• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN RISIKO TERINTEGRASI

Dalam dokumen Pertamina - Hubungan Investor (Halaman 178-184)

No. Tipe Risiko Risk Type Potensi Risiko Risk Event Dampak Impact Rencana Mitigasi Mitigation Plan

Risiko Strategis Strategic Risk

Risiko besaran margin PSO yang ditetapkan oleh Pemerintah tidak dapat menutupi

biaya operasi.

Risk of uncovered operating costs from of the alpha number determined by the Government.

Perusahaan mengalami kerugian operasional.

The company suffers operational losses.

• Melakukan eisiensi biaya

operasi,

• Meningkatkan kehandalan

kilang,

• Menjalankan strategi yang tepat

dalam pengadaan mata uang asing maupun pengadaan minyak,

• Berkoordinasi dengan BP Hilir

dalam,penentuan penerima PSO.

• Applying eficiency in operating costs,

• Improve the reliability of refineries,

• Implement appropriate strategies in foreign exchange and oil procurement

• Coordinate with Downstream Oil and Gas Regulator (BP Hilir) in appointing PSO recipients. Risiko nilai cadangan minyak

yang terkandung tidak sebanding dengan biaya investasi

yang dikeluarkan.

Risk of the possibility that oil and gas reserves may not compensate the investment spending.

Perusahaan mengalami kerugian investasi.

The company suffers investment losses

Melakukan feasibility study yang komprehensif terhadap setiap rencana investasi

dan melakukan kerja sama untuk investasi yang bernilai besar dan berisiko tinggi.

Conduct a comprehensive feasibility study for every investment plan and partner/ collaborate with third parties for high valued and high-risk investments.

Risiko Kelangkaan Minyak Mentah dan Produk Minyak.

Risk of shortages in crude and oil Products.

• Kegagalan Pertamina dalam

menjamin keamanan pasokan minyak dan produknya.

• Reputasi Pertamina di

masyarakat akan menjadi buruk.

• Pertamina failure to guarantee the security of oil supplies and its products.

• Bad reputation for Pertamina.

• Meningkatkan sarana

penyimpanan dan distribusi berupa pembangunan tanki timbun, peremajaan pipa minyak dan gas,

• Menambah jumlah kapal tanker

untuk memperlancar distribusi,

• Meningkatan produksi minyak

mentah untuk mengurangi ketergantungan impor.

• Improve distribution facilities by developing and revitalizing oil and gas pipelines,

• Increase the number of tanker vessels for better distribution, • Increase the production of crude

oil to reduce dependence on imports.

Risiko kegagalan Pihak Ketiga. • Terganggunya kegiatan

operasional.

• Perusahaan mengalami kerugian

operasional.

• Memilih mitra secara selektif, • Menyusun kontrak yang tidak

merugikan kedua pihak,

• Menempatkan wakil perusahaan

yang kompeten dalam kerja sama tersebut.

Good Corporate

No. Tipe Risiko Risk Type Potensi Risiko Risk Event Dampak Impact Rencana Mitigasi Mitigation Plan Risiko Terkait dengan Aksi

Terrorisme.

Risks of terrorist acts.

• Perusahaan mengalami kerugian

besar.

• Terganggunya kegiatan

operasional.

• The company suffers huge losses. • Disruption of operational activities. • Meningkatkan sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan, • Mengasuransikan aset perusahaan.

• Increase Corporate Security Management,

• Apply insurance for Company assets.

Risiko Bencana Alam.

Natural disaster risk.

kerusakan aset-aset perusahaan, korban jiwa, hingga terhentinya kegiatan operasional.

Damage to Company assets, casualties, and halt/ shut down in operational activities.

• Memaksimalkan Disaster

Recovery Plan dan Disaster Recovery Center,

• Memberikan simulasi kondisi

darurat secara berkala dan dibentuk tim penanggulangan keadaan darurat.

• Mendirikan Pusat Komando

Pengendalian di unit operasi yang terhubung dengan crisis center di Kantor Pusat,

• Mengasuransikan aset

perusahaan.

• Maximize Disaster Recovery Plan and Disaster Recovery Center. • Conduct training/ simulations

for emergency conditions periodically and form an Emergency Response Team, • Establish a Control Command

Center at each operational unit which is connected with crisis center at the company’s Head Office

• Apply insurance for Company assets.

Risiko gugatan hukum dari berbagai pihak, baik dari regulator, mitra kerja, pekerja, hingga masyarakat.

Lawsuit

risks from various parties including regulators, business partners, workers, and the general public.

• Perusahaan mengalami kerugian

besar.

• Reputasi Pertamina di

masyarakat akan menjadi buruk.

