BAB I. PENDAHULUAN
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
2. Manfaat Penelitian
Dari penelitian ini diharapkan akan diperoleh informasi yang akurat dan relevan yang dapat digunakan untuk :
a. Memberikan wawasan pegetahuan dalam menganalisis prosedur penetapan tarif pengiriman barang pada perusahaan jasa ekspedisi.
b. Sebagai bahan referensi/pustaka bagi pihak-pihak yang melakukan penelitian sehubungan dengan hal yang sama.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi Harga
Dalam perekonomian kita saat ini, tidak lagi menggunakan sistem barter atau lebih dikenal dengan istilah tukar-menukar barang atau jasa yang terjadi tanpa perantaraan uang, tetapi untuk mengadakan pertukaran atau mengukur nilai suatu barang kita menggunakan uang. Keberhasilan suatu perusahaan dalam menghadapi persaingan yang ketat dapat dilihat dari keberhasilan perusahaan tersebut dalam memadukan ke empat variabel bauran pemasaran, yaitu: produk, harga, promosi dan saluran distribusi.
Dalam artian sempit, harga (price) adalah jumlah yang ditagihkan atas suatu produk atau jasa. Lebih luas lagi, harga adalah jumlah semua nilai yang diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkan keuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa. Sepanjang sejarahnya, harga telah menjadi faktor utama yang mempengaruhi pilihan para pelanggan. Dalam beberapa dekade terakhir, beberapa faktor diluar harga menjadi semakin penting. Namun, harga tetap menjadi elemen yang paling penting dalam menetukan pangsa pasar dan keuntungan suatu perusahaan. Harga adalah satu-satunya elemen dalam bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan, semua elemen lainnya melambangkan biaya.
Harga juga merupakan satu dari elemen bauran pemasaran yang paling flexibel. Tidak seperti fitur produk dan komitmen penyalur, harga dapat
berubah dengan cepat. Pada saat yang bersamaan, penetapan harga adalah permasalahan nomor satu yang dihadapi banyak executive pemasaran dan banyak perusahaan tidak menangani penetapan harga dengan baik, salah satu masalah yang sering timbul adalah perusahaan terlalu cepat menurunkan harga untuk mendapatkan penjualan daripada meyakinkan pembeli bahwa produknya yang bernilai lebih layak dihargai tinggi. Kesalahan umum lainnya penetapan harga yang terlalu berorientasi pada biaya daripada berorientasi pada nilai bagi pelanggan dan penetapan harga tidak memasukkan bagian lain dalam bauran pemasaran kedalam perhitungannya.
Beberapa manager melihat penetapan harga sebagai hal yang sangat memusingkan kepala, serta memilih untuk lebih berfokus kepada bauran pemasaran lainnya. Namun, manager yang cerdik melakukan penetapan harga sebagai alat strategi kunci untuk menciptakan dan menangkap nilai pelanggan.
Harga mempunyai pengaruh yang langsung bagi laba perusahaan. Beberapa definisi harga menurut para ahli, antara lain :
Menurut Swasta (2009:147) mengatakan bahwa harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang di butuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.
Menurut Kotler dan Amstrong (2008 : 345), menjelaskan bahwa harga adalah sejumlah uang yang ditagihkan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang di tukarkan para pelanggan untuk memperoleh manfaat dan memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa.
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa harga adalah sejumlah uang yang ditagihkan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukarkan para pelanggan untuk memperoleh manfaat dan mendapatkan kombinasi dari barang beserta pelayanannya.
B. Pengertian Harga Jasa (Tarif)
Keputusan dalam penetapan tarif mempunyai dampak terhadap pelanggan yang menggunakan jasa tersebut, istilah harga dalam bisnis jasa terdapat beberapa sebutan, antara lain harga jasa atau tarif atau ongkos dan lain-lain. Adapun pengertian harga jasa (tarif) adalah sebagai berikut:
Menurut Mulyadi (2009:193), menjelaskan bahwa harga jasa adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk menutup biaya penuh yang bersangkutan dengan jasa untuk menghasilkan laba yang dikehendaki atau sepadan dengan investasi yang ditanamkan.
Menurut Lupiyoadi (2013:87), menerangkan bahwa harga jasa adalah sejumlah uang (ditambah beberapa produk lain jika perlu) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari jasa pelayanan.
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa harga jasa merupakan sejumlah uang yang digunakan untuk menutup biaya penuh agar dapat menghasilkan laba sesuai dengan apa yang diinginkan perusahaan dan mendapatkan sejumlah kombinasi dari jasa pelayanan.
