No. Tipe Risiko Risk Type Potensi Risiko Risk Event Dampak Impact Rencana Mitigasi Mitigation Plan
Risiko Strategis Strategic Risk
Risiko besaran margin PSO yang ditetapkan oleh Pemerintah tidak dapat menutupi
biaya operasi.
Risk of uncovered operating costs from of the alpha number determined by the Government.
Perusahaan mengalami kerugian operasional.
The company suffers operational losses.
• Melakukan eisiensi biaya
operasi,
• Meningkatkan kehandalan
kilang,
• Menjalankan strategi yang tepat
dalam pengadaan mata uang asing maupun pengadaan minyak,
• Berkoordinasi dengan BP Hilir
dalam,penentuan penerima PSO.
• Applying eficiency in operating costs,
• Improve the reliability of refineries,
• Implement appropriate strategies in foreign exchange and oil procurement
• Coordinate with Downstream Oil and Gas Regulator (BP Hilir) in appointing PSO recipients. Risiko nilai cadangan minyak
yang terkandung tidak sebanding dengan biaya investasi
yang dikeluarkan.
Risk of the possibility that oil and gas reserves may not compensate the investment spending.
Perusahaan mengalami kerugian investasi.
The company suffers investment losses
Melakukan feasibility study yang komprehensif terhadap setiap rencana investasi
dan melakukan kerja sama untuk investasi yang bernilai besar dan berisiko tinggi.
Conduct a comprehensive feasibility study for every investment plan and partner/ collaborate with third parties for high valued and high-risk investments.
Risiko Kelangkaan Minyak Mentah dan Produk Minyak.
Risk of shortages in crude and oil Products.
• Kegagalan Pertamina dalam
menjamin keamanan pasokan minyak dan produknya.
• Reputasi Pertamina di
masyarakat akan menjadi buruk.
• Pertamina failure to guarantee the security of oil supplies and its products.
• Bad reputation for Pertamina.
• Meningkatkan sarana
penyimpanan dan distribusi berupa pembangunan tanki timbun, peremajaan pipa minyak dan gas,
• Menambah jumlah kapal tanker
untuk memperlancar distribusi,
• Meningkatan produksi minyak
mentah untuk mengurangi ketergantungan impor.
• Improve distribution facilities by developing and revitalizing oil and gas pipelines,
• Increase the number of tanker vessels for better distribution, • Increase the production of crude
oil to reduce dependence on imports.
Risiko kegagalan Pihak Ketiga. • Terganggunya kegiatan
operasional.
• Perusahaan mengalami kerugian
operasional.
• Memilih mitra secara selektif, • Menyusun kontrak yang tidak
merugikan kedua pihak,
• Menempatkan wakil perusahaan
yang kompeten dalam kerja sama tersebut.
Good Corporate
No. Tipe Risiko Risk Type Potensi Risiko Risk Event Dampak Impact Rencana Mitigasi Mitigation Plan Risiko Terkait dengan Aksi
Terrorisme.
Risks of terrorist acts.
• Perusahaan mengalami kerugian
besar.
• Terganggunya kegiatan
operasional.
• The company suffers huge losses. • Disruption of operational activities. • Meningkatkan sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan, • Mengasuransikan aset perusahaan.
• Increase Corporate Security Management,
• Apply insurance for Company assets.
Risiko Bencana Alam.
Natural disaster risk.
kerusakan aset-aset perusahaan, korban jiwa, hingga terhentinya kegiatan operasional.
Damage to Company assets, casualties, and halt/ shut down in operational activities.
• Memaksimalkan Disaster
Recovery Plan dan Disaster Recovery Center,
• Memberikan simulasi kondisi
darurat secara berkala dan dibentuk tim penanggulangan keadaan darurat.
• Mendirikan Pusat Komando
Pengendalian di unit operasi yang terhubung dengan crisis center di Kantor Pusat,
• Mengasuransikan aset
perusahaan.
• Maximize Disaster Recovery Plan and Disaster Recovery Center. • Conduct training/ simulations
for emergency conditions periodically and form an Emergency Response Team, • Establish a Control Command
Center at each operational unit which is connected with crisis center at the company’s Head Office
• Apply insurance for Company assets.
Risiko gugatan hukum dari berbagai pihak, baik dari regulator, mitra kerja, pekerja, hingga masyarakat.
Lawsuit
risks from various parties including regulators, business partners, workers, and the general public.
• Perusahaan mengalami kerugian
besar.
• Reputasi Pertamina di
masyarakat akan menjadi buruk.
