• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi dan Metode Dakwah Bi Al-Qalam Drs. H. Ahmad Yani

BAB IV. AKTIVITAS DAKWAH BI AL-QALAM DRS. H. AHMAD YANI

B. Materi dan Metode Dakwah Bi Al-Qalam Drs. H. Ahmad Yani

1. Materi Dakwah Bi Al-Qalam Drs. H. Ahmad Yani

Drs. H. Ahmad Yani menulis beberapa tema-tema atau topik pembahasan yang menjadi judul buku beliau, misalnya tentang manajemen harta, tentang surga dan neraka. Beliau juga menulis buku tentang panduan masuk surga, dan ada beberapa buku beliau tentang masjid, ada buku tentang khutbah, yang mencakup beberapa materi seperti tahun baru, idul fitri, idul adha, maulid, haji, dan seterusnya. Ada pula tentang pembentukan akhlak, sehingga beliau menulis buku akhlak pribadi muslim dan buku be excellent;menjadi pribadi terpuji, kemudian masalah keluarga sehingga beliau menulis buku 12 khutbah nikah. Jadi materi yang beliau berikan sangat beragam. berikut adalah perinciannya:

A. Buku tentang Materi Khatib / Khutbah

1. 30 Uraian Dakwah Ramadhan

2. 52 Materi Khutbah; Kumpulan Khutbah Jum’at Setahun

3. 53 Materi Khotbah Ber-Angka

4. 160 Materi Dakwah Pilihan

5. Bekal Menjadi Khatib & Mubaligh

6. Materi Khotbah Jum’at Setahun

8. Selalu Kuat Dihadapan Musuh Abadi; Kumpulan Khutbah Idul Fitri & Idul Adha

9. Khutbah Jum’at Sistimatis

Dalam buku 160 Materi Dakwah Pilihan misalnya, Drs. H. Ahmad Yani menjelaskan tentang materi-materi dakwah yang isinya mencakup:

A. Syariat: Pada halaman 152 beliau membahas tentang beberapa sujud dalam agama Islam, seperti sujud sahwi (sujud yang dilakukan karena lupa dalam gerakan shalat), sujud syukur (sujud yang dilakukan sebagai tanda bersyukur kepada Allah) dan sujud tilawah (sujud yang dilakukan saat menjumpai ayat-ayat sajadah).47

B. Aqidah: Pada halaman 213 beliau memberikan materi bagaimana cara meraih ridha Allah swt. Ada tiga kiat yang beliau utarakan. Pertama, beribadah kepada Allah dengan landasan iman. Kedua, Bersatu padu dalam ikatan Ilahi Rabbi dan tidak suka bercerai-berai dalam kerangka Ukhuwah Islamiyah. Ketiga, memberi nasihat kepada penguasa atau pemimpin sehingga ketaatan kepada pemimpin tidak bersifat mutlak.48

47 Drs. H. Ahmad Yani, 160 Materi Dakwah Pilihan (Jakarta: Al-Qalam, 2006) Cet. Ke-3, h. 152

48 Drs. H. Ahmad Yani, 160 Materi Dakwah Pilihan (Jakarta: Al-Qalam, 2006) Cet. Ke-3, h. 213

C. Akhlak: Pada halaman 39 beliau membahas tentang bentuk istiqamah, yang merupakan suatu perkara yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim.49

B. Buku tentang Materi Masjid

1. Adab Terhadap Masjid dan Hari Jum’at

2. Tata Cara Shalat Berjama’ah

3. Mencintai Masjid

4. Panduan Mengelola Masjid; Sebagai Pusat Kegiatan Umat

5. Panduan Memakmurkan Masjid; Kajian Praktis Bagi Aktivis Masjid

6. Beginilah Seharusnya Memakmurkan Masjid;135 Kisah Seputar Masjid

Dalam buku Beginilah Seharusnya Memakmurkan Masjid;135 Kisah

Seputar Masjid misalnya, Drs. H. Ahmad Yani menjelaskan tentang materi-materi

dakwah yang isinya mencakup:

A. Syariat: Pada halaman 153 beliau menjelaskan bahwa salah satu cara memakmurkan masjid adalah dengan melaksanakan shalat jenazah di masjid.50

49Drs. H. Ahmad Yani, 160 Materi Dakwah Pilihan (Jakarta: Al-Qalam, 2006) Cet. Ke-3, h. 39

B. Aqidah: Pada halaman pertama beliau menjelaskan tentang wakaf masjid, ketika masjid hendak dibangun, tentu saja dibutuhkan tanah yang diwakafkan. Pahala yang terus mengalir akan diberikan oleh Allah swt kepada orang yang berwakaf.51

C. Akhlak: Pada halaman 4 beliau memberikan materi tentang gotong royong membangun masjid, dan bahu membahu dalam menyelesaikan pembangunan masjid.52