C. Tujuan Penetapan Tarif
Tujuan penetapan tarif dapat mendukung strategi pemasaran berorientasi pada permintaan konsumen apabila perusahaan meyakini bahwa harga yang lebih murah dapat meningkatkan jumlah pemakai, tingkat pemakaian atau pembelian ulang dalam bentuk kategori produk tertentu.
Persaingan bisinis yang ketat mengharuskan perusahaan untuk lebih berhati-hati dalam menetapkan kebijakan penetapan harga. Tingkat harga yang tepat akan mengarahkan perusahaan pada pencapaian laba yang optimal.
Penetapan harga yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan ketidakmampuan bersaing dengan produk atau jasa sejenis dipasaran.
Dalam teori ekonomi klasik, setiap perusahaan selalu berorientasi pada seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari suatu produk atau jasa yang dimilikinya, sehingga tujuan penetapan harganya hanya berdasarkan pada tingkat keuntungan dan perolehan yang akan diterimanya. Namun didalam perkembangannya, tujuan penetapan harga bukan hanya berdasarkan tingkat keuntungan dan perolehannya saja melainkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan non ekonomis lainnya.
Berikut adalah tujuan penetapan tarif/harga yang bersifat ekonomis dan non ekonomis:
1. Memaksimalkan Laba
Penetapan harga ini biasanya memperhitungkan tingkat keuntungan yang ingin diperoleh. Semakin besar margin keuntungan yang ingin didapat, maka menjadi tinggi pula harga yang ditetapkan untuk konsumen. Dalam
menetapkan harga sebaiknya turut memperhitungkan daya beli dan variabel lain yang dipengaruhi harga agar konsumen yang diraih dapat maksimum.
2. Meraih Pangsa Pasar
Untuk dapat menarik perhatian para konsumen yang menjadi target market atau target pasar maka suatu perusahaan sebaiknya menetapkan harga yang serendah mungkin. Dengan turunnya harga, maka akan memicu peningkatan permintaan yang juga datang dari market share pesaing atau kompetitor, sehingga ketika pangsa pasar tersebut diperoleh maka harga akan disesuaikan dengan tingkat laba yang diinginkan.
3. Return On investmen (ROI) / Pengembalian Modal Usaha
Setiap usaha menginginkan tingkat pengembalian modal yang tinggi.
ROI yang tinggi dapat dicapai dengan jalan menaikkan profit margin serta meningkatkan angka penjualan.
4. Mempertahankan Pangsa Pasar
Ketika perusahaan memiliki pasar tersendiri, maka perlu adanya penetapan harga yang tepat agar dapat tetap mempertahankan pangsa pasar yang ada.
5. Tujuan Stabilisasi Harga
Dalam pasar yang konsumennya sangat sensitif terhadap harga, bila suatu perusahaan menurunkannya, maka para pesaingnya harus menurunkan pula harga mereka. Kondisi seperti ini yang mendasari terbentuknya harga dalam industri-industri tertentu (misalnya minyak bumi). Tujuan stabilisasi dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk mempertahankan
hubungan yang stabil antara harga suatu perusahaan dan harga pemimpin (leader).
6. Menjaga Kelangsungan Hidup Perusahaan (survival)
Perusahaan yang baik menetapkan harga dengan memperhitungkan segala kemungkinan agar tetap memiliki dana yang cukup untuk tetap menjalankan aktivitas usaha bisnis yang dijalani. Tujuan-tujuan dalam penetapan harga ini mengindikasikan bahwa pentingnya perusahaan untuk memilih, menetapkan dan membuat perencanaan mengenai nilai produk atau jasa dan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan atas produk atau jasa tersebut.
D. Faktor Pertimbangan Dalam Penetapan Tarif 1. Faktor – faktor Penetapan Tarif
Menurut Tjiptono (2015:294), bahwa faktor – faktor yang menjadi pertimbangan dalam penetapan tarif adalah sebagai berikut :
a. Elastisitas Harga Permintaan
Efektivitas program penetapan harga tergantung pada dampak perubahan harga terhadap permintaan, karena itu perubahan unit penjualan sebagai akibat dari perubahan harga perlu diketahui.
b. Faktor Persaingan
Reaksi pesaing terhadap perubahan harga merupakan salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan setiap perusahaan.
c. Faktor Biaya
Struktur biaya perusahaan (biaya tetap dan biaya variabel) merupakan faktor pokok yang menentukan batas bawah harga. Artinya, tingkat harga minimal harus bisa menutup biaya (setidaknya biaya variabel).
d. Faktor Lini Produk
Dalam banyak kasus, penetapan harga sebuah produk bisa berpengaruh terhadap penjualan produk lainnya yang dihasilkan oleh perusahaan yang sama.
