• Tidak ada hasil yang ditemukan

TABEL III

F. Materi yang Diajarkan Oleh Keluarga dalam Perkawinan Beda Agama

Dari uraian di muka, dapat disimpulkan bahwa materi pendidikan

agama yang diajarkan oleh orang tua m eliputi:

1. Pendidikan aqidah, m elip u ti: pendidikan shalat, puasa dan sebagainya

2. Pendidikan akhlak, meliputi : adab berdoa, cara menghormati yang lebih

dewasa, dan cara menghormati tamu dan sebagainya

3. Pendidikan kebudayaan Islam, meliputi : menjelaskan kebudayaan yang

ada dalam agama Islam, misalnya menjelaskan mengenai rebana dan lain

sebagainya.

4. Pendidikan Al Qur’an, meliputi pendidikan baca tulis Al Qur'an

12 Zuhairini, dkk., M ethodik Khusus Pendidikan Agama, Malang, Biro Ilmiah Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang, 1983, cet. VIII, him. 79

A. Simpulan

Dari hasil penelitian tentang “Problem Pendidikan Agama Anak dalam

Keluarga Perkawinan Beda Agama Di Kelurahan Kalicacing Kecamatan

Sidomukti Kota Salatiga 2008, maka dapat menulis simpulkan sebagai

berikut:

1. Model pendidikan anak dalam lingkungan keluarga beda agama

a. Model konsiderasi

Manusia seringkah bersifat egosentris, lebih memperhatikan,

mementingkan, dan sibuk mengurusi dirinya sendiri. Melalui

penggunaan model pendidikan/model konsiderasi (consideration

model) anak di dorong untuk lebih peduli, lebih memperhatikan orang

lain, sehingga mereka dapat bergaul, bekerja sama dan hidup secara

harmonis dengan orang lain.

b. Model pembentukan rasional

Dalam kehidupannya, orang berpegang pada nilai-nilai sebagai

standar bagi segala aktivitasnya. Nilai-nilai ini ada yang tersembunyi,

dan ada pula yang dapat dinyatakan secara eksplisit. Nilai juga bersifat

multidimensional, ada yang relatif dan ada yang absolut. Model

pembentukan rasional {rational building model) bertujuan

mengembangkan kematangan pemikiran tentang nilai-nilai.

Para siswa memiliki potensi dan kemampuan untuk

berkembang sendiri. Perkembangan pribadi yang utuh berlangsung

dalam suasana perm isif dan kondusif. Guru hendaknya menghargai

potensi dan kemampuan siswa dan berperan sebagai

fasilitator/konselor dalam pengembangan kepribadian siswa.

Penggunaan model ini bertujuan membantu para siswa

mengaktualisasikan dirinya.

2. Dalam sebuah keluarga tidak bisa dipungkiri akan terjadinya sebuah

konflik, entah konflik besar maupun kecil. Apalagi dalam sebuah

perkawinan yang beda agama, masalah yang muncul pastilah akan lebih

komplek dibandingkan dengan keluarga yang seiman dan satu keyakinan.

Banyak hal yang mendasari terjadinya konflik dalam perkawinan yang

berbeda agama terutama masalah keyakinan anak, dalam hal ini anak akan

menjadi pigak yang sangat dirugikan ketika kedua orang tuanya tidak

dapat mendidiknya sesuai dengan semestinya.

Oleh karena itu untuk menghindari atau meminimalisir konflik yang

berdampak pada anak maka cara kedua orang tuanya harus : menciptakan

suasana keluarga yang harmonis, berkomunikasi dengan anak sesuai

dengan taraf berfikir anak, memberikan keteladanan yang baik

memberikan gambaran-gambaran tentang masing-masing agama, serta

Perkawinan antar agama yang teijadi di Kelurahan Kalicacing

menimbulkan beberapa problem, diantaranya :

a. Terjadinya erosi iman pada pasangan suami istri tersebut, karena demi

“kerukunan” mereka masing-masing, pasangan suami istri akan

memulai menyelamatkan perkawinan mereka dengan tidak

menonjolkan aktivitas agam a masing-masing dalam kehidupan rumah

tangganya, termasuk salah satu fungsi pokok rumah tangga yakni

pendidikan diri anak.

