• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.9 Teknik Analisis Data

3.9.2 Uji Statistik

3.9.2.1 Menguji Perbedaan Skor Pretest

Uji perbedaan skor pretest dilakukan dengan menganalisis hasil pretest dari kelompok kontrol dan eksperimen. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah skor pretest terdapat pada titik pijak yang sama, dengan kata lain kemampuan kelompok kontrol dan eksperimen berada pada kemampuan awal yang sama. Jika data yang diperoleh berdistribusi normal maka pengujian perbedaan skor pretest menggunakan statistik parametrik yaitu independent

sample t-test, jika data termasuk kategori tidak normal maka pengujian

statistiknya menggunakan statistik non-parametrik dalam hal ini Mann-Whitney. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut:

Hnull: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain keduanya memiliki persamaan data. H1: Ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain keduanya memiliki persamaan data.

Krtiteria yang digunakan untuk pengambilan keputusan adalah:

1. Jika harga Sig. (2-tailed) >0,05 maka Hnull diterima, dengan kata lain tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen

44

dan kelompok kontrol, dengan kata lain keduanya memiliki kemampuan awal yang sama.

2. Jika harga Sig. (2-tailed) <0,05 maka Hnull ditolak, dengan kata lain terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain keduanya tidak memiliki kemampuan awal yang sama.

3.9.2.2 Menguji Perbedaan Skor Pretest dan Posttest

Uji perbedaan ini dilakukan untuk memastikan apakah ada kenaikan skor yang signifikan yang terjadi dalam kelompok eksperimen dan kontrol dari skor

pretest ke posttest. Jika data terdistribusi secara normal maka analisis statistiknya

menggunakan paired sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi secara tidak normal analisis statistiknya menggunakan Wilcoxon. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut:

Hnull: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

H1: Ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

Kriteria pengambilan keputusan adalah:

1. Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak terdapat kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest pada masing-masing kelompok.

2. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hnull diterima artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain terdapat kenaikan yang signifikan yang terjadi antara

45

3.9.2.3 Menguji Perbedaan Selisih Skor Pretest dan Posttest

Analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan kognitif adalah analisis statistik dengan membandingkan selisih skor pretest ke posttest, baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol untuk mengetahui apakah skor kelompok eksperimen berbeda secara signifikan dari skor kelompok kontrol (Johnson & Christensen, 2008:312, 330). Uji selisih ini dilakukan dengan mengurangkan skor pretest dan

posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jika data terdistribusi secara

normal maka teknik statistik yang digunakan adalah independent samples t-test, jika data tidak terdistribusi secara normal teknik statistik yang digunakan adalah

Mann-Whitney.

Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut:

Hnull: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua selisih skor pretest dan

posttes.

H1: Ada perbedaan yang signifikan antara kedua selisih skor pretest dan posttest. Kriteria pengambilan keputusan adalah:

1. Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua selisih skor pretest dan postest, dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi dan

mencipta.

2. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hnull diterima, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua selisih skor pretest dan posttest, dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta.

46

3.9.2.4 Menguji Besar Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan

Mengevaluasi dan Mencipta

Uji besarnya pengaruh ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode digunakan pada kemampuan mengevaluasi dan mencipta, baik dengan metode ceramah maupun metode inkuiri. Suatu hasil penelitian yang menunjukkan pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen tidak dengan sendirinya menunjukkan pengaruh tersebut substantif. Pentingnya suatu pengaruh ini sering disebut sebagai effect size. Effect

size adalah suatu pengukuran objektif dan terstandarisasi untuk mengetahui

besarnya efek yang dihasilkan (Field, 2009:56-57). Ada lima cara yang digunakan untuk mengetahui besarnya effect size, yaitu standard Cohen, etha kwadrat,

omega kuadrat, V Cramer, dan kwadrat dari koefisien korelasi. (Jhonshon &

Christensen, 2008:515).