C. Buku tentang Materi Akhlak

1. Akhlak Pribadi Muslim

2. Beginilah Seharusnya Menjadi Pemimpin; Kisah-Kisah Pemimpin Sejati

3. Bekal Menjadi Pemimpin

4. Be Excellent; Menjadi Pribadi Terpuji

Dalam buku Akhlak Pribadi Muslim misalnya, Drs. H. Ahmad Yani menjelaskan tentang materi-materi dakwah yang isinya mencakup:

50

Drs. H. Ahmad Yani, Beginilah Seharusnya Memakmurkan Masjid;135 Kisah Seputar Masjid (Jakarta: Khairu Ummah, 2010) Cet.1 h. 153.

51 Drs. H. Ahmad Yani, Beginilah Seharusnya Memakmurkan Masjid;135 Kisah Seputar Masjid (Jakarta: Khairu Ummah, 2010) Cet.1 h. 1.

52 Drs. H. Ahmad Yani, Beginilah Seharusnya Memakmurkan Masjid;135 Kisah Seputar Masjid (Jakarta: Khairu Ummah, 2010) Cet.1 h. 4.

A. Syariat: Pada halaman 180 beliau menjelaskan bahwa seseorang dalam beribadah kepada Allah swt tidak melalaikan dirinya, karena hal tersebut merupakan tugas utama manusia dalam kehidupan.53

B. Aqidah: Pada halaman 23 beliau memberikan materi tentang taubat, merupakan suatu perkara yang harus dilakukan seorang hamba sebelum mencapai kematian. Taubat adalah kembali kepada Allah, sedangkan orang yang berdosa adalah orang yang menjauhi Allah dengan segala ketentuan-Nya.54

C. Akhlak: Pada halaman 28 beliau menjelaskan bahwa setiap muslim yang berakhlak baik kepada Rasullullah saw niscaya akan mencintai beliau dalam kehidupan di dunia ini.55

D. Buku tentang Materi Keluarga

1. 100 Kisah Seputar Keluarga

2. 12 Khutbah Nikah

Dalam buku 100 Kisah Seputar Keluarga misalnya, Drs. H. Ahmad Yani menjelaskan tentang materi-materi dakwah yang isinya mencakup:

53

Drs. H. Ahmad Yani, Akhlak Pribadi Muslim (Jakarta: Khairu Ummah, 2010) Cet. Ke-2, h. 180.

54 Drs. H. Ahmad Yani, Akhlak Pribadi Muslim (Jakarta: Khairu Ummah, 2010) Cet. Ke-2, h. 23.

55 Drs. H. Ahmad Yani, Akhlak Pribadi Muslim (Jakarta: Khairu Ummah, 2010) Cet. Ke-2, h. 28.

A. Syariat: Pada halaman 238 beliau menjelaskan tentang menyampaikan pesan dakwah. Dalam bab tersebut beliau menceritakan tentang cucu Rasul yang mendengarkan ceramah beliau di suatu majelis kemudian menyampaikan kepada ibunya apa yang di dengarnya.56

B. Aqidah: Pada halaman 15 beliau memberikan materi tentang faktor kesalehan. Dalam bab tersebut beliau menceritakan tentang seorang sahabat Nabi yang mendapatkan nasehat olehnya bahwa faktor paling penting untuk mendapatkan isteri atau suami dan menantu adalah kesalehan atau ketaqwaan kepada Allah swt.57

C. Akhlak: Pada halaman 61 beliau menjelaskan tentang suami yang kikir. Beliau menekankan kepada pembaca untuk berlaku dermawan, baik terhadap diri sendiri, keluarga maupun orang lain.58

E. Buku tentang Materi yang berkaitan dengan Dakwah lainnya

1. Manajemen Harta

2. Kunci Ampunan Dosa

3. Panduan Masuk Surga

56

Drs. H. Ahmad Yani, 100 Kisah Seputar Keluarga (Jakarta: Khairu Ummah, 2010) Cet. Ke-1, h. 238.

57 Drs. H. Ahmad Yani, 100 Kisah Seputar Keluarga (Jakarta: Khairu Ummah, 2010) Cet. Ke-1, h. 15.

58 Drs. H. Ahmad Yani, 100 Kisah Seputar Keluarga (Jakarta: Khairu Ummah, 2010) Cet. Ke-1, h. 61.

4. Panduan Ibadah Ramadhan

5. Panduan Safar (Menempuh Perjalanan)

6. Siapapun Bisa Sedekah

Dalam buku Panduan Masuk Surga misalnya, Drs. H. Ahmad Yani menjelaskan tentang materi-materi dakwah yang isinya mencakup:

A. Syariat: Pada halaman 89 beliau menjelaskan tentang shalat malam, merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk bisa mendapatkan tempat terpuji yaitu surga.59

B. Aqidah: Pada halaman 174 beliau memberikan materi tentang takut kepada Allah yang merupakan salah satu sikap yang membuat seseorang menyesuaikan diri dengan segala ketentuan dan kehendak Allah swt.60

C. Akhlak: Pada halaman 189 beliau memberikan materi tentang sombong, merupakan sifat yang sangat tercela, hal ini karena manusia dengan segala kelemahan dan kekurangannya tidak pantas berlaku sombong. Hal ini pula yang dapat menghambat seorang hamba masuk ke dalam surga.61

59

Drs. H. Ahmad Yani, Panduan Masuk Surga (Jakarta: Khairu Ummah, 2009) Cet. Ke-1, h. 89.

60 Drs. H. Ahmad Yani, Panduan Masuk Surga (Jakarta: Khairu Ummah, 2009) Cet. Ke-1, h. 174.

61 Drs. H. Ahmad Yani, Panduan Masuk Surga (Jakarta: Khairu Ummah, 2009) Cet. Ke-1, h. 189.

Demikianlah beberapa buku yang beliau tulis sesuai dengan tema-temanya, atau materi tulisan. Sebagian besar tulisan adalah tentang khatib/khutbah dan mubaligh.62 Kualitas khatib dan mubaligh harus memenuhi tiga kriteria pokok. Pertama, kepribadian yang shaleh sehingga tidak tampak kontradiksi antara pesan dakwah dengan sikap dan tingkah laku sang da’i. Kedua, wawasan yang luas sehingga umat yang dihasilkan adalah umat yang berpandangan luas dalam memahami ajaran Islam. Ketiga, kemampuan dakwah yang baik sehingga kaum muslimin antusias dalam menerima pesan-pesan dakwah.63

2. Metode Dakwah Bi Al-Qalam Drs. H. Ahmad Yani

Dalam dakwah bi al-qalam, Drs. H. Ahmad Yani mempunyai metode tersendiri sebagai seorang penulis. Tulisan beliau lebih menekankan pada aspek sistimatika bahasa, jadi orang menikmati karena sistimatikanya, sehingga dibacanya tidak berbelit-belit, tidak berupa essai yang panjang lebar, tapi tulisan beliau lebih berupa pointer-pointer sehingga orang merasa mudah menggunakannya dan menyampaikannya lagi serta dari ujung ke ujungnya jelas, kesimpulannya jelas, begitu pula buku-buku beliau yang berbentuk cerita, itu bukan hanya cerita begitu saja tapi ada hikmah yang diambil dari cerita itu. Tulisan beliau ada yang berbentuk pokok-pokok bahasan, ada yang sifatnya tinggal baca, orang boleh mengembangkan, tapi kebanyakan khatib-khatib di

62 Drs. H. Ahmad Yani, Wawancara Pribadi, (Jakarta Barat, 22 Juni 2011)

63 Drs. H. Ahmad Yani, Bekal Menjadi Khatib dan Mubalig (Jakarta: Al-Qalam, 2005) Cet. Ke-3, h. 9

kampung itu membaca penuh atau tekstual. Jadi, sistimatika yang sederhana itu bisa dipakai di semua kalangan.64

Model dakwah bi al-qalam memiliki keistimewaan khusus karena dalam beberapa hal berbeda dengan fungsi dakwah bi al-lisan. Seandainya diadakan suatu perbandingan antara tulisan dengan dakwah bi al-lisan niscaya akan ditemukan bahwa pada dasarnya keduanya saling menunjang dan terpadu dalam keragaman yang saling mengutarakan makna-makna. Hanya saja, apabila dakwah

bi al-lisan merupakan makna yang bergerak dan berbunyi, dakwah bi al-qalam

adalah makna yang bisu. Kendati ia bisa melakukan perbuatan bergerak karena isinya yang mengantarkan penikmatnya kepada pemahaman.

Sebagaimana halnya dakwah bi al-lisan yang di dalamnya kecantikan, dan kemudahan ditelaah pendengar, maka demikian pula dakwah bi al-qalam, di dalamnya terkandung gambaran-gambaran yang jernih dan elok mempesona. Apabila dakwah bi al-lisan sanggup merangkum kefasihan yang disuarakan para orator, didendangkan para penyair, atau menjadi makanan sehari-hari yang sanggup dikunyah oleh kaum awam, maka di dalam dakwah bi al-qalam ada lisensi yang diguratkan para raja untuk masalah-masalah esensial dan bisa digunakan rakyat umum.

Kalau diantara dakwah bi al-lisan dan dakwah bi al-qalam terdapat fungsi global yang sepadan, maka di sana dua alat yang berbeda tapi serasi. Alat dakwah

bi al-lisan adalah lidah, sedangkan alat dakwah bi al-qalam adalah pena.

Keduanya dipakai untuk mengekspresikan makna. Bedanya, bila dakwah bi

al-lisan merupakan petunjuk alami dan telah ditentukan bagiannya alat yang dialami

pula, maka dakwah bi al-qalam merupakan petunjuk skill dan alat yang digunakan adalah perabot keterampilan.65

Hartono A. Jaiz menjelaskan fungsi dakwah bi al-qalam dalam tiga hal, antara lain:

a. Melayani kebutuhan masyarakat akan informasi Islam. Informasi Islam yang dimaksud di sini adalah informasi yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits.

b. Berupaya mewujudkan atau menjelaskan seruan Al-Quran secara cermat melalui berbagai media cetak untuk mengembalikannya kepada fikrah dan keuniversalannya serta menyajikan produk-produk Islam yang selaras dengan pemikiran.

c. Menghidupkan dialog-dialog bernuansa pemikiran, politik, budaya, sosial, dan lain-lain.

Seringkali menjadi perhatian penting yang pengaruhnya bukan sekedar terbatas di suatu negara. Bahkan, setelah berhasil menghimpun pemikiran-pemikiran ilmuan, kewibawaan dakwah bi al-qalam itu menjadi semacam kekuatan, yang saat itu santer memiliki pengaruh kuat. Misalnya, umat Islam ingin mengetahui hokum-hukum Islam yangh berkaitan dengan perkembangan

ilmu dan teknologi. Maka, media dakwah yang jeli tentu menyediakan para pakar untuk menjawabnya. Satu contoh, surat kabar Al-Ahram Mesir mewawancarai ulama terkenal, Syeikh Mutawally Al-Sya’rawy tentang donor ginjal. Ternyata, Syeikh Sya’rawy mengharamkannya: dengan alasan, ginjal atau organ tubuh itu haram dijual. Ia mengingatkan, kalau sesuatu itu haram dijual, berarti haram pula disedekahkan. Karena, jual beli ada unsur kesamaan dengan sedekah, yaitu rela sama rela. Hanya bedanya, jual beli kerelaannya dengan bentuk penggantian harga, sedangkan sedekah kerelaan yang harganya di tangan Allah. Jadi, kalau haram dijual, mesti haram juga untuk disedekahkan.66

Ternyata masalah seperti itu kemudian dijadikan ladang subur oleh berbagai media dakwah lainnya, di antaranya: Harian Syarqu al-Ausath Saudi. Berita-berita itu dikembangkan dengan mewawancarai berbagai ahli hukum dan diturunkan berseri, tidak hanya sekali saja.

Adapun tujuannya sebagai berikut:

a. Memberantas masyarakat dari buta huruf lewat pendidikan membaca dan menulis.

Kesadaran membaca dan menulis, baik dalam arti sempit maupun luas, sudah menjadi kewajiban umat Islam (Al-Alaq 96/01 : 1-5)

Ayat tersebut memberikan isyarat perlunya pendidikan daripada mengajarkan dan memberitahukan sesuatu yang belum diketahuinya, yaitu

66 Hartono A. Jaiz, Meluruskan Dakwah dan Fikrah, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 1996) h. 174

yang berkaitan dengan pengetahuan tentang khaliq dan makhluknya. Pemberitahuan tentang hal-hal yang belum diketahui oleh manusia itu disampaikan lewat rasul-rasulnya. Nabi Saw, berupa Al-Qur’an dan lewat kodratnya yang berupa hukum-hukum alam atau sunnatullah. Dengan membaca seseorang akan memahami ilmu pengetahuan termasuk pengetahuan tentang manusia. Hubungan Al-Qur’an dengan sunnatullah sangat erat bahkan tidak dapat dipisahkan, begitu juga membaca dan menulis betapa erat hubungannya, dan juga tidak bisa dipisahkan, Karena keduanya merupakan satu kesatuan yang bersumber dari Allah Swt.

b. Menyampaikan ajaran Islam

c. Meluruskan informasi lewat media cetak

d. Mengajak seluruh umat manusia untuk menyembah kepada Allah dengan tidak mempersekutukannya.

e. Mengajak umat muslim agar melaksanakan kewajiban-kewajiban Islam yang ada pada aspek ibadah, khususnya shalat, zakat, dan ibadah-ibadah lain yang sudah ditentukan caranya.

f. Mengajak umat Islam agar memiliki akhlak terpuji.

g. Mengajak umat Islam agar tetap hati-hati terhadap berita-berita yang datang.67

67 T.M. Sanihiyah dan Al-Mahiri, Pesan-Pesan Rasulullah Saw, (Bandung: Citra Umbara, 1995) Cet-1, h. 189.

Dokumen terkait