• Tidak ada hasil yang ditemukan

masuka.n. kami mengikut yang terbaik yaitu lebih baik kalau digabungkan c dengan d

ban1 punya suatu makna.

KETUA RAP AT (Prof. DR. H. PATURUNGI PARAWANSA) :

Baik dari PBB, yang terakhir dari KKI.

FKKI (MARCUS MALI) :

Terima kasih, saya kira soal saya dengan PBB. tidak ada persoalan. Karena itu bagi saya tidak ada masalah karena disitu ada kata· bahwa, kecuali tidak ada kata bahwa boleh kombinasi. Karena semua ada kata bahwa itu ada konsiderannya,

jadi saya setuju saja apa yang ada.

KBTUA · RAPAT :

Baik pak, jadi saya kira juga bapak tidak berkeberatan kalau keduanya digabung. Baik pak, terima kasih. Selanjutnya kami persilakan kepada Pemerintah untuk memberikan jawaban terhadap usul-usul perubahan maupun tanggapan ini. Kami persilakan.

PEMER.INTAH :

Terima kasih Bapak Pimpinan, pertama kami ingin meralat yang pertama itu tanggal 1 Juni mohon maaf ibu bapak sekalian sebenarnya tanggal 1 Juni mulai rapatnya tetapi yang benar itu keputusannya diambil pada tanggal 17. Kami mohon maaf jadi draf kami keliru, jadi kami ralat menjadi 17 Juni karena rapatnya tanggal 1 keputusannya diambil tanggal 17, sedangkan itu yang akan diratifikasi pada tanggal 17 Juni.

Yang kedua, bapak sekalian memang masalah kenapa ditulis tidak ditulis angka tetapi ditulis dengan huruf it adalah kebiasaan di ILO menyebut dengan tertulis jadi bukan dengan angka tetapi dengan huruf, jadi ke 87, jadi kita ikuti.

Alasan kedua, adalah memang kami menyesuaikan dengan sebagaimana UU yang terdahulu dalam ratifikasi-ratifikasi ILO konvensi ILO bahwa kita sudah membiasakan menyebutkan dengan kata huruf bukan dengan kata angka. Seperti yang tertulis dalam UU Nomor 19 Tahun 1999 dan sebagainya. Jadi kami, demikian juga yang lain.

Kemudian yang ketiga, sebenarnya berikutnya adalah kebiasaan-kebiasaan itu, bahwa itu adalah sifatnya informasi bahwa ada konvensi ILO nomor sekian, bahwa ini, bahwa ini nanti terakhirnya bahwa dengan demikian kita menetapkan bahwa sepakat untuk meratifikasi konvensi. Jadi memang sifat dalam hal-hal ini adalah ada bahwa dalam wujud informasi. Dalam terakhir ditutup untuk perlu dilakukan suatu meratifikasi konvensi tersebut.

Namun demikian kalau ibu dan bapak sekalian juga kami sebenarnya sudah mengajukan ini sesuai dengan

kebiasan-28

I

- - -

---kebiasan dalam prinsif undang-undang tapi kalau bapak dan ibu sekalian mengatakan c dan d supaya lebih tuntas untuk hapuskan bagi kami tidak merubah makna hanya kami mengikuti kebiasan bahwa itu tidak digabung,lebih baik kami tidak keberatan kalau memang mau dihapus, mau digabung antara c dan d baik terima kasih. Bapak pimpinan.

KETUA RAPAT :

Jadi pihak·Pemerintah pertama meralat 1 Juni menjadi 17 Juni,yang kedua bahwa kata kedepan puluh tujuh ini mengikuti kebiasan dari ILO. Dan yang ketiga bahwa prinsif pemerintah tidak keberatan C dan D itu digabung.Cuma saya ingin memperingatkan sedik bahwa kalau itu digabung kalimatnya menjadi panjang sedangkan C sudah tidak bisa diperas karena dia itu memuat pakta jadi secara komposisional begitu itu ada yang

c

menjadi akan menjadi lebih panjang itu sekedar pariasi dan walapun kedua model ini tidak ada yang salah baik yang konsep ini maupun yang diajukan oleh Bapak-bapak sekalian, jadi bagaimana kita kembali saja ketimus.