Yang digunakan untuk mengetahui effect size di sini adalah koefisien korelasi dengan kriteria r = 0,10 (efek kecil) yang setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen , r = 0,30 (efek menengah) yang setara dengan 9%, dan r = 0,50 (efek besar) yang setara dengan 25% . Koefisien korelasi r dipilih karena koefisien korelasi ini cukup mudah untuk mengetahui besarnya efek yang terentang dari harga 0 (tidak ada efek) dan 1 (efek sempurna). Cara untuk mengetahui persentase pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta digunakan koefisien determinasi R2 (Field, 2009:179). Menurut Field,A., (2009: 57, 179) jika data terdistribusi secara normal cara untuk mengetahui koefisien korelasi r yaitu dengan rumus di bawah ini

Keterangan :

r =besar pengaruh (effect size) dengan menggunakan koefisien korelasi Pearson t = harga uji t

df = harga derajad kebebasan R2 = koefisien determinasi

47

Jika data tidak terdistribusi secara normal maka digunakan rumus (Field, 2009:550):

Keterangan :

r = besar pengaruh (effect size) dengan menggunakan koefisien korelasi Pearson Z =harga konversi dari Standar Deviasi (diperoleh dari SPSS uji Wilcoxon) N = jumlah total observasi (=2 x jumlah siswa)

3.9.2.5 Menguji Retensi Pengaruh

Untuk meningkatkan ketelitian analisis dianjurkan untuk melakukan

posttest II sesudah sekian waktu dari posttest I. Terutama untuk penelitian dalam

pembelajaran (Krathwol, 1998:546).

Uji ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri apakah masih sebesar seperti posttest I pada kemampuan mengevaluasi dan

mencipta. Data diambil setelah 2 bulan sesudah treatment diberikan pada kelas

eksperimen. Data yang diambil yaitu posttest II, yaitu soal sama dengan posttest I. Setelah didapatkan data dilakukan uji normalitas data. Jika data terdistribusi normal maka analisis statistik yang digunakan adalah statistik paramerik dalam hal ini paired samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi tidak normal maka pengujian statistiknya menggunakan statistik non-parametrik dalam hal ini Wilcoxon.

Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut:

Hnull: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dengan posttest II. H1: Ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dengan posttest II.

48

1. Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak, dengan kata lain tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest I dengan

posttest II. Dengan kata lain tidak terjadi penurunan yang signifikan antara posttest I dan posttest II.

2. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hnull diterima, dengan kata lain terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest I dengan posttest II. Dengan kata lain terjadi penurunan yang signifikan antara posttest I dan posttest II.

49

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab IV akan dibahas hasil penelitian dan pembahasan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

mengevaluasi dan mencipta siswa pada mata pelajaran IPA. Hasil penelitian akan

menjelaskan deskripsi data dan analisis data yang dilakukan.

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan

Mengevaluasi

Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kolaboratif dalam kelompok payung IPA. Penelitian tersebut dilakukan pada siswa kelas IV SD untuk membuktikan pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA. Penelitian yang dilakukan

peneliti merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan dua kelompok untuk dibandingkan. Kelompok tersebut terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol menggunakan kelas IVB dan kelompok eksperimen menggunakan kelas IVA. Kelompok kontrol merupakan kelompok yang tidak mendapat perlakuan, bentuk perlakukan yaitu penerapan metode inkuiri, sedangkan kelompok eksperimen merupakan kelompok yang mendapatkan perlakuan.

Setiap penelitian eksperimental semestinya dilengkapi dengan elemen penelititan kualitatif agar dapat memahami sudut pandang subjek yang diteliti, mitra peneliti, dan pengamat. Menyatakan elemen kualitatif sangat penting agar dapat melihat faktor-faktor penting lain yang ikut berperan dalam menentukan hasil yang berpengaruh terhadap variabel dependen di luar yang diprediksi oleh peneliti (Krathwol, 1998:546-547). Treatment dan pengambilan data dilakukan dalam waktu yang relatif pendek agar meminimalisir faktor-faktor lain selain variabel independen yang diteliti yang diduga bisa ikut memainkan peran dalam

50

mempengaruhi variabel dependen (Krathwol,1998:547). Karena itu treatment dan pengambilan data dilakukan selama kurang lebih 2 minggu.

