LANDASAN TEOR
B. Motivasi Beragama 1 Definisi Motivas
2. Manfaat dan Keistimewaan Shalat Berjamaah
Karunia Allah sangatlah besar tehadap hamba-Nya salah satunya yaitu dengan memberi pahala yang besar bagi mereka yang melaksanakan shalat berjamaah. Pahala diawali dari keterkaitannya dengan masjid, perjalanan mereka meunuju masjid dan menunggu tibanya shalat jamaah dilaksanakan sampai mereka beranjak meninggalkan masjid.
Karunia Allah tidak berhenti sampai disitu saja, Allah juga masih memberikan pahala mereka sesampai mereka tiba di rumahnya masing- masing. Lebih dari itu Allah juga mengkhususkan pahala bagi orang-orang yang melakukan sholat berjamaah Ashar, Isya dan Subuh. Bukan hanya sekedar pahala saja yang kita terima dari kita melakukan shalat berjamaah, namun juga terdapat beberapa keuntungan-keuntungan, di antaranya:
a. Ditinjau dari Segi Spiritual
1) Keterkaitannya dengan masjid akan mendapatkan naungan dari Allah pada hari kiamat.
Tujuh dari golongan orang yang mendapatkan naungan dari Allah salah satunya orang yang hatinya selalu terikat dengan masjid. Al-‘Aini menjelaskan “terdapat keutamaan bagi orang yang selalu berada di masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah karena masjid adalah rumah allah dan rumah orang-orang yang bertakwa. Dan pantas bagi yang dikunjungi memuliakan orang yang mengunjunginya, maka bagaimana dengan paling mulianya orang
2) Keutamaan Berjalan menuju masjid guna melaksanakan shalat berjamaah.
Perjalanan menuju masjid merupakan aktifitas yang dapat menjamin seorang hamba untuk mendapat kehidupan yang layak, serta kematian yang indah pula. Diantara hikmahnya yaitu: Pertama
Orang yang keluar masjid dicatat pahala sesuai jejak kaki menuju masjid, kedua Allah mengangkat kedudukan jejak-jejak kai orang
yang menuju masjid sehingga para malaikat berselisih dalam mencatat amal hingga mereka membawa masalahnya naik ke langit,
ketiga berjalan kaki menuju masjid sebagai penghapus dosa dan
menaikkan derajat, keempat orang yang keluar dari rumah untuk
melaksanakan sholat akan dijamin masuk surga, kelima orang yang
eluar rumah guna melaksanakan solat berjamaah sampai pulang kembali pahalanya akan dihitung seperti pahala sholat, keenam
orang yang berjalan kemasjid akan mendapatkan cahaya yang sempurna pada har kiamat, ketujuh akan disediakan hidangan
disurga bagi orang yang pagi dan sorenya pergi kemasjid (Ilahi, 2010: 12-24).
3) Semakin Banyak Jamaah Semakin Berlipat Pahala yang didapat
Jumlah yang menghadiri shalat jamaah mempengaruhi banyaknya pahala bagi shalat tersebut. Rasulullah bersabda,
Allah”. Sebuah hadits yang menarik perhatian, menjelaskan keutamaan shalat berjamaah. Terjemahannya demikian:
Jika makmum hanya satu orang, akan diberikan pahala 150 shalat. Jika dua orang, akan diberikan pahala 600 shalat. Jika tiga orang pahala 1200 shalat. Jika empat orang pahala 2.400 shalat. Jika lima orang pahala 2.800 shalat. Jika enam orang, pahala 9.600 shalat. Jika tujuh orang pahala 19.200 shalat. Jika delapan orang, pahala 36.400 shalat. Sementara jika jumlah makmum samapai pada sepuluh orang, akan diberikan pahala 72.800 shalat. Dan apabila jumlah makmum melebihi atau meampaui sepuluh orang maka tidak ada ang mengetahui hitungannya kecuali Allah Swt.
Rasulullah Saw bersabda, “Lebih menyenangkan bagiku berjamaah
shubuh dari pada beribadah sepanjang malam” (Qira’ati, 1996:
158).
4) Keutamaan Shaf Pada Bagian Pertama
Pertama shaf pertama (dalam sholat) seperti shafnya para
malaikat, kedua Allah Swt dan para malaikat bershalawat kepada
shaf pertama, ketiga nabi memberikan rahmat kepada shaf pertama
dan kedua (Ilahi, 2010: 28-31).
5) Keutamaan Shalat Isya, Subuh dan Ashar Berjamaah
Pertama shalat isya berjamaah seperti qiyam (shalat)
separuh malam, sedangkan shalat subuh dan isya berjamaah seperti qiyamul lail (shalat malam) sepanjang malam, kedua malaikat
menyertai orang yang mula-mula (paling awal pergi ke masjid),
ketiga shalat subuh berjamaah dicatat dalam shalatnya kaum yang
berada dalam jaminan Allah, kelima orang yang shalat subuh
berjamaah mendapatkan pahala haji dan umrah, jika ia duduk untuk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat dan yang keenam malaikat malam dan malaikat siang
berkumpul pada waktu subuh dan ashar serta mereka memohonkan ampun untuk orang-orang yang melaksanakan keduanya dengan berjamaah (Ilahi, 2010: 44-53)
6) Selain dari segi pahala secara psikis dari jiwa seseorang shalat dapat menghadirkan pertama kesucian lahiriyah dan rohaniyah serta
ketentraman, kedua shalat menimbulkan keyakinan dan kekuatan
jiwa, ketiga menimbulkan keteguhan hati dan ketetapan pendirian,
dan keempat membina jiwa dinamis, bergairah dan bahagia
(Musbikin, 2007: 88).
