stakeholders and to maintain an optimal capital structure to reduce the cost of capital.
Untuk mempertahankan atau menyesuaikan struktur modal, Grup menyesuaikan jumlah dividen yang dibayar kepada pemegang saham dan pengembalian modal kepada pemegang saham.
In order to maintain or adjust the capital structure, the Group may adjust the amount of dividends paid to shareholders and return capital to shareholders.
Pada prinsipnya, Grup memonitor permodalan berdasarkan rasio net debt to Earning Before Interest Tax Depreciation and Amortisation (“EBITDA”) danrasio net debt to equity. Rasio net debt to equity dihitung dengan membagi jumlah hutang neto dan jumlah ekuitas.
The Group principally monitors capital on the basis of the net debt to Earning Before Interest Tax Depreciation and Amortisation (“EBITDA”) and the net debt to equity ratio. Net debt to equity ratio is calculated as net debt divided by total equity.
Hutang neto dihitung dari jumlah pinjaman (termasuk pinjaman “jangka pendek dan jangka panjang”) dikurangi kas dan setara kas (termasuk kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya) dan instrumen penjaminan. Instrumen penjaminan adalah beragam bentuk bank garansi, letter of credit, serta instrumen sejenis lainnya dengan nilai maksimum sejumlah AS$100.000.000. Jumlah modal dihitung dari “jumlah ekuitas” seperti yang ada pada laporan posisi keuangan.
Net debt is calculated as total borrowings (including “current and non-current borrowings”) less cash and cash equivalents (including restricted cash and cash equivalents) and surety instruments. Surety instruments are any form of bank guarantee, letter of credit, and other similar instrument up to maximum amount of US$100,000,000. Total capital is calculated as “total equity” as shown in the statement of financial position.
EBITDA dihitung dari laba sebelum pajak konsolidasian Grup, ditambah kembali dengan biaya bunga, depresiasi, amortisasi dan tidak termasuk laba atau rugi pelepasan aset tetap, biaya tidak rutin (one-off item), penghapusan investasi dan laba atau rugi selisih kurs. EBITDA dihitung untuk periode 12 bulan yang berakhir pada tanggal laporan posisi keuangan.
EBITDA is calculated on the Group consolidated profit before tax, added back with for interest, depreciation, amortisation and excluding any profit or loss on disposals of fixed assets, any one-off items, amounts written off investments and any exchange rate gains or losses. EBITDA is calculated for each preceding 12 months period ending on statement of financial position date.
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
b. Manajemen permodalan (lanjutan) b. Capital management (continued) Strategi Grup adalah menjaga rasio net debt to
EBITDA maksimum sebesar 3,5 kali dan rasio net debt to equity maksimum sebesar 4:1.
The Group’s strategy is to have a maximum 3.5 times to debt to EBITDA and a maximum 4:1 ratio of net debt to equity.
31 Maret/ 31 Desember/
March December
2013 2012
Jumlah pinjaman (Catatan 17) 655,000,000 655,000,000 Total borrowings (Note 17) Dikurangi: kas dan setara kas dan Less: cash and cash equivalents
kas yang dibatasi penggunaannya and restricted cash
bagian lancar current portion
(Catatan 4 dan 8) (208,398,457) (159,894,505) (Note 4 and 8)
Utang neto 446,601,543 495,105,495 Net debt
Jumlah ekuitas 731,427,407 707,691,110 Total equity
Rasio net debt to EBITDA 3.2x 3.0x Net debt to EBITDA ratio
Rasio net debt to equity 0.6x 0.7x Net debt to equity ratio
c. Estimasi nilai wajar c. Fair value estimation Manajemen berpendapat bahwa nilai buku dari
aset dan liabilitas keuangannya mendekati nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan tersebut pada tanggal 31 Maret 2013.
Management is off the opinion that the carrying value of its financial assets and liabilities approximates the fair value of the financial assets and liabilities as at 31 March 2013.