• The company suffers huge losses. • Bad reputation for Pertamina .

• Menerapkan prinsip GCG, • Memaksimalkan Fungsi Hukum

dan Litigasi, serta asuransi liability untuk menjamin berbagai risiko gugatan hukum.

• Implement GCG principles, • Maximize Legal & Litigation

Function and insurance covering any liabilities in lawsuit risks.

Introduction Management’s Discussion and Analysis

MANAJEMEN RISIKO TERINTEGRASI

No. Tipe Risiko Risk Type Potensi Risiko Risk Event Dampak Impact Rencana Mitigasi Mitigation Plan 2. Risiko Finansial

Financial Risk

Risiko pergerakan atau fluktuasi variabel-variabel pasar seperti perubahan kurs valuta asing, harga komoditas, tingkat suku bunga, sewa kapal, dan fluktuasi harga minyak.

Risk of fluctuated market variables such as changes in foreign exchange, commodity prices, interest rates, vessel rental charges, and oil price fluctuation.

Perusahaan mengalami kerugian besar

The Company suffers huge losses

• Melakukan analisis risiko pasar,

natural hedging,

• Berkoordinasi dengan BI untuk

pengadaan valas,

• Berkoordinasi dengan Anak

Perusahaan untuk pengadaan crude dan produk,

• Mengupayakan tingkat

suku bunga pinjaman yang kompetitif,

• Memelihara hubungan yang

baik dan mempunyai akses yang kuat dengan bank dan lembaga keuangan di dalam dan luar negeri,

• Menambahkan armada

kapal milik guna mengurangi ketergantungan kapal sewa.

• Conduct analysis of market risks, natural hedging,

• Coordinate with BI for foreign exchange supply

• Coordinate with subsidiaries for crude and products procurement. • Conduct best efforts to get

competitive lending rates, • Maintain good relationship and

strong access to local banks, foreign banks and financial institutions,

• Increase the number of leet to reduce dependence on vessel renting.

Risiko keterlambatan atau gagal bayar dari pelanggan.

Risk of the customers’ late payments and/or defaults.

• Terganggunya cash low

perusahaan.

• Terganggunya kegiatan investasi

perusahaan.

• Perusahaan mengalami kerugian

yang besar.

• Disruption of cash low. • Disruption of the Company’s

investment activities. • Company suffers huge losses.

• Menerapkan sistem scoring dan

Rating dalam pemberian kredit,

• Mengevaluasi alokasi kredit dan

jaminannya.

• Apply scoring and rating system on credit lending,

• Evaluate credit allocation and its collateral.

Risiko kondisi cash shortage atau ketidaksesuaian komposisi mata uang yang dimiliki dengan komposisi kewajiban dalam mata uang (mismatch currency).

Risk of cash shortages and/or and mismatch currency.

Terganggunya kegiatan pendanaan perusahaan.

Disruption of corporate financing activities

• Menetapkan tingkat cash reserve

minimum mata uang yang diperlukan,

• Membuat proyeksi cash low

untuk memonitor rencana penerimaan dan pengeluaran beserta realisasinya,

• Melakukan strategi pendanaan,

percepatan kolektibilitas piutang, serta cost efficiency.

• Determine minimum level of cash reserves of required currency, • Prepare cash low projection

to monitor intake planning, spending budgets and its

Good Corporate

No. Tipe Risiko Risk Type Potensi Risiko Risk Event Dampak Impact Rencana Mitigasi Mitigation Plan Risiko Terjadinya Penurunan

Aktivitas Perekonomian Dunia.

Risk of global economic slowdown

Terganggunya kegiatan dan kinerja keuangan Perusahaan.

Disruption of Company activities and financial performance.

Melakukan analisa

potensi pasar primer dan sekunder, serta strategi pemasaran untuk merespon perubahan kondisi makro ekonomi.

Conduct analyses of market potentials for primary and secondary market, as well as analyses of marketing strategies to respond to the macroeconomic condition.

3. Risiko Operasional Operational Risk

Risiko keselamatan dan kesehatan kerja serta pencemaran lingkungan.

Risks of occupational health, safety and environmental pollution

• Perusahaan mengalami kerugian

besar.

• Reputasi Pertamina di

masyarakat akan menjadi buruk.

• The Company suffers huge losses.

• Bad reputation for Pertamina

• Penerapan ISO 14000 dan HSE

risk assessment.

• Upskiling, awareness dan drill

HSE secara berkala,

• Menerapkan program Contractor

Safety Management System (CSMS),

• Melibatkan safety engineer pada

tahap disain dan commissioning,

• Sosialisasi regulasi pengelolaan

limbah B3, dumping, dan Proper

• mengasuransi liability untuk

pencemaran lingkungan (Third party liability).

