• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelihatannya di Timus akan lebh tepat terima kasih

F- PDIP (JACOB NUWA WE~:

Tidak usah kepemerintah. Kan kita mustinya alasan Indonesia yang bisa mengesahkan perinsip ILO 182. Alur berpikirnya itu kan pertama menjelaskan bagaimana pansus kita sebagai pelaksana

Rangkaian berikutnya bagaimana di menjelaskan bahwa

dan seterusnya.

kita menentang peraturan perundang-undangan melindungi anak. Yang berikutnya lagi itu bagian ini sudah menetapkan dengan ketetapan MPR No. 17 sampailah kepada yang No. 4 itu adalah Apakah kita masih menyimpang atau tidak.

Dan sekarang itu masih adanya penyimpangan-penyimpangan itu. Saya kira tidak ada salahnya itu ya Pak Profesor, dan kawan saya sebelah itu. memper-bahwa kita masih adanya penyimpangan perlindungan anak. Supay ada lagi masalah itu. Makanya kita sahkan konvensi ILO sekarang Ini alur berfikirnya harus jangan terputus gitu. Terima kasih.

KETUA RAPAT

Bagaimana pemerintah ini ada tambahan alasan alurnya tidak boleh terputus.

PEMERINTAH

Terima kasih Bu. kami mempersiapkan ini dengan batas maksimum yang kami lakukan dan apa yang dikataka Pak Yacob yang terhormat bahwa memang alur pikiran kami itu adalah sepertinya ada pelaksanaan penga-malan Pancasila dirasakan masih ada penyimpangan. Itu sebagai peneka-nannya sehingga ya kita kita lakukan ratipikasi. Terima kasih.

KETUA RAPAT

Jadi sekarang apakah ke timus atau apa? Belum ke timus

76

/~

F-PKB (H. AMRU AL-MUTASHIM, qH.I'-11"!}:

Konvensi ILO 182 ini kan barang baru bukan barang lama. Kecuali kalau ini sudah lama. Yang merasakan penyimpangan anak itu interna-sibnal. Jadi alasan pemerintah menurut saya itu tidak pas itu. Jadi internasional merasakan adanya penyimpangan terhadap perlindungan anak. Bukan hanya Indonesia. Karena itu lahirlah ILO itu. Kita kan ikut-ikut meratifikasi, karena perlunya perlindungan anak khususnya dibidang pekerjaan yang terburuk tadi. Jadi ini bukan barang sudah lama-lamanya ada itu. Kita kan baru beberapa bulan ~aja. Jadi saya kurang sependapat kalau alasannya itu karena kita perlindungan anak.

kan negara-negara merasakan, seluruh dunia mersakan perlindungan terhadap anak ini memang kurang, bukan hanya Indonesia. Jadi kita ikut meratifikasi konvensi ILO No. 182 itu. Itu kepentingan kita terhadap perlindungan anak dan yang lain-lainnya itu. Jadi kita tidak perlu. Karena kita menyimpang. yang menyimnpang seluruh dunia, karena ada ILO itu. Yang dikatan Pak menteri itu sangat mendesak dam itu penting. Yang menyimpang menurut saya adalah seluruh dunia terhadap perlindungan anak khususnyan pekerjaan yang terburuk itu. Jadi mohon ma'af saya bukan apa adanya kita buka

itu, tidak perlu, kita perlu membuka apa adanya pada waktunya. Tapi pada waktu yang tidak lain ya kita tidak perlu di sidang ini kita buka apa adanya, juga tidak perlu. Ya itulah kira-kira.

KETUA RAPAT

Ya Pak silahkan.

F-PDIP (JACQB NUWA WEA):

Kita lihat berdekatan tetapi lokasi berbeda, ini begini Ibu Asrit menurut saya yang saya tangkap point a ayat 4 ini itu lebih memperte-gas dengan mempertememperte-gas kelakuan dari pada orang-orang dewasa di Indo-nesia ini yang dimana masih menyimpang memperlakukan anak misalnya di lampu merah, dia suruh anak itu minta-minta masih memperlakukan anak suruh kerja dan lain sebagainya, ini masih ada memang banyak terlalu amat banyak di Indonesia, saya kira ini tidak problem dalam bagaimana-pun kita harus dalam rangka mengamalkan Pancasila dan convensi ILO kenapa mesti kita lakukan, karena masih ada penyimpangan-penyimpangan tersebut. Maka saya bilang rasanya dihilangkannya saja memang ada ko dirasakan, kalau dirasakan, kita lihat dengan mata telanjang, bahwa masih banyak orang melakukan anak tidak manusiawi baik itu dikeluarga-nya sendiri dimasyarakat saya demikian terima kasih.

KETUA RAPAT

Ya kayanya ini bersitegang.

