• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

Dalam dokumen PT YODYA KARYA (PERSERO) (Halaman 117-122)

35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

Manajemen risiko (lanjutan) Risk management (continued)

b. Risiko mata uang asing (lanjutan) b. Foreign currency risk (continued)

Perusahaan tidak mempunyai kebijakan lindung nilai yang formal untuk laju pertukaran mata uang asing. Namun, terkait dengan hal-hal yang telah didiskusikan pada paragraf sebelumnya, fluktuasi dalam nilai tukar rupiah dan mata uang asing lainnya (dolar Amerika Serikat) menghasilkan lindung nilai natural untuk laju nilai tukar Perusahaan.

The Company does not have any formal hedging policy for foreign exchange exposure. However, in relation to the matters discussed in the preceding paragraph, the fluctuations in the exchange rates between the rupiah and another foreign currency (U.S. dollar) provide some degree of natural hedge for the Company’s foreign exchange exposure.

c. Risiko kredit c. Credit risk

Risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan dan penempatan deposito atau simpanan di bank.

The Company is exposed to credit risk arising from the credit granted to its customers and deposits placed in banks.

Untuk mengurangi risiko gagal bayar bank atas penempatan deposito, Perusahaan memiliki kebijakan hanya akan menempatkan deposito pada bank yang memiliki reputasi yang baik.

To mitigate the default risk of banks on the Company’s deposits, the Company has policies to place its deposits only in banks with good reputation.

Perusahaan relative tidak memiliki risiko kredit yang terkonsentrasi secara signifikan.

The Company does not have a significant concentrations of credit risk.

d. Risiko likuiditas d. Liquidity risk

Risiko likuiditas adalah risiko bahwa Perusahaan akan mengalami kesulitan dalam memenuhi liabilitas keuangan karena kekurangan dana.

Perusahaan mengelola profil likuiditasnya untuk dapat mendanai pengeluaran modalnya dan membayar hutang yang jatuh tempo dengan menjaga kecukupan kas dan setara kas, dan ketersediaan pendanaan melalui jumlah fasilitas kredit berkomitmen yang cukup.

Liquidity risk is the risk that the Company will have difficulty in meeting its financial obligations due to shortage of funds.

The Company manages its liquidity profile to be able to finance its capital expenditure and service its maturing debts by maintaining sufficient cash and cash equivalents, and the availability of funding through an adequate amount of committed credit facilities.

DRAFT REPORT A UDIT

111 35. TUJUAN DAN KEBIJAKAN

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

Manajemen risiko (lanjutan) Risk management (continued)

d. Risiko likuiditas (lanjutan) d. Liquidity risk (continued)

Perusahaan secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual dan terus menerus menjaga kestabilan hari pembayaran hutang dan penerimaan piutangnya.

The Company regularly evaluates its projected and actual cash flow information and continuously maintains its payables and receivables days’ stability.

Manajemen modal Capital management

Perusahaan bertujuan mencapai struktur modal yang optimal untuk memenuhi tujuan usaha, diantaranya dengan mempertahankan rasio modal yang sehat, dan memaksimalkan nilai pemegang saham.

The Company aims to achieve an optimal capital structure in pursuit of its business objectives, which include maintaining healthy capital ratios and maximizing stockholder value.

Perusahaan menetapkan sejumlah modal sesuai dengan proporsi terhadap risiko. Perusahaan mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian dengan memperhatikan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik risiko aset yang mendasari. Untuk menjaga atau menyesuaikan struktur modal, Perusahaan mungkin menyesuaikan jumlah dividen yang dibayar kepada pemegang saham, pengembalian modal kepada pemegang saham, penerbitan saham baru, atau menjual aset untuk mengurangi hutang.

Konsisten dengan entitas lain dalam industri, Perusahaan memonitor modal dengan dasar rasio hutang terhadap modal yang disesuaikan. Hutang neto dihitung: total hutang (sebagaimana jumlah dalam laporan posisi keuangan) dikurangi kas dan setara kas. Modal yang disesuaikan terdiri dari seluruh komponen ekuitas (misalnya modal saham, agio saham, kepentingan nonpengendali, saldo laba dan cadangan revaluasi) selain jumlah akumulasi dalam ekuitas terkait dengan lindung nilai arus kas, dan termasuk beberapa bentuk hutang subordinasi.

The Company sets the amount of capital in proportion to risk. The Company manages its capital structure and makes adjustments with respect to changes in economic conditions and the risk characteristics of the underlying assets. To maintain or adjust the capital structure, the Company may adjust the amount of dividends paid to shareholders, return of capital to shareholders, issue new shares, or sell assets to reduce debt.

Consistent with other entities in the industry, the Company monitors capital on the basis of the ratio of debt to adjusted capital. Net debt is calculated: total debt (as the amount in the statement of financial position) less cash and cash equivalents. Adjusted capital comprises all components of equity (i.e. share capital, share premium, non-controlling interests, retained earnings and revaluation reserves) other than the amount accumulated in equity relating to cash flow hedges, and includes some form of subordinated debt.