• Implementation of ISO 14000 and HSE risk assessment. • Increase HSE awareness and

up-skill trainings and drillings periodically

• Implement Contractor Safety Management System (CSMS) program,

• Involve Safety Engineers on the design and commissioning phase,

• Socialize of regulation management of B3, waste dumping, and Proper, • Insure environmental pollution

liability (Third party liability). Risiko Terlambatnya Mengikuti

Perkembangan Teknologi Migas.

Risk of delayed development of oil and gas technology.

Hilangnya peluang perusahaan untuk ikut mengerjakan proyek-proyek migas yang membutuhkan konsep dan teknologi baru. Opportunity loss in conjoining with partners/ other companies on oil and gas projects which require new concepts and technologies.

Melakukan research and development melalui fungsi Technology Center, upskilling knowledge, training, benchmarking, serta engineering and development. Conduct research and development through Technology Center division, knowledge up-skilling, training, benchmarking, as well as engineering and development. Risiko Terkait dengan Usia

Aset-aset Produksi Perusahaan.

Mature Production Assets Risk.

• Bertambahnya biaya perawatan

alat.

• Terganggunya kegiatan

operasional.

• Increase cost of equipment maintenance.

• Disruption of operation activities.

Melakukan perbaikan, perawatan, dan peremajaan aset produksi dengan teknologi baru.

Conduct maintenance, reparation, and rejuvenation on production assets using new technology.

Introduction Management’s Discussion and Analysis

MANAJEMEN RISIKO TERINTEGRASI

No. Tipe Risiko Risk Type Potensi Risiko Risk Event Dampak Impact Rencana Mitigasi Mitigation Plan Risiko Rendahnya Tingkat Utilisasi

Aset yang Dimiliki Perusahaan

Low corporate asset utilization risk

• Banyak asset-aset perusahaan

yang digunakan secara illegal oleh masyarakat.

• Hilangnya peluang keuntungan

terhadap asset-aset yang idle.

• Illegal use of corporate assets by the public.

• Loss of proit opportunities due to idle assets.

Melakukan identifikasi aset perusahaan, melengkapi adminstrasi, serta optimalisasi aset-aset yang kurang produktif melalui kerja sama dengan pihak lain atau

divestasi.

Identify the Company’s assets, complete the administrative processes, and optimize non-productive assets through cooperation with other parties or conduct divestment.

Review terhadap implementasi Enterprise Risk Management di Pertamina.

Pertamina terus melakukan peningkatan secara berkesinambungan (continuous improvement) terhadap implementasi Manajemen Risiko Terintegrasi dengan mengacu kepada Road Map Implementasi Manajemen Risiko Terintegrasi Pertamina yang terbagi dalam beberapa tahapan, mulai dari Kerangka hingga ke tujuan terakhir yaitu Kultur Risiko.

Pada saat ini Pertamina telah memasuki tahapan Disiplin sehingga dibutuhkan langkah-langkah yang tepat untuk mencapai target risk culture. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kematangan implementasi Manajemen Risiko Terintegrasi di Pertamina dengan adanya Corporate Top Risk Profile hingga kajian risiko untuk setiap usulan investasi.

Ke depannya, Pertamina akan terus berusaha untuk menyempurnakan implementasi Enterprise Risk Management di seluruh lini perusahaan agar risiko dapat dikelola secara terintegrasi, mulai dari hulu ke hilir, hingga dewan direksi sampai dengan praktisi, sehingga Enterprise Risk Management di Pertamina menjadi kultur dan berkelas dunia.

Review of Enterprise Risk Management implementation in Pertamina.

Pertamina persists to innovate itself through continuous improvement on the implementation of Integrated Risk Management by referring to the Pertamina’s Road Map for Implementation of Integrated Risk Management, divided into several stages, from Awareness up to the final destination of achieving Risk Culture.

Currently, Pertamina has accomplished Disciplinary in practicing Risk Management and it will take the proper steps to achieve Risk Culture, which can be proven by increasing maturity in implementing the Integrated Risk Management at Pertamina, such as Corporate Top Risk Profile and thorough risk assessment for each proposed investment.

Pertamina will continue to strive to improve the implementation of the Enterprise Risk Management across company’s lines so that risks can be managed in integration, from upstream to downstream, and from top level to practitioners, in hope to achieve risk culture as best practice of a world class Enterprise Risk Management.

Good Corporate

Dalam dokumen Pertamina - Hubungan Investor (Halaman 178-184)

Dokumen terkait