~-

77

~

-Saya sangat mengerti atas apa yang disampaikan oleh rekan dari PKB namun demikian ini kelihatannya Pemerlntah itu konsisten karena mulai UU no.19 maupun UU no.20 itu tetap disampaikan jadi kalau no.5 kalau no.20 ttg pengesahan ILO no. 182 itu perlu disebutkan juga no. 5 itu alasan Indonesia mengesahkan konvensi, no.5 disebutkan dalam pengamalan Pancasila penerapan peraturan perundang-undangan masih dirasakan adanya penyimpangan perlindungan terhadap anak jadi ini khan kelihatannya hampir sama jadi menurut saya kalau kita menghornatl yang lalu dan bukan berarti yang lalu pasti balk tapi kita konsisten namun demikian kalau memang harus ada perbaikan mudah-mudahan ini tidak mejadi polemik berpanjang-panjang.

KETUA

Terima kasih kalau demikian klta Timus khan saja karena sudah pukt.d 16.00 karena besok memang masih ada waktu tapi jam 09.00 ada pembicaran TK.II Pemandangan Umum atas RUU tentang Serlkat Pekerja jadi besok tldak mungkin jam 09.00

PEMERINTAH

lbu kalau boleh saya usulkan saya kira tidak semua anggota ikut disini artinya kita yang membahas dislni jalan terus dan mereka yang kesana juga jalan terus saya kira kalau demikian khan lebih efisien, terima kasih.

KETUA

Sorry pak nanti ibu yang ganti sebab nanti saya jam 16.45 ada tamu dari USA. Dan kita teruskan saja barangkali blsa sampai jam 16.30. No. 5.

Pengesahan konvensi ini menunjuk kesungguhan Indonesia dalam memajukan dan mellndungi hak dasar anak sebagaimana dluralkan pada butir (4) hal ini akan lebih meningkatkan citra Indonesia dan memantapkan kepercayaan masyarakat lnternaslonal. Negara Anggota ILO yang mengesahkan konvensl inl wajlb mengambil tindakan segera dan efektif untuk menjamln pelarangan penghapusan bentuk-bentuk terburuk kerja anak, lni kita Timuskan berlkut Pasal 2 "anak berarti semua orang yang berusia yang bawah 18 tahun (setuju) selanjutnya 3. pengertian bentuk-bentuk terburuk kerja anak adalah segala bentuk perbudakan dan praktek-praktek sejenis perbudakan seperti penjualan dan perdagangan anak-anak kerja ijon, perhambaan serta kerja paksa atau wajlb kerja termasuk pengerahan anak-anak secara paksa dan wajib untuk dimanfaatkan dalam konflik bersenjata , jadi berdasarkan usul bapak-bapak yang ke Timus 3a, b, c, dan d. Selanjutnya No.4 "negara anggota ILO yang mengesahkan konvensi inl wajlb menyusun program aksi untuk menghapus bentuk-bentuk terburuk kerja anak" untuk di Timuskan. Kemudian No.5 "negara anggota ILO yang mengesahkan Konvensi inl wajib mengambillangkah-langkah

78

agar ketentuan konvensi ini dapat diterapkan secara efektif termasuk pemberian sanksi pidana, ini sudah tidak ke Timus lagi. Negara ILO yang mengesahkan konvensi ini wajib mengesahkan pelaksanaannya, ini juga sudah oke ..

Selanjutnya pasal demi pasal, Pasal 1 "apabila terjadi perbedaan penafsiran terhadap terjemahannya dalam bahasa Indonesia maka yang berlaku adalah salinan naskah asli konvensi dalam bahasa lnggris.

RONGGO SOENARSO

Begini Bu kita tetap memakai naskah asli bukan salinan naskah asli walaupun yang asll ltu ada dl Jenewa dan klta hanya punya sallnan naskah asll dan disanapun kalau memberikan tidak mungkin yang asli paling hanya naskah yang dilegalisir sama seperti halnya SK. Pengangkatan Pegawai walaupun hanya fotocopy tapi yang dijadikan pegangan kita adalah naskah asli. jadi seperti halnya dalam konvensl ini tetap kita mengacu pada naskah asli kalau salinan naskah asll nanti timbul pertanyaan dibelakang hari kenapa bukan asli dsb, terima kasih.

RAZALI YAHYA

Usul Bu bagaimana kalau salinan naskah asli yang disahkan oleh Jenewa

RONGGO SOENARSO

Saya tidak sependapat jadi begini Bu. kalau kita rujukannya itu musti yang asll walaupun negara klta memllikl tldak asli namun rujukan harus yang asll jadi kalau ada masalah kita harus kesana bukan berarti saya tidak percaya tapi kalau ada masalah kita musti kembali ke naskah yang asli.