Saya kira sudah sangat maju walaupun masih tetap berkisar dikonsidran apakah C dan D itu kita gabung,kita nanti masukan diketimus pak yah. Tetapi subtansi kita bisa menerima pada butir 7 kita lihat bunyi dari draf RUU ini adalah sebagai berikut E. bahwa berdasarkan pertimbangan, 6 kita tidak usah digansulagikan,bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut D tidak usah dihapus dulu tapi masuk Timus begiru.Kalau dia masuk.

FTNI/POLRI (RONGGO SOENARSO, S.IP) :

Maksud itu kalau Bapak tadi mengatakan kalau D dibicarakan begitu D, nya akan belum dibicarakan.

KETUA RAPAT :

Kalau begitu kita ke 6 dulu.

FPDIP (JACOB NUNA WBA) :

Sebentar dulu Pak ketua saya kira nanti kita,kami usulkan gabung jadi tidak mengurangi keingginan ternan saya dari TNI kita bicarakan Timus sekaligus, kalau ini bahas lagi sendiri saya kira ini tidak cocok lagi. Terima kasih.

KBTUA RAPAT :

Yah,itu tadi sebetulnya Efisien saya pikir karena subtansinya kita bisa terima apakah itu nanti digabung atau tidak kita nanti serahkan ketimus,Nantikan timus lagi melaporkan kepada Panj a. Jadi itu pak, tapi ada barangkali ad'a komentar saya persilahkan dulu dari F.TNI.Kami persilahkan.

29

2.

Masalahnya kami punya catatan pak,di D itu ada tertulis kata-kata secara terus-menerus kelihatannya bangsa Indonesia ini belum-belum inggin menyakinkan kepada dunia luar kalau kita tidak akan merativikasi atau tidak akan meningatkan hak-hak azasi ini sehingga kenapa kita pakai secara terus-menerus sehingga kita hilangkan saja itu.Jadi kalau menurut dari kami bahwa konvensi tersebut selaras dengan keingginan bangsa Indonesia,untuk menegakan dan meningkatkan dan seterusnya.

Jadi bahwa partai tersebut selaras dengan keingginan bangsa Indonesia untuk meningkatkan pelaksanaan hak-hak azasi manusia jadi tidak usah terus-menerus,apakah kita ini sudah ditoding tidak akan demikian begitu,maksu saya begitu pak.Tapi kalau ini hanya saya punya lontarkan disini kasih begitu pak.Terima kasih,tapi kami setuju.

KETUA RAPAT :

Ini memang ada dalam DIM TNI\POLRI dan saya persilakan kepada pemerintah untuk menangapi khusus kata ini.

FKKI (MARCUS MALI) :

Saudara ketua,saya mau mendukung sikap dari TNI kata ini dulu dicabut.

KETUA RAPAT :

Baik jadi, kalau begitu kita buka dulu butir 6 ini atau kita langsung saja pada persoalan terus-menerus ini kita serahkan kepada pemerintah, atau ada masalah lain yang ada kaitannya dengan redaksi. Kita minta dulu pertimbangan kepada pemerintah ini masalah yang kita anggap penting juga kami persilahkan.

PEMBRINTAH :

Terima kasih Bapak pimpinan sebenarnya dasar pemikiran kenapa ada terus-menerus kita ingin agar pelaksanaan hak-hak Azasi manusia itu dilakukan secara continua kita memang harus dilakukan menegakkan hak-hak Azasi itu, tapi itu ada dikandung maksud melaksanakan secara terus-menerus· continyu melaksanakan hak-hak Azasi manusia, itu hanya dasar pemikiran bukan berarti dicurigai tidak akan melaksanakan, kita komitmen untuk melaksanakan hak-hak Azasi manusia sehingga kita meratifikaei konve~ei ini, tapi dibalik itu harua ada penekanan terus-menerus dilakukan secara kontinyu hanya itu tidak ada yang lain. Terima kasih.

