lnstrumen keuangan pokok Entitas terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, utang usaha, utang lain-lain, dan beban yang masih harus dibayar.
The Entity's principal financial instrument consists of cash and cash equivalents, accounts receivable, other receivables, account payables, other payables, and accrued expenses.
Risiko Kredit Credit Risk
Risiko Likuiditas Liquidity Risk
Interest Rate Risk on Cash Flow
Risiko Tingkat Suku Bunga atas Arus Kas adalah risiko dimana arus kas dimasa depan akan berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga pasar. Entitas terpengaruh risiko perubahan suku bunga pasar terutama terkait dengan kas dan setara kas.
Interest Rate Risk on Cash Flow is a risk of future cash flows will fluctuate because of changes in market interest rates. Entities affected by the risk of changes in market interest rates are mainly related to cash and cash equivalents.
Entitas mengelola risiko likuiditas dengan memantau proyeksi dan arus kas aktual secara reguler.
Entitas berkeyakinan bahwa siklus penerimaan kas memungkinkan Entitas untuk memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo.
The Entity manages its liquidity risk by monitoring the projected and actual cash flows regularly. The Entity believes that the cash collection cycle enables it to meet its obligations when it falls due.
Risiko Tingkat Suku Bunga atas Arus Kas
Risiko nilai tukar mata uang asing adalah risiko nilai wajar arus kas di masa depan yang berfluktuasi karena perubahan kurs mata uang asing. Entitas memantau fluktuasi mata uang asing dan dapat melakukan lindung nilai terhadap eksposur fluktuasi mata uang asing untuk transaksi yang sudah diketahui dan diikat.
The risk of foreign exchange rates is the risk of the fair value of future cash flows that fluctuate because of changes in of foreign exchange rates. The Entity monitors foreign exchanges fluctuations and may hedge the exposure on the foreign currency fluctuation for known and committed transactions.
Risiko Kredit adalah risiko dimana lawan transaksi tidak akan memenuhi kewajibannya berdasarkan instrumen keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan.
Entitas hanya terkena risiko kredit dari kegiatan operasi yang berhubungan dengan penjualan.
Risiko kredit pelanggan dikelola oleh Direksi sesuai denqan kebijakan Entitas, prosedur dan pengendalian yang telah ditetapkan yang berkaitan dengan manajemen risiko kredit pelanggan. Posisi piutang pelanggan dipantau secara teratur.
Credit Risk is a risk of the transaction opponent will not fulfill its obligations based on financial instruments or customer contracts, which causes financial losses. The Entity is only exposed to credit risk from operations related to sales.
Customer credit risk is managed by the Board of Directors in
accordance with the policies of the Entity, procedures and established controls relating to customer credit risk management. The customer's receivables are monitored regularly.
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
31. INSTRUMEN KEUANGAN 31.FINANCIAL INSTRUMENTS
Nilai Tercatat/ Nilai Wajar/
Registered Value Fair Value
Aset Keuangan Financial Assets
Kas dan Setara Kas 54,237,032,322 54,237,032,323 Cash and Cash Equivalents
Piutang Usaha Trade Receivables
- Piutang Usaha 321,118,533,446 321,118,533,446 Trade Receivable
-- Piutang Lain--lain 1,451,500,385 1,451,500,385 Other Receivable -Jumlah Aset Keuangan 376,807,066,153 376,807,066,154 Total Financial Assets
Liabilitas Keuangan Financial Liabilities
Utang Usaha 339,920,747,987 339,920,747,987 Trade Payables
Utang Lain-lain - - Other Payables Beban yang Masih Harus Dibayar 5,000,000,000 5,000,000,000 Accrued Expenses
Jumlah Liabilitas Keuangan 344,920,747,987 344,920,747,987 Total Financial Liabilities Tabel di bawah ini menyajikan
perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen keuangan Entitas yang tercatat dalam laporan keuangan.
The table below presents a comparison of the registered value and fair value of the financial instruments of the Entity recorded in the financial statements.
30 September 2021/ September 30, 2021 Nilai wajar didefinisikan sebagai total
dimana instrumen tersebut dapat dipertukarkan di dalam transaksi jangka pendek antara pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan yang memadai melalui suatu transaksi yang wajar, selain dalam penjualan terpaksa atau penjualan likuiditas. Nilai wajar didapatkan dari kuotasi harga pasar, modal arus kas diskonto dan modal penentuan harga opsi yang sewajarnya.
Fair value is defined as the total in which the instrument can be exchanged in short-term transactions between parties demand and adequate knowledge through a reasonable transaction, in addition to forced sales or sale of liquidity. Fair value is obtained from market price quotations, discounted cash flow capital and reasonable capital price options.
lnstrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau sebaliknya, disajikan dalam modal tercatat apabila total tersebut mendekati nilai wajarnya atau nilai wajarnya tidak dapat di ukur secara handal.
Financial instruments presented in the statement of financial position are recorded at fair value, or otherwise, presented in recorded capital if the total is close to its fair value or its fair value cannot be reliably measured.
Nilai Tercatat/ Nilai Wajar/
Registered Value Fair Value
Aset Keuangan Financial Assets
Kas dan Setara Kas 233,037,390,711 233,037,390,711 Cash and Cash Equivalents
Piutang Usaha Trade Receivables
- Piutang Usaha 231,687,692,403 231,687,692,403 Trade Receivable
-- Piutang Lain--lain 1,162,766,119 1,162,766,119 Other Receivable -Jumlah Aset Keuangan 465,887,849,233 465,887,849,233 Total Financial Assets
Nilai Tercatat/ Nilai Wajar/
Registered Value Fair Value
Liabilitas Keuangan Financial Liabilities
Utang Usaha 267,329,294,492 267,329,294,492 Accounts Payable
Utang Lain-lain 482,511,431 482,511,431 Other Payable
Beban yang Masih Harus Dibayar 5,500,000,000 5,500,000,000 Accrued Expenses Jumlah Liabilitas Keuangan 273,311,805,923 273,311,805,923 Total Financial Liabilities
31 Desember 2020 / December 2020
The following methods and assumptions used to estimate fair value:
Nilai wajar kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, utang usaha dan beban yang masih harus dibayar mendekati nilai tercatat karena jangka waktu tempo yang pendek atas instrumen keuangan tersebut.
The fair value of cash and equivalents, accounts receivable, other receivables, trade payables and accrued expenses are close to the carrying amount due to the short term of the financial instrument.
Berikut metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar:
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
32. PERIKATAN DAN KONTINJENSI 32.
a. Komitmen dan Perjanjian Penting a.
-
--
-ENGAGEMENT AND