DRAFT REPORT A UDIT

112 35. TUJUAN DAN KEBIJAKAN

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

Manajemen modal (lanjutan) Capital management (continued)

Berikut adalah gearing ratio yang merupakan perbandingan antara jumlah liabilitas (dikurangi kas dan bank) terhadap jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 :

Below is a gearing ratio which is the ratio between total debt (net of cash and bank) to total equity as at 31 December 2020 and 2019:

2020 2019

Jumlah liabilitas 319.124.850.746 240.676.384.137 Total liabilities

Dikurangi : kas dan bank 67.054.713.446 42.414.265.222 Less : cash and bank

Jumlah liabilitas – bersih 252.070.137.300 198.262.118.915 Total liabilities – net

Jumlah ekuitas 256.598.593.271 226.493.918.638 Total equity

Gearing ratio 0.98 0.88 Gearing ratio

Perusahaan tidak memiliki liabilitas lain terkait dengan permodalan. Perusahaan bukan merupakan entitas yang dipersyaratkan atau diwajibkan oleh pemerintah untuk memenuhi ketentuan permodalan.

The Company has no other liabilities associated with capital. The Company is an entity that is not required or mandated by the government to meet the capital requirements.

36. PENILAIAN SAHAM 36. SHARE ASSESSMENT

Pada tahun 2019 dan 2018, Persero melakukan penilaian 100% saham oleh KJPP Tri, Santi, dan Rekan dengan tujuan keperluan jual atau beli dan tidak dipergunakan untuk keperluan pasar modal. Berdasarkan Laporan No: 44 / PEN / SHM / KJPP-TS / VII / 2019 tanggal 19 Juli 2019 tentang Penilaian Saham 100% PT Yodya Karya (Persero) oleh KJPP Tri, Santi, dan Rekan dengan menggunakan metode Penilaian Pendekatan Pendapatan (Income

Based Approach), maka nilai pasar 100%

saham Yodya Karya, per tanggal 31 Desember 2018 adalah Rp 355.695.079.000,- (tiga ratus lima puluh lima milyar enam ratus sembilan puluh lima juta tujuh puluh sembilan ribu rupiah).

In 2019 and 2018, Persero assessed 100% of its shares by KJPP Tri, Santi, and Partners with the aim of selling or buying and not being used for capital market purposes.

Based on Report No: 44 / PEN / SHM / KJPP-TS / VII / 2019 dated 19 July 2019 concerning the 100% Share Assessment of PT Yodya Karya (Persero) by KJPP Tri, Santi, and Partners using the Income Based Approach Assessment method, the 100% market value of Yodya Karya's shares as of 31 December 2018, is amounting to Rp 355,695,079,000 (three hundred fifty five billion six hundred ninety five million seventy nine thousand rupiah).

DRAFT REPORT A UDIT

113

36. PENILAIAN SAHAM (lanjutan) 36. SHARE ASSESSMENT (continued) Berdasarkan Laporan No:

82/SHM/KJPP-TS/XII/2018 tanggal 29 Desember 2018 tentang Penilaian Saham 100% PT Yodya Karya (Persero) oleh KJPP Tri, Santi, dan Rekan dengan menggunakan metode Penilaian Pendekatan Pendapatan (Income

Based Approach), maka nilai pasar 100%

saham Yodya Karya, per tanggal 31 Desember 2017 adalah Rp 298.311.057.000,- (dua ratus sembilan puluh delapan milyar tiga ratus sebelas juta lima puluh tujuh ribu rupiah).

Based on Report No: 82/SHM/KJPP-TS/XII/2018 dated 29 December 2018 concerning 100% Stock Assessment of PT Yodya Karya (Persero) by KJPP Tri, Santi, and Partners using the Income Based Approach method, the market value of 100% of PT Yodya Karya (Persero) shares, as of 31 December 2017 is amounting to Rp. 298,311,057,000 (two hundred ninety eight billion three hundred eleven million fifty seven thousand rupiahs).

37. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2019

37. RESTATEMENT OF 2019 FINANCIAL STATEMENTS

Laporan keuangan tahun 2019 telah disajikan kembali untuk menyesuaikan penyajian laporan keuangan tahun 2020, sehubungan dengan adanya reklasifikasi akun-akun: - Prestasi Belum Ditagih (Catatan 6)

- Biaya Yang Masih Harus Dibayar (Catatan 19)

Financial statements as of 2019 have been restated to adjust the presentation of the 2020 financial statements, in connection with the following accounts reclassification: - Unbilled Projects (Note 6)

- Accrued Expenses (Note 19)

Berikut adalah akun laporan posisi keuangan sebelum dan setelah disajikan kembali

There are the following statement of financial position accounts before and after restatement