Tabel di bawah ini menganalisis instrumen keuangan yang dicatat pada nilai wajar berdasarkan tingkatan metode penilaian. Perbedaan pada setiap tingkatan metode penilaian dijelaskan sebagai berikut:
The table below analyses financial instruments carried at fair value, by level of valuation method. The different levels of valuation methods have been defined as follows:
Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar yang aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (Tingkat 1);
Input selain harga kuotasian dari pasar yang disertakan pada Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas, baik secara langsung (yaitu sebagai sebuah harga) atau secara tidak langsung (yaitu sebagai turunan dari harga) (Tingkat 2); Input untuk aset atau liabilitas yang tidak
didasarkan pada data pasar yang dapat diobservasi (informasi yang tidak dapat diobservasi) (Tingkat 3).
Quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities (Level 1);
Inputs other than quoted prices included within Level 1 that are observable for the asset or liability, either directly (that is, as prices) or indirectly (that is, derived from prices) (Level 2);
Inputs for the asset or liability that are not based on observable market data (that is, unobservable inputs) (Level 3).
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
c. Estimasi nilai wajar (lanjutan) c. Fair value estimation (continued) Tabel berikut menyajikan aset dan liabilitas
keuangan Grup yang diukur sebesar nilai wajar pada 31 Maret 2013.
The following table presents the Group’s financial assets and liabilities that are measured at fair value at 31 March 2013.
Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/ Jumlah/
Level 1 Level 2 Level 3 Total
Aset Assets
- Derivatif yang digunakan Derivatives used for -
untuk lindung nilai - 14,238,291 - 14,238,291 hedging
Liabilitas Liabilities
- Derivatif yang digunakan Derivatives used for -
untuk lindung nilai - 37,095,269 - 37,045,269 hedging
Tabel berikut menyajikan aset dan liabilitas keuangan Grup yang diukur dengan nilai wajar pada 31 Desember 2012.
The following table presents the Group’s assets and liabilities that are measured at fair value at 31 December 2012.
Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/ Jumlah/
Level 1 Level 2 Level 3 Total
Aset Assets
- Derivatif yang digunakan Derivatives used for -
untuk lindung nilai - 8,045,723 - 8,045,723 hedging
Liabilitas Liabilities
- Derivatif yang digunakan Derivatives used for -
untuk lindung nilai - - - - hedging
Teknik-teknik penilaian tersebut memaksimumkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi apabila tersedia dan sedapat mungkin meminimalisir penggunaan estimasi yang bersifat spesifik dari entitas. Jika seluruh input yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan dapat diobservasi, instrumen tersebut termasuk dalam Tingkat 2.
These valuation techniques maximise the use of observable market data where it is available and rely as little as possible on entity’s specific estimates. If all significant inputs required to fair value an instrument are observable, the instrument is included in Level 2.
c. Estimasi nilai wajar c. Fair value estimation Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak
berdasarkan pada data pasar yang dapat diobservasi, instrumen ini termasuk dalam Tingkat 3.
If one or more of the significant inputs is not based on observable market data, the instrument is included in Level 3.
(lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT c. Estimasi nilai wajar (lanjutan) c. Fair value estimation (continued)
Teknik penilaian spesifik yang digunakan untuk melakukan penilaian pada instrumen keuangan, antara lain:
Specific valuation techniques used to value financial instruments include:
Harga yang dikutip dari pasar atau pedagang efek untuk instrumen serupa;
Nilai wajar dari swap tingkat suku bunga yang diperhitungkan sebagai nilai kini dari estimasi arus kas masa datang berdasarkan kurva imbal hasil yang dapat diobservasi;
Nilai wajar dari kontrak berjangka valuta asing yang ditentukan berdasarkan kurs berjangka pada tanggal pelaporan keuangan; dan Teknik-teknik lainnya, seperti analisa arus kas
diskontoan, yang digunakan untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan lainnya.
Quoted market prices or dealer quotes for similar instruments;
The fair value of interest rate swaps is calculated as the present value of the estimated future cash flows based on observable yield curves;
The fair value of forward foreign exchange contracts is determined using forward exchange rates at the reporting date; and
Other techniques, such as discounted cash flow analysis, are used to determine fair value for the remaining financial instruments.
38. KEPENTINGAN NONPENGENDALI 38. NON-CONTROLLING INTERESTS