Berdasarkan kajian yang telah dilakukan pada saat melakukan akuisisi pada Juni 2011, situasi industri perbankan di Indonesia dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Dari seluruh bank yang beroperasi di Indonesia, 70% pangsa pasar perbankan nasional dikuasai oleh 12 (dua belas) bank besar.
2. Beberapa tahun terakhir menunjukkan persaingan/ kompetisi yang sangat ketat di mana pemain global maupun bank regional/Asia yang cukup ternama menampilkan strategi pertumbuhan yang agresif.
3. Secara total pendapatan bank, masih didominasi oleh segmen ritel dengan komposisi 2:1 antara retail:corporate. 4. Sebanyak kurang lebih 19% dari populasi di Indonesia
adalah populasi yang sudah mengenal bank.
5. Segmen aluentindividuals meskipun hanya sekitar 1% dari nasabah bank, tetapi menguasai sekitar 60% dana retail, dan sebagian besar dari mereka memiliki hubungan lebih dari 3 (tiga) bank di mana keamanan bank menjadi preferensi utamanya.
6. Dalam beberapa tahun terakhir, segmen kecil-menengah memberikan kontribusi yang signiikan terhadap pertumbuhan ekonomi, di samping itu sektor perdagangan dan jasa merupakan sektor yang paling memberikan kontribusi terhadap ekonomi nasional.
7. Secara umum perusahaan besar, memiliki preferensi untuk memilih bank yang dapat memberikan layanan dalam rantai distribusinya dengan perusahaan lain.
8. Indonesia merupakan negara muslim terbesar, namun demikian bank syariah baru menguasai 3% pangsa pasar tetapi dengan pertumbuhan 2 (dua) kali dari perbankan konvensional.
Dari situasi pasar tersebut, memberikan implikasi pada arah strategis yang harus dilakukan oleh Bank QNB Kesawan untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Implikasi strategis secara global yang akan dilakukan adalah:
1. Bank QNB Kesawan akan segera masuk dalam peta persaingan baik untuk pasar Asia yang bertumbuh secara pesat maupun dalam persaingan global.
2. Untuk menjadi pemain yang diperhitungkan, Bank QNB Kesawan akan fokus pada pemanfaatan peluang investasi pada pasar yang tumbuh secara pesat.
3. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, dibutuhkan pembangunan kapabilitas yang memadai dalam menggarap pasar yang telah dipilih secara intensif dengan cara:
Based on the studies that have been done at the time of the acquisition in June 2011, the situation in Indonesian banking industry can be described as follows:
1. Of all banks operating in Indonesia, 70% share of national banking market dominated by 12 (twelve) large banks. 2. The last few years show a tight competition where global
players and regional/Asia banks are quite prominent in displaying aggressive growth strategy.
3. In terms of bank total income, it is still dominated by the retail segment with a 2:1 composition between retail: corporate. 4. A total of approximately 19% of Indonesia’s population already
familiar with the bank.
5. The segment of aluent individuals, even though only about 1% of bank customers, however it controls about 60% of retail funds, and most of them have relationship with more than 3 (three) banks in which the bank’s security became the main preference.
6. In recent years, small-medium segment contributes signiicantly to economic growth; in addition, the commerce and services sector contributes the most to the national economy.
7. In general, large companies have a preference to choose a bank that can provide services in its chain of distribution to other companies.
8. Indonesia is the largest Muslim country; however, Islamic bank only controls 3% of market share but with 2 (two) times the growth of conventional banking.
The market situation above has afected the strategic measures which should be taken by Bank QNB Kesawan in order to be able to grow and evolve better. Global strategic implications which should be done, among others, are:
1. Bank QNB Kesawan will soon enter the competitive landscape in a fast-growing Asian market and in global competition. 2. In order to be an acknowledge player, Bank QNB Kesawan
will focus on utilizing investment opportunities in the rapidly growing market.
3. To achieve the desired objectives, adequate capability development is required to work on the market which has been selected intensively. It can be achieved, among others, through:
a. Membangun kapabilitas produk dan layanan terbaik di kelasnya.
b. Investasi TI dan mengembangkan jaringan cabang maupun jaringan elektronik lainnya.
c. Kerja sama yang saling menguntungkan dengan aliansi strategis.
d. Mengembangkan sumber daya yang andal dan mengelola kinerja secara ketat.
Sebagai acuan strategis dalam memenangkan persaingan, Bank QNB Kesawan telah menetapkan kebijakan strategis sebagai berikut:
1. Positioning and Branding
Dengan masuknya QNB sebagai pemegang saham pengendali, positioning Bank QNB Kesawan di pasar akan dipertajam sebagai gabungan dari kekuatan yang dimiliki oleh QNB maupun Bank QNB Kesawan. Positioning yang akan dibangun meliputi dua sisi yaitu, keamanan dan kekuatan QNB dikombinasikan dengan keramahan yang dimiliki oleh Bank QNB Kesawan.
