• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Kajian Pustaka

2.1.3 Materi Karya/Model Mainan

Menurut Sulistyanto (2008:102) gerak sebuah benda dapat dipengaruhi oleh udara. Udara bisa bergerak. Gerak udara menimbulkan tekanan. Tekanan udara bisa menyebabkan suatu benda bergerak. Udara yang bergerak disebut angin. Angin adalah gerakan udara dipermukaan bumi yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara. Udara mengalir dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah. Parasut dan roket dibentuk sedemikian rupa agar gerakan udara atau tekanan udara memberikan dorongan pada bagian-bagian benda. Akibatnya benda tersebut dapat bergerak seperti benda sebenarnya yang menggunakan mesin.

Menurut Devi (2008:143) mainan yang berhubungan dengan udara dapat berupa parasut dan roket kertas. Menurut Sulistyanto (2008:103-106) mainan yang berhubungan dengan udara dapat berupa baling-baling, pesawat, dan roket-roketan.

18

1. Parasut

Sumber: (Devi, 2008:143) Gambar 1: Parasut

Menurut Devi (2008:143) parasut dan roket dibentuk sedemikian rupa agar gerakan udara atau tekanan udara memberikan dorongan pada bagian-bagian benda. Akibatnya benda-benda tersebut dapat bergerak seperti benda sebenarnya yang menggunakan mesin.

Parasut digunakan orang untuk terjun dari ketinggian, misalnya dari pesawat terbang atau dari bukit. Prinsip kerja parasut adalah memanfaatkan keberadaan udara. Udara yang terkumpul di bawah parasut yang mengembang akan memberikan tekanan ke atas sehingga memperkecil tekanan kecepatan orang yang sedang terjun. Dengan menggunakan parasut kecepatan jatuh orang yang terjun dapat dikurangi sehingga dapat mendarat dengan selamat. Untuk mempelajarinya dapat membuat model parasut ini dengan alat dan bahan sebagai berikut:

a. Alat dan Bahan

Lembaran plastik berbentuk bundar, tali, beban dari plastik atau kayu.

b. Cara Membuat

1) Buat lingkaran dari plastik dengan diameter 15 cm. 2) Beri lubang untuk tali pada pinggiran plastik. 3) Potonglah 8 utas tali dengan panjang 40 cm. 4) Simpulkan tali pada setiap lubang.

19

2. Roket Kertas

Sumber: (Devi, 2008: 146) Gambar 2: Roket Mainan

Menurut Devi (2008:144) roket melesat ke udara dengan menyemburkan gas pembakaran bahan bakarnya. Udara yang menghembus itu mengakibatkan roket-roketan terdorong ke depan dan naik. Makin kuat udara berembus keluar dari balon, makin cepat pula roket-roketan itu meluncur. Untuk mempelajarinya dapat membuat model parasut ini dengan alat dan bahan sebagai berikut:

a. Alat dan Bahan

Karton manila, sedotan, gunting, karet, balon, karet gelang,penggaris, lem.

b. Cara Membuat

Sumber: (Devi, 2008:146) Gambar 3: Cara Membuat Roket

1. Buat pola (1,2,3, dan 4) pada karton manila lalu gunting sesuai dengan bentuk masing-masing.

2. Buat tabung dari pola (1) dan kerucut dari pola (2).

20

4. Pasang pola (3) pada tabung, seperti gambar.

5. Pasang balon pada sedotan, ikat dengan karet gelang. 6. Pasang sedotan tersebut pada pola (4).

7.Pasang pola (4) yang telah dilengkapi dengan balon pada tabung seperti gambar

3. Pesawat Kertas

Sumber: (Sulistyanto, 2008:105) Gambar 4: Pesawat kertas

Menurut Edisjuhanan (1984: 30) sayap pesawat yang lebar menyebabkan hambatan udara menjadi besar. Bagian depan pesawat dibuat runcing untuk menghindari gesekan udara. Permukaan sayap pesawat yang melengkung membuat pesawat membumbung tinggi. Alieron akan mempengaruhi aliran udara dan mengubah jalannya terbang. Pesawat terbang mempunyai alieron untuk membantu tinggal landas, berputar, maupun mendarat. Untuk memelajarinya dapat membuat model parasut ini dengan alat dan bahan sebagai berikut:

a. Alat dan Bahan:

Berbagai macam kertas seperti kertas koran, kertas HVS, kertas kado.

b. Langkah Kerja:

1. Potong kertas dengan ukuran 15 cm x 15 cm.

2. Lipat kertas menjadi dua bagian dengan arah memanjang.

3. Buka kembali lipatannya. Setelah itu, lipat kembali sudut-sudut di bagian atas sampai bertemu di tengah tengah garis lipatan. 4. Lipat ujung segitiga yang terbentuk sampai bertemu dengan batas

kertas bagian bawah tepat di ujung garis lipatan.

21 bagian paling atas.

Sumber : (Sulistyanto, 2008:105) Gambar 5: Langkah Membuat Pesawat Kertas

6. Hasil yang sudah terbentuk, lipat menjadi dua ke arah bagian belakang.

7. Lipat kembali salah satu sisi kertas ke depan sehingga bertemu dengan garis lipatan. Lakukan hal yang sama untuk sisi yang lainnya.

Sumber : (Sulistyanto, 2008:105) Gambar 6: Langkah Membuat Pesawat Kertas

8. Lipat kembali ujung lipatan paling atas ke arah luar, lakukan hal yang sama untuk satu sisinya lagi.

Sumber : (Sulistyanto, 2008:105) Gambar 7: Langkah Membuat Pesawat Kertas

22

4. Baling-baling Kertas

Sumber: (Sulistiyanto, 2008:103) Gambar 8: Baling-baling Kertas

Menurut Priyono (2008: 141) baling-baling/kincir angin dapat dijumpai pada mainan anak-anak, pada kipas angin, kapal, dan pesawat terbang. Kincir angin adalah suatu alat yang terdiri atas baling-baling dan perlengkapan-perlengkapan lain yang digerakkan oleh aliran udara. Menurut Rositawaty (2008:113) kincir berputar karena ada tiupan angin. Tiupan angin menerpa potongan karton yang ditekuk. Kemudian, angin mengalir melalui celah potongan karton. Dengan demikian, kincir tersebut dapat berputar pada porosnya. Dengan membawa kincir berlari udara akan menabrak celah udara pada potongan karton. Oleh karenanya, putaran kincir semakin kencang. Untuk mempelajarinya dapat membuat model parasut ini dengan alat dan bahan sebagai berikut:

a. Alat dan Bahan:

– kertas karton atau kardus – gunting kertas

– lem kertas

– lidi sepanjang 30 cm

b. Langkah Kerja:

1. Potong kertas karton dengan ukuran 15 cm x 15 cm.

Sumber: (Sulistiyanto, 2008:103)

Gambar 9: Langkah membuat baling-baling kertas

2. Buat garis diagonalnya dengan cara melipat kertas dari dua sudut yang berbeda.

23 3. Cari titik tengahnya yang merupakan perpotongan kedua diagonal tersebut dan tandai dengan pensil.

4. Buat gambar persegi kecil ditengah-tengah bangun tersebut dengan jarak kira-kira 2/3 diameter.

5. Gunting ujung kertas mengikuti garis diagonal hingga batas persegi kecil.

Sumber: (Sulistiyanto, 2008:103)

Gambar 10: Langkah membuat baling-baling kertas

6. Tarik ujung kertas yang telah digunting secara berselang-seling.

Sumber: (Sulistiyanto, 2008:103)

Gambar 11: Langkah membuat baling-baling kertas

7.Tempelkan dengan lem ujung kertas tadi ke tengah-tengah bangun.

Sumber: (Sulistiyanto, 2008:103)

Gambar 12: Langkah membuat baling-baling kertas

Dokumen terkait