PEMERINTAH

Saya bertanya kalau disini pemerintah menullskan sallnan naskah asll, saya tanya negara-negara lain termasuk dalam ILO itu apakah mereka juga memakai salinan naskah asli walaupun dalam bahasanya maslng-masing kalau mereka negara-negara yang termasuk ILO itu semuanya menulis adalah salinan naskah asli maka kita pun mengikutinya kalau semua tapi kalau hanya kita sendiri menulis salinan naskah asli sedangkan negara-negara lain yang termasuk dalam konvensi ini menulis naskah asli nah itu salah klta.

KETUA

Beglnl Bapak, saya mendukung ltu karena memang pada umumnya bahwa naskah yang dlberlkan oleh ILO kepada Pemerlntah Indonesia secara resmi khan pada overright season-nya dimana sudah dikatakan demlklan dan seterusnya.

79

Jadi aslinya itu disana dan nanti kita diberikan ILO itu sudah ada appproved bahwa apa yang sudah kita sampaikan itu sudah di approved sama dengan aslinya sehlngga nantl dalam dokumen ini akan dlsampalkan ke ILO, lnl akan mendapatkan approved bahwa itu sama dengan aslinya yang ada disana.

Nah itulah yang menjadi dasar untuk translatenya terjemahan kedalam bahasa Indonesia.

KETUA

Jadi pertanyaan saya pak, karena Bapak sudah makai disini dalam bahasa lnggrisnya tentunya yang diberikan dalam bahasa lnggris pun sudah approved . dan overight itu tahap pertama nah berdasarkan itu khan Bapak lalu membuat lni tapi ltu khan bukan copy off tapl osseright copy jadi berartl Indonesia itu kalau sudah osseright ya ... sudah asli begitu pak khan tanggung jawabnya mereka mereka tidak bisa bilang copied.

PEMERINTAH

Terima kasih bu ini juga permintaan dari kami kalau kembali ke depan khan Pasal 1 tadi sudah dijelaskan disitu ditambah naskah asli sedangkan sekarang ini adalah penjelasan pasal

itu

sehingga kalau dislni disebutkan yang salinan naskah aslinya ini khan sekarang yang kita pakai misalkan yang Bapak bawa sekarang ltu maslh terjadl perbedaan~perbedaan apakah kita · masih berpedoman kepada itu ya ... tidak pak jadi benar yang tadi jadi kita berpedoman yang dl Jenewa sana khan begltu, khan ini penjelasan kalau toh sudah berpedoman penafsiran kepada bapak ini misalkan dan kita punyanya yang diapproved nah berdasarkan itu saja kita sekarang misalkan terjadi perbedaan pendapat bagaimana kita masih berpedoman itu jadi kalau misalkan itu penjelasan kalau masih terjadi perbedaan pendapat penafslran kita berpedoman pada salinan naskah asli tersebut maka yang berlaku adalah naskah asli konvensl disana dalam bahasa lnggris sehingga ini benar menurut saya, demlklan Bu terima kasih.

RAZALI YAHYA

Sedikit Bu Pemerintah tidak konsisten dengan apa yang mereka lakukan UU No.20 Tahun 1999 ini saya baca mudah-mudahan tidak palsu, pokok~poko

konvensi, pasal demi pasal halaman 175 Pasal 1 apabila terjadi perbedaan penafsiran terhadap terjemahan dalam bahasa Indonesia maka yang berlaku adalah naskah asll konvensl dalam bahasa lnggrls kecuall lnl palsu jadl artlnya pemerlntah tidak konsisten dengan apa yang sudah dibuat , terima kasih.

80

PEMERINTAH

Begini Bu maaf tadi, jadi khan ada pertentangan antara naskah asli dengan salinan naskah asli tadi dari yang pertama kita sudah sepakati salinan naskah asli namun dalam pengertian ini bukan itu yang dimaksud kalau terjadi yang perbedaan penafsiran maka yang dipakai naskah aslinya yang bahasa lnggris karena ltu ada bahasa Indonesia terjemahannya kalau terjadl salah penafslran dalam bahasa Indonesia maka yang dipakai asli dari bahasa lnggris.

KETUA

Jadi dengan demikian tidak ada naskah salinan tapi naskah asli dalam bahasa lnggrls (klta ketok) terlma kaslh.

Dan yang Pasal2 juga disetujui, terima kasih. Kita selesai dan kita mengucapkan terima kasih kepada Bapak-bapak di Timus.

RONGGO SOENARSO

Bu masih ada dalam tambahan lembaran negara mengenai tahun, kebiasaan itu menggunakan nomor.

KETUA

Jadi dalam Tambahan Lembaran Negara, tahun diganti nomor tidak memakai tahun kita sepakati, dengan demikian maka kaml mengucapkan terlma kasih banyak kepada lbu Bapak sekalian kita telah melaksanakan tugas Panja selesal sampal dlslnl dan besok kita masuk ke bahasan Tlmus.

JAKARTA, 23 PEBRUARI 2.000

Dokumen terkait