b. Ditinjau dari Segi Sosial
Shalat Jamaah merupakan pendahuluan kesatuan barisan, kerapatan hati dan pengokoh jiwa persaudaraan. Shalat jamaah merupakan sejenis absensi non-formal, cara terbaik mengenali individu-individu. Shalat jamaah adalah jenis perkumpulan terbaik, terbanyak, terbersih dan terekonomis diseluruh dunia. Pertemuan tanpa modal. Menyadarkan akan persoalan satu sama lain dan menyiapkan kerja sama sosial antar pribadi muslim (Qira’ati, 1996: 160).
c. Ditinjau dari Segi Politis
Shalat jamaah menunjukkan kekuatan kaum muslimin, keterkaitan dengan hati dan solidaritas barisan, menjauhkan perpecahan, menanamkan rasa ketakutan dihati musuh. Menjadikan kaum munafik putus asa. Menusuk mata mereka yang mengharapkan keburukan. Shalat jamaah adalah maneuver kesiagaan dan ikatan imam dan umat
(Qira’ati, 1996: 160).
d. Ditinjau dari Segi Etis dan Edukatif
Pertama, dapat mendidik jiwa kita agar terhindar dari sifat-sifat
sombong, tinggi hati, dan sebagainya, serta mengarahkan kita agar selalu tawakal dan berserah diri kepada Allah Swt. Shalat dapat membina kejujuran, keikhlasan, kepatuhan kepada kebenaran dan peraturan. Selain itu juga shalat dapat membangun karakter atau Akhlak yang baik dan mempnyai tenaga, serta kedudukan yang baik (Musbikin, 2007: 90).
Shalat erat kaitannya dengan pembentukan akhlak dan pembangunan akhlak. Semakin baik shalatnya, semakin intens
(khusyu’) menjalaninya akan semakin baik perilakunya. Dengan kita rajin melaksanakan shalat, menghadirkan seluruh jiwa dan sepenuh hati tertuju hanya kepada sang Pencipta, maka tidak akan seseorang itu berkepribadian buruk, sombong atau angkuh (Amin dan Zuhri, 1999: 104).
Kedua, menjadi penghalang dari mengerjakan kemungkaran dan
keburukan (Tono dkk, 1998: 32). Firman Allah Swt:
Artinya: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Ankabut 29: 45).
Ketiga, dapat memperteguh persatuan, membangun tali
persaudaraan antara umat Islam. Shalat berjamaah mengajarkan
kesatuan dalam arah, tujuan, dan imam dan didalamnya terdapat tali persaudaraan antara umat Muslim.
Rasa persaudaraan amat jelas terlukis ketika masjid terbuka untuk siapapun. Setiap Muslim akan bertemu dengan muslim yang lain. Mereka bersaudara, shalat dibelakang seorang imam, satu gerak mengikuti komando imam menghadap kiblat dan menyembah tuhan satu yaitu Allah Swt (Basyir, 2003: 61).
Keempat, mengajarkan bahwa semua manusia itu Sama derajatnya.
Shalat jamaah didalamnya terdapat nilai persamaan dalam barisan Shaf. Coba kita lihat dalam satu barisan shaf terdapat berbagai macam ras, suku, bangsa, golongan, Bahasa dan ekonomi yang berbeda, ini menunjukkan didalam shalat berjamaah mengandung persamaan bahwa dimata Allah kita semuanya Sama kedudukannya.
Kelima, melatih disiplin dan berpikir positif mengikuti imam dalam
semua takbir atau gerakan dalam shalat dan tidak mendahuluinya memperlambat diri darinya, bersamaan dengannya atau berlomba- lomba dengannya (Musbikin, 2007: 51).
Keenam, saling memberikan pertolongan dalam hal ibadah dan
kepentingan. Perasaan saling peduli, mengasihi dan tolongmenolong akan hadir dalam shalat berjamaah, dapat kita lihat ketika seseorang yang biasanya berjamaah namun suatu hari tidak mengikuti shalat berjamaah pastinya menimbulkan rasa kepedulian bagi orang-orang yang berjamaah lainnya. Kepedulian ini akan terpupuk dalam dirinya dengan dia memperhatikan teman jamaahnya yang tidak berangkat, apakah yang menyebabkan saudaranya tidak dapat mengikuti shalat berjamaah. Pastinya akan timbul rasa saling mengasihi, peduli dan tolong menolong.
Penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa shalat di samping merupakan ibadah yang wajib dan istimewa ternyata juga mengandung manfaat yang sangat besar bagi kesejahteraan dan kebahagiaan hidup umat manusia terutama dalam berperilaku dengan sesama manusia, sehingga menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa yang mampu bersosialisasi dengan masyarakat sehingga menjadi masyarakat yang harmonis dan hidup berdampingan.
BAB III