2. Pendekatan – pendekatan Umum Dalam Penetapan Harga Jasa
Harga yang dibebankan oleh perusahaan pada produk dan jasanya akan berada pada kisaran mulai dari terlalu rendah untuk menciptakan laba sampai terlalu tinggi untuk menimbulkan permintaan. Menurut Kotler dan Amstrong (2008:352), ada 3 pendektan yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk menetapkan harga, yaitu :
1. Penetapan Harga Berdasarkan Biaya
Metode penetapan harga yang paling sederhana adalah penetapan harga biaya–plus (cost plus pricing). Penetapan harga biaya–plus memiliki pengertian menambahkan markup standar pada biaya produk. Menambahkan markup standar memiliki pengertian penetapan harga dengan menambahkan biaya pokok produk dengan semua biaya operasional dari perolehan laba yang diinginkan.
2. Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Metode
Penetapan harga berdasarkan nilai memiliki pengertian menetapkan harga berdasarkan persepsi pembeli atas nilai, bukannya atas biaya yang ditanggung oleh penjual. Ada aspek psikologis terkait pada penetapan harga berdasarkan nilai, karena minat konsumen akan produk atau jasa menjadi faktor yang harus diperhatikan oleh perusahaan.
3. Penetapan Harga Berdasarkan Pesaing
Metode penetapan harga berdasarkan pesaing, memilik pengertian bahwa perusahaan menetapkan harga produknya dengan berpatokan pada harga yang ditawarkan oleh pesaing produk sejenis.
3. Fungsi Tarif
Tarif memiliki fungsi untuk :
a. Mewujudkan tujuan perusahaan dalam pencapaian laba.
b. Menggambarkan sebuah produk atau jasa.
c. Mencari market place-nya (apakah konsumen akan membeli pada tingkat harga yang ditetapkan)
d. Membantu mempositioning produk pada benak konsumen.
E. Prosedur Penetapan Tarif
Menurut Swasta (2009:246), bahwa dalam penetapan tarif terdapat beberapa prosedur yang harus dilalui yaitu sebagai berikut :
1. Mengestimasi permintaan untuk barang atau jasa tersebut
2. Mengestimasi lebih dahulu reaksi dalam persaingan 3. Menentukan strategi harga untuk mencapai target pasar 4. Mempertimbangkan politik pemasaran perusahaan 5. Memilih harga tertentu
F. Metode Dasar Penentuan Tarif
Metode penetapan tarif (harga jasa) yang didasarkan pada biaya dalam bentuk yang paling sederhana, menurut Swasta (2009:154–155), menyatakan bahwa:
1. Penetapan Harga Plus (Cost Plus Pricing)
Dalam metode ini, penjual atau produsen menetapkan harga jual untuk satu unit barang yang besarnya sama dengan jumlah biaya per unit ditambah dengan suatu jumlah untuk menutup laba yang diinginkan (disebut margin) pada unit tersebut.
Rumus :Biaya Total + Margin = HargaJual 2. Penetapan Harga Mark-Up (Mark Up Pricing Metode)
Metode yang banyak dipakai oleh para pedagang. Pedagang membeli barang–barang dagangan akan menetukan harga jualnya setelah menambah harga beli dengan sejumlah mark up. Jadi mark up merupakan kelebihan harga jual diatas harga belinya.
Rumus :HargaBeli + Mark-Up = HargaJual
3. Penetapan Harga berdasarkan Pesaing/Kompetitor
Penetapan harga dilakukan dengan menggunakan harga kompetitor sebagai referensi. Untuk menarik konsumen dan para pelanggan, perusahaan biasanya menggunakan strategi harga. Penetapan startegi harga juga bisa digunakan untuk mensiasati para pesaingnya, misalkan dengan cara menetapkan harga dibawah harga pasar dengan maksud untuk meraih pangsa pasar.