Untuk meningkatkan kekuatan brand di pasar, Bank QNB Kesawan melakukan sosialisasi dan program pemasaran untuk memperkuat brand image di mana brand baru yaitu “QNB Kesawan” dengan logo QNB masih perlu disosialisasikan secara luas kepada masyarakat.
2. WholesaleBanking
Salah satu target market adalah Wholesale Banking yang dibagi menjadi 4 (empat) subsegmen yaitu korporasi besar, perusahaan korporasi, perusahaan menengah, dan perusahaan kecil.
Pendekatan yang digunakan untuk menggarapnya adalah melalui pendekatan ‘customer centric’, sehingga pengembangan produk (asset – liabilities) dan layanan akan disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan Wholesale
Banking.
Strategi yang diterapkan adalah:
• Penetapan perusahaan korporasi strategis untuk menunjang pengembangan bisnis baik pendanaan dan pembiayaan maupun layanan perbankan lainnya, khususnya perusahaan yang masuk dalam kategori 250
a. Developing the best product and service capability. b. Investing in IT and developing a branch network or any
other electronic network.
c. Mutually beneicial cooperation with strategic alliances. d. Developing a reliable resource and managing the
performance strictly.
As a strategic reference in winning the competition, Bank QNB Kesawan has established the following strategic policy:
1. Positioning and Branding
With the inclusion of QNB as the controlling shareholder, Bank QNB Kesawan position in the market will be sharpened as a result of combining the power possessed by QNB and Bank QNB Kesawan. Positioning which will be developed include two sides, namely, security and strength of QNB combined with the hospitality owned by Bank QNB Kesawan.
To increase the strength of the brand in the market, Bank QNB Kesawan held socialization and marketing programs to strengthen the new brand image of “QNB Kesawan” with the QNB logo that still needs to be widely disseminated to the public.
2. Wholesale Banking
One of the target markets is by dividing Wholesale Banking into 4 (four) subsegments comprised of large corporations, corporate companies, medium-sized companies, and small companies.
The approach which will be taken by the Bank is ‘customer centric’, so that the development of products (assets - liabilities) and the service will be tailored to the preferences and needs of Wholesale Banking.
The strategies set by the Bank, among others, are:
• Establishment of strategic corporate to support the business development both in funding and inancing as well as other banking services, especially companies that fall into the category of top 250 companies.
• Pendekatan solusi kepada nasabah bisnis melalui kerangka atau pendekatan rantai distribusi/supply
chain, dengan fokus pada domestic structured trade pada sektor-sektor utama.
• Pendalaman SME dalam rangka perluasan cakupan pengembangan pendanaan bank.
3. Retail Banking
Pangsa pasar perbankan ritel diyakini akan terus tumbuh secara signiikan. Sebagaimana halnya Wholesale Banking, pendekatan yang digunakan untuk Retail Banking juga menggunakan ‘customer centric’, sehingga pengembangan produk (asset – liabilities) dan layanan akan disesuaikan dengan perilaku nasabah ritel.
Strategi yang ditetapkan adalah:
• Fokus pada nasabah ‘aluent’ untuk pemasaran produk pendanaan dan fasilitas perbankan lainnya seperti
wealth management dan priority banking.
• Penyebaran cabang dan jaringan distribusi yang fokus pada kota-kota besar seperti: Medan, Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Semarang.
• Pengembangan jaringan distribusi yang eisien dan memiliki nilai tambah bagi nasabah seperti electronic banking.
• Pengembangan proses bisnis yang eisien untuk menjamin kecepatan dan ketepatan proses, seperti implementasi loan origination system dan work low management system.
• Pengembangan aliansi strategis untuk meningkatkan perkembangan bisnis di cabang-cabang yang lebih kecil.
• Solution approach to business customers through a framework or approach of supply chain, with a focus on domestic structured trade in key sectors.
• Deepening the SME in order to expand the coverage of bank’s inancing development.
3. Retail Banking
The market share of retail banking is expected to grow signiicantly. As in Wholesale Banking, ‘customer centric’ approach will also be used in Retail Banking so that the development of product (asset – liabilities) and services will be tailored in accordance with the behavior of retail customers.
The strategies set by the Bank, among others, are:
• Focus on ‘aluent’ customers for funding products marketing and other banking services such as wealth management and priority banking.
• The distribution of branches and network distribution that focuses on major cities such as Medan, Jakarta, Surabaya, Bandung, and Semarang.
• Development of distribution network which are eicient and has added value to customers such as electronic banking.
• Development of eicient business processes to ensure speed and accuracy of the process, such as the implementation of loan origination system and work low management system.
• Development of strategic alliance to boost business development in smaller branches.