30

-

---KETUA RAPAT :

Maaf saya persilakakn dulu pengusul, Pak Ronggo, saya persilakan dahulu.

FTNI/POLRI (RONGGO SOENARSO, S.IP) :

Ya kalau keinginan pemerintah, Artinya keingin Bapa_k tadi kita melihat kedepan bahwa selaras dengan keingin bangsa Indonesia, dalam hal ini pemerintah (DEPNAKER) Bangsa Indonesia sejak dahulu sudah ingin menegakkan ini, kenapa kita masih menekankan secara terus-menerus seolah-olah kita ini sudah mempunyai perasaan bukan curiga-tapi jangan sampai orang itu mengambil lowongan-lowongan untuk bahwa Indonesia ini pernah dan atau sebagainya begitu loh pak, jadi sudah keinginan Bangsa Indonesia ini adalah untuk menegakkan dan meningkatkan. Itu sudah tersirat masih secara terus-menerus masa kita mengapa kita masih tulis begitu, ini dari kami pa tapi kalau ini misalkan dari Tata Bahasa atau apa dan sebagainya kami tidak terlalu kaku.

Namun demikian kita tidak dari pemikiran kita tetapi saya masuk kebawah sini sebutkan, keingin Bangsa Indonesia memang untuk meningkatkan pelaksanaan hak-hak Azasi dan ini sudah terikat terus-menerus pa tidak perlu ditulis seperti ini karena seolah-olah nanti yaitu kalau orang baca ini kan untuk semua orang bukan hanya konsumsi kita jadi yang baca itu nanti yang mengatakan oh iya memang kita demikian indonesia ini orang lain baca mungkin secara terus-menerus boleh saja kan pa terima kasih.

KETUA RAPAT :

Saya lihat Pa Mali ada, kami persilakan.

FKKI (MARCUS MALI) :

Saya kira kata terus-rnenerus dengan satu asumsi secara filosopis bahwa kebelakangnya itu tidak benarkan itu yang saya tidak mau kata terus-menerus itu. Asumsi kita bahwa kita ini tidak melakukan itu dan kata terus-menerus itu tegas sekali secara tata bahasa ini untuk saya tolak kata terus-menerus saya dukung dengan apa yang disampaikan TNI/POLRI tadi, artinya asumsi orang bahwa kita melakukan suatu ini terus-menerus berarti kemarin kita tidak melakukan itu yang saya tidak mau untuk hari saya akan melakukan bahwa kita telah melakukan itu setelah kita setujui ini terima kasih.

FPDIP (JACOB NUWA WEA) :

Terima kasih Pimpinan saya tidak akan memperdebatkan tapi saya hanya ingin mengingatkan kenapa secara terus-menerus ini saya sepakat dengan pemerintah karena memang kemarin kita itu aga longgar bahkan tidak didalam pelaksanaan

31

apa lagi anak dari sini kita melihat menegakkan dan meningkatkan jadi artinya akan terus-menerus kita tingkatkan itu hak-hak Azasi manusia itu ini yang makanya saya kita tepat diadakan/dicantumkan untuk secara terus-menerus selain menegakkan juga kita meningkatkan kualitas dari pada hak-hak Azasi manusia terima kasih Pimpinan.

KBTDA RAPAT :

Satu lagi dari F-GOLKAR.

FPG (DRS. AGUSMAN St. BASA) :

Sedikit pak, sebenarnya tentang kalimat itu bukan hal yang signifikan boleh dipakai boleh tidak tapi sebenar kalau untuk menjadikan pegangan saya pikir itu bisa digunakan malah supaya jangan lebih berulang kepada masa-masa lalu kita katakan melaksanakan Pancasila dengan murni dan konsekuen tapi malah banyak penyimpangan itu, maka kalau saya ditanya-kan lebih bagus ditegasditanya-kan lagi yaitu untuk secara terarah berencana dan terus-menerus sebab nanti Azas-azas itu mungkin saja pandangan orang barat tidak cocok dengan kita ada suatu ketika nanti begitu.