G. Definisi Penjualan dan Jenis-jenis Penjualan 1. Definisi Penjualan
Tingkat hasil penjualan yang menguntungkan merupakan tujuan dari konsep pemasaran, artinya laba yang diperoleh dengan melalui pemuasan keinginan dari konsumen atau masyarakat. Dengan adanya laba atau keuntungan yang diperoleh, maka perusahaan dapat tumbuh dan berkembang serta menggunakan kemampuan yang lebih besar, dengan kata lain dapat memperkuat posisinya dalam menyediakan barang dan jasa yang dapat memberikan tingkat kepuasan yang lebih besar pada konsumen, serta dapat memperkuat kondisi perekonomian secara menyeluruh.
Penjualan merupakan fungsi yang paling penting dalam pemasaran karena menjadi tulang punggung kegiatan untuk mencapai pasar yang dituju. Fungsi penjualan juga merupakan sumber pendapatan yang diperlukan untuk menutup ongkos dan biaya dengan harapan bisa
mendapatkan laba. Oleh karena itu perlu adanya bermacam cara untuk memajukan penjualan seperti, periklanan, peragaan dan sebagainya (Swasta, 2009:27)
2. Jenis-jenis Penjualan
Menurut Murti Sumarni dan john soeprihanto (2010:321), penjualan dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
1. Penjualan Langsung, yaitu suatu proses membantu dan membujuk satu atau lebih calon konsumen untuk membeli barang atau jasa atau bertindak sesuai ide tertentu dengan menggunakan komunikasi tatap muka.
2. Penjualan tidak langsung, yaitu bentuk prosentase dan promosi gagasan barang dan jasa dengan menggunakan media tertentu seperti surat kabar, majalah, radio, televisi, papan iklan, brosur dan laian-lain.
3. Faktor yang mempengaruhi penjualan
Menurut kotler (2008:245), faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan sebagai berikut:
1. Kualitas barang
Turunnya kualitas barang dapat mempengaruhi volume penjualan, jika barang yang diperdagangkan mutunya menurun dapat menyebabkan pembelinya yang sudah menjadi pelanggan dapat merasa kecewa sehingga mereka bisa berpaling kepada barang lain yang mutunya lebih baik.
2. Minat Konsumen
Minat konsumen tidaklah tetap dan dia dapat berubah setiap saat, bilamana selera konsumen terhadap produk yang kita pasarkan berubah maka volume penjualan akan menurun.
3. Servis (pelayanan) terhadap pelanggan
Pelayanan merupakan faktor penting dalam usaha memperlancar penjualan dimana tingkat persaingan yang semakin tajam. Dengan adanya pelayanan yang baik terhadap pelanggan maka dapat meningkatkan volume penjualan.
4. Persaingan menurunkan harga
Persaingan harga dapat diberikan dengan tujuan agar penjualan dan keuntungan perusahaan dapat ditingkatkan dari sebelumnya. Potongan harga tersebut dapat diberikan kepada pihak tertentu dengan syarat-syarat tertentu pula.
H. Kerangka Pikir
Perusahaan PT. JALUR NUGRAHA EKAKURIR (JNE) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa ekspedisi yang melayani pengiriman paket intracity, domestic dan international. Yang mana pada perusahaan ini dalam setiap periode akuntansi setiap akhir tahun akan membuat laporan penjualan atas kiriman paket tersebut. Laporan penjualan ini dibuat untuk mengetahui peningkatan penjualan dan perbandingan antara jenis
layanan yang paling banyak digunakan oleh konsumen berdasarkan tarif atau harga yang telah ditetapkan.
Setiap perusahaan selalu menginginkan laba dan ukuran yang sering kali dipakai untuk menilai berhasil atau tidaknya manajemen perusahaan adalah laba yang diperoleh perusahaan. Laba terjadi apabila pendapatan yang diterima lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan. Laba dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu elastisitas harga permintaan, persaingan, biaya dan lini produk.
Suatu perusahaan jasa akan menentukan harga untuk jasanya dengan sebaik–baiknya. Harga bagi perusahaan jasa tidak hanya berguna untuk memberikan nilai suatu jasa, tetapi juga berpengaruh terhadap pendapatan yang diterima perusahaan-perusahaan jasa tersebut maupun dapat menetukan seberapa jauh kualitas layanan jasa yang dinilai oleh konsumen dan proses pembangunan citra perusahaan. Sehingga perusahaan jasa khususnya dalam bidang jasa pengiriman barang harus membuat strategi harga yang dapat menarik konsumen dan dapat bersaing dengan jasa pengiriman barang lainnya, yang nantinya dapat meningkatkan volume penjualan perusahaan.