b. Ketika konflik tidak teratasi, maka masing-masing pihak itu tidak akan

mengamalkan ajaran agam a yang dianutnya, melainkan mereka

memilih pola hidup sekuler.

c. Berawal dari pola hidup ini akan menimbulkan konflik baru yang lebih

sulit diatasi, dan keluarga ini hanya akan mendapatkan kebahagiaan

semu.

d. Salah satu pasangan akan terkucil di lingkungan pasangannya bahkan

lingkungan keluarganya.

e. Terjadinya derita mental salah satu pihak, karena konflik yang

berlarut-larut tanpa adanya penyelesaian.

f. Perkawinan antar agama tersebut dapat menimbulkan kecurigaan antar

agama yang selanjutnya dapat berkembang menjadi konflik agama

mulai pula pelanggaran terhadap kaum agama masing-masing,

bencana atau tidak terserah kepada penilaian kepada diri mereka

3. Perkawinan beda agama di Kelurahan Kalicacing menimbulkan problem

dalam mendidik agama anak, antara lain :

a. Teijadi konflik yang berawal karena memperebutkan posisi sebagai

pihak yang berhak menanamkan ajaran agamanya pada anaknya.

b. Menimbulkan kebingungan pada anak dalam memilih agam a yang

akan dianutnya.

c. Perkawinan beda agama sangat rawan untuk menimbulkan konflik

sehingga akan menimbulkan keluarga yang kacau, tidak tenang dan

tidak tentram. Dan ini akan menyebabkan terganggunya pendidikan

anak, terutama pendidikan agama anak, sehingga akan menimbulkan

anak-anak yang tidak baik. Baik itu akhlak, karakter maupun tingkah

lakunya

B. Saran-Saran

Berdasarkan kesimpulan yang penulis paparkan diatas, dimana

sedemikian kompleknya problem yang ditimbulkan dari perkawinan antar

agama di Kelurahan Sidomukti terutama problem dalam mendidik agama

anak. Maka saran-saran yang dapat penulis sampaikan adalah :

1. Bagi mereka yang sudah mempunyai anak, penulis sarankan supaya

mendidik agama anak dengan pendidikan agama sejak dini, kalaupun ini

jangan sampai karena demi “perdamaian” anda mengendorkan ibadah

anda, supaya anak tertarik dan mau mengambil keputusan untuk belajar

dan menganut agama Islam.

2. Keluarga adalah suatu unit terkecil dari masyarakat, dari kelurga inilah

anak mendapatkan pendidikan pendidikan yang pertama kali terutama

masalah pendidikan agama. Anak sangat membutuhkan pendidikan dasar

tentang agam a sebelum mereka memasuki jenjang pendidikan

formal/sekoiah. Untuk itu, orang tua hendaknya bisa menciptakan situasi

keluarga yang damai, aman dan tentram sehingga hal ini bisa menunjang

kepada keberhasilan dalam membentuk anak yang bertingkah laku mulia.

3. Perkawinan mempunyai tujuan yang sangat mulia, yaitu untuk membentuk

keluarga/rumah tangga yang bahagia dan sejahtera. Dan dari sinilah akan

dimulai terwujudnya suatu masyarakat yang rukun, anam, damai, dan

tentram, agar tercapai cita-cita yang mulia tersebut dengan baik, maka

diharapkan para remaja khususnya remaja muslim, sebelum memasuki

jenjang perkawinan perlu meningkatkkan pengetahuan dan pengertian

tentang bagaimana membina kehidupan keluarga yang sesuai dengan

tuntutan agama Islam, serta bagaimana pentingnya persamaan prinsip,

aqidah dan agam a dalam menciptakan stabilitas kehidupan rumah tangga

yang penuh kebahagiaan dan kedamaian.

4. Bagi mereka yang mempunyai pacar atau calon istri yang berbeda agama,

maka hendaknya mereka membawa pacar atau calon istrinya kedalam

sesudah nikah.