Tahapan dalam penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut 1) Kelompok kontrol dan eksperimen diberikan pretest yang berupa enam soal esai yang berhubungan dengan kemampuan kognitif yang akan diteliti. Tujuan diberi

pretest yaitu untuk menggetahui kemampuan awal kedua kelompok. 2) Setelah

diberikan pretest pada kedua kelompok baik di kelompok kontrol maupun eksperimen diberi materi pelajaran yang sama dengan perbedaan treatment. Kelompok kontrol menggunakan metode ceramah selama pembelajaran berlangsung. Kelompok eksperimen menggunakan metode inkuiri selama pelajaran berlangsung. Penggunaan metode inkuiri merupakan perlakuan yang membedakan kedua kelompok tersebut. 3) Pada akhir pertemuan setelah semua materi sudah tersampaikan seluruhnya, kedua kelompok diberi posttest. Posttest berupa 6 soal esai yang sama dengan pretest. Posttest bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diberikan, serta untuk membandingkan hasil dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 4) Setelah 2 bulan setelah posttest I maka siswa diberikan posttest II untuk mengetahui besarnya pengaruh metode inkuiri apakah masih sekuat seperti pada posttest I.

Analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta adalah analisis statistik dengan membandingkan selisih skor pretest ke posttest baik dari kelompok eksperimental maupun dari kelompok kontrol dan dilanjutkan dengan membandingkan perbedaan skor tersebut untuk mengetahui apakah skor kelompok eksperimental berbeda secara signifikan dari skor kelompok kontrol (Jhonshon & Christensen, 2008:312)

Data yang diperoleh dari pretest dan posttest untuk kemampuan mengevaluasi pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dianalisis dengan uji normalitas data menggunakan statistik non parametrik dalam hal ini yaitu

Kolmogorov-Smirnov dengan progam komputer PASW (SPSS) 18 for Windows.

51

digunakan dalam analisis data selanjutnya. Kriteria yang digunakan sebagai berikut.

3. Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05, distribusi data normal. Jika distribusi data normal, teknik stastistik inferensial selanjutnya yang digunakan adalah dengan uji statistik parametrik dalam hal ini uji t atau t-test

4. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05, distribusi data tidak normal. Jika

distribusi data tidak normal teknik statistik yang digunakan adalah statistik nonparametik dalam hal ini yaitu Mann-Whitney atau Wilcoxon.

Hasil perhitungan uji normalitas pretest dan posttest dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 8: Hasil Uji Normalitas Data Kemampuan Mengevaluasi (Lampiran 11.a)

No Aspek Hasil

Signifikansi

Keterangan

1 Rerata skor Pretest kelompok kontrol 0,102 Normal 2 Rerata skor Posttest kelompok kontrol 0,115 Normal 3 Rerata skor Pretest kelompok eksperimen 0,106 Normal 4 Rerata skor Posttest kelompok eksperimen 0,704 Normal

Dari analisis statistik di atas, aspek pretest dan posttest kelompok kontrol memiliki distribusi data normal karena harga Sig. (2-tailed) pretest dan posttest kelompok kontrol berada di atas 0,05 yaitu sebesar 0,102 untuk pretest dan harga

Sig. (2-tailed) posttest kelompok kontrol yaitu 0,115. Kelompok eksperimen

memiliki distribusi data yang normal pada pretest dan posttest. Hal ini ditunjukkan dengan harga Sig. (2-tailed) pada pretest dan posttest berada di atas 0,05 yaitu 0,106 untuk pretest dan 0,704 untuk posttest. Harga Sig. (2-tailed)

pretest dan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukan

keadaan normal sehingga aspek mengevaluasi pada kedua kelompok akan dianalisis menggunakan statistik parametrik t-test.

52

Analisis data pada kemampuan mengevaluasi dilakukan dengan lima langkah, yaitu : 1) Uji perbedaan skor pretest kedua kelompok, baik kelompok kontrol maupun eksperimen. Uji ini bertujuan mengetahui perbedaan kondisi awal siswa sebelum mendapat perlakuan. 2) Uji perbedan skor pretest ke posttest pada masing-masing kelompok. Uji ini bertujuan untuk mengetahui kenaikan yang signifikan pada masing-masing kelompok. 3) Uji perbedaan selisih pretest dan

posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji ini bertujuan untuk

mengetahui penggaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

mengevaluasi. 4) Uji besar pengaruh terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta (effect size). 5) Uji perbedaan posttest I dan posttest II untuk mengetahui

retensi pengaruh.