Gambar 2.1 Kerangka Pikir
I. Hipotesis
Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, maka diduga bahwa sistem dan prosedur yang digunakan dalam menetapkan tarif setiap jenis layanan sudah tepat dalam meningkatkan penjualan pada PT. Jalur Nugraha Ekakurir Cabang makassar.
PT. JNE EXPRESS ACROSS NATION Cabang makassar
TARIF
PENJUALAN
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada PT. Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Cabang Makassar di Jl. Veteran Selatan No 1 B. Waktu penelitian dilakukan selama kurun waktu 2 bulan terhitung bulan April sampai Juni 2016.
B. Tehnik Pengumpulan Data
Dalam hal ini peneliti memperoleh data dengan tiga macam cara, yaitu sebagai berikut:
1. Wawancara/interview adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara bebas atau tanya jawab secara lisan dengan pimpinan perusahaan atau petugas yang telah diberi petunjuk untuk memberikan data atau informasi yang relevan yang berhubungan dengan perusahaan.
2. Observasi adalah pengumpulan data tanpa harus bertanya kepada responden, data dapat diperoleh melalui pengamatan langsung pada obyek yang akan di teliti.
3. Kepustakaan adalah pengumpulan data yang diperoleh melalui pengambilan data dari buku-buku dan literatur di perpustakaan.
C. Jenis Dan Sumber Data 1. Jenis data
Jenis data pada penelitian ini terdiri dari :
a. Data kualitatif, yaitu data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk informasi baik secara lisan maupun secara tertulis. Data yang dimaksud yaitu data berdasarkan hasil wawancara menegenai identitas perusahaan PT. Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Cabang Makassar.
b. Data kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk angka-angka. Data yang dimaksud yaitu data perhitungan tarif berdasarkan berat aktual dan volume (volumetrik) pada PT. Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Cabang Makassar.
2. Sumber Data
Sumber data pada penelitian ini meliputi :
a. Data Primer yaitu data yang diperoleh langsung dari perusahaan melalui observasi dan wawancara tentang hal–hal yang berhubungan dengan materi penelitian.Data primer yang dimaksud meliputi:
1. Bidang usaha Perusahaan
2. Kegiatan tiap bagian perusahaan
3. Daerah pengiriman barang (destination)
b. Data Sekunder merupakan data yang bersumber dari dokumentasi dan laporan tertulis perusahaan yang dibuat secara berkala. Penggunaan data sekunder adalah sebagai penunjang yang menguatkan perolehan data hasil yang didapat dari artikel, internet, dan dokumen–dokumen
yang dimiliki organisasi yang berkaitan dengan kegiatan penelitian.
Data sekunder yang dimaksud meliputi:
1. Struktur organisasi perusahaan 2. Gambaran perusahaan
3. Daftar tarif/ongkos kirim barang 4. Volume Penjualan
5. Literatur dan buku-buku sesuai materi penelitian.
D. Metode Analisis
1. Deskriptif Kuantitatif
Analisis deskriptif kuantitatif adalah analisis yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan perhitungan melalui angka-angka dengan rumus tarif berbasis biaya sebagai berikut :
Biaya yang dimaksud didalam rumus diatas didasarkan pada perhitungan tarif berdasarkan :
a. Berat Sesungguhnya (Berat Aktual)
Berat sesungguhnya adalah berat yang diperoleh dari hasil penimbangan. Lazimnya di indonesia menggunakan satuan kilogram (kg). Saat melakukan penimbangan barang kiriman, biasanya berat barang sering tidak tepat menunjukkan bilangan bulat. Setiap barang yang akan dikirim oleh konsumen atau pengirim di kenakan charge minimal 1 kg. Misalnya, jika isi kiriman beratnya 1,3 kg maka
Tarif = Total Biaya + Margin Kontribusi
kelebihan berat 0,3 kg dari barang tersebut dihitung 1 kg atau dibulatkan menjadi 2 kg, sedangkan jika dibawah 0,3 misalnya berat 1,2 kg masih dihitung 1 kg.
b. Berat Volume (Berat Volumetrik)
Berat volume adalah berat yang di peroleh dari hasil perhitungan dengan menggunakan ukuran volume barang yang akan dikirim. Perhitungan ini didasarkan pada kondisi dimana berat aktual barang kecil (ringan) akan tetapi memakan tempat (volume besar).