• The company suffers huge losses. • Bad reputation for Pertamina .
• Menerapkan prinsip GCG, • Memaksimalkan Fungsi Hukum
dan Litigasi, serta asuransi liability untuk menjamin berbagai risiko gugatan hukum.
• Implement GCG principles, • Maximize Legal & Litigation
Function and insurance covering any liabilities in lawsuit risks.
Introduction Management’s Discussion and Analysis
MANAJEMEN RISIKO TERINTEGRASI
No. Tipe Risiko Risk Type Potensi Risiko Risk Event Dampak Impact Rencana Mitigasi Mitigation Plan 2. Risiko Finansial
Financial Risk
Risiko pergerakan atau fluktuasi variabel-variabel pasar seperti perubahan kurs valuta asing, harga komoditas, tingkat suku bunga, sewa kapal, dan fluktuasi harga minyak.
Risk of fluctuated market variables such as changes in foreign exchange, commodity prices, interest rates, vessel rental charges, and oil price fluctuation.
Perusahaan mengalami kerugian besar
The Company suffers huge losses
• Melakukan analisis risiko pasar,
natural hedging,
• Berkoordinasi dengan BI untuk
pengadaan valas,
• Berkoordinasi dengan Anak
Perusahaan untuk pengadaan crude dan produk,
• Mengupayakan tingkat
suku bunga pinjaman yang kompetitif,
• Memelihara hubungan yang
baik dan mempunyai akses yang kuat dengan bank dan lembaga keuangan di dalam dan luar negeri,
• Menambahkan armada
kapal milik guna mengurangi ketergantungan kapal sewa.
• Conduct analysis of market risks, natural hedging,
• Coordinate with BI for foreign exchange supply
• Coordinate with subsidiaries for crude and products procurement. • Conduct best efforts to get
competitive lending rates, • Maintain good relationship and
strong access to local banks, foreign banks and financial institutions,
• Increase the number of leet to reduce dependence on vessel renting.
Risiko keterlambatan atau gagal bayar dari pelanggan.
Risk of the customers’ late payments and/or defaults.
• Terganggunya cash low
perusahaan.
• Terganggunya kegiatan investasi
perusahaan.
• Perusahaan mengalami kerugian
yang besar.
• Disruption of cash low. • Disruption of the Company’s
investment activities. • Company suffers huge losses.
• Menerapkan sistem scoring dan
Rating dalam pemberian kredit,
• Mengevaluasi alokasi kredit dan
jaminannya.
• Apply scoring and rating system on credit lending,
• Evaluate credit allocation and its collateral.
Risiko kondisi cash shortage atau ketidaksesuaian komposisi mata uang yang dimiliki dengan komposisi kewajiban dalam mata uang (mismatch currency).
Risk of cash shortages and/or and mismatch currency.
Terganggunya kegiatan pendanaan perusahaan.
Disruption of corporate financing activities
• Menetapkan tingkat cash reserve
minimum mata uang yang diperlukan,
• Membuat proyeksi cash low
untuk memonitor rencana penerimaan dan pengeluaran beserta realisasinya,
• Melakukan strategi pendanaan,
percepatan kolektibilitas piutang, serta cost efficiency.
• Determine minimum level of cash reserves of required currency, • Prepare cash low projection
to monitor intake planning, spending budgets and its
Good Corporate
No. Tipe Risiko Risk Type Potensi Risiko Risk Event Dampak Impact Rencana Mitigasi Mitigation Plan Risiko Terjadinya Penurunan
Aktivitas Perekonomian Dunia.
Risk of global economic slowdown
Terganggunya kegiatan dan kinerja keuangan Perusahaan.
Disruption of Company activities and financial performance.
Melakukan analisa
potensi pasar primer dan sekunder, serta strategi pemasaran untuk merespon perubahan kondisi makro ekonomi.
Conduct analyses of market potentials for primary and secondary market, as well as analyses of marketing strategies to respond to the macroeconomic condition.
3. Risiko Operasional Operational Risk
Risiko keselamatan dan kesehatan kerja serta pencemaran lingkungan.
Risks of occupational health, safety and environmental pollution
• Perusahaan mengalami kerugian
besar.
• Reputasi Pertamina di
masyarakat akan menjadi buruk.
• The Company suffers huge losses.
• Bad reputation for Pertamina
• Penerapan ISO 14000 dan HSE
risk assessment.
• Upskiling, awareness dan drill
HSE secara berkala,
• Menerapkan program Contractor
Safety Management System (CSMS),
• Melibatkan safety engineer pada
tahap disain dan commissioning,
• Sosialisasi regulasi pengelolaan
limbah B3, dumping, dan Proper
• mengasuransi liability untuk
pencemaran lingkungan (Third party liability).