4.1.1.1 Uji Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Mengevaluasi

Analisis perbedaan skor pretest kedua kelompok dapat dilakukan setelah menguji normalitas data. Uji perbandingan skor pretest bertujuan untuk mengetahui kondisi awal atau titik pijak antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen apakah terdapat perbedaan kemampuan atau tidak. Jika memiliki kondisi awal yang sama maka dapat dilakukan perbandingan antara skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik paramerik dalam hal ini independent samples t-test. Uji

independent samples t-test digunakan karena data memiliki distribusi yang

normal yaitu harga Sig. (2-tailed) di atas 0,05. Harga Sig. (2-tailed) pada pretest kelompok kontrol yaitu 0,102 dan kelompok eksperimen 0,106. Analisis data dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%. Analsis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut:

Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: :

Hnull: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

53

H1: Ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

Kriteria pengambilan keputusannya:

3. Jika harga Sig. (2-tailed) >0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain keduanya memiliki kemampuan awal yang sama.

4. Jika harga Sig. (2-tailed) <0,05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain keduanya tidak memiliki kemampuan awal yang sama.

Hasil perhitungan uji perbandingan skor pretest dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 9: Perbedaan hasil pretest kelompok kontrol dan eksperimen (Lampiran 11.b)

Hasil Pretest Nilai Signifikansi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok

eksperimen

0,504 Tidak berbeda

Harga Sig. (2-tailed) berdasarkan hasil perolehan harga Levene’s Test yaitu > 0,05 maka terdapat homogenitas varian. Sedangkan harga Levene’s Test < 0,05 berarti tidak terdapat homogenitas varian. Hasil uji sratistik menunjukkan harga Sig. (2-tailed)= 0,266 yang berarti terdapat homogenitas varian dan harga

F= 1,261.

Tabel di atas menunjukan harga Sig. (2-tailed) adalah 0,504 atau > 0,05 maka H null diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada kemampuan mengevaluasi. Dengan kata lain kedua kelompok memiliki

54

kemampuan yang sama. Hal ini juga ditunjukkan dari harga M=-0,87, SE=0,13,

t(70)=-0,67.

4.1.1.2 Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengevaluasi

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kenaikan skor yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil perhitungan juga memberikan penjelasan kenaikan dalam bentuk persentase. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik dalam hal ini paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95% karena dari hasil uji normalitas data kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan bahwa distribusi data normal. Analisis data pada kedua kelompok tersebut menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut.

Hnull: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

H1: Ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

Kriteria pengambilan keputusannya:

3. Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak terdapat kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest pada masing-masing kelompok.

4. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hnull diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain terdapat kenaikan yang signifikan yang terjadi antara

pretest ke posttets pada masing-masing kelompok.

Tabel 10: Uji kenaikan skor kemampuan mengevaluasi (Lampiran 11.c)

no Kelompok Test Peningkatan

(%)

Signifikansi Keputusan

Pretest Posttest

1 Kontrol 1,46 1,87 28,1 0,000 Berbeda 2 Eksperimen 1,55 2,87 85,2 0,000 Berbeda

55

Dari tabel di atas harga Sig. (2-tailed) kelompok kontrol adalah 0,000 atau < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest, dengan kata lain terdapat kenaikan skor yang signifikan antara pretest ke posttest kelompok kontrol. Kelompok kontrol mencapai skor yang lebih rendah dari kelompok eksperimen. Hal ini ditunjukkan dengan nilai kelompok kontrol M= -0,411, SE=0,093, t(35)=-4,416 dibandingkan dengan kelompok eksperimen M= -1,320, SE=0,135, t (35)= -9,760. Hasil perhitungan persentase kenaikan skor juga menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol naik 28,1% yang lebih rendah dari kelompok eksperimen yang naik 85,2%. Harga Sig. (2-tailed) untuk kelompok eksperimen adalah 0,000 atau < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan postest dengan kata lain terdapat kenaikan skor yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest kelompok eksperimen.