Oleh karena itu kalau dia lebih terarah dan lebih berencana itu lebih ada jaminannya jadi kalau itu dihapuskan barang kali boleh-boleh juga tapi kurang sreg begitu pa terima kasih.

KETUA RAPAT :

Saya serahkan kepada pemerintah dulu untuk menjawab, apa yang menjadi bahan diskusi.

PEMERINTAH :

Terima kasih Bapak Pimpinan, rasanya kami masih tetap pada usul semula bahwa kata terus-menerus itu dianggap penting didalam melaksanakan hak azasi karena kita melakukan ratifikasi tentang kerja anak pada pekerjaan terburuk maka itu perlu dilakukan secara terus-menerus kita mengambil contoh Bapak-bapak sekalian seperti kerja jermal yang sampai sekarang masih menjadi sorotan internasional itu fakta yang ada dan ini harus terus-menerus untuk dihilangkan untuk dilindungi sebagai salah satu upaya kita dalam menegakkan hak-hak azasi manusia termasuk terhadap anak, jadi kami kata penekanan terus-menerus ini kami menganggap penting Bapak Pimpinan terima kasih.

KETUA RAPAT :

Saya mau tanya dulu kepada Fraksi

TNI/POLRI . . . .

KETUA RAPAT

Saya mau tanya dahulu kepada fraksi. Ini forum apakah bisa menarik usulannya.

F-TNI/POLRI (RONGGO SOENARSO, SIP.):

Kalau bukan disini yang pertama itu dari TNI ada yang hi-lang, jadi jangan begitu kalimatnya. Jadi Dewan meningkatkan masih tetap akan menegakkan, dikeluarkan konvensi selaras dengan keinginan bangsa Indonesia untuk menegakkan dan meningkatkan, jadi jangan hilang, nanti itu kalau dibaca orang lain tidak karu-karuan, yang kami inginkan adalah tetap secara terus menerus, kasus-kasus dan sebagainya, itu juga dimasukan disini. Itu adalah suatu mengatakan bahwa bangsa Indonesia untuk menegakan itu sudah selaras, perkara nanti dibelakang yang lalu-lalu ada

kelakuan-kelakuan dari manusia, itu adalah pengalaman, tapi kita mengata-kan pada dunia bahwa keinginan bangsa Indonesia itu ini Pak, yang lain-lain itu kasus. jadi kalau Bapak mengatakan saya harus

I menarik. Sori saya tidak akan menarik, seperti ini terima kasih.

KETUA RAPAT

Saya kira ini karena perinsip, mungkin kita jadikan bahan lobi dulu. Kita pending dulu gitu.

F-PKB {H. AMRU AL-MUTASHIM, SH.MM):

Kalau memang lobi dulu, kita lebih baik saya kan juga belum ngoong yang lain kalau mau gitu. Tapi kalau saya usulkan ini memang perinsip. Karena memang dampaknya kalimat terus menerus dan sebagainya itu bisa luas bisa macem-macem. Oleh karena itu saya sepakat saja ini dibawa ke timus. Lalu dengan mandat timus itu Pak, karena lobi juga tapi kalau memang diperlukan tidak apa-apa. Tetapi kalau bisa disepakati bahwa bagaimana kita menghi-langkan suatu kesan internasional, bahwa kita ini main-main menegakkan hak asasi manusia. Kalimat itu memang dampaknya jelak, walaupun memang ada kasus-kasus. Jadi saya mengusulkan ini nanti bagaimana dibawa ke timus dengan catatan kita tidak akan memberi-kan kesan~ baik kepada bangsa ini maupun kepada dunia

interna-1 sional. Ma'af bahwa Indonesia itu tidak main-main. Kita sungguh-sungguh gitu loh Pak. kalau saya usulkan karena kalimat itu nanti disepakati sama saja.

