• Tidak ada hasil yang ditemukan

MASYARAKAT TRANSMIGRAN JAWA

4.3 Masa Perawatan

Setelah didirikannya koperasi maka pemerintah melakukan tahap pengembangan. Ditujukan terutama untuk mengintensifkan pengusahaan lahan yang sudah digarap serta merintis perluasan usaha di bidang lainnya seperti pengolahan dan pemasaran hasil pertanian. Pada tahap ini koperasi didorong dan diberikan peranan yang lebih besar dalam kegiatan pelaksanaan pembangunan ekonomi di daerah transmigrasi. Dalam hubungan ini maka, di samping melanjutkan bantuan sarana produksi dan peralatan kepada setiap petani, diberikan pula bantuan lainnya yang dikaitkan dengan pengembangan usaha bersama menuju koperasi.

Pada tahap pengembangan dimulai pengkaitan usaha koperasi dengan usaha-usaha penanaman modal, baik oleh badan usaha swasta maupun oleh badan usaha negara. Untuk itu diatur mekanisme yang mampu mengakomodasi usaha bersama tersebut termasuk sistem perkreditan. Dalam hubungan ini pendekatan dan kerjasama dengan pihak swasta dan badan usaha negara dipergunakan.

Di bidang sosial budaya, pembinaan pendidikan, kesehatan dan keluarga berencana oleh pemerintah diintensifkan dan diperluas. Untuk pendidikan sekolah dasar dan menengah dilengkapi peralatan serta dipenuhi kebutuhan tenaga pengajar. Pada tahap ini diusahakan pula sarana dan fasilitas pendidikan tingkat lanjutan, terutama jenis-jenis pendidikan kejuruan. Penyediaan berbagai sekolah kejuruan lanjutan di daerah transmigrasi amatlah penting. Di samping untuk menghindarkan arus perpindahan penduduk usia muda ke luar daerah transmigrasi, penyediaan sekolah ini juga dimaksudkan untuk memberikan

bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai demi masa depan generasi muda transmigrasi, khususnya dalam rangka pembangunan daerah transmigrasi itu sendiri.

Untuk bidang kesehatan dan keluarga berencana, penyediaan peralatan, perlengkapan dan obat-obatan serta kebutuhan tenaga medis akan diusahakan untuk dapat dipenuhi. Pada tahap ini diharapkan pasangan usia subur sudah menjadi peserta keluarga berencana.

Dalam bidang pemerintahan dan hubungan sosial dibentuk perangkat desa yang lebih komplek sesuai dengan undang-undang dan dibina hubungan baik antara berbagai kelompok etnis di dalam daerah pemukiman transmigrasi serta antara masyarakat transmigrasi dengan penduduk di sekitarnya melalui acara seperti temu karya, saling berkunjung dan kegiatan bersama. Melalui pemantapan hubungan yang demikian maka dapat diperkokoh persatuan, kesatuan bangsa dan integrasi masyarakat.

Pada tahap pemantapan bantuan pemerintah yang berbentuk sarana produksi dan peralatan akan diberikan secara selektif. Prioritas hanya diberikan untuk mengganti yang sudah rusak dan tidak berfungsi lagi. Bantuan lain yang diberikan berupa pemeliharaan prasarana, sarana dan fasilitas umum agar tetap dapat berfungsi. Pada tahap ini dikembangkan usaha kerja sama produktif antara koperasi dan badan usaha swasta yang sudah dirintis pada tahap sebelumnya. Kerjasama produktif ini tidak terbatas pada bidang produksi pertanian saja tetapi akan mencakup pula kegiatan pengolahan hasil dan industri pertanian serta pemasaran dan perdagangannya. Kerja sama di bidang ekonomi ini dimaksudkan untuk memperlancar usaha meningkatkan pendapatan petani yang bersangkutan agar sasaran yang telah ditetapkan dapat secepatnya tercapai dan kemudian dilampaui.

Dalam tahap pemantapan ini Sasarannya adalah untuk membentuk landasan ekonomi, sosial, budaya dan politis yang kokoh agar masyarakat baru mampu meneruskan usaha dan kegiatan pembangunan di daerahnya. Pada tahap ini usaha pemerintah mengarah kepada peningkatan pendapatan transmigran dalam usaha memperbaiki taraf hidup masyarakat. Dalam hubungan ini usaha pengembangan LU II melalui penanaman modal baik modal transmigran maupun swasta lainnya.

Ada berbagai macam program yang ada yaitu program bagi generasi muda transmigrasi yaitu ditujukan untuk lebih meningkatkan keterampilan dan kepemimpinan generasi muda transmigrasi, para pemuda diberikan suatu latihan agar mampu menguasai cara-cara teknik bertani seperti mengolah tanah, mengolah hasil-hasil pertanian serta memasarkan hasil-hasil pertanian dengan baik. Kepada generasi muda transmigrasi diberikan latihan ketrampilan dalam kewiraswastaan dan koperasi. Serta ada program peranan wanita transmigrasi untuk lebih meningkatkan peranan wanita transmigrasi dalam usaha berproduksi secara efisien dalam sektor pertanian tetapi juga dalam rangka peranan ibu rumah tangga membina keluarga sejahtera dengan memberikan latihan-latihan keterampilan baik yang menyangkut bidang usaha pertanian, kesehatan, kesejahteraan keluarga maupun latihan-latihan lainnya.

Kegiatan dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan peranan masyarakat terus diperhatikan. Pendidikan, kesehatan dan keluarga berencana ditingkatkan. Di bidang pendidikan, perlengkapan dan tenaga pengajar dipenuhi.