Rumus yang digunakan untuk perhitungan berat volumetrik yaitu:
( ) ( ) ( )
Biaya yang dikenakan oleh pihak ekspedisi akan dilihat dengan membandingkan antara perhitungan berat sesungguhnya dengan perhitungan berat volume. Jika perhitungan berat sesungguhnya lebih besar daripada berat volume maka nilai ukuran yang diambil untuk dasar tarif pengiriman adalah berat sesungguhnya. Hal ini berlaku sebaliknya untuk berat volume apabila nilai perhitungannya lebih besar daripada berat sesungguhnya maka yang diambil adalah berat volumetriknya.
BAB IV
PROFIL PERUSAHAAN
A. Gambaran Umum Perusahaan
1. Sejarah dan Perkembangan Umum Perusahaan
PT. Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Cabang Makassar didirikan oleh H. Soeprapto pada tanggal 26 November 1990 dengan memulai usahanya yang terpusat pada penanganan kepabeanan atau import kiriman barang dari luar negeri sampai pengantarannya ke seluruh wilayah indonesia. Perusahaan ini berpusat di jalan Tomang Raya No.
11 Jakarta Barat dan memiliki cabang di berbagai kota di Indonesia yang salah satunya di kota Makassar yang terletak di Jl. Veteran Selatan No. 1 B.
Pada tahun 1991, JNE memperluas jaringan internasionalnya dengan bergabung sebagai anggota asosiasi perusahaan-perusahaan kurir beberapa Negara Asia (Assosiated Courier Conference of Asia) yang bermarkas di Hongkong yang kemudian memberi kesempatan kepada JNE untuk mengembangkan wilayah pengantaran sampai ke seluruh dunia. Mengenai pendistribusian barang perusahaan menggunakan jasa tenaga kurir yang akan mengantar barang tersebut sampai ke tempat penerima. Untuk memberi kepuasan kepada pelanggan perusahaan
menyediakan beberapa macam jenis layanan, diantaranya sebagai berikut:
a. Layanan Kurir Intra Kota (Intra City)
Adalah layanan penjemputan dan pengiriman yang diberikan kepada pelanggan dengan lingkup hanya dalam satu kota saja, jenis layanan yang diberikan :
1) YES (Yakin Esok Sampai) yaitu pengantaran dengan estimasi waktu 1-2 hari.
2) Reguler (Pengantaran dengan estimasi waktu 3-4 hari)
3) Oke (Ongkos Kirim Ekonomis), pengantaran dengan estimasi waktu 5-6 hari
b. Layanan Kurir Dalam Negeri (Domestic Courier)
Adalah layanan penjemputan dan pengiriman yang diberikan kepada pelanggan dengan lngkup seluruh wilyah indonesia, dengan jenis layanan yang diberikan :
1) Diplomat Service
Merupakan layanan dengan penekanan utama pada faktor pengamanan kiriman, karena proses pengirimannya dilakukan dengan “Hand Carrry” diantar sendiri dengan kurir khusus yang menumpang pesawat bersama paket yang dikirim.
2) Special Service (SS)
Merupakan layanan pengiriman dengan waktu penyampaian dilakukan pada hari yang sama atau paling lambat keesokan
harinya sebelum jam 10.00 waktu setempat, layanan ini berlaku untuk tujuan yang mempunyai penerbangan langsung, untuk kiriman ini berlaku cut off time dengan menyesuaikan jadwal penerbangan.
3) Yakin Esok Sampai (YES)
Merupakan layanan kiriman yang melayani pengiriman dengan estimasi waktu penyampaian 1 hari untuk tujuan (destination) kota-kota yang dapat dilayani dengan penerbangan langsung (direct flight), layanan ini melayani pengantaran untuk hari minggu dan hari libur.
4) Reguler
Merupakan jenis layanan dengan estimasi waktu penyampaian 3-4 hari kerja, layanan ini tidak melayani pengantaran pada hari minggu dan hari libur.
5) Ongkos Kirim Ekonomis (OKE)
Merupakan jenis layanan kiriman dengan harga yang sangat ekonomis dengan estimasi waktu penyampaian 5-6 hari kerja atau lebih tergantung dari tujuannya dan tidak melayani pengantaran pada hari minggu dan hari libur.
c. Layanan Kurir Internasional (International Courier)
Adalah layanan pengiriman dan penjemputan kiriman yang diberikan kepada pelanggan dengan meliputi wiayah berbagai negara tujuan di seluruh dunia.
d. Layanan Kargo Laut dan Udara (Sea and Air Cargo Service)
Adalah layanan pengiriman kargo yang diberikan kepada pelanggan
Adalah layanan pengiriman kargo yang diberikan kepada pelanggan