• Implementation of ISO 14000 and HSE risk assessment. • Increase HSE awareness and
up-skill trainings and drillings periodically
• Implement Contractor Safety Management System (CSMS) program,
• Involve Safety Engineers on the design and commissioning phase,
• Socialize of regulation management of B3, waste dumping, and Proper, • Insure environmental pollution
liability (Third party liability). Risiko Terlambatnya Mengikuti
Perkembangan Teknologi Migas.
Risk of delayed development of oil and gas technology.
Hilangnya peluang perusahaan untuk ikut mengerjakan proyek-proyek migas yang membutuhkan konsep dan teknologi baru. Opportunity loss in conjoining with partners/ other companies on oil and gas projects which require new concepts and technologies.
Melakukan research and development melalui fungsi Technology Center, upskilling knowledge, training, benchmarking, serta engineering and development. Conduct research and development through Technology Center division, knowledge up-skilling, training, benchmarking, as well as engineering and development. Risiko Terkait dengan Usia
Aset-aset Produksi Perusahaan.
Mature Production Assets Risk.
• Bertambahnya biaya perawatan
alat.
• Terganggunya kegiatan
operasional.
• Increase cost of equipment maintenance.
• Disruption of operation activities.
Melakukan perbaikan, perawatan, dan peremajaan aset produksi dengan teknologi baru.
Conduct maintenance, reparation, and rejuvenation on production assets using new technology.
Introduction Management’s Discussion and Analysis
MANAJEMEN RISIKO TERINTEGRASI
No. Tipe Risiko Risk Type Potensi Risiko Risk Event Dampak Impact Rencana Mitigasi Mitigation Plan Risiko Rendahnya Tingkat Utilisasi
Aset yang Dimiliki Perusahaan
Low corporate asset utilization risk
• Banyak asset-aset perusahaan
yang digunakan secara illegal oleh masyarakat.
• Hilangnya peluang keuntungan
terhadap asset-aset yang idle.
• Illegal use of corporate assets by the public.
• Loss of proit opportunities due to idle assets.
Melakukan identifikasi aset perusahaan, melengkapi adminstrasi, serta optimalisasi aset-aset yang kurang produktif melalui kerja sama dengan pihak lain atau
divestasi.
Identify the Company’s assets, complete the administrative processes, and optimize non-productive assets through cooperation with other parties or conduct divestment.
Review terhadap implementasi Enterprise Risk Management di Pertamina.
Pertamina terus melakukan peningkatan secara berkesinambungan (continuous improvement) terhadap implementasi Manajemen Risiko Terintegrasi dengan mengacu kepada Road Map Implementasi Manajemen Risiko Terintegrasi Pertamina yang terbagi dalam beberapa tahapan, mulai dari Kerangka hingga ke tujuan terakhir yaitu Kultur Risiko.
Pada saat ini Pertamina telah memasuki tahapan Disiplin sehingga dibutuhkan langkah-langkah yang tepat untuk mencapai target risk culture. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kematangan implementasi Manajemen Risiko Terintegrasi di Pertamina dengan adanya Corporate Top Risk Profile hingga kajian risiko untuk setiap usulan investasi.
Ke depannya, Pertamina akan terus berusaha untuk menyempurnakan implementasi Enterprise Risk Management di seluruh lini perusahaan agar risiko dapat dikelola secara terintegrasi, mulai dari hulu ke hilir, hingga dewan direksi sampai dengan praktisi, sehingga Enterprise Risk Management di Pertamina menjadi kultur dan berkelas dunia.
Review of Enterprise Risk Management implementation in Pertamina.
Pertamina persists to innovate itself through continuous improvement on the implementation of Integrated Risk Management by referring to the Pertamina’s Road Map for Implementation of Integrated Risk Management, divided into several stages, from Awareness up to the final destination of achieving Risk Culture.
Currently, Pertamina has accomplished Disciplinary in practicing Risk Management and it will take the proper steps to achieve Risk Culture, which can be proven by increasing maturity in implementing the Integrated Risk Management at Pertamina, such as Corporate Top Risk Profile and thorough risk assessment for each proposed investment.
Pertamina will continue to strive to improve the implementation of the Enterprise Risk Management across company’s lines so that risks can be managed in integration, from upstream to downstream, and from top level to practitioners, in hope to achieve risk culture as best practice of a world class Enterprise Risk Management.
Good Corporate