Salah satu aspek pembinaan yang menonjol di Unit Penempatan Transmigrasi Hitam Ulu I adalah pendidikan dan latihan bagi petani transmigrasi. Pendidikan dan latihan ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada petani mengadakan penilaian

secara menyeluruh mengenai praktek-praktek pelaksanaan usaha tani yang sudah mereka lakukan. Di samping itu, pendidikan dan latihan merupakan wahana untuk memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan baru yang sangat diperlukan oleh petani transmigrasi Hitam Ulu I dalam mengelola usaha taninya sehingga dapat memberikan hasil yang optimal.

Dan untuk tahun pertama yaitu tahun ajaran 1983/1984 jumlah tenaga pendidik (guru) sebanyak 10 orang dan masih honor50

50

Departemen Transmigrasi Kab. Sarolangun Bangko. 1983. Op.cit. hlm. 5-6

. Dengan jumlah murid sebanyak 374 orang dari yang tua sampai yang muda.

Namun ada murid yang tidak mengikuti pelajaran sekolah, sebagian besar murid- murid yang berasal dari para orang tua/ kepala keluarga karena faktor usia mereka yang sudah berumur. Besarnya Kepala Keluarga yang tidak pergi ke bangku sekolah sangat tidak menunjang proses integrasi kultural. Misalnya ada informasi tentang hal-hal yang bersangkut paut dengan daerah lain mereka mengalami kesukaran dalam menerimanya. Transmigran yang tidak mau ikut bersekolah, lebih identik hidup dengan pola pikir yang sempit dan tradisional sehingga perasaan terbuka untuk menerima perkembangan dan perubahan agak sulit. Rendahnya tingkat pendidikan para transmigran dalam kemampuan membaca, menulis serta berkomunikasi mengakibatkan sering terjadi perkelahian atau ketidak cocokan akibat salah paham dalam berkomunikasi satu sama lain baik di lingkungan dirumah maupun di lahan pertanian dan juga mengakibatkan ketidak ketidakbetahan para transmigran di lokasi Transmigrasi yang terisolasi tersebut. Namun karena perhatian pemerintah hal tersebut dapat ditanggulangi.

Ketika para Transmigran jawa hendak membuka LU II mereka, LU II mereka yang terletak agak jauh dari pemukiman dan berada dekat dengan wilayah perbatasan desa, maka Lahan-lahan ini karena jauh dan jarang di lihat, ada sebagian yang bermasalah dengan penduduk setempat yang tinggal didesa sebelah. Penduduk setempat ada yang mengerjakan lahan mereka untuk bercocok tanam, sehingga hal ini mengganggu kenyamanan para transmigan. Dan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan, Bapak Slamet Asyura, BA yang ketika itu sebagai Camat meminta petugas keamanan masyarakat / polisi setempat untuk menyelesaikan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan antara warga penduduk setempat dengan para transmigran.51

51

Wawancara Bapak Slamet Asyura, BA tanggal 25 Maret 2009 dikediamannya Rantau Panjang.

LU II diarahkan untuk menjadi sumber penghasilan bagi keluarga petani transmigan guna mencukupi kebutuhan untuk peningkatan taraf hidup. Lahan ini penggunaan atau pengusahaannya diarahkan bagi pengembangan komoditi pertanian yang mempunyai nilai ekonomi relatif tinggi dan mudah dijual di pasaran lokal atau pasaran nasional dan pasaran luar negeri.

Pada tanggal 16 Juni 1988 dilaksana monitoring oleh Petugas Direktorat Agraria Propinsi Jambi, dan ternyata terdapat 17 Kepala Keluarga yang belum diterbitkan sertifikat tanah mereka dan hal ini segera diselesaikan oleh Direktorat Agraria. Hal ini segera ditindak lanjuti sesuai dengan surat dari kantor Departemen Transmigrasi Kabupaten Sarolangun Bangko kepada seluruh Kepala UPT sekabupaten untuk memberikan daftar tanda serah terima sertifikat para transmigran (lihat lampiran VI).

Secara berangsur lahan LU I mulai dialihkan ke perkebunan dengan menanam karet unggul berokulasi dibawah bimbingan petugas/ penyuluh perkebunan. Sampai umur karet 4 tahun, mereka masih bisa menanam tanaman pangan yang pemasaran hasilnyapun sudah menjadi mudah, karena sudah didirikan pasar dikawasan pemukiman yang letaknya ditengah-tengah desa, yaitu KUD Sarana Makmur yang berfungsi menampung dan menjual hasil pertanian anggota.

Menurut informasi yang didapat dari bapak Aji, transmigran asal Jawa Barat, menyatakan bahwa :

“...Awal tahun 1990 karet kami di LU I sudah mulai bisa dipanen, dan kamipun mulai belajar bagaimana cara menyadap pohon karet yang benar, kami membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang terdiri dari gabungan beberapa kelompok tani, untuk mencari pasar yang baik. Dan kami menunggu LU II kami yang berisi kelapa sawit dapat menghasilkan ...”52

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat transmigran Hitam Ulu I seperti kehidupan sehari-hari di Jawa yaitu selalu menjaga suatu hubungan yang baik dengan tetangga-tetangga mereka, keluarga satu jalan, satu desa dan keluarga desa-desa lainnya. Untuk tingkat pendidikan pada tahun 1990an masih lumayan rendah, sebenarnya bukan karena masyarakat transmigran belum tahu arti pentingnya pendidikan namun karena sarana dan prasarana yang kurang di daerah mereka maka sebagian besar anak-anak mereka

Dan beberapa tahun setelah KUD didirikan, para anggota KUD menandatangani kontrak kerjasama antara Perusahaan Kebun Sawit dan Bank penyandang dana untuk membangun kebun Kelapa Sawit dilahan LU II para transmigran.

Dokumen terkait