Dari hasil analisa di atas dapat disimpulkan bahwa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen mengalami kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke

posttest dan kelompok kontrol mengalami kenaikan yang lebih rendah dari

kelompok eksperimen.

4.1.1.3 Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan

Mengevaluasi

Uji perbedaan selisih skor digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan metode inkuiri. Perhitungan selisih ini dilakukan dengan cara mengurangkan skor pretest dan posttest pada masing-masing kelompok. Sebelum melakukan uji selisih skor, dilakukan dahulu uji normalitas data dengan uji statistik non parametris dalam hal ini yaitu Kolmogorov-Smirnov. Kriteria yang digunakan yaitu :

1. Jika harga Sig.(2-tailed) > 0,05, distribusi data normal. Jika distribusi data normal, teknik stastistik inferensial selanjutnya yang digunakan adalah dengan uji statistik parametrik dalam hal ini uji t atau t-test

56 2. Jika harga Sig.(2-tailed) < 0,05, distribusi data tidak normal. Jika distribusi

data tidak normal teknik statistik yang digunakan adalah statistik non parametik dalam hal ini yaitu Mann-Whitney atau Wilcoxon.

Hasil perhitungan uji normalitas selisih pretest dan posttest dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 11: Uji Normalitas selisih skor pretest ke posttest (Lampiran 11.d)

No Aspek Hasil

Signifikansi

Keterangan 1 Selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol 0,305 Normal 2 Selisih skor pretest ke posttest kelompok eksperimen 0,369 Normal

Dari analisis statistik di atas, selisih pretest ke posttest kelompok kontrol memiliki distribusi data normal karena harga Sig. (2-taield) kelompok kontrol berada di atas 0,05 yaitu sebesar 0,305. Kelompok eksperimen memiliki distribusi data yang normal pada selisih pretest ke posttest karena harga Sig.

(2-tailed) berada di atas 0,05 yaitu 0,369. Harga Sig. (2-(2-tailed) selisih pretest dan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan distribusi data

normal sehingga uji selisih pretest ke posttest akan dianalisis menggunakan statistik parametrik independent sample t-test.

Analisis hipotesis statistik sebagai berikut.

Hnull: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua selisih skor pretest dan

posttest.

H1: Ada perbedaan yang signifikan antara kedua selisih skor pretest dan posttest. Kriteria pengambilan keputusannya:

3. Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua selisih skor pretest dan posttest. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi.

57

4. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua selisih skor pretest dan posttest.

Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara

signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi.

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi. Hasil analisis tersebut akan digunakan sebagai titik pijak dalam menarik kesimpulan yang berkaitan dengan hipotesis, yaitu mengetahui apakah hasil penelitian mengafirmasi atau menolak hipotesis penelitian.

Hasil analisis statistik perbadingan selisih pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 12: Perbedaan selisih skor pretest ke posttest kemampuan

mengevaluasi (Lampiran 11. e)

Selisih skor posttest dan pretest Signifikansi Keputusan Kelompok Kontrol dan Eksperimen 0,000 Berbeda

Harga Levene’s Test pada data yang diperoleh adalah < 0,05 yaitu 0,015 dan F= 6,245 dengan nilai M= -0,909, SE= 0,165, t(70)= -5,502, maka tidak terdapat homogenitas varian. Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat harga Sig.

(2-tailed) < 0,005 yaitu 0,000 sehingga berdasar kriteria yang telah dijabarkan di

atas dapat disimpulkan Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua selisih skor pretest dan posttest, dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan

mengevaluasi. Sehingga dapat ditarik kesimpulan berdasarkan data bahwa hasil

penelitian mengafirmasi hipotesis penelitian.

Berikut merupakan diagram selisih skor pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

58

Gambar 15: Diagram skor pretest ke posttest kemampuan mengevaluasi .

Diagram di atas menunjukkan selisih skor pada pretest dan posttest kemampuan mengevaluasi baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Kenaikan skor pada kelompok kontrol dari pretest ke posttest dengan harga M = 1,46 ke M = 1,87 dengan selisih M = 0,41. Sedangkan kenaikan skor pada kelompok eksperimen dari pretest ke posttest dengan harga M = 1,55 ke M = 2,87

Dokumen terkait