31 Desember 2019 31 Desember 2019

Sebelum Penyajian Kembali/ Setelah Penyajian Kembali/

Before restatement After restatement

Prestasi Belum Ditagih - Unbilled Project Receivable-

Jangka pendek 227.791.524.030 120.959.590.204 Short term

Prestasi Belum Ditagih - Unbilled Project Receivable-

Jangka panjang - 106.831.933.826 Long term

Biaya Yang Masih Harus Unbilled Project Receivable-

Dibayar - Jangka pendek 147.976.258.239 112.685.818.430 Short term

Biaya Yang Masih Harus Unbilled Project Receivable-

DRAFT REPORT A UDIT

114

37. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2019 (lanjutan)

37. RESTATEMENT OF 2019 FINANCIAL STATEMENTS (continued)

01 Januari 2019 01 Januari 2019

Sebelum Penyajian Kembali/ Setelah Penyajian Kembali/

Before restatement After restatement

Prestasi Belum Ditagih - Unbilled Project Receivable-

Jangka pendek 229.676.532.307 209.451.428.191 Short term

Prestasi Belum Ditagih - Unbilled Project Receivable-

Jangka panjang - 20.225.104.116 Long term

Biaya Yang Masih Harus Unbilled Project Receivable-

Dibayar - Jangka pendek 179.198.733.125 156.789.367.242 Short term

Biaya Yang Masih Harus Unbilled Project Receivable-

Dibayar - Jangka panjang - 22.409.365.883 Long term

38. WABAH VIRUS CORONA (COVID-19) 38. THE CORONA VIRUS (COVID-19) OUTBREAK

Wabah virus corona (COVID-19) pertama kali diidentifikasi di Wuhan (Cina) mendekati akhir tahun 2019. Pada tanggal 30 Januari 2020, World Health Organization (WHO) mengumumkan bahwa wabah COVID-19 menjadi darurat global (global emergency). Sejak itu, banyak kasus COVID-19 yang telah didiagnosa, termasuk di negara-negara lain. Kasus pertama COVID-19 di Indonesia diumumkan pada tanggal 2 Maret 2020 oleh Presiden Republik Indonesia. Selanjutnya, pada tanggal 11 Maret 2020, WHO menyatakan wabah COVID-19 sebagai pandemik. Banyak negara, termasuk Indonesia, telah mengambil berbagai langkah untuk mencegah dan memerangi penyebaran wabah tersebut, diantaranya pembatasan perjalanan, karantina, penutupan tempat usaha dan tempat lainnya, dan penutupan wilayah. Langkah-langkah pencegahan ini telah mempengaruhi rantai pasokan dan permintaan atas barang dan jasa, baik secara global maupun domestik.

The corona virus (COVID-19) outbreak was initially identified in Wuhan (China) nearing the end of 2019. On 30 January 2020, the World Health Organization (WHO) announced that the COVID-19 outbreak was becoming a global emergency. Since then, many cases of COVID-19 have been diagnosed, including in other countries. The first case of COVID-19 in Indonesia was announced on 2 March 2020 by the President of the Republic of Indonesia. Furthermore, on 11 March 2020, WHO declared the COVID-19 outbreak as pandemic. Many countries, including Indonesia, have taken various steps to prevent and combat the spread of the outbreak, including travel restrictions, quarantine, closure of businesses and other places, and closure of territories. These preventive measures have impacted supply chains and demand for goods and services, both globally and domestically.

DRAFT REPORT A UDIT

115 38. WABAH VIRUS CORONA (COVID-19)

(lanjutan)

38. THE CORONA VIRUS (COVID-19) OUTBREAK (continued)

Pada saat yang sama, kebijakan fiskal dan moneter telah dilonggarkan untuk mempertahankan perekonomian. Langkah-langkah yang diambil Pemerintah ini dan hasil yang dicapai masih akan terus berkembang.

At the same time, fiscal and monetary policies have been relaxed to sustain the economy. These steps taken by the Government and the results achieved are still evolving.

Secara langsung dan tidak langsung, dampak ini tentunya juga akan mempengaruhi kegiatan operasional Perusahaan pada beberapa bulan mendatang.

Dampak pandemik setelah tanggal penerbitan laporan keuangan belum dapat diestimasi saat ini.

Directly and indirectly, this impact will also affect the Company's operational activities in the coming months.

The impact of the pandemic after the date issuance of the financial statements cannot be estimated yet at this time.

Pada tahun 2020 dikeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2020 mengenai Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan. Peraturan tersebut juga mencakup perubahan tarif pajak penghasilan badan menjadi 22% pada tahun 2020 sampai dengan 2021 dan 20% untuk tahun 2022 dan seterusnya.

In 2020 the Government issued Government Regulation in Law of the of Republic of Indonesia Number 1 of 2020 concerning State Financial Policy and Financial System Stability for Handling the 2019 Corona Virus Disease (COVID-19) Pandemic and / or in the Context of Facing Threats that Endanger the National Economy and / or Financial System Stability. The regulation also covers changes in the corporate income tax rate to 22% in 2020 to 2021 and 20% for 2022 and beyond.

Dalam dokumen PT YODYA KARYA (PERSERO) (Halaman 117-122)

Dokumen terkait