5. Bagi mereka yang sudah mempunyai suami atau istri yang bukan Islam,

bawalah dia masuk Islam, dan kalau dia tidak mau, sadarilah bahwa setiap

pilihan sudah pasti membawa resiko tetapi resiko karena berpihak pada

Allah, sudah ada jam inan tertentu dari Allah. Karena Allah sudah

menjanjikan bahwa bagi siapa yang bersungguh-sungguh dengan Allah,

Dia akan menunjukkan jalan keluar untuk mengatasi resiko dari sikap

yang diambilnya. Dalam Islam, pintu taubat senantiasa terbuka, tetapi

hanya satu kali. Lebih dari satu kali tidak akan diterima.

6. Ketika ada orang yang pindah agama kedalam Islam, karena akan

melangsungkan pernikahan. Maka hendaknya pasangan tersebut berjanji

didepan pejabat yang berwenang dan berjanji, jik a salah seorang dari

mereka barganti agama atau kembali kembali ke agama asalnya, maka

sebagai akibatnya secara otomatis putuslah hubungan perkawinan tersebut.

Calon suami atau istri yang akan masuk Islam hendaknya dimasukkan

terlebih dahulu kedalam pusat latihan Islam dalam jangka waktu tertentu.

Dalam pusat latihan tersebut diberikan pendidikan yang akan memberikan

jawaban “Bagaimana menjadi muslim sejati”.

C. Penutup

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang dengan

Shalawat dan salam penulis haturkan kepada junjungan Nabi Besar

Muhammad SAW, semoga kita mendapat syafaatnya.

Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa skripsi ini masih jauh dari

kesempurnaan. Untuk itu penulis terbuka untuk menerima saran dan kritik

yang membangun demi lebih baiknya skripsi ini.

Akhir kata, semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi penulis

khususnya dan bagi pembaca yang budiman pada umumnya. Amin ya rabbal

Arifin, M., Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama D.lingkungan Keluarga, Bulan Bintang , Jakarta, 1976.

Arifin, M., Ilmu Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta, 1991, cet. 1.

Arifin, M., Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Umum, Bumi Aksara, Jakarta, 1991.

Asmin, Status Perkawinan Antar Agama P e tinjau dari Undang-undang

Perkawinan No. 1/1974, Jakarta: PT. Dian Rakyat, 1986.

Bin Hajjaj, Imam Abu Husain, Shahih Muslim, Maktabah Dahlan, Indonesia, t-th. Juz IV.

Darajad, Zakiah, Islam untuk Disiplin Ilmu Pedidikan, Bulan Bintang, Jakarta, 1987.

Zuhairini, dkk., Filsafat pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta.

Dir. Jend. Bin. Baga. Agama Islam, Methodik Khusus Khusus Pengajaran Agama

Islam, Jakarta: 1984/1985, Cet. 2.

Hadiwardoyo, Al Purwa, Perkawinan Menurut Islam dan Implikasinya terhadap

Kawin Campur, Yogyakarta: Kanisius, 1990, Cet. 1.

Hawari, Dadang, Al-Qur’an Ilmu Kedokteran Jiwa dari Kesehatan Jiwa.

Indhamy, Dahlan, Azas-azas Fiah Munakahat Hukum Keluarga Islam, Al-Ikhlas Surabaya, 1984.

Jalaluddin, Psikologi Agama, PT ^oin p.rnfmdo Persada, Jakarta, 1998.

Kusuma, Hilman Hadi, Hukum sl Perka Indonesia, Mandar Maju, 1990, Bandung. Marimba, Ahmad D., Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, Al-M a’arif, Bandung,

1987.

M as’ud, Abdurrahman, dkk, Paradigma Pendidikan Islam, Pustaka Pelajar Yogyakarta, 2001, cet. 1.

Mazhahiri, Husain, Pintar Mendidik Anak, Jakarta : Lentera, 1992, Cet. 1.

Muslim bin Ha[jaj, Imam Abu Husain, Shahih Muslim Juz IV, Maktabah Dahlan, 1.1. Indonesia.

Poerwadarminta, W.J.S., Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1976.

Pujosuwarno, Sayekti, Bimbingan dan Konseling Keluarga, Menara Mas Offset Yogyakarta, 1994.

Purwanto, Galim, Ilmu Pendidikan, Bandung, Remaja Karya, Jakarta 1986.

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1994.