I<ETUA RAPAT

Saya persilahkan dulu kepada forum. Apakah setuju kalau ini dibawa ke timus? Baik. Jadi dengan demikian saya kira •••

Bai.k saudara ketua tadi saya kan mendulrung POLRI. Saya juga mempunyai. argumentasi yanf't nukup ·knat dalam rang ka kata i tu-.

Sungguhp1m sudah di.jelaskan oleh pemerl.ntah, saya tidak mau bahwa ki.ta ini. nanti. buat-buatan. Indonesia besok pagi ini. Kita sudah memberikan pernyatan stkap inL Jadi saya tetap dukung supaya tidak. dicabut itu. Itu konsekwensinya. Sebab saya tidak mau ber main dengan kata-kata.

KETUA RAPAT

Tapi kan k.i ta tidak sendirian satu fraksi disini Pak. Jadi kita dua fraksi., jadi. kita harus mempertimbangkan juga pendapat yang lain. Oleh karena itu nanti perkembangannya dibahas lebib lan.1ut didalam ti.mus itu tadL Kecuali kalau mau dibawa ke lobi.

Kan ki.ta tawarkan tadi _ K.alau timus 1. tuk:an juga merupakan

per-1 wakilan fraksi. mudah-mudahan disana bisa. li.bih lagi menjelaskan parsoalan-persoalan .i tu sehingga bisa menari.k kesimpulan j adi apakah. dapat... Tadi pak Kiayi _

sebetulnya saya ingi.n mengatakan persetujuan timus akan tetapi karena audah dlberi keaempatan kadang-kadang hal-hal seperti ini bahwa kita perlu mengukuhkan walaupun terjadi sudah-sudah ditafsirkan~ munRkin kalau kita secara tei~s-menerus be-rarti yang sudah kurang terus-menerus, tetapi kadang-kadang untuk yang akan datang ::l.ni perlu kita menyebutkan suatu :kata-kata yang memperlihatkan kes\mgguban kita. Oleh karena itu saya kalau pri badi. setu.ju betul 1mtuk: secara terus-menerus mengukubkan pendiri.an ki ta yai tu kalau tafsir tapi nanti. saya kira begini kemhal j_ ke tim perumuslah supaya di ai tu nantl diputuskan, terima

1 kasih.

KETUA RAPAT

Pak Baihaqi. ,jadi menurut tadi ki.ta bi.sa gabung ke C, tim perumus juga, ,jadi masuk kesana ba.ga.imana menggabungnya bagian da:r•i timus, termasuk tadi apakah pakai kata terus menerus a tau ti.dak. "Tadi but.ir 5, 6 i.ni. masuk t:i.muaN Terima kasih.

Beriknt ki ta masu.k buti.r yang ke 7 yang mas:i.h dikonsi.drans but ir E i.nl yang hunyinya aebagai beri.kut, E _ bahwa berdasarkan pertimhangan tersebut dalam huruf a, h, c dan d. Nab d ini menja-di. hagian sa.unter di.pandang perlu mengesahkan ILO Convention Namber 1.82 Concerni.ng The Prohibition and Immediate Acti.on For The Elimination of The Worst Forms o:f Labour ( Konvensi mengenai pelarangan dan T:indakan segera penghapuaan bentuk-hentuk terburuk kerja anak) dengan Undang-undang. Sesuai dengan prosedur kita,

34 2

saya k.embali mempersilahkan

FPDIP

untu.k memberikan tanggapan.

F-PDIP .tJ.ACQB .... NUWA .... WEA.l:

Terima kasih pimpinan.a. b, c. dan d nanti kita rumuskan nati di timus. saya hanya mengusulkan dipandang itu tidak perlu, · ,jad.i kita. seolah-olah tidak perlu, ,iadi kalau. menu.rut saya bahwa berfdasarkan pertimbangan disebut dalam kurung dan seterusnya perlu mengatakan

ILO

konvension dan seterusnya. Terima kasih.

Dokumen terkait