Qardhawi, Yusuf, Fatwa-Fatwa Kontempore, Gema Insani Pres, Jakarta 1995. Rahardja, Limar Tirta, dan La Sula, Pengantar Pendidikan, Jakarta, Rineka Cipta,

2000

.

Shihab, M. Quraish, Wawasan A l-Q ur’an, Mizan, Bandung, 2000.

Sudin, Mahmoudin, Perkawinan Antar Agama, Yayasan Sarana Keluarga, Indonesia, 1985.

Umum, Chalil, Agama Menjawab Tantangan Berbagai Masalah Abad Modern,

Ampel Suci, Surabaya 1994.

Yunus, Mahmud, Hukum perkawinan dalam Islam, PT. Hidayakarya Agung, Jakarta, pasal 1.

Zuhairini, Dkk, Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel, Malang, 1983.

Zuhairini, dkk, Metodik Khusus Pendidikan Agama, Malang: Biro Ilmiah Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang, 1983, Cet. 8.

N om or: ST.27/K-1/PP.00.9/I-1.1.213/2008 30 Januari 2008 Lamp. : Proposal Skripsi

Hal : Pembimbing dan Asisten Pembimbing Skripsi

Yth. Dra. Djami'atul Islamiyah, M.Ag

A ssa la m u a la iku m w.w.

Dalam rangka penulisan Skripsi Mahasiswa Program Sarjana (S .l). Saudara ditunjuk sebagai Dosen Pembimbing / Asisten Pembimbing Skripsi mahasiswa :

N a m a ' : AENI MUSTAFIDAH NIM : 12104011

Jurusan : TARBIYAH

JuduLSkripsi : PROBLEMATIKA PENDIDIKAN A GA M A ANAK DALAM KELUARGA PERKAWINAN BEDA AGAM A DI KELURAHAN KALICACING KECAMATAN SIDOREJO KOTA SALATIGA TAHUN 2008

Apabila dipandang perlu Saudara diminta mengoreksi tem a Skripsi di atas. Demikian untuk diketahui dan dilaksanakan.

W assalam ualaikum w. w.

a.n. Ketua,

N om or : S T .2 7 /K -1 /T L .0 1 /* * /2008 26 M aret 2008 Lam p : Proposal Penelitian

Hal : Permohonan Izin Penelitian

K epada

Yth. W alikota Salatiga

Up. K epala K antor K esbang Dan Linmas Di Salaiga

A s s a la m u ’a lu iku m , Wr. Wb.

Y ang bertanda tangan di baw ah ini, kam i m enerangkan bahw a : Nama

NIM M ahasisw a Jurusan

Program Studi

AEN1 M U STA FID A H 12104011

Sekolah Tinggi A gam a Islam Negeri (ST A IN ) Salatiga Tarbiyah

Pendidikan A gam a Islam (PAI)

Berm aksud m engadakan penelitian di : K elurahan K alicaeing, Kee. Sidom ukti, Salatiga.

Dalam rangka penyelesaian studinya program S .l di STAIN Salatiga diw ajibkan m em enuhi salah satu persyaratan berupa Pem buatan SK R IPSI. Adapun judul yang diambil : P R O B L E M A T IK A P E N D ID IK A N A G A M A A N A K D A L A M K E L U A R G A P E R K A W IN A N B ED A A G A M A DI K E L U R A H A N K A L IC A C IN G K E C A M A T A N S ID O M U K T I K O T A S A L A T IG A T A H U N 2008

D engan Pem bim bing : Dra. Djamiatul Islamiyati, M .A g Asisten Pem bim bing :

Untuk m enyelesaikan skripsi tersebut, kami mohon Bapak / Ibu mem beri izin kepada m ahasisw a tersebut untuk m engadakan penelitian guna m em peroleh data atau keterangan dan bahan yang diperlukan di Kelurahan Kalicaeing, Kec. Sidomukti, Salatiga, mulai tanggal 26 M aret 2008 s.d. selesai.

Kemudian atas pem berian izin B apak / Ibu, kami sam paikan terim a kasih.

IVassa/am u ’a la iku m , Wr. Wb.

a.n. Ketua

pembantu Ketua Bidang ►adem i k

3

^

H. Muh. SaerozijM .Ag N I P .1